Mengatur arus kas (cash flow) sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pemilik bisnis. Salah satu kunci utama untuk menjaga stabilitas keuangan adalah dengan memahami skema pembayaran yang disepakati dengan pelanggan maupun pemasok. Tanpa pengaturan yang jelas, bisnis berisiko mengalami macetnya modal kerja akibat piutang yang tak kunjung cair.
Istilah ini dikenal sebagai Term of Payment (TOP). Secara sederhana, TOP adalah kesepakatan mengenai termin atau jangka waktu pembayaran atas barang atau jasa yang telah diserahkan. Memahami skema ini membantu Anda menjaga operasional harian tetap berjalan tanpa harus terganggu oleh ketimpangan saldo kas.
Lalu, bagaimana cara menentukan skema yang paling menguntungkan bagi bisnis Anda? Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai jenis-jenis TOP dan cara menerapkannya agar arus kas perusahaan tetap sehat.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Payment Term sebagai Pengatur Arus Kas Perusahaan
Term of payment adalah kesepakatan antara penjual dan pembeli mengenai jadwal pembayaran transaksi bisnis. Dalam dunia bisnis, term of payment menentukan kapan pembayaran harus selesai dan bagaimana pembayarannya terjadi.
Ketentuan pembayaran ini tidak hanya mencakup tanggal jatuh tempo pembayaran dan metode pembayaran namun juga diskon yang mungkin diberikan, dan konsekuensi jika terjadi keterlambatan pembayaran.
Dalam dunia bisnis, term of payment sangat beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan atau kebijakan masing-masing perusahaan. Ada yang menetapkan pembayaran harus dilakukan di muka, ada pula yang memberikan jangka waktu tertentu setelah produk atau jasa diterima.
Beberapa contoh TOP atau term of payment yang umum digunakan antara lain adalah pembayaran tunai (cash on delivery), net 30 (pembayaran dilakukan dalam waktu 30 hari setelah faktur pembelian diterima), dan termin cicilan bulanan.
Berbeda dengan quotation, syarat pembayaran biasanya mencakup detail lebih spesifik mengenai jadwal dan metode pelunasan. Sedangkan quotation lebih berfokus pada penawaran harga dan rincian biaya yang harus dibayar sebelum kesepakatan final dilakukan.
Jenis Payment Term yang Sering Digunakan
Dalam transaksi bisnis, term of payment menjadi salah satu aspek penting yang harus disepakati kedua belah pihak. Berikut adalah beberapa jenis term of payment yang umum digunakan:
1. Cash Before Delivery (CBD)
Cash Before Delivery adalah metode di mana pembeli harus membayar penuh sebelum barang dikirim atau jasa diberikan. Hal ini memberikan keamanan tinggi bagi penjual karena mereka menerima pembayaran sebelum mengirimkan produk, menghilangkan risiko kegagalan pembayaran.
CBD sering digunakan dalam situasi di mana penjual perlu menutupi biaya produksi atau pengadaan barang sebelum pengiriman, terutama dalam perdagangan internasional atau proyek yang memerlukan kepercayaan lebih tinggi.
2. Cash on Delivery (COD)
Cash on Delivery atau COD adalah metode pembayaran di mana pembeli membayar ketika barang diterima. Ini banyak digunakan dalam transaksi ritel atau e-commerce karena memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pembeli.
Namun, bagi penjual, ada risiko bahwa pembeli bisa menolak barang saat pengiriman, menyebabkan biaya tambahan untuk pengembalian atau barang yang tidak terjual.
3. Cash in Advance (CIA)
Cash in Advance adalah metode pembayaran di mana pembeli diwajibkan membayar seluruh jumlah sebelum barang atau jasa dikirimkan. Ini memberikan jaminan maksimal bagi penjual karena mereka menerima dana lebih awal, bahkan sebelum memproses pengiriman barang.
Dari sudut pandang penjual, risiko pembayaran sangat rendah. Namun, bagi pembeli, CIA bisa dianggap tidak menguntungkan karena mereka harus mengambil risiko melakukan pembayaran tanpa melihat barang terlebih dahulu.
4. Net 30
Net 30 adalah salah satu term pembayaran paling umum dalam transaksi business-to-business (B2B). Dalam term ini, pembeli memiliki waktu 30 hari sejak tanggal faktur pembelian diterima untuk menyelesaikan pembayaran penuh.
Ini memberikan keuntungan bagi pembeli karena mereka memiliki waktu lebih untuk mengelola keuangan dan arus kas sebelum melakukan pembayaran.
5. Net EOM (End of Month) days
Net EOM memberikan fleksibilitas tambahan kepada pembeli dengan membolehkan pembayaran hingga akhir bulan. Misalnya, jika term of payment invoice diterbitkan pada pertengahan bulan, pembeli diharapkan membayar tagihan pada akhir bulan.
Dalam beberapa kasus, ada variasi seperti “Net EOM + 30,” yang memungkinkan pembayaran dilakukan hingga akhir bulan berikutnya, memberikan waktu lebih bagi pembeli untuk mengelola keuangan merek.
6. Down payment
Down payment atau uang muka mengharuskan pembeli membayar sebagian dari total nilai transaksi di awal, sebelum pengiriman barang atau penyediaan jasa. Pembayaran sisanya dilakukan sesuai jadwal yang disepakati, misalnya setelah produk diterima atau proyek selesai.
Term ini memberikan keamanan bagi penjual karena setidaknya sebagian biaya telah diterima sebelum pengiriman barang.
7. Installment payments (pembayaran cicilan)
Pembayaran cicilan memungkinkan pembeli untuk membayar dalam beberapa tahap selama periode waktu yang disepakati. Sistem ini sangat cocok untuk pembelian dengan nilai yang besar, di mana pembeli membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pembayaran tanpa harus menunggu sampai seluruh jumlah tersedia.
8. Letter of Credit (L/C)
Letter of Credit adalah metode pembayaran yang umum digunakan dalam perdagangan internasional untuk memitigasi risiko antara penjual dan pembeli yang berada di negara berbeda. Sistem pembayaran LC memastikan bahwa pembayaran dilakukan setelah semua syarat dalam L/C dipenuhi, memberikan perlindungan bagi kedua belah pihak.
Memilih terms of payment yang tepat tidak hanya membantu menjaga hubungan baik antara pembeli dan penjual, tetapi juga mendukung kelancaran arus kas perusahaan.
Anda dapat mempermudah pembuatan dan pengelolaan berbagai jenis term of payment di atas dengan menggunakan aplikasi akuntan berbasis cloud, yang secara otomatis akan membantu dalam mencatat, mengatur, dan mengingatkan jadwal pembayaran sesuai kesepakatan.
Tujuan Penetapan Term of Payment dalam Transaksi Bisnis
Dengan kesepakatan yang jelas mengenai metode dan waktu pembayaran, kedua pihak dapat menghindari potensi konflik dan memperkuat hubungan bisnis. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari term of payment:
1. Mengelola arus kas
Salah satu tujuan utama dari term of payment adalah untuk membantu bisnis mengelola arus kas mereka. Bagi penjual, term ini memungkinkan mereka memperkirakan kapan uang akan masuk, sehingga memudahkan perencanaan keuangan dan operasional.
Selain itu, term of payment yang jelas dapat mempengaruhi produktivitas purchasing, karena kesepakatan pembayaran yang tepat waktu dapat memperlancar hubungan dengan vendor dan memastikan kelancaran pasokan barang.
2. Membangun kepercayaan antara penjual dan pembeli
Term of payment yang disepakati membantu menciptakan kepercayaan antara penjual dan pembeli, terutama dalam transaksi jangka panjang. Kesepakatan pembayaran memberikan jaminan bahwa penjual akan menerima pembayaran sesuai dengan ketentuan.
Selain itu, term of payment yang jelas dapat mempengaruhi produktivitas purchasing, karena kesepakatan pembayaran yang tepat waktu dapat memperlancar hubungan dengan vendor dan memastikan kelancaran pasokan barang. Untuk mendukung hal ini, perusahaan juga perlu memiliki laporan pembelian barang yang akurat dan terstruktur, guna memantau transaksi, mengontrol anggaran, serta mengevaluasi kinerja pemasok secara berkala.
3. Mengurangi risiko kredit
Ketentuan ini juga berfungsi sebagai alat untuk mengurangi risiko kredit, terutama bagi penjual. Dengan menetapkan syarat-syarat pembayaran yang jelas, seperti Down Payment atau Cash Before Delivery, penjual dapat meminimalkan risiko gagal bayar dari pembeli.
Pemilihan term yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial dapat mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus menjaga financial performance perusahaan agar tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang
Tahukah Anda?
Dengan dukungan sistem akuntansi berbasis AI milik HashMicro, AI membantu Anda menindaklanjuti dan membuat invoice kapan saja, serta mempermudah komunikasi dengan vendor. Tingkatkan efisiensi keuangan bisnis Anda dengan sistem akuntansi HashMicro!
Dapatkan demo gratis sekarang!
Contoh Surat Term of Payment
Term of payment atau ketentuan pembayaran merujuk pada persyaratan yang ditetapkan oleh penjual dan disepakati oleh pembeli terkait kapan dan bagaimana pembayaran untuk barang atau jasa dilakukan.
Berikut contoh surat term of payment yang dapat dijadikan referensi dalam menetapkan ketentuan yang tepat untuk bisnis Anda.
contoh surat term of payment
Dengan menetapkan term of payment yang jelas, seperti yang dicontohkan dalam surat di atas, perusahaan dapat memastikan bahwa semua pihak memahami tanggung jawab mereka terkait pembayaran.
Penerapan strategi ini bukan sekadar menjaga arus kas, melainkan juga membangun hubungan yang saling menguntungkan antara penjual dan pembeli. Digitalisasi melalui sistem pembukuan otomatis memungkinkan pencantuman syarat pembayaran secara langsung pada faktur yang dihasilkan secara sistematis.
Kesimpulan
Penerapan term of payment yang tepat bukan sekadar aturan administratif, melainkan instrumen strategis untuk menjaga keseimbangan arus kas perusahaan. Kesepakatan waktu dan metode pembayaran yang jelas membantu penjual dan pembeli membangun hubungan bisnis yang lebih sehat dan profesional.
Dengan term of payment yang terstruktur, perusahaan dapat merencanakan keuangan secara lebih prediktif sekaligus meminimalkan risiko piutang macet. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas operasional, terutama saat volume transaksi terus meningkat.
Efisiensi pengelolaan termin pembayaran dapat ditingkatkan melalui otomatisasi sistem yang memudahkan pencetakan faktur serta menyajikan analisis keuangan yang akurat. Untuk menentukan skema pembayaran yang paling sesuai dengan model bisnis Anda, tersedia layanan konsultasi gratis membantu merancang solusi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Pertanyaan (FAQ) Seputar Term Of Payment
-
Apa itu term of payment 30 days?
Term of payment 30 days berarti pembeli diberikan waktu 30 hari untuk melunasi pembayaran setelah menerima faktur atau barang/jasa. Dalam jangka waktu ini, pembeli diharapkan menyelesaikan kewajiban pembayarannya kepada penjual untuk menghindari denda keterlambatan atau penalti.
-
Apa itu payment term dalam sistem pembelian?
Payment term dalam sistem pembelian adalah ketentuan yang mengatur kapan dan bagaimana pembayaran harus dilakukan setelah barang atau jasa dibeli. Ketentuan ini mencakup jangka waktu pembayaran, metode transfer, serta insentif atau penalti yang berlaku jika pembayaran dilakukan lebih awal atau terlambat.
-
Bagaimana cara mengelola payment term?
Cara mengelola payment term yang efektif adalah dengan menetapkan ketentuan yang jelas dalam kontrak pembelian, memantau setiap tanggal jatuh tempo, dan menggunakan sistem akuntansi yang terintegrasi. Sistem tersebut dapat membantu mengotomatisasi pengingat pembayaran, melacak transaksi, serta mempermudah rekonsiliasi keuangan untuk memastikan pembayaran tepat waktu.








