Biaya implisit dan biaya eksplisit adalah dua konsep penting dalam ekonomi dan akuntansi yang sering tidak diperhatikan pelaku usaha. Biaya eksplisit adalah pengeluaran nyata yang melibatkan arus kas, seperti gaji, sewa, dan pembelian bahan baku, sementara biaya implisit adalah biaya tidak kas yang muncul dari penggunaan sumber daya milik sendiri.
Kedua biaya ini sering kali terdengar teknis, padahal keduanya punya peran besar dalam pengambilan keputusan bisnis sehari-hari. Banyak pelaku usaha hanya fokus pada biaya yang benar-benar mengeluarkan uang, tanpa menyadari adanya biaya tersembunyi yang ikut memengaruhi keuntungan secara keseluruhan.
Memahami perbedaan biaya implisit dan eksplisit akan membantu bisnis melihat kondisi keuangan secara lebih utuh, tidak hanya dari sisi laporan kas, tetapi juga dari peluang yang dikorbankan. Tanpa pemahaman ini, perhitungan laba bisa terkesan “aman”, meskipun sebenarnya kurang optimal.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Konsep Biaya Implisit
Biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, seperti biaya peluang dari suatu keputusan. Misalnya, jika seseorang memilih untuk berbisnis sendiri, biaya implisitnya adalah pendapatan yang hilang dari pekerjaan lain.
Meskipun tidak melibatkan pengeluaran uang langsung, biaya implisit penting untuk evaluasi keputusan. Dengan mempertimbangkan biaya ini, seseorang bisa lebih bijak dalam menilai keuntungan dan kerugian suatu pilihan melalui aplikasi perhitungan finansial bisnis.
Konsep Biaya Eksplisit
Biaya eksplisit adalah biaya nyata yang secara langsung dikeluarkan perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional maupun proses produksi. Biaya ini bersifat kontraktual atau pasti, seperti tenaga kerja, persediaan, sewa, utilitas, hipotek, hingga mesin produksi.
Setiap pengeluaran tersebut dicatat dalam pembukuan karena memengaruhi laba rugi dan profitabilitas perusahaan. Dengan memahami biaya eksplisit, perusahaan dapat mengelola arus kas lebih efektif sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis secara terukur.
Biaya Implisit vs Biaya Eksplisit: Apa Bedanya?
| Aspek | Biaya Implisit | Biaya Eksplisit |
|---|---|---|
| Manfaat | Digunakan untuk perhitungan laba ekonomi & evaluasi keputusan internal perusahaan. | Membantu menghitung laba akuntansi & ekonomi yang lebih konkret. |
| Jenis Biaya | Opportunity cost (biaya peluang) yang lebih subjektif dan sulit dihitung. | Pengeluaran nyata seperti gaji, sewa, dan utilitas. |
| Pencatatan | Tidak melibatkan arus kas & tidak dicatat dalam laporan keuangan. | Dicatat dalam laporan keuangan karena melibatkan arus kas langsung. |
| Dampak | Mempengaruhi laba ekonomi (economic profit). | Mempengaruhi laba bersih (accounting profit). |
Explicit cost atau biaya eksplisit adalah biaya nyata yang wajib perusahaan keluarkan kepada pihak lain, misalnya gaji karyawan, sewa, atau utilitas. Sementara itu, biaya implisit adalah biaya tidak langsung yang muncul dari peluang yang dikorbankan, seperti hilangnya potensi pendapatan karena memilih satu proyek dibandingkan yang lain.
Untuk memahami lebih lanjut, penting juga mengetahui cara menghitung biaya implisit agar dapat menilai nilai peluang yang hilang dalam keputusan bisnis. Dengan melihat contoh biaya eksplisit dan implisit, perusahaan akan lebih mudah menjawab pertanyaan apa itu biaya implisit dan bagaimana keduanya memengaruhi strategi keuangan.
- Dari segi manfaat: Biaya implisit adalah faktor yang digunakan ketika ada pembuatan keputusan penggunaan aset sedangkan biaya eksplisit adalah biaya yang berkaitan dengan faktor produksi yang berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan.
- Dari segi fungsi: Biaya implisit berfungsi sebagai petunjuk/pembantu pada perhitungan keuntungan ekonomi perusahaan untuk keperluan internal perusahaan sedangkan biaya eksplisit berfungsi sebagai pembantu untuk menghitung laba akuntansi dan ekonomi.
- Dari segi jenis biaya: Biaya implisit adalah suatu opportunity cost sedangkan biaya eksplisit adalah pengeluaran yang menggunakan aset nyata perusahaan. Hal tersebut membuat biaya implisit lebih susah untuk dihitung karena lebih subjektif.
- Dari segi pencatatan: Biaya implisit tidak melibatkan arus kas dan lebih bersifat teoritis sehingga tidak dituliskan di dalam catatan keuangan perusahaan sedangkan biaya eksplisit melibatka arus kas yang dapat dicatat dan dilaporkan.
- Dari segi dampak: Biaya implisit mempengaruhi laba ekonomi yang memberikan gambaran tentang keuntungan/kerugian perusahaan sedangkan biaya eksplisit mempengaruhi laba bersih pada laporan laba rugi.
Setiap anggaran keuangan tunai yang keluar dari arus kas perusahaan akan dicatat dan dimasukkan ke dalam pembukuan atau laporan keuangan perusahaan secara manual ataupun melalui bantuan software keuangan perusahaan.
Langkah Mudah Menghitung Biaya Implisit
Biaya Implisit = Total Biaya – Biaya Eksplisit
Misalkan sebuah perusahaan manufaktur memiliki gedung yang digunakan untuk operasional bisnis dan produksi barang. Alih-alih menyewakan gedung tersebut, perusahaan memutuskan untuk menggunakannya sendiri.
Perusahaan ini bisa menghasilkan laba bersih sebesar Rp 600 juta per bulan, tetapi jika gedung disewakan, biaya peluangnya adalah Rp 40 juta per bulan. Biaya implisitnya bisa dihitung dengan kalkulasi berikut:
Rp 600 juta – Rp 40 juta = Rp 560 juta per bulan.
Karena perusahaan menggunakan gedungnya sendiri, mereka tidak menerima pendapatan dari penyewaan gedung tersebut dan tidak melaporkan biaya penggunaan gedung sebagai biaya eksplisit. Dengan kata lain, perusahaan kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 40 juta, yang merupakan biaya implisit.
Contoh biaya implisit lain, jika seseorang menginvestasikan Rp 150 juta untuk memulai bisnis dan kehilangan potensi bunga deposito sebesar Rp 10 juta per tahun yang seharusnya didapatkan jika uang itu disimpan di bank, maka Rp 10 juta tersebut adalah biaya implisit.
Studi Kasus dan Contoh Biaya Implisit
Pelaku UMKM kuliner awalnya menjalankan semua pekerjaan sendiri tanpa menghitung nilai waktu dan tenaga yang dihabiskan. Setelah menyadari bahwa waktu mereka juga merupakan biaya implisit, fokus dialihkan ke strategi pertumbuhan.
Hal tersebut menghasilkan peningkatan omzet dua kali lipat dalam setahun karena mereka bisa memaksimalkan waktu untuk pengembangan bisnis. Sumber: Kompasiana
Biaya implisit sering kali tidak langsung terlihat, tetapi memiliki pengaruh besar pada keputusan yang diambil. Berikut adalah beberapa contoh biaya implisit yang dapat terjadi dalam berbagai situasi ekonomi.
1. Pengusaha yang menjalankan bisnis sendiri
Seorang pengusaha yang memilih untuk menjalankan bisnis sendiri memiliki biaya implisit berupa pendapatan yang hilang jika ia memilih untuk bekerja di perusahaan lain. Meskipun ia tidak mengeluarkan uang untuk memilih jalur kewirausahaan, potensi pendapatan dari pekerjaan lain menjadi biaya yang perlu dipertimbangkan.
2. Pemilihan waktu untuk pendidikan
Jika seseorang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, biaya implisitnya adalah pendapatan yang hilang selama masa studi. Ini adalah biaya peluang yang terjadi karena waktu dan sumber daya yang dialokasikan untuk pendidikan tidak dapat digunakan untuk bekerja atau berbisnis.
3. Penggunaan sumber daya untuk proyek tertentu
Ketika perusahaan mengalokasikan sumber daya untuk proyek tertentu, biaya implisitnya adalah kesempatan untuk menggunakan sumber daya tersebut di proyek lain yang mungkin lebih menguntungkan. Walaupun biaya eksplisitnya terkait dengan pengeluaran nyata, biaya implisit mencakup manfaat yang hilang dari alternatif lain yang tidak dipilih.
Tahukah Anda?
Dengan dukungan sistem akuntansi berbasis AI milik HashMicro, AI membantu Anda menindaklanjuti dan membuat invoice kapan saja, serta mempermudah komunikasi dengan vendor. Tingkatkan efisiensi keuangan bisnis Anda dengan sistem akuntansi HashMicro!
Dapatkan demo gratis sekarang!
Pertimbangan yang Harus Diperhatikan dari Kedua Biaya Tersebut
Untuk biaya eksplisit maupun biaya implisit, pihak perusahaan harus bisa mempertimbangkan pengukuran biaya produksi, antara lain yaitu:
1. Sertakan biaya alternatif ataupun biaya oportunitas pada seluruh input
Hal ini baik yang perusahaan miliki atau beli. Alasannya adalah perusahaan tidak akan bisa menahan input yang di sewa bila harga bayar lebih rendah daripada harga yang perusahaan lain tawarkan.
2. Biaya implisit mampu memberi keuntungan tersendiri atas sumber daya perusahaan
Hal tersebut barangkali kerap terlewatkan. Meskipun biaya akuntansi atau historis itu penting untuk laporan keuangan dan pajak perusahaan, biaya ekonomi atau biaya oportunitas merupakan konsep biaya relevan yang harus perusahaan gunakan.
3. Biaya marginal dan biaya tambahan harus dibedakan.
Biaya marginal sendiri adalah perubahan biaya tetap pada suatu unit perubahan output. Misalnya, jika gaya total adalah $140 untuk menghasilkan 10 unit output dan $50 untuk menghasilkan 11 unit output, maka biaya marginal perusahaan di unit ke-11 adalah $10.
4. Biaya tambahan merupakan konsep yang mengacu pada perubahan biaya total
Biaya tambahan dapat muncul dari suatu implementasi keputusan manajerial tertentu, seperti memperkenalkan produk baru, melakukan kampanye iklan tertentu, ataupun memproduksi sendiri komponen yang sebelumnya mereka beli.
5. Masukkan biaya peluang di seluruh input, baik yang dimiliki atau dibeli perusahaan
Hal ini dilakukan karena perusahaan tidak mampu menahan input yang disewakan. Jika suatu nilai pembayaran kemudian lebih rendah dibanding harga yang dibayar oleh perusahaan lainnya.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Perusahaan harus Beralih ke Cloud Accounting
“Saya merasa sistem akuntansi ini sangat membantu dalam mengidentifikasi dan menganalisis biaya implisit yang biasanya sulit terlihat, sehingga keputusan bisnis bisa dibuat lebih akurat.”
— Jennifer Santoso, Head of Finance and Accounting
Kesimpulan
Biaya implisit dan biaya eksplisit merupakan dua komponen penting yang saling melengkapi dalam pengambilan keputusan bisnis. Biaya eksplisit membantu perusahaan memahami pengeluaran nyata yang memengaruhi arus kas dan laba rugi, sementara biaya implisit memberi gambaran nilai peluang yang dikorbankan dari setiap keputusan strategis.
Dengan memahami perbedaan, contoh, serta cara menghitung kedua jenis biaya ini, perusahaan dapat menilai kinerja secara lebih menyeluruh—tidak hanya dari sisi akuntansi, tetapi juga dari sudut pandang ekonomi.
Dalam praktiknya, perusahaan perlu mempertimbangkan dua biaya tersbeut secara bersamaan dengan memasukkan biaya peluang, biaya marginal, serta biaya tambahan dalam analisis keputusan. Pendekatan ini membantu manajemen mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengambil keputusan yang lebih efisien serta berkelanjutan.
Pertanyaan Seputar Biaya Implisit
-
Apa yang termasuk biaya eksplisit?
Biaya eksplisit adalah biaya yang melibatkan pengeluaran uang nyata. Contohnya termasuk gaji karyawan, biaya bahan baku, dan sewa gedung. Semua pengeluaran ini tercatat dalam laporan keuangan perusahaan.
-
Apa itu explicit cost dan implicit cost?
Explicit cost adalah biaya yang dikeluarkan secara langsung dalam bentuk pembayaran. Implicit cost adalah biaya yang terkait dengan peluang yang hilang, seperti pendapatan yang tidak diperoleh. Keduanya perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
-
Mengapa penting bagi perusahaan untuk menghitung biaya produksi secara akurat?
Menghitung biaya produksi dengan akurat membantu perusahaan menetapkan harga yang tepat. Ini juga memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional. Selain itu, perhitungan yang akurat mencegah kerugian yang tidak perlu.
-
Mengapa penting bagi seorang wirausahawan untuk menutupi biaya implisit?
Menutupi biaya implisit membantu wirausahawan menghitung keuntungan sebenarnya. Hal ini juga membantu untuk mengevaluasi apakah keputusan bisnis tersebut menguntungkan. Dengan demikian, mereka bisa lebih bijak dalam memilih alternatif terbaik.







