Dunia bisnis sedang menghadapi masalah persediaan. Sebuah studi IHL Group menemukan kalau rak kosong merugikan industri lebih dari AUS $690,9 miliar secara global. Jika Anda tidak mempersiapkan bisnis Anda menghadapi masalah itu, perusahaan Anda akan kehilangan pelanggan. Oleh sebab itu, Anda harus menggunakan buku stok barang harian.
Dengan melakukan pembukuan inventaris, Anda dapat memastikan ketersediaan barang dalam gudang. Maka dari itu, Anda harus memahami contoh buku stok barang harian manual dan cara membuatnya.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa itu Buku Stok Barang?
Buku stok barang adalah buku yang mencatat semua pergerakan barang dalam sehari. Dalam setiap gudang, tim akuntansi akan mencatat jumlah barang yang masuk dan keluar. Setiap kali ada transaksi, mereka akan memperbarui catatan secara real-time.
Pada akhir setiap periode, seorang auditor akan menggunakan buku ini untuk melakukan stock opname. Dia akan membandingkan data dengan persediaan fisik bisnis Anda. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan kalau jumlah persediaan bisnis Anda tidak melebihi kapasitas.
Buku Stok Barang vs. Kartu Stok Barang
Sebelum kita lanjut, Anda perlu memahami kalau buku stok barang dan kartu stok barang bukan hal yang sama. Berikut beberapa perbedaan antara buku stok dan kartu stok barang:
| Aspek | Buku Stok Barang | Kartu Stok Barang |
|---|---|---|
| Pengertian | Buku harian yang mencatat semua transaksi dalam sehari | Lembaran yang mencatat semua transaksi per item |
| Spesifikasi | Umum, lebih mengarah ke memberikan gambaran tentang pergerakan persediaan secara menyeluruh | Spesifik, setiap kartu mewakili satu item |
| Format | Menggunakan buku besar atau file untuk mencatat pergerakan semua barang | Menggunakan kartu atau lembaran untuk mencatat pergerakan satu barang |
| Tujuan | Untuk memantau jumlah dan pergerakan persediaan dalam gudang | Untuk memantau jumlah dan gerakan satu produk secara rinci dan individu |
Fungsi Buku Stok dalam Pengelolaan Inventaris
Dalam manajemen persediaan di gudang, Anda harus melakukan pembukuan untuk mengoptimalkan inventaris. Salah satu caranya adalah dengan membuat buku stok. Berikut adalah fungsi buku stok barang dalam mengelola persediaan:
1. Mengontrol pergerakan barang
Buku pencatatan memudahkan Anda untuk memantau stok per gudang. Catatan ini membantu Anda memantau barang masuk dan keluar. Anda dapat mencegah penumpukan aset dan menjaga keakuratan laporan keuangan, seperti laporan laba rugi.
2. Menghindari kehilangan aset
Pencatatan transaksi yang detail membantu Anda melacak aset tersembunyi. Dengan menggunakan informasi dari buku stok, Anda dapat memantau inventaris Anda dari jauh. Hal ini mengurangi risiko kehilangan barang dan kecurangan.
3. Mendukung proses stock opname
Pembukuan inventaris mendukung proses stock opname bisnis Anda. Catatan ini memudahkan tim Anda untuk mencocokkan jumlah persediaan dengan data. Melalui itu, Anda dapat menjamin akurasi data dan mendeteksi kesalahan pencatatan.
Komponen Wajib dalam Buku Stok Barang Harian
Sebuah buku stok barang harian manual harus memiliki komponen-komponen berikut agar pencatatan dapat berfungsi dengan baik:
- Tanggal transaksi, untuk memudahkan proses audit
- Nama dan kode barang, untuk memudahkan identifikasi dan pelacakan produk
- Stok awal, yaitu jumlah aset dalam inventaris sebelum adanya pergerakan barang
- Barang masuk, menunjukkan jumlah barang yang masuk dalam gudang
- Barang keluar, menunjukkan jumlah barang yang Anda jual atau gunakan
- Saldo stok, yaitu jumlah akhir persediaan setelah transaksi
Alur Pembukuan Stok Barang Harian Secara Manual
Setelah mengetahui komponen penting dalam buku stok barang, Anda perlu memahami alur kerjanya. Ini memastikan kalau Anda tahu cara melakukan pembukuan persediaan dengan benar. Berikut alur pembukuan persediaan secara manual:
1. Initial preparation
Pertama, Anda harus menyiapkan buku inventaris Anda terlebih dahulu. Pastikan setiap halaman memiliki kolom untuk mencatat riwayat transaksi masuk dan keluar barang. Selanjutnya, pastikan juga kalau setiap produk memiliki nama dan kode yang unik. Jangan lupa untuk memberikan kartu stok untuk setiap produk.
2. Pencatatan barang masuk akibat pembelian
Jika Anda menerima produk dari supplier atau pelanggan, Anda perlu segera mencatatnya. Tuliskan kode barang, tanggal penerimaan, jumlah barang yang diterima, dan saldo stok setelah transaksi. Setelah itu, Anda harus memperbarui kartu stok produk tersebut.
3. Pencatatan barang keluar habis penjualan
Prosesnya masih sama jika Anda menjual atau menggunakan produk. Catat informasi-informasi penting mengenai produk yang baru saja keluar, lalu perbarui kartu stoknya untuk mengurangi jumlah barang dalam gudang.
4. Rekonsiliasi stok di akhir hari
Setelah bisnis Anda tutup untuk hari itu, Anda harus mengecek inventaris Anda. Pastikan saldo stok Anda sama dengan jumlah stok dalam buku. Jika tidak, lakukan rekonsiliasi untuk mencari tahu penyebabnya. Ada kemungkinan besar kalau Anda telah salah mencatat atau menempatkan aset.
Contoh Buku Stok Barang Harian Manual
Untuk mendapatkan gambaran mengenai buku pencatatan, coba Anda lihat contoh berikut:
1. Contoh buku stok barang
2. Contoh kartu stok barang
Contoh Buku Stok Barang Harian Manual Pada Toko Ritel
Sebagai tambahan, bayangkan Anda memiliki toko alat tulis. Sepanjang hari, Anda kemungkinan akan menjual dan mengisi kembali inventaris Anda, terutama untuk produk yang laris. Berikut adalah contoh buku stok barang harian manual yang mungkin Anda buat:
1. Contoh pencatatan barang masuk
2. Contoh pencatatan barang keluar

Excel vs. Sistem Inventaris, Software Mana yang Pas?
Saat Anda pertama kali memulai atau sedang mengembangkan bisnis, Anda perlu memutuskan cara Anda melakukan pembukuan inventaris. Ada berbagai macam sistem yang dapat Anda gunakan. Untuk mengetahui software mana yang cocok untuk bisnis Anda, Anda dapat menggunakan informasi di bawah sebagai referensi:
1. Excel
Pilih software ini jika Anda menjalankan sebuah UMKM. Metode ini cocok untuk bisnis dengan jumlah kode SKU yang sedikit. Anda tidak akan kewalahan saat menggunakan Excel karena hanya Anda dan mungkin beberapa individu yang memiliki akses ke data ini. Namun, metode ini memiliki risiko yang mirip dengan pencatatan manual, yaitu rentan terhadap human error.
2. Sistem Inventaris
Sebaliknya, gunakan sistem manajemen persediaan jika perusahaan Anda memiliki volume transaksi yang besar dan lebih dari satu gudang. Metode ini sepenuhnya digital, dibandingkan dengan metode Excel yang semi-digital. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengotomatiskan pembukuan persedian. Selain itu, sistem ini juga dapat merekonsiliasi stok secara otomatis.
Kesalahan Umum dalam Pembukuan Stok Barang Manual
Setelah memilih alat untuk mencatat inventaris, Anda perlu menghindari masalah-masalah umum, seperti:
1. Jarang melakukan stock opname
Anda akan kehilangan produk jika Anda tidak melakukan stock opname secara teratur. Data yang tidak sinkron akan mempersulit proses pelacakan aset, sehingga membuat Anda rentan terhadap dead stock. Maka dari itu, lakukan stock opname setiap bulan.
2. Keterangan yang terlalu general
Saat mencatat transaksi, Anda harus rinci. Kalau Anda hanya menulis ‘penjualan’ dan ‘pembelian’, barang retur akan menumpuk di gudang. Anda akan mendapatkan jumlah barang layak jual yang tidak akurat, sehingga melebih-lebihkan nilai aset pada neraca. Untuk alasan ini, tulis keterangan dengan jelas.
3. Sering menunda pencatatan stok
Buku stok akan menampilkan informasi yang tidak up-to-date jika Anda sering menunda pencatatan. Hal ini bisa membuat Anda mengambil keputusan bisnis menggunakan data yang sudah tidak relevan. Jadi, langsung catat transaksi barang untuk mencegah overselling.
4. Tidak memiliki standar UOM
Mencatat transaksi tanpa standar unit of measure akan membingungkan staf Anda. Misalnya, barang A dicatat sebagai satu pack, sedangkan barang B dicatat sebagai satu buah. Jika Anda memiliki faktor konversi yang berbeda-beda, Anda akan kesulitan melacak produk Anda. Oleh karena itu, buat standar UOM untuk semua produk.
5. Tidak mencatat stok secara konsisten
Anda akan membuat pembukuan yang tidak konsisten jika Anda sering ganti metode pencatatan persediaan. Mereka akan mempengaruhi keakuratan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan laporan laba rugi bisnis Anda. Untuk mencegah masalah ini, pilih metode di awal periode dan gunakan itu sampai akhir periode.
Template Buku Stok Barang Harian yang Bisa Anda Gunakan
Tanpa menunda-nunda lagi, berikut adalah template buku stok barang harian manual yang bisa Anda gunakan dalam bisnis Anda. Excel spreadsheet ini akan membantu Anda dalam pembukuan inventaris saat Anda pertama kali memulainya.
contoh template buku stok barang harian
Kesimpulan
Pada dasarnya, Anda perlu membuat buku stok barang harian untuk mengelola persediaan Anda. Mengingat besarnya inventaris, buku dengan catatan pergerakan barang yang rinci akan membantu Anda dalam jangka panjang.
Namun, sesuaikan buku stok Anda dengan bisnis Anda. Jika bisnis Anda kecil, Anda bisa pakai buku besar atau Excel spreadsheet. Sebaliknya, jika bisnis Anda dalam industri ritel atau manufaktur, gunakan sistem inventaris yang bisa mengotomatiskan pencatatan.
Pertanyaan Seputar Buku Stok Barang Harian Manual
-
Apa perbedaan antara buku stok barang dan laporan persediaan?
Buku stok barang menjelaskan riwayat transaksi suatu produk secara detail, sedangkan laporan persediaan hanya memberikan gambaran umum mengenai jumlah persediaan dalam periode waktu tertentu.
-
Buku stok barang harian manual cocok untuk bisnis apa?
Buku stok barang harian manual cocok untuk bisnis kecil, UMKM, dan perusahaan baru. Metode pembukuan ini cukup murah karena hanya membutuhkan buku besar atau Excel spreadsheet, sehingga cocok untuk pengecekan stok secara fisik.
-
Metode pencatatan apa yang harus digunakan dalam pembukuan inventaris?
Metode pencatatan bergantung pada jenis bisnis yang Anda miliki. Jika bisnis Anda kecil atau memiliki volume transaksi rendah, Anda bisa menggunakan metode periodik. Namun, gunakan metode perpetual jika perusahaan Anda memiliki volume transaksi yang besar atau bergerak dalam industri manufaktur.










