Pemasaran restoran saat ini tidak lagi cukup dengan aktif di Instagram atau membuat promo mendadak. Tantangannya justru ada pada hal-hal yang sering terlewat, seperti rating di Google Maps, konsistensi jam ramai, dan kemampuan menjaga pelanggan agar kembali.
Jika strategi promosi berjalan sendiri-sendiri tanpa dukungan data penjualan, menu terlaris, dan pola kunjungan pelanggan, keputusan pemasaran mudah menjadi spekulatif. Akibatnya, anggaran promosi cepat terserap, sementara dampaknya sulit diukur secara jelas.
Melalui pembahasan ini, pembaca akan menemukan strategi pemasaran yang lebih praktis dan bisa diterapkan bertahap sesuai kondisi restoran. Fokusnya mengarah pada arus pelanggan yang lebih stabil, repeat order yang sehat, dan promosi yang lebih terkontrol.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
7 Strategi Jitu Pemasaran Restoran Anda
Kalau pemasaran restoran masih berjalan spontan, hasilnya sering tidak konsisten dari minggu ke minggu. Karena itu, strategi di bawah ini disusun dengan fokus yang lebih praktis.
1. Optimalkan Google Business Profile dan Review Pelanggan

Google Business Profile sering jadi titik awal sebelum orang memutuskan datang, terutama untuk restoran di area ramai. Lengkapi profil dengan jam operasional yang konsisten, kategori bisnis yang tepat, nomor/WhatsApp, tautan pemesanan, serta menu yang mudah dibaca.
Setelah itu, fokus pada review. Buat alur sederhana untuk minta ulasan, misalnya QR kecil di meja, link pendek di struk, atau pesan follow-up singkat setelah pesanan selesai.
KPI yang dipantau: jumlah review baru per minggu, rating rata-rata, klik ‘Directions’, jumlah panggilan dari profil.
2. Buat Konten Visual yang Menjual dan Konsisten
Strategi pemasaran restoran yang paling diminati adalah membuat konten. Konten restoran paling kuat biasanya menonjolkan tekstur makanan, porsi, dan tampilan yang menggugah. Siapkan format konten yang mudah diulang seperti menu best-seller, proses plating, behind the scenes, testimoni singkat, dan suasana tempat.
Agar konsisten, gunakan pencahayaan yang rapi dan ambil video pendek 10–15 detik untuk Reels/TikTok. Tuliskan caption yang jelas: nama menu, kisaran harga, jam ramai, lokasi, dan cara pesan.
KPI yang dipantau: saves, DM/WhatsApp masuk, klik lokasi/tautan, view rate video.
3. Optimasi Platform Delivery dengan Struktur Menu dan Promo yang Jelas
Di platform delivery (Gojek, Grab, dan lainnya), performa sering dipengaruhi oleh rating, foto menu, dan kemudahan orang menemukan item yang dicari. Rapikan nama menu dengan kata kunci yang natural, gunakan foto yang seragam, dan susun kategori yang memudahkan pelanggan memilih.
Untuk promo, pilih yang bisa dikontrol dampaknya, misalnya bundling untuk menaikkan nilai transaksi atau promo di jam sepi agar kapasitas dapur tetap terpakai. Evaluasi promo berdasarkan margin, bukan hanya jumlah order.
KPI yang dipantau: conversion rate dari view ke order, average order value, rating delivery, performa promo per jam.
4. Kumpulkan Database Pelanggan untuk Repeat Order
Repeat order lebih mudah dibangun kalau restoran punya cara menghubungi pelanggan secara langsung. Mulai dari hal sederhana seperti mengumpulkan nomor WhatsApp atau email melalui form singkat, WiFi login, atau pendaftaran member di kasir.
Setelah database terkumpul, pisahkan segmen dasar: pelanggan baru, pelanggan rutin, dan pelanggan yang sudah lama tidak transaksi. Kirim pesan yang relevan dan tidak terlalu sering, misalnya update menu baru, promo terbatas untuk pelanggan lama, atau reminder jam ramai.
KPI yang dipantau: jumlah kontak baru per minggu, repeat order rate, reactivation rate, unsubscribe rate.
5. Jalankan Loyalty Program yang Mudah Dipahami
Loyalty program efektif jika aturannya sederhana dan mudah dijelaskan staf. Pilih mekanisme yang jelas, misalnya ‘beli 3 gratis 1’, poin per transaksi, atau reward khusus untuk ulang tahun pelanggan.
Pastikan reward-nya relevan dan perhitungannya aman untuk margin, misalnya free add-on, upgrade minuman, atau diskon kecil untuk kategori tertentu. Buat materi singkat 1 kalimat untuk staf agar program tidak menghambat antrean.
KPI yang dipantau: jumlah member aktif, redemption rate, frekuensi kunjungan member, peningkatan AOV pada member.
6. Jalankan Iklan Lokal Berbasis Radius dengan Tujuan yang Tepat
Iklan restoran biasanya merupakan strategi pemasaran restoran yang paling efektif ketika menyasar area sekitar lokasi, misalnya radius 3–5 km. Tentukan tujuan iklan yang jelas sejak awal, seperti klik ke Google Maps, pesan lewat WhatsApp, atau promosi menu tertentu.
Gunakan 2–3 variasi kreatif untuk menguji visual dan copy, lalu pertahankan yang performanya stabil. Fokus pada pesan yang konkret: menu unggulan, alasan datang, jam ramai, dan lokasi.
KPI yang dipantau: cost per click, cost per lead (WA/DM), klik arah ke Maps, penjualan menu yang diiklankan.
7. Buat Aktivasi atau Event Kecil yang Relevan dengan Target Pasar
Event tidak harus besar untuk menghasilkan dampak. Aktivasi kecil sering lebih realistis, misalnya live acoustic ringan saat weekend, tasting menu untuk menu baru, watch party, atau kolaborasi komunitas lokal.
Agar tidak mengganggu operasional, buat kalender event bulanan yang sederhana dan siapkan kebutuhan dari jauh hari. Promosikan event melalui Google Business Profile, sosial media, dan broadcast ke pelanggan yang relevan.
KPI yang dipantau: kunjungan saat event, penjualan per jam, jumlah reservasi, repeat setelah event.
Contoh Kalender Promosi 30 Hari untuk Restoran
Kalender ini dibuat supaya promosi tidak terasa acak dan operasional tetap aman. Polanya sederhana, weekday dipakai untuk mengisi jam sepi dan mendorong repeat order, sementara weekend fokus pada menu unggulan dan pengalaman makan di tempat.
Agar strategi pemasaran restoran ini mudah dieksekusi, gunakan satu tema per minggu dan batasi 1–2 aktivitas utama per hari. Setiap aktivitas sebaiknya punya target yang jelas, misalnya menaikkan order di jam tertentu, menambah review, atau mengaktifkan kembali pelanggan lama.
Minggu 1: Rapikan Fondasi (profil, menu, dan review)
- Senin: Update Google Business Profile (jam buka, kategori, link pemesanan, foto terbaru).
- Selasa: Foto ulang 5 menu best-seller untuk IG dan platform delivery (format seragam).
- Rabu: Soft promo jam sepi (contoh 14.00–17.00) untuk minuman/snack add-on.
- Kamis: Broadcast ringan ke pelanggan lama (WA/email) dengan 1 penawaran jelas.
- Jumat: Posting ‘menu favorit minggu ini’ + CTA arah ke Maps/WA.
- Sabtu: Aktivasi dine-in kecil (bundle weekend atau menu spesial terbatas).
- Minggu: Minta review via QR/struk dan balas review yang masuk secara aktif.
Minggu 2: Dorong Repeat Order dan Loyalty
- Senin: Launch loyalty sederhana (stamp/poin) dengan aturan yang mudah dijelaskan staf.
- Selasa: Konten behind the scenes + ajakan join member.
- Rabu: Promo khusus member di jam sepi (bonus add-on kecil, bukan diskon besar).
- Kamis: UGC prompt (ajak pelanggan upload foto, pilih 3 terbaik untuk repost).
- Jumat: Push menu bundling yang menaikkan AOV (paket makan + minum).
- Sabtu: Retargeting ringan radius 3–5 km (traffic ke Maps/WA).
- Minggu: Evaluasi performa seperti menu terlaris, jam ramai, dan promo yang paling efektif.
Minggu 3: Optimasi Delivery dan Jam Sepi
- Senin: Rapikan nama menu di delivery (kata kunci natural + kategori jelas).
- Selasa: Set promo delivery untuk jam sepi (bukan prime time), fokus bundling.
- Rabu: Konten ‘menu paling cepat dikirim’ untuk mendorong order delivery.
- Kamis: Kolaborasi micro-influencer lokal (konten singkat, 1 menu unggulan).
- Jumat: Post testimoni/review + highlight rating.
- Sabtu: Limited-time menu (stok terbatas) untuk meningkatkan urgency secara wajar.
- Minggu: Follow-up pelanggan delivery (pesan sopan + ajakan review).
Minggu 4: Kampanye Kecil yang Konsisten dan Terukur
- Senin: Tentukan ‘theme week’ (misal Week of Spicy, Coffee Week, Family Week).
- Selasa: Teaser menu unggulan + countdown sederhana.
- Rabu: Promo midweek yang spesifik (contoh: add-on gratis untuk menu tertentu).
- Kamis: Live short content (15–30 detik) tentang proses penyajian menu unggulan.
- Jumat: Boost post atau ads radius dengan CTA yang jelas (Maps/WA/order).
- Sabtu: Mini event ringan (acoustic/komunitas) sesuai target pengunjung.
- Minggu: Rekap: hitung repeat order, AOV, rating baru, dan pembelajaran untuk bulan berikutnya.
Tentunya, kalender strategi pemasaran restoran di atas hanyalah ilustrasi. Untuk pengaturan hari dan waktu, Anda perlu menyesuaikannya dengan jam buka/tutup restoran Anda, termasuk ketika restoran tutup di hari tertentu.
Kesimpulan
Kalau strategi pemasaran restoran dijalankan dengan rapi dan konsisten, dampaknya biasanya terlihat dari repeat order yang naik, rating yang membaik, dan promo yang lebih terukur.
Jika Anda ingin memantau performa promosi, penjualan per jam, dan perilaku pelanggan dengan lebih mudah, sistem manajemen restoran yang terintegrasi dapat membantu menyiapkan laporan dan kontrol operasional secara lebih rapi.
Bila membutuhkan arahan yang lebih spesifik sesuai konsep restoran, lokasi, dan target pelanggan, jadwalkan konsultasi gratis bersama tim expert.
Untuk membaca artikel lainnya dalam series ini, Anda bisa mengkliknya dari daftar di bawah ini:








