BerandaProductsAccountingTahapan Pelaksanaan Audit yang Tepat untuk Akuntan Ketahui

Tahapan Pelaksanaan Audit yang Tepat untuk Akuntan Ketahui

Audit memang menjadi salah satu hal dasar yang penting bagi sebuah perusahaan. Secara singkat, audit adalah kegiatan pengumpulan dan pemeriksaan bukti terkait suatu informasi. Untuk menghindari kekeliruan dalam mengelola data dan informasi yang ada, maka sebuah perusahaan atau pengelola bisnis akan melakukan audit. 

Sudah sewajarnya pemilik perusahaan melakukan audit untuk mampu mengambil keputusan tepat yang sesuai dengan data yang terkumpul. Dapatkan Software Akuntansi untuk menyesuaikan kebutuhan perusahaan dalam proses audit. Simak artikel ini untuk lebih memahami tentang audit beserta tahapan pelaksanaannya yang tepat. 

DemoGratis

Pentingnya Membedakan Audit Berdasarkan Pemeriksanya

efisienkan proses audit adalah dengan software akuntansi
sumber: qatarbuyandsell.com

Dalam praktik di dunia bisnis, auditing terbagi menjadi dua jenis pemeriksa. Anda perlu mengetahui perbedaannya berdasarkan pemeriksanya. Berikut ini adalah jenis auditing berdasarkan pemeriksaannya:

1. Audit internal 

Proses ini merupakan proses penilaian yang sistematis dan objektif yang auditor lakukan dari dalam perusahaan (internal). Biasanya, yang menjadi auditor yaitu karyawan atau orang yang memang sudah ada dan bekerja di bisnis atau perusahaan tersebut. Karena  idealnya auditor ini objektif dan bebas dari pengaruh orang lain dalam perusahaan, tetapi mereka pada akhirnya melaporkan kepada atasan.

Audit internal juga biasanya memiliki fokus terhadap kejadian yang akan datang dengan memperbaiki hasil evaluasi dan merancang strategi dengan lebih baik. Tujuan pemeriksaan audit internal adalah untuk membantu manajemen dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan memberikan analisis, penilaian, saran dan komentar mengenai kegiatan yang manajemen periksa. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya risiko dan penyalahgunaan dana seperti penggelapan. 

2. Audit eksternal 

Kebalikan dari audit internal, proses eksternal ini merupakan proses penilaian ulang yang dilakukan oleh orang atau lembaga independen dari luar manajemen bisnis atau perusahaan. Proses ini bertujuan untuk membantu menghilangkan bias dalam meninjau keadaan keuangan perusahaan.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat membantu para stakeholder untuk membuat analisa dan keputusan yang tepat terkait dengan perusahaan yang diaudit. Umumnya, laporan auditor eksternal ini berisi opini mengenai kewajaran laporan keuangan. Selain itu, terdapat juga management letter yang berisi pemberitahuan terkait perbaikan yang dapat perusahaan lakukan kedepannya. 

Baca Juga: Apa Saja Manfaat Software Akuntansi bagi Bisnis Anda?

Tujuan Audit bagi Perusahaan

perhitungan keuangan perusahaan
sumber: freepik

Adanya kegiatan audit dalam perusahaan memiliki beberapa tujuan yang dapat bermanfaat bagi perusahaan Anda. Berikut tujuh tujuan kegiatan audit yang bermanfaat untuk perusahaan Anda:

1. Kelengkapan

Tujuan audit untuk perusahaan Anda yang pertama adalah kelengkapan. Dengan adanya audit, segala informasi kelengkapan bisa menjadi sumber untuk memastikan semua transaksi yang terjadi. Seluruh transaksi yang terekam, akan masuk ke jurnal secara aktual.

2. Ketepatan

Adanya audit juga memiliki tujuan sebagai alat untuk memeriksa ketepatan. Tujuan ketepatan pada audit untuk memeriksa dan memastikan pengeluaran dan pemasukan keuangan perusahaan. Tidak hanya itu, saldo perkiraan perusahaan yang sudah tercatat akan juga audit periksa sesuai dengan perhitungan jumlah dan klasifikasian yang tepat.

3. Eksistensi

Selanjutnya tujuan adanya audit adalah eksistensi untuk memeriksa seluruh harta perusahaan yang sudah tercatat. Adanya eksistensi ini untuk mengecek apakah aset dan kewajiban perusahaan memiliki waktu dan tanggal yang terbatas atau tidak sehingga bersifat fiktif.

4. Penilaian

Audit juga bertujuan untuk memberikan penilaian kepada perusahaan. Hal ini untuk memastikan apakah prinsip yang sebuah perusahaan gunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara umum.

5. Pengelompokkan

Klasifikasi pada pemeriksaan bertujuan untuk memeriksa seluruh pencatatan keuangan baik yang masuk maupun keluar sudah tertulis dalam jurnal atau tidak. Jurnal dalam pencatatan keuangan memiliki klasifikasi khusus yang sesuai dengan golongan akun yang tersedia.

6. Pisah batas

Tujuan audit yang keenam adalah pisah batas. Hal ini bertujuan untuk memeriksa apakah transaksi yang terbaru sudah tercatat pada nneraca sesuai dengan periode yang sedang berjalan. Hal tersebutuh dilakukan untuk menghindari kesalahan pencatatan terutama ketika mendekati akhir periode.

7. Pengungkapan

Tujuan dari pemeriksaan yang terakhir adalah pengungkapan. Adanya audit untuk mengungkapkan saldo akun perusahaan beserta persyaratan lainnya. Kedua hal tersebut harus memiliki hubungan secara wajar sesuai dengan laporan keuagan.

Mengapa Perlu Melakukan Audit Laporan Keuangan?

Audit laporan keuangan dapat memberikan informasi tentang perusahan.Dalam suatu perusahaan tentunya perlu melakukan audit laporan keuangan. Audit ini dapat memberikan informasi tentang perusahan. Melakukan audit dalam laporan keuangan adalah melakukan pengujian kesesuaian antara praktek akuntansi dengan prinsip atau standar akuntansi yang berlaku. Sehingga perusahaan memerlukan pemeriksaan laporan keuangan sebagai perbandingan antara kondisi dan kriteria kegiatan yang sedang diaudit dan kegiatan yang seharusnya terjadi.

Tahapan Pelaksanaan Audit yang Perlu Akuntan Ketahui

Untuk mencapai tujuan pemeriksaan yang sesuai dengan perencanaan perusahaan, terdapat tahapan-tahapan yang perlu Anda lakukan:

1. Penerimaaan bahan 

Sebelum berjalannya kegiatan ini, biasanya terdapat kesepakatan yang disetujui bersama. Sehingga dalam tahapan ini akan ada penjelasan mengenai peran auditor serta persyaratan kontrak untuk klien tandatangani. Setelah itu, klien akan menyerahkan laporan keuangannya untuk auditor melakukan proses pemeriksaan laporan keuangan sesuai tugasnya. Persiapan tersebut melibatkan pelatihan personel serta memastikan kelengkapan catatan dan dokumen.

Membuat laporan keuangan tentu harus teliti agar terhindar dari kesalahan. Dengan menggunakan Software Akuntansi untuk membuat laporan keuangan, kesalahan akan terhindarkan karena sistem yang akurat. Selain itu, waktu yang digunakan juga lebih efisien karena sistem ini melakukannya secara otomatis.

2. Persiapan dan Perencanaan 

Proses persiapan dan perencanaan merupakan tahap selanjutnya yang wajib auditor ketahui. Umumnya, proses ini dapat berlangsung satu hari saja atau bahkan seminggu tergantung sifat auditnya. Ada beberapa hal yang perlu auditor pahami sebelum melakukan proses ini, yaitu:

  • Memahami industri bisnis klien¬†
  • Melakukan prosedur analitik¬†
  • Menentukan materialitas dan menetapkan risiko¬†
  • Memahami struktur pengendalian intern dan menetapkan risiko pengendalian¬†
  • Mengembangkan rencana dan program audit

3. Eksekusi pelaksanaan 

Hal selanjutnya setelah melakukan perencanaan yaitu eksekusi pelaksanaan. Hal ini biasanya auditor jalankan dengan mengumpulkan dan menganalisis data serta informasi. Terutama, untuk menilai keperluan kontrol internal organisasi. Dalam proses ini, biasanya auditor melakukan wawancara, pemeriksaan dokumen, dan hal lainnya untuk mengembangkan temuan auditing. 

4. Pelaporan 

Pelaporan merupakan tahap hasil dari pekerjaan pemeriksaan yang telah terselesaikan. Laporan ini adalah bentuk komunikasi auditor dengan pihak lainnya sehingga tidak boleh auditor buat secara sembarangan. Dalam laporan ini, ada hal yang wajib auditor cantumkan. Seperti jenis opini, jasa yang perusahaan tawarkan, objek, lingkup, serta tujuan pemeriksaan . Laporan ini juga berisikan opini auditor dan rekomendasi cara memperbaiki kesalahan.

5. Korektif pemeriksaan

Tahap terakhir dalam proses ini yaitu tahap korektif. Laporan yang telah terselesaikan pastinya memerlukan tindakan korektif dan preventif. Tindakan ini mencakup perbaikan atas kegagalan atau kekurangan dari temuan hasil pemeriksaan tersebut. Selain itu, pada tahap ini juga kita melakukan beberapa tindakan pencegahan. Yaitu untuk mencegah terjadinya faktor yang dapat mengakibatkan kegagalan suatu perusahaan masa mendatang. 

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Baca Juga : 4 Langkah Mudah Melakukan Audit di Perusahaan Manufaktur

Standar Pelaksanaan Audit

manfaat spftware akuntansi untuk optimalkan keuangan perusahaan
sumber: freepik

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa standar atau acuan yang perlu Anda perhatikan dalam pemeriksaan keuangan. Berikut dua standar pelaksanaan pemeriksaan yang perlu Anda ketahui:

1. Standar umum

Hal ini merupakan standar yang mengatur mengenai keahlian, pelatihan berkelanjutan, independensi dan kemahiran profesional auditor. Beberapa standar umum yang harus auditor perhatikan yaitu: 

  • Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang bisa memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai seorang auditor dan bukan hanya akuntan.
  • Dalam semua hal yang berhubungan dengan ikatan, seorang auditor harus bisa bersikap profesional dan juga harus bersikap objektif tanpa memihak dan juga tanpa ada kecurigaan kerja sama.
  • Auditor harus mempertahankan mental dari segala hal yang berkaitan dengan perikatan dan independensi.
  • Auditor wajib memanfaatkan keahlian profesionalnya dalam proses pelaksanaan, pemeriksaaan, hingga kegiatan pelaporan dengan cermat dan seksama.
  • Pemeriksaan harus dilakukan oleh pihak yang memiliki keahlian yang memadai sebagai auditor, bukan hanya akuntan.¬†

2. Standar lapangan

Ini merupakan standar yang mengatur proses pekerjaan lapangan pada saat auditing. Proses ini sifatnya lebih khusus yang mencakup hal-hal mengenai kinerja pada lapangan. Ada beberapa prosedur yang harus auditor perhatikan dalam pelaksanaan standar ini, yaitu: 

  • Kinerja lapangan pada dasarnya dapat tergantung dari perencanaan yang dilakukan. Oleh sebab itu, sebagai tenaga profesional, seluruh pekerjaan harus direncanakan dengan baik dan matang.¬†
  • Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
  • Jika penyusunan laporan keuangan perusahaan tidak konsisten, laporan auditor harus menjelaskannya dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.
  • Harus terdapat pernyataan atau pendapat tentang laporan keuangan yang sedang diperiksa pada laporan tersebut.

Baca Juga : 6 Fitur Software Manajemen Keuangan Untuk Optimalkan Manajemen Keuangan Perusahaan

Contoh Laporan Audit yang Benar

Berikut ini merupakan beberapa contoh laporan yang sesuai dengan seharusnya: 

1. Laporan audit internal 

"<yoastmark

2. Laporan audit eksternal 

laporan audit external
Sumber: www.uc.ac.id

Kesimpulan

Dari penjelasan tersebut, Anda telah mengetahui bahwa audit memegang peran penting dalam jalannya suatu perusahaan. Agar mendapatkan hasil yang memuaskan dan layak, sebuah perusahaan harus mempertimbangkan proses pencatatan dan penyajian laporan keuangan yang sesuai.

Namun, pencatatan secara manual tentu saja akan membutuhkan banyak waktu dan berpeluang besar adanya human error. Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan bantuan Sistem Akuntansi dari HashMicro. Dengan sistem kami, Anda dapat dengan mudah membuat laporan keuangan serta melakukan pencatatan transaksi secara otomatis dan cepat. Dapatkan demo gratis software akuntansi HashMicro untuk ketahui lebih lanjut bagaimana solusi kami bisa membantu bisnis Anda

Accounting

Pertanyaan Seputar Audit

  • Apa yang dimaksud dengan audit?

    Audit merujuk pada proses independen dan sistematis yang dilakukan oleh pihak eksternal atau internal untuk mengevaluasi dan memverifikasi keakuratan serta keandalan informasi keuangan, operasional, atau prosedur dalam suatu entitas. Selengkapnya di sini!

  • Apa itu audit pada perusahaan?

    Audit pada perusahaan adalah proses pemeriksaan independen atas informasi keuangan, operasional, dan administratif suatu perusahaan oleh pihak yang tidak terlibat langsung dalam operasional sehari-hari perusahaan. Audit ini bertujuan untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan akurat, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku, dan memberikan gambaran yang jujur tentang kinerja keuangan perusahaan.

  • Tujuan audit itu apa?

    Tujuan utama dari audit adalah untuk memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada pemangku kepentingan, seperti pemilik, investor, kreditor, dan regulator, bahwa informasi yang disajikan oleh suatu entitas adalah akurat, andal, dan sesuai dengan standar yang berlaku.

  • Apa tugas audit?

    Tugas audit melibatkan proses pemeriksaan mendalam terhadap informasi yang relevan dalam suatu organisasi. Ini melibatkan pengumpulan bukti, analisis, dan evaluasi kepatuhan terhadap kebijakan, prosedur, dan standar yang berlaku. Auditor akan menilai keandalan informasi, kecukupan pengendalian internal, serta ketaatan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.

  • Apa saja jenis jenis audit?

    Terdapat beberapa jenis audit, termasuk audit keuangan eksternal, yang mengevaluasi laporan keuangan suatu perusahaan; audit internal, yang dilakukan oleh tim internal untuk mengevaluasi pengendalian dan operasional; audit kepatuhan, yang menilai apakah entitas mengikuti peraturan dan regulasi; audit operasional, yang fokus pada efisiensi dan efektivitas operasional suatu entitas; serta audit berbasis kinerja, yang mengukur prestasi suatu organisasi berdasarkan tujuan dan target yang ditetapkan.

 

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Vania Marsha Kristiani
Vania Marsha Kristiani
A Junior Content Writer at HashMicro who Interested in Digital and Growth. Also a life-time learner who always strive to learn and grow.
spot_img
spot_img

Highlight

Artikel Populer

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
6281222846776
√ó
Hubungi Tim Sales