CNBC Awards

Akuntansi Perusahaan Dagang: Pengertian, Proses, hingga Contohnya

Diterbitkan:

Dalam bisnis dagang, setiap transaksi mencerminkan kondisi keuangan perusahaan. Tanpa pencatatan yang rapi, risiko seperti kesalahan stok dan kerugian tak terdeteksi bisa muncul, terutama saat arus barang dan uang bergerak cepat.

Memahami akuntansi dagang menjadi langkah penting untuk menjaga kelangsungan usaha, karena akuntansi perusahaan dagang berperan lebih dari sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran. Sistem ini membantu bisnis memantau kinerja, menjaga keseimbangan kas, serta mengambil keputusan strategis berbasis data yang lebih akurat.

Key Takeaways

  • Akuntansi perusahaan dagang adalah sistem pencatatan keuangan yang berfokus pada transaksi jual beli barang.
  • Penggunaan software akuntansi mempermudah pengelolaan keuangan bisnis dengan sistem terintegrasi yang efisien, akurat, dan otomatis.
  • Akuntansi perusahaan dagang membantu mengelola keuangan, persediaan, dan laba rugi untuk mendukung keputusan bisnis.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa itu Akuntansi Perusahaan Dagang?

      Akuntansi perusahaan dagang adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, dan pelaporan transaksi keuangan yang terjadi dalam kegiatan jual beli barang. Berbeda dengan perusahaan jasa, fokus utama akuntansi ini adalah pada persediaan dan transaksi barang dagang.

      Dalam praktiknya, akuntansi ini mencakup aktivitas pembelian barang dagang dari pemasok, penyimpanan di gudang, hingga penjualan kepada konsumen. Semua aktivitas tersebut perlu dicatat secara sistematis agar laporan keuangan mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.

      Expert’s Review
      Jennifer Santoso

      Tujuan dari akuntansi perusahaan dagang adalah untuk mengetahui posisi keuangan, memantau arus kas, serta menghitung laba atau rugi dari kegiatan operasional.

      Dengan sistem pencatatan yang rapi, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien.

      — Jennifer Santoso, Finance & Accounting VP

      Mengapa Akuntansi Perusahaan Dagang Penting?

      Akuntansi membantu perusahaan dagang mencatat seluruh transaksi pembelian, penjualan, dan persediaan barang secara sistematis. Tanpa pencatatan yang rapi, risiko kehilangan jejak keuangan dan kesalahan penghitungan laba menjadi sangat tinggi.

      Melalui akuntansi, perusahaan dapat menghitung harga pokok penjualan (HPP), menentukan margin keuntungan, serta memantau arus kas dengan lebih akurat. Ini menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan bisnis dan perencanaan keuangan jangka panjang.

      Selain itu, laporan keuangan yang dihasilkan menjadi alat evaluasi kinerja perusahaan sekaligus dokumen penting untuk keperluan perpajakan dan pertanggungjawaban kepada pihak eksternal seperti investor atau bank.

      Manfaat Akuntansi Perusahaan Dagang

      Akuntansi bukan hanya tentang mencatat transaksi, lebih dari itu, akuntansi perusahaan dagang memiliki peran strategis dalam menjaga kelangsungan usaha. Dengan proses pencatatan yang tepat dan sistematis, perusahaan dapat memahami kondisi finansial secara menyeluruh serta menjalankan operasional secara efisien.

      Berikut adalah beberapa manfaat utama dari penerapan akuntansi pada perusahaan dagang:

      1. Mengetahui kondisi keuangan perusahaan

      Akuntansi membantu perusahaan mengetahui posisi keuangan secara menyeluruh, termasuk jumlah aset, kewajiban, serta modal yang dimiliki. Informasi ini penting untuk mengevaluasi kinerja keuangan dan mengidentifikasi potensi risiko atau peluang bisnis.

      2. Menghitung laba dan rugi dengan akurat

      Dengan pencatatan yang terstruktur, perusahaan dapat menghitung laba atau rugi bersih dalam suatu periode secara akurat. Ini memudahkan manajemen dalam menilai apakah strategi penjualan yang dijalankan sudah efektif atau perlu disesuaikan.

      3. Mengontrol persediaan barang dagang

      Melalui akuntansi, perusahaan dapat memantau jumlah barang masuk dan keluar secara real-time. Pengawasan ini penting untuk mencegah kehilangan stok, penumpukan barang yang tidak laku, atau kekurangan produk yang dibutuhkan konsumen.

      4. Mempermudah penyusunan laporan keuangan

      Akuntansi menyediakan data yang diperlukan untuk menyusun laporan seperti neraca, laporan laba rugi, dan arus kas. Laporan ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengevaluasi performa bisnis dan mempertanggungjawabkannya kepada pihak internal maupun eksternal.

      5. Membantu pengambilan keputusan bisnis

      Data keuangan yang tersaji dari proses akuntansi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, seperti penambahan modal, efisiensi biaya operasional, atau perluasan usaha. Keputusan yang didasarkan pada data cenderung lebih minim risiko.

      Cara Membuat Akuntansi Perusahaan Dagang

      Akuntansi Perusahaan Dagang

      Membuat sistem akuntansi yang rapi dan terstruktur dalam perusahaan dagang memerlukan tahapan yang sesuai dengan alur siklus akuntansi. Meski istilahnya terkesan teknis, siklus ini sebenarnya merupakan langkah-langkah logis yang biasa dilakukan dalam mencatat dan menyusun laporan keuangan secara berurutan.

      Berikut ini cara membuat akuntansi perusahaan dagang berdasarkan alur siklus akuntansi yang umum diterapkan, mulai dari pencatatan transaksi hingga pembuatan laporan keuangan dan penutupan akun di akhir periode:

      1. Mencatat setiap transaksi secara sistematis

      Langkah awal adalah mencatat semua transaksi yang terjadi, baik pembelian, penjualan, retur, maupun biaya operasional. Pencatatan dilakukan di jurnal umum atau jurnal khusus sesuai jenis transaksinya, untuk memastikan seluruh aktivitas keuangan terdokumentasi dengan baik.

      2. Mengelompokkan transaksi dalam buku besar

      Setelah dicatat, transaksi perlu dipindahkan ke buku besar agar masing-masing akun seperti kas, piutang, atau persediaan terorganisir. Ini memudahkan perusahaan dalam melihat pergerakan saldo dan posisi keuangan per akun secara lebih rinci.

      3. Menyusun neraca saldo

      Langkah selanjutnya adalah menyusun neraca saldo dari saldo akun yang ada di buku besar. Neraca ini digunakan untuk memverifikasi bahwa jumlah debit dan kredit seimbang, serta menjadi dasar dalam proses penyesuaian dan pelaporan.

      4. Melakukan penyesuaian akun

      Beberapa akun seperti beban dibayar di muka, pengelolaan akun piutang, atau penyusutan perlu disesuaikan di akhir periode agar mencerminkan kondisi keuangan yang sesungguhnya. Penyesuaian ini dilakukan lewat jurnal penyesuaian berdasarkan data aktual.

      5. Menyusun laporan keuangan

      Setelah semua data siap dan disesuaikan, laporan keuangan seperti laporan laba rugi perusahaan dagang, neraca, dan arus kas disusun. Laporan ini menjadi alat evaluasi kinerja perusahaan dan dasar pengambilan keputusan manajemen.

      6. Menutup akun nominal

      Di akhir periode, akun-akun pendapatan dan beban harus ditutup agar saldo kembali nol untuk periode berikutnya. Proses ini dilakukan dengan membuat jurnal penutup yang memindahkan saldo akun nominal ke akun modal.

      7. Menggunakan software akuntansi untuk efisiensi

      Untuk menghindari kesalahan manual dan mempercepat proses, penggunaan software akuntansif sangat dianjurkan. Sistem ini mampu mencatat transaksi, menyusun laporan, hingga melakukan penyesuaian secara otomatis dan real-time.

      Contoh Akuntansi Perusahaan Dagang

      Setelah memahami cara kerja akuntansi dalam perusahaan dagang, penting untuk melihat conatoh praktiknya secara langsung. Contoh ini akan membantu memvisualisasikan bagaimana transaksi dicatat dalam jurnal dan diproses hingga menjadi laporan keuangan sederhana.

      Misalnya, berikut ini transaksi yang terjadi pada PT Sumber Niaga selama Januari 2026:

      Tanggal Transaksi Akun yang Terlibat Debit (Rp) Kredit (Rp)
      1 Jan Modal disetor tunai oleh pemilik sebesar Rp50.000.000 Kas, Modal 50.000.000 50.000.000
      3 Jan Membeli barang dagang secara tunai Rp15.000.000 Persediaan Barang, Kas 15.000.000 15.000.000
      5 Jan Menjual barang kepada pelanggan tunai sebesar Rp25.000.000 Kas, Penjualan 25.000.000 25.000.000
      5 Jan Harga pokok penjualan dari transaksi penjualan adalah Rp12.000.000 HPP, Persediaan Barang 12.000.000 12.000.000
      10 Jan Membayar biaya listrik kantor sebesar Rp500.000 Beban Listrik, Kas 500.000 500.000

      Dari pencatatan di atas, perusahaan bisa menyusun laporan laba rugi sederhana:

      laporan laba rugi

      Contoh ini menunjukkan bagaimana pencatatan yang rapi dapat langsung digunakan untuk menghitung laba, memantau kas, dan menyusun laporan keuangan dasar.

      Kesimpulan

      Akuntansi perusahaan dagang bukan sekadar pencatatan keuangan, tetapi fondasi penting yang menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis. Dengan sistem yang rapi, perusahaan dapat mengetahui posisi keuangan, menghitung laba rugi, dan menyusun laporan untuk evaluasi kinerja secara berkala.

      Untuk mempermudah seluruh proses tersebut, Software Akuntansi dapat menjadi solusi yang tepat. Dengan sistem berbasis cloud yang terintegrasi, perusahaan dagang dapat menjalankan proses akuntansi secara otomatis, efisien, dan minim risiko kesalahan pencatatan.

      Accounting_Definisi

      Pertanyaan Seputar Akuntansi Perusahaan Dagang

      • Apa itu akuntansi perusahaan dagang?

        Akuntansi perusahaan dagang adalah proses pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan yang berkaitan dengan aktivitas jual beli barang.

      • Apa perbedaan akuntansi perusahaan dagang dengan jasa?

        Akuntansi dagang mencatat transaksi pembelian dan penjualan barang, sedangkan akuntansi jasa berfokus pada pencatatan pendapatan dari layanan yang diberikan.

      • Apa saja komponen utama laporan keuangan perusahaan dagang?

        Komponen utamanya meliputi laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya