Satu dari tiga pelanggan meninggalkan suatu bisnis setelah mengalami pengalaman yang buruk. Sebuah riset dari PwC menemukan kalau pengalaman negatif dapat menjauhkan pelanggan Anda. Untuk mencegah hal ini, Anda perlu memastikan kalau produk Anda sesuai harapan pelanggan Anda. Salah satu caranya adalah dengan menghitung takt time.
Dengan menghitung waktu produksi yang dibutuhkan agar sesuai permintaan pelanggan, Anda dapat merencanakan proses produksi dengan baik. Takt time juga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, sehingga Anda perlu memahami cara menghitungnya dengan benar.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Definisi dan Konsep Dasar Takt Time
Takt time adalah waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit agar sesuai dengan permintaan pelanggan. Dalam praktik, pabrik menggunakan konsep ini untuk mengukur kecepatan proses produksi. Dengan cara ini, waktu takt menjadi dasar dalam menentukan kecepatan dan jadwal produksi.
Dengan menggunakan waktu takt, Anda dapat merencanakan proses produksi secara efisien dan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Anda juga bisa mengidentifikasi masalah dan menyederhanakan manajemen proses produksi. Cara ini memungkinkan Anda untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Sejarah dan Asal Usul Takt Time
Konsep waktu takt berasal dari Jerman pada awal abad ke-20. Pada masa itu, industri manufaktur sadar kalau mereka perlu pendekatan baru untuk meningkatkan efisiensi produksi. Salah satu perusahaan yang mengembangkan konsep ini lebih lanjut adalah Toyota Motor Corporation.
Sakichi Toyoda, pendiri Toyota, memperkenalkan prinsip-prinsip dasarnya. Anaknya, Kiichiro Toyoda kemudian mengembangkannya lebih lanjut sebagai bagian dari Toyota Production System (TPS). Sistem ini kemudian menjadi hal yang umum dalam manufaktur, setelah banyak perusahaan mengadopsinya.
Perbedaan Antara Takt Time dan Cycle Time
Saat menghitung waktu takt, Anda juga harus menghitung cycle time. Meskipun mereka bukan hal yang sama, keduanya berhubungan dalam lean manufacturing. Oleh karena itu, berikut perbedaan antara takt time dan cycle time:
| Aspek | Takt Time | Cycle Time |
|---|---|---|
| Pengertian | Waktu yang diperlukan untuk memproduksi satu unit guna memenuhi permintaan pelanggan | Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu siklus produksi atau satu unit dalam proses produksi |
| Faktor penentu | Permintaan pelanggan | Kemampuan mesin, operator, dan sistem untuk memproduksi barang |
| Rumus | Waktu yang tersedia untuk produksi / jumlah unit yang harus Anda produksi | Waktu produksi bersih / jumlah unit yang Anda produksi |
| Angka ideal | Tergantung perusahaan masing-masing | Sama atau di bawah waktu takt |
| Fungsi dalam Lean | Menyeimbangkan lini produksi | Mengidentifikasi bottleneck |
| Dampak | Meningkatkan efisiensi operasional | Mengurangi biaya produksi |
Dengan memahami kedua konsep di atas, Anda dapat mengidentifikasi masalah hanya dengan melihat hasil perhitungan. Jika cycle time melebihi takt time, itu berarti produksi Anda terlalu lambat. Namun, jika takt time melebihi cycle time, itu berarti Anda memproduksi terlalu banyak barang (overproduction).
Baca Juga: Pentingnya Cycle Time untuk Bisnis Manufaktur dan Cara Menghitungnya
Cara Menghitung Waktu Takt
Setelah memahami hubungan antara takt time dan cycle time, Anda dapat mulai menghitungnya:
1. Rumus Takt Time
Untuk menghitung waktu takt, Anda perlu menggunakan rumus berikut:
T = Ta / D
Penjelasan:
- T adalah waktu takt
- Ta adalah waktu yang tersedia untuk produksi
- D adalah jumlah unit barang yang harus Anda produksi
Dengan menggunakan rumus ini, Anda dapat menentukan waktu takt yang tepat untuk proses produksi Anda.
2. Contoh Perhitungan
Sebagai gambaran, kita akan menggunakan sebuah perusahaan dengan waktu kerja 360 menit per hari dan target produksi harian sebanyak 120 unit. Dengan data ini, kita akan menghitung waktu takt menggunakan rumus, yaitu:
Takt Time = Waktu Kerja / Jumlah Unit Produk
Takt Time = 360 menit / 120 unit = 3 menit per unit
Jadi, perusahaan tersebut memiliki takt time sebesar 3 menit per unit produk. Hal ini berarti dalam 6 jam, mereka harus bisa menghasilkan setiap unit dalam waktu kurang dari tiga menit. Jika tidak, bisnis itu tidak akan mencapai target produksi harian.
Manfaat Waktu Takt dalam Industri Manufaktur
Takt time memiliki banyak fungsi dalam manufaktur. Ketika Anda terapkan pada lean manufacturing, hal ini dapat meningkatkan efisiensi bisnis. Untuk alasan ini, berikut manfaat waktu takt dalam industri manufaktur:
1. Meningkatkan efisiensi produksi
Penerapan waktu takt membantu Anda meningkatkan efisiensi produksi. Dengan menghitung waktu produksi satu unit, Anda dapat menentukan kecepatan produksi. Dalam hal ini, takt time juga dapat mengidentifikasi area produksi yang membutuhkan perbaikan. Dari situ, Anda dapat mengalokasikan sumber daya dan waktu dengan lebih baik.
2. Menjaga kualitas produk
Penerapan waktu takt juga menjaga kualitas produk Anda. Dengan mengatur waktu produksi, Anda dapat memastikan setiap unit produk berkualitas tinggi. Hal ini juga mengurangi kesalahan dalam proses produksi dan meminimalkan rework.
3. Mengurangi biaya produksi
Secara keseluruhan, waktu takt mengurangi biaya produksi Anda. Dengan mempercepat waktu produksi, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya Anda. Hal ini mengurangi biaya yang terkait dengan dead stock, kesalahan produksi, dan proses produksi yang terlalu lama.
4. Meningkatkan kepuasan pelanggan
Dari manfaat-manfaat di atas, Anda dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan mengikuti jadwal produksi yang sesuai dengan waktu takt, Anda dapat mengirim produk tepat waktu. Hal ini memastikan kalau pelanggan mendapatkan produk yang sesuai harapan. Selain itu, ini juga meningkatkan reputasi bisnis Anda.
Penerapan Takt Time di Berbagai Jenis Industri
Dalam praktiknya, setiap industri memiliki cara implementasi waktu takt yang berbeda. Jadi, Anda harus menyesuaikan penerapannya dengan jenis industri Anda, seperti:
1. Industri manufaktur
Takt time meningkatkan efisiensi proses produksi dalam industri manufaktur. Konsep ini memberikan keunggulan bagi pabrik-pabrik tertentu dibandingkan pabrik lain. Mereka dapat mencegah bottleneck dalam lini produksi, sehingga mengurangi biaya produksi. Selain itu, pabrik juga dapat mengimplementasikan Heijunka dengan lancar.
2. Industri otomotif
Dalam proses perakitan, mobil akan melewati beberapa departemen, mulai dari stamping hingga general assembly. Untuk memastikan proses berjalan lancar, pabrik menggunakan waktu takt untuk mengelola setiap stasiun kerja. Setiap departemen memiliki batas waktu untuk menyelesaikan tugasnya. Hal ini mencegah pemborosan waktu dan meningkatkan alur produksi.
3. Industri elektronik
Sama seperti industri otomotif, barang elektronik juga melewati beberapa departemen. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, terutama saat product launch, pabrik akan menggunakan waktu takt. Mereka akan mengalokasikan tugas dan sumber daya untuk mencegah bottleneck. Dengan cara ini, mereka bisa mengurangi waktu tunggu dan memastikan kepuasan pelanggan.
Cara Meningkatkan Perhitungan Menggunakan Sistem Digital
Setelah menerapkan takt time, langkah selanjutnya adalah untuk meningkatkannya. Ada berbagai cara untuk melakukan ini, tetapi salah satu cara paling umum adalah dengan menggunakan sistem digital. Ini mengurangi risiko salah hitung dan input. Jadi, berikut cara meningkatkan perhitungan waktu takt menggunakan sistem digital:
1. IoT
Sensor IoT dapat mencatat data secara real-time. Dengan platform terpusat, Anda dapat mengakses informasi tentang proses produksi Anda dengan mudah. Hal ini membantu Anda mendeteksi bottleneck dan menjadwalkan preventive maintenance. Selain itu, Anda juga dapat membandingkan waktu takt dengan waktu produksi aktual untuk satu unit (data IoT).
2. Manufacturing Execution System (MES)
Sama seperti sensor IoT, MES merekam data secara real-time. Namun, sistem ini dapat menghitung waktu kerja dengan mengecualikan jeda produksi. Dengan fitur analitiknya, MES dapat mendeteksi downtime dan penyebabnya. Selain itu, sistem eksekusi manufaktur juga bisa mengurangi pemborosan waktu dan sumber daya.
Salah satu sistem manufaktur yang dapat Anda gunakan adalah HashMicro. Sistem ini dapat menghitung waktu takt berdasarkan variabel-variabel, seperti kapasitas produksi dan waktu operasional. Melalui ini, sistem dapat menyesuaikan kecepatan produksi dengan permintaan pasar.
3. Integrasi dengan ERP
Jika Anda mengintegrasikan sistem manufaktur Anda dengan ERP, Anda dapat menghitung takt time secara otomatis. Sistem ini bisa memperbarui waktu takt setiap kali ada order yang masuk atau mesin yang rusak. Selain itu, sistem ini juga dapat memperbarui SOP setiap kali ada perubahan dalam waktu takt. Dengan cara ini, Anda bisa menjaga konsistensi di seluruh proses produksi.
Kesimpulan
Dengan menghitung takt time, Anda dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan mempercepat proses produksi. Anda dapat menentukan apakah sistem Anda perlu perbaikan dengan membandingkannya dengan cycle time Anda. Jika cycle time melebihi takt time, produksi Anda terlalu lambat. Namun, jika cycle time kurang dari takt time, maka ada risiko overproduction.
Oleh karena itu, Anda perlu menghitung waktu takt dengan benar. Gunakan sistem digital untuk meningkatkan implementasi takt time Anda. Integrasikan ERP ke dalam sistem Anda untuk mengotomatiskan perhitungan waktu takt.
Pertanyaan Seputar Takt Time
-
Apakah Throughput sama dengan Takt Time?
Tidak. Throughput adalah jumlah unit yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus produksi. Sebaliknya, waktu takt adalah waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit agar memenuhi permintaan pelanggan.
-
Bisakah waktu takt terlalu cepat?
Ya. Jika Anda memiliki durasi waktu takt yang rendah, karyawan Anda akan kesulitan memenuhi permintaan pelanggan. Sistem Anda juga tidak bisa beradaptasi dengan perubahan permintaan atau masalah selama proses produksi.
-
Bisakah saya menggunakan Excel untuk menghitung Takt Time?
Ya. Pertama, Anda perlu menulis data Anda di spreadsheet. Setelah itu, Anda tinggal memasukkannya ke rumus waktu takt di Excel.









