Banyak bisnis terlihat sehat dari sisi pendapatan, namun belum tentu memiliki modal yang cukup untuk bertahan. Di sinilah rumus modal akhir berperan, karena menunjukkan jumlah modal yang benar-benar tersisa setelah semua kewajiban dan biaya terpenuhi.
Modal akhir adalah gambaran nyata tentang kesehatan finansial perusahaan. Informasi ini membantu pemilik bisnis menilai kinerja sekaligus menentukan arah strategi dengan lebih tepat.
Dengan memahami rumus modal akhir, perusahaan dapat mengetahui kemampuan riil untuk menjaga operasional tetap berjalan, mengembangkan usaha, dan menghadapi tantangan di masa depan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa itu Rumus Modal Akhir?
Rumus modal akhir adalah salah satu rumus yang ada dalam laporan keuangan untuk menghitung jumlah modal yang tersisa setelah semua kewajiban dan biaya telah terbayar.
Modal akhir merupakan salah satu informasi yang sangat penting dalam analisis keuangan, karena dapat memberikan gambaran yang jelas tentang keadaan keuangan sebuah bisnis pada akhir periode tertentu.
Selain itu, modal akhir sering digunakan sebagai indikator stabilitas keuangan sebuah bisnis. Semakin besar jumlah modal akhir, semakin besar pula kemampuan bisnis dalam menghadapi risiko dan kesulitan finansial.
Kapan Rumus Modal Akhir Harus Digunakan dalam Laporan Keuangan?
Rumus modal akhir tidak digunakan setiap saat, melainkan pada momen tertentu yang membutuhkan gambaran nyata tentang posisi keuangan bisnis. Berikut situasi ketika rumus modal akhir perlu digunakan:
- Pada akhir periode akuntansi, untuk mengetahui sisa modal setelah seluruh aktivitas keuangan dicatat.
- Saat menyusun laporan perubahan modal, guna menghitung penambahan atau pengurangan modal selama satu periode.
- Ketika mengevaluasi kinerja keuangan bisnis, untuk melihat apakah usaha benar-benar menghasilkan nilai bersih.
- Sebelum mengambil keputusan ekspansi usaha, agar bisnis tidak berkembang di atas modal yang sebenarnya tidak cukup.
- Saat pemilik berencana mengambil prive, untuk memastikan pengambilan modal tidak mengganggu keberlangsungan usaha.
- Ketika mengajukan pinjaman atau mencari investor, sebagai indikator kesehatan dan stabilitas keuangan perusahaan.
Baca juga: Macam-macam Pembukuan untuk Pengelolaan Keuangan Bisnis Anda
Contoh Perhitungan Menggunakan Rumus Modal Akhir

Sebuah bisnis pada awal periode memiliki modal awal sebesar Rp 1 miliar. Selama periode tersebut, bisnis tersebut menghasilkan laba sebesar Rp 500 juta dan pemilik bisnis mengambil prive sebesar Rp 100 juta. Berikut cara menghitung modal akhir:
Modal Akhir = Modal Awal + (Laba – Prive)
Rumus Modal Akhir = Rp 1 miliar + (Rp 500 juta – Rp 100 juta)
= Rp 1,4 miliar
Dari perhitungan tersebut, dapat Anda ketahui bahwa modal akhir bisnis tersebut adalah sebesar Rp 1,4 miliar. Sehingga, dengan mengetahui jumlah modal akhir, pemilik bisnis dan analis keuangan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang kesehatan keuangan bisnis dan memperoleh informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik di masa depan.
Sedangkan, rumus untuk menghitung modal akhir saat mengalami kerugian adalah:
Modal Akhir = Modal Awal – Rugi – Prive
Dalam rumus tersebut, Modal Awal adalah jumlah modal yang dimiliki oleh bisnis pada awal periode, Rugi adalah kerugian yang bisnis alami pada periode tersebut, dan prive akuntansi adalah pengambilan keuntungan oleh pemilik bisnis dari laba atau modal yang tersedia.
Kesalahan Umum dalam Menghitung Modal Akhir

1. Menganggap laba sama dengan modal akhir
Laba hanyalah selisih pendapatan dan biaya, bukan jumlah modal yang tersisa. Modal akhir baru bisa diketahui setelah laba dikombinasikan dengan modal awal dan dikurangi prive jika ada.
2. Tidak mencatat prive pemilik
Prive dalam laporan keuangan bisnis sering dianggap sepele, padahal pengambilan dana oleh pemilik langsung mengurangi modal. Jika prive tidak dicatat, modal akhir akan terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya.
3. Mencampur aset dengan modal
Aset dan modal adalah dua hal berbeda, meskipun sama-sama tercantum dalam laporan keuangan. Menganggap seluruh aset sebagai modal dapat menyebabkan kesalahan besar dalam analisis keuangan.
4. Mengabaikan kerugian usaha
Kerugian secara langsung mengurangi modal, sehingga tidak boleh diabaikan dalam perhitungan. Jika rugi tidak dimasukkan, hasil modal akhir akan menyesatkan.
5. Tidak memisahkan keuangan pribadi dan bisnis
Pencampuran keuangan pribadi dengan bisnis membuat pencatatan modal menjadi tidak akurat. Akibatnya, modal akhir sulit dihitung dan tidak dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mengenal rumus modal akhir pada laporan keuangan bisnis sangat penting untuk memperoleh informasi yang akurat tentang kesehatan keuangan bisnis.
Dengan angka modal akhir yang jelas, pemilik usaha bisa menentukan langkah selanjutnya dengan lebih percaya diri, mulai dari mengatur arus kas, membatasi prive, hingga merencanakan ekspansi.
Pertanyaan Seputar Modal Akhir
-
Modal ada 3 apa saja?
Pasal 41 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) megenal 3 jenis modal perusahaan, yaitu modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor. Ketiga jenis modal tersebut harus tercantum di dalam Anggaran Dasar (AD) perusahaan meskipun berbeda satu sama lain.
-
Modal termasuk aset apa?
Modal termasuk aset tetap atau aset berwujud dan tidak berwujud jangka panjang, seperti tanah, bangunan, mesin, dan peralatan, yang digunakan bisnis untuk menghasilkan pendapatan selama lebih dari satu tahun.
-
Apa perbedaan aset dan modal?
Aset adalah sumber daya berharga yang dimiliki entitas, sedangkan modal adalah sumber daya keuangan yang digunakan untuk mendanai operasi dan investasi.





