CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Termin Adalah: Pengertian, dan Jenis dalam Bisnis

Diterbitkan:

Di banyak proyek, pembayaran sering menjadi hal yang paling sensitif. Pekerjaan sudah berjalan dan  vendor menagih pembayaran tetapi perusahaan tetap perlu memastikan tagihan itu memang sesuai tahap pekerjaan yang sudah selesai.

Di berbagai industri seperti konstruksi dan manufaktur berbasis proyek skema pembayaran bertahap membantu menjaga arus kas tetap terencana tanpa mengganggu kelancaran pekerjaan. Dengan struktur yang jelas, tim keuangan dan operasional memiliki pandangan yang sama saat menilai kapan pembayaran sebaiknya dilakukan.

Memahami mekanisme ini membantu perusahaan mengambil keputusan secara terukur serta hasilnya approval lebih lancar, kontrol biaya lebih rapi, dan risiko selisih persepsi dengan vendor bisa ditekan.

Key Takeaways

  • Termin membantu Anda menjaga arus kas tetap aman karena pembayaran dilepas bertahap sesuai progres yang bisa dibuktikan, bukan sekadar berdasarkan janji di awal.
  • Terdapat beberapa jenis termin diantaranya EOM, n/30, n/15.
  • Termin menekan risiko dispute dengan vendor karena milestone, dokumen pendukung, dan waktu penagihan sudah disepakati sejak awal, jadi ekspektasi kedua pihak lebih selaras.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Termin adalah 

      Termin adalah mekanisme pembayaran yang membagi kewajiban finansial ke dalam beberapa tahap sesuai kesepakatan dalam kontrak. Skema ini memungkinkan pembayaran dilakukan secara bertahap mengikuti progres pekerjaan, sehingga tidak perlu dibayarkan sekaligus di awal.

      Dalam praktiknya, termin sangat umum digunakan di industri berbasis proyek seperti konstruksi, properti, dan manufaktur. Hal ini karena setiap pekerjaan memiliki tahapan yang jelas sehingga pembayaran bisa disesuaikan dengan capaian progres di lapangan, baik dari sisi volume pekerjaan maupun milestone tertentu.

      Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengelola arus kas dengan lebih sehat sekaligus mengurangi risiko operasional. Setiap pembayaran memiliki dasar yang jelas sehingga proses evaluasi, persetujuan, hingga pencatatan keuangan menjadi lebih rapi dan mudah dikontrol.

      Termin dan Down Payment, Apa Bedanya?

      Dalam praktik bisnis, termin dan uang muka sering dianggap serupa karena sama-sama mengatur waktu pembayaran. Padahal keduanya memiliki peran yang berbeda dan memengaruhi cara perusahaan mengelola risiko serta arus kas. Berikut perbedaannya:

      Faktor keputusan praktis Lebih cocok Down Payment Lebih cocok Termin
      Risiko vendor Saat vendor butuh modal awal untuk mulai kerja tetapi Anda bisa membatasi risiko lewat DP kecil, jaminan, atau syarat pembelian material. Saat Anda ingin menahan risiko pembayaran sampai hasil kerja terlihat, terutama bila performa vendor belum terbukti atau proyek bernilai besar.
      Durasi proyek Cocok untuk pekerjaan singkat atau pengadaan cepat.

      Cocok untuk proyek menengah-panjang karena pembayaran bisa mengikuti tahap dan mengurangi tekanan cashflow.

      Bukti progress Biasanya tidak menunggu progres karena dibayar di awal agar pekerjaan bisa berjalan. Wajib ada bukti progres yang jelas. 
      Retensi Umumnya tidak ada retensi karena DP dibayar sebelum pekerjaan selesai, sehingga kontrol di akhir lebih terbatas.

      Lebih mudah menerapkan retensi (mis. 5%) yang dibayar setelah final handover atau masa pemeliharaan untuk menahan risiko kualitas.

      Jenis-jenis dari Termin

      termin adalah

      Termin sebagai suatu sistem pembayaran memiliki beberapa jenis. Berikut ini merupakan beberapa jenisnya:

      1. End of Month (EOM)

      Pada jenis ini, pembeli wajib melakukan pembayaran bertahap pada periode waktu end of month atau akhir bulan. Adapun untuk penentuan tanggal akhir bulan pada jenis ini menjadi hal yang terpenting karena bisa saja tanggal pembayaran tersebut benar-benar pada tanggal terakhir bulan ataupun pada tanggal tertentu akhir bulan.

      2. n/30

      Jenis ini menandakan bahwa tanggal wajib pembayaran dari pembeli kepada penjual adalah 30 hari pasca penerimaan barang ataupun jasa oleh pembeli. Jika pembeli melakukan transaksi pada tanggal 1 Januari, maka tanggal wajib pembayaran akan jatuh pada tanggal 30 Januari.

      3. n/15 dengan EOM

      Dalam jenis ini menandakan bahwa pembeli wajib melakukan pembayaran 15 hari setelah tanggal akhir bulan. Jika pembeli melakukan transaksi pada tanggal 3 September dengan jenis atau syarat ini, maka tanggal wajib bayar akan jatuh pada tanggal 15 Oktober.

      4. 5/10, n/30

      Dalam hal ini, n/30 adalah pembayaran harus pembeli lakukan 30 hari setelah pembeli menerima barang atau jasa. Sementara itu 5/10 menandakan apabila pembayaran pembeli lakukan sebelum 10 hari dari waktu penyerahan barang atau jasa, maka pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 5 persen. Namun angka tersebut dapat berubah berdasarkan kesepakatan antara kedua belah pihak.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Manfaat Dari Termin

      Sebagai salah satu sistem pembayaran atas transaksi penjualan yang berlangsung, termin memberikan beragam manfaat bagi pihak yang terlibat, baik itu penjual dan pembeli. Berikut ini merupakan manfaat dari sistem pembayaran ini:

      1. Beban biaya lebih rendah

      Dengan sistem termin, pembeli tidak perlu langsung membayar seluruh nilai proyek di awal.

      Misalnya dalam proyek pembangunan gedung, pembayaran bisa dibagi menjadi beberapa tahap seperti 30% di awal, 40% saat progres mencapai 50%, dan sisanya saat proyek selesai. Skema ini membuat beban keuangan lebih ringan dan cash flow tetap terjaga.

      2. Pekerjaan dapat terkendali

      Termin biasanya dikaitkan dengan pencapaian progres pekerjaan, sehingga setiap tahap pembayaran menjadi “checkpoint” untuk evaluasi. Contohnya, kontraktor baru menerima pembayaran berikutnya setelah pekerjaan pondasi atau struktur utama selesai dan diverifikasi.

      Mekanisme ini mendorong kedua pihak untuk disiplin terhadap target, sehingga proyek berjalan lebih terarah dan minim risiko keterlambatan.

      3. Kelonggaran waktu untuk persiapan dana

      Pembayaran bertahap juga memberi ruang bagi pembeli untuk mengatur kesiapan dana secara lebih fleksibel.

      Dalam proyek konstruksi, misalnya, developer bisa menyesuaikan pemasukan dari penjualan unit dengan jadwal pembayaran termin ke kontraktor. Dengan begitu, termin pembayaran tetap lancar tanpa harus mengganggu kondisi keuangan secara keseluruhan.

      Fungsi dari Termin

      Sistem pembayaran termin tentunya mempunyai fungsi tersendiri. Berikut ini merupakan fungsi dari sistem pembayaran Termin:

      1. Sebagai bukti pembayaran yang sah

      Termin dapat menjadi bukti pembayaran transaksi yang sah bagi penjual maupun pembeli. Sebagai bukti pembayaran yang sah, pembayaran bertahap dapat menjadi pedoman hak dan kewajiban antara pihak penjual maupun pihak pembeli ketika sewaktu-waktu terjadi kesalahan pada transaksi yang berlangsung. 

      2. Bukti adanya progress yang berlangsung

      Apabila pembeli menggunakan sistem pembayaran termin atas transaksi yang terjadi, waktu pembayaran dapat disesuaikan dengan progress pengerjaan yang berlangsung. Pembeli dapat menentukan pembayaran pertama kepada penjual ketika progress pengerjaan telah mencapai angka yang diinginkan serta pembayaran terakhir ketika pengerjaan telah selesai.

      3. Dokumen sah atas transaksi yang berlangsung

      Dalam dokumen termin biasanya akan tercantum hal-hal yang berkaitan dengan transaksi yang berlangsung seperti persentase jumlah pembayaran hingga tanggal jatuh tempo. Sehingga dokumen termin dapat menjadi dokumen yang sah atas transaksi yang terjadi.

      Bagaimana Cara Kerja Termin?

      Cara kerja termin pada dasarnya mengikuti kesepakatan yang telah ditetapkan di awal kontrak, khususnya terkait tahapan pekerjaan dan jadwal pembayaran. Setiap pembayaran tidak dilakukan sekaligus, melainkan dicairkan secara bertahap berdasarkan progres atau milestone yang telah dicapai di lapangan.

      Prosesnya biasanya dimulai dari penentuan skema termin, misalnya 20% di awal proyek, 50% saat progres mencapai titik tertentu, dan sisanya setelah pekerjaan selesai. Setelah satu tahap pekerjaan selesai, pihak pelaksana akan mengajukan penagihan yang kemudian diverifikasi oleh pihak pemberi kerja sebelum pembayaran disetujui dan dicairkan.

      Dengan mekanisme ini, setiap pembayaran memiliki dasar yang jelas dan terukur. Hal ini tidak hanya membantu menjaga transparansi antara kedua pihak, tetapi juga memastikan bahwa proyek berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun pengelolaan anggaran.

      Mengurangi Risiko Salah Bayar Melalui Sistem Terintegrasi

      termin adalah

      Pengelolaan termin sering menjadi sumber risiko ketika proses persetujuan dan pencatatan masih tersebar di banyak dokumen. Tanpa alur yang jelas, tagihan bisa terlewat, dibayar ganda, atau diproses sebelum seluruh syarat terpenuhi.

      Otomasi membantu menyatukan data kontrak, progres, dan invoice dalam satu alur sehingga setiap pembayaran dilepas berdasarkan aturan yang konsisten dan dapat ditelusuri.

      Pendekatan ini juga diterapkan oleh Sompo Insurance yang telah menggunakan sistem terintegrasi dari HashMicro untuk merapikan proses operasional dan keuangannya.

      Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat memastikan setiap kewajiban pembayaran memiliki dasar yang jelas, terdokumentasi dengan baik, dan disetujui sesuai workflow internal. Hasilnya, kontrol pembayaran lebih kuat tanpa menghambat kecepatan pengambilan keputusan.

      Kesimpulan

      Pengelolaan termin yang tepat membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara kelancaran operasional dan disiplin keuangan. Dengan struktur pembayaran yang jelas, setiap kewajiban dapat dilepas berdasarkan progres yang terukur sehingga risiko salah bayar dan perbedaan persepsi dengan mitra kerja bisa ditekan.

      Agar mekanisme ini berjalan konsisten perusahaan perlu memastikan proses approval, dokumentasi, dan pemantauan termin saling terhubung.

      Jika Anda ingin meninjau kembali skema termin yang saat ini digunakan atau mencari cara agar prosesnya lebih rapi dan terkontrol, Anda dapat mendiskusikannya melalui sesi konsultasi dengan tim expert untuk menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

      Sales_Definisi

      Pertanyaan Seputar Termin

      • Apa itu termin ke-2?

        Termin 2 adalah pembayaran tahap kedua dalam sistem pembayaran bertahap (termin) yang disepakati, biasanya terjadi setelah pekerjaan mencapai persentase tertentu atau melewati tahapan penting, seperti penyelesaian struktur bangunan atau penyerahan laporan pertama.

      • Jumlah termin pembayaran adalah?

        Pembayaran termin dilakukan jika barang/jasanya sudah diterima pelanggan/pembeli. Jumlah termin merupakan jumlah yang ditagih dari pekerjaan yang telah dilakukan, berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

      • Apa itu invoice termin?

        Invoice termin menunjukkan transparansi dalam transaksi dan meminimalkan risiko perselisihan. Invoice ini menjadi bukti resmi jika terjadi sengketa antara pembeli dan penjual.

      Novi Herawati

      Content Writer

      Novi adalah Content Writer yang sudah berpengalaman selama 4 tahun yang aktif dalam menulis artikel untuk topik bisnis dan manajemen, integrasi sistem digital untuk otomatisasi bisnis, dan manajemen keuangan perusahaan. Melalui tulisannya, Ia mendorong inovasi dan efisien perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas bisnis.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya