CNBC Awards

Penerapan Sistem Consignment Efisien Untuk Rantai Pasok

Diterbitkan:

Dalam dunia bisnis dan distribusi, consignment menjadi skema kerja sama yang banyak digunakan untuk memperluas penjualan tanpa menanggung risiko stok sepenuhnya. Dalam sistem ini, pemilik barang menitipkan produk kepada pihak lain untuk dijual, sementara kepemilikan tetap berada pada pemilik hingga barang terjual.

Secara sederhana, consignment adalah sistem penjualan titip jual, di mana pembayaran kepada pemilik barang baru dilakukan setelah produk berhasil terjual. Model ini umum digunakan di sektor retail, F&B, fashion, hingga UMKM karena dinilai lebih fleksibel dan minim risiko.

Dengan memahami cara kerja consignment, pelaku usaha dapat menyusun strategi penjualan yang lebih efisien serta mengelola persediaan dengan lebih baik. Artikel ini akan membahas pengertian consignment, mekanisme kerja, dan manfaatnya bagi bisnis.

Key Takeaways

  • Consignment adalah sistem di mana barang dikirim oleh pemasok ke distributor, namun kepemilikan barang tetap berada di tangan pemasok sampai barang tersebut terjual.
  • Beberapa keuntungan consignment bagi perusaahaan antara lain: mengurangi risiko inventaris, memperkuat arus kas, memperluas jangkauan produk, meningkatkan hubungan dengan pemasok.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Konsep-konsep dalam Sistem Consignment

      Dalam pengaturan consignment, terdapat beberapa istilah penting “consignor” merujuk pada pihak yang mengirimkan barang, yaitu pemasok atau produsen; “consignee” adalah pihak yang menerima barang untuk dijual, yaitu distributor; dan “konsinyasi” adalah proses pengelolaan barang yang dikirim dengan sistem consignment.

      Memahami struktur dan mekanisme kerja consignment sangat penting untuk memastikan efisiensi operasional dan keberhasilan penerapan metode ini dalam bisnis Anda.

      Model Operasional Sistem Consignment

      alur kerja dan cara kerja sistem consignment

      Sistem consignment adalah salah satu metode penjualan di mana pemilik barang menitipkan produknya kepada pihak lain, seperti toko. Berikut adalah beberapa metode dan cara kerja sistem consignment:

      1. Kesepakatan antara consignor dan consignee

      Kesepakatan antara consignor (pemilik barang) dan consignee (pihak yang menerima barang untuk dijual) merupakan langkah penting dalam sistem consignment, yang biasanya dituangkan dalam dokumen perjanjian konsinyasi.

      Dalam kesepakatan ini, kedua belah pihak menetapkan syarat dan ketentuan terkait penjualan barang, termasuk harga jual, persentase komisi, durasi penjualan, serta prosedur pengembalian barang yang tidak terjual.

      Kesepakatan yang jelas dan rinci membantu menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa hak dan kewajiban masing-masing pihak dipenuhi sesuai dengan perjanjian.

      2. Pengiriman konsinyasi

      Pengiriman konsinyasi adalah tahap di mana consignor mengirimkan barang ke consignee untuk dijual. Pada tahap ini, barang dikirim sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya, baik dalam hal jumlah, jenis, maupun kondisi barang.

      Pengiriman ini dilakukan tanpa transaksi pembayaran di muka, karena pembayaran hanya akan dilakukan setelah barang tersebut terjual.

      Proses pengiriman harus dilakukan dengan cermat untuk memastikan barang tiba dalam kondisi baik dan sesuai dengan spesifikasi yang disepakati, sehingga meminimalkan risiko kerugian bagi kedua belah pihak.

      3. Penjualan barang

      Penjualan barang dalam sistem consignment terjadi ketika consignee berhasil menjual produk yang dititipkan oleh consignor kepada konsumen akhir. Proses penjualan ini mengikuti harga dan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya antara kedua belah pihak.

      Consignee bertanggung jawab untuk mempromosikan, memajang, dan menjual barang-barang tersebut. Setelah barang terjual, consignee akan menyimpan bagian dari hasil penjualan sebagai komisi atau margin keuntungan, dan sisanya akan diserahkan kepada consignor sebagai pembayaran atas barang yang terjual.

      Sistem ini memungkinkan consignor untuk menjangkau pasar yang lebih luas, sementara consignee mendapatkan keuntungan tanpa perlu mengeluarkan modal untuk membeli barang di awal.

      4. Pembayaran

      Dalam sistem consignment, pembayaran kepada pihak yang menitipkan barang biasanya dilakukan setelah produk terjual. Untuk memastikan proses ini berjalan lancar, penggunaan retail software menjadi sangat penting.

      Retail software memungkinkan perusahaan untuk melacak penjualan dengan akurat dan otomatis, sehingga memudahkan dalam menghitung pembayaran yang harus diberikan kepada pemilik barang.

      Hal ini juga membantu mempercepat proses administrasi, memberikan kenyamanan bagi kedua belah pihak, dan meningkatkan kepercayaan antara perusahaan dan pihak yang menitipkan barang.

      Mengapa Sistem Consignment Menguntungkan Bagi Bisnis?

      Mengadopsi sistem consignment memberikan sejumlah keuntungan strategis bagi bisnis, terutama dalam hal pengelolaan risiko dan efisiensi operasional. Berikut manfaat utamanya:

      1. Mengurangi beban finansial

      Perusahaan tidak perlu mengeluarkan modal besar di awal karena pembayaran dilakukan setelah produk terjual. Pendekatan tersebut membantu menjaga arus kas tetap sehat dan memungkinkan bisnis fokus pada kebutuhan lain.

      2. Minim risiko penumpukan stok

      Metode consignment memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menghadirkan berbagai produk tanpa takut terhadap potensi kelebihan persediaan. Peluang barang menjadi stok mati pun jauh lebih kecil.

      3. Memperluas pilihan produk tanpa modal besar

      Bisnis dapat menambah variasi produk di rak atau etalase tanpa komitmen modal yang besar. Dampaknya, pelanggan mendapatkan lebih banyak pilihan dan daya tarik toko pun meningkat.

      4. Meningkatkan efisiensi operasional

      Barang dicatat sebagai persediaan hanya setelah terjual, sehingga proses perencanaan stok dan pengendalian biaya menjadi lebih sederhana. Sistem kerja menjadi lebih ringan dan terstruktur.

      5. Mendukung pertumbuhan bisnis

      Dengan risiko yang lebih rendah dan fleksibilitas tinggi, perusahaan lebih leluasa mencoba kategori baru, mengikuti perkembangan tren, atau memperluas pasar tanpa beban modal awal yang berat.

      Nilai Lebih Sistem Consignment bagi Perusahaan

      Menerapkan sistem consignment menawarkan berbagai keuntungan bagi kedua belah pihak, baik pemilik barang (consignor) maupun pihak yang menjual (consignee). Pembagian risiko yang lebih seimbang membuat model ini semakin banyak digunakan dalam industri ritel dan distribusi.

      Kelebihan bagi consignor (pemilik barang)

      • Kurangi risiko inventaris: Konsinyor terhindar dari kerugian stok tidak laku karena barang tetap menjadi miliknya sampai terjual.
      • Memperluas distribusi: Barang dapat dipasarkan di lebih banyak titik penjualan tanpa investasi tambahan.
      • Tingkatkan peluang penjualan: Produk lebih mudah terlihat oleh pelanggan langsung di toko consignee.
      • Hubungan jangka panjang: Transparansi data penjualan membantu menciptakan kepercayaan dengan mitra penjual.

      Kelebihan bagi consignee (pihak yang menjual)

      • Perkuat arus kas: Retailer tidak perlu membayar di awal dan hanya melakukan pembayaran setelah barang terjual.
      • Menambah variasi produk: Konsinyasi memungkinkan toko menghadirkan lebih banyak pilihan tanpa investasi modal besar.
      • Meminimalkan risiko kerugian: Retailer dapat mencoba produk baru tanpa takut menanggung biaya atas barang yang tidak laku.
      • Tingkatkan efisiensi inventaris: Aplikasi stok barang memudahkan pemantauan dan pencatatan produk konsinyasi secara real-time.
      • Kolaborasi operasional lebih lancar: Integrasi dengan aplikasi distributor membantu menyelaraskan data pengiriman, stok, dan penjualan sehingga proses konsinyasi berjalan lebih terkoordinasi.
      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Risiko Penggunaan Sistem Consignment

      Meskipun menawarkan berbagai keuntungan bagi kedua belah pihak, sistem consignment juga memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu dipertimbangkan sebelum diterapkan. Berikut beberapa kekurangan yang umum terjadi pada model titip jual:

      Kekurangan bagi consignor (pemilik barang)

      • Arus kas lebih lambat: Pembayaran baru diterima setelah barang terjual, sehingga pemasok perlu menunggu lebih lama untuk mendapatkan pendapatan.
      • Risiko kerusakan atau kehilangan: Produk berada di luar kendali langsung consignor, sehingga potensi kerusakan atau kehilangan lebih sulit dipantau.
      • Biaya operasional tambahan: Perlu alokasi waktu dan tenaga untuk memonitor stok di toko consignee agar penjualan tetap optimal.
      • Ketergantungan pada performa retailer: Kecepatan penjualan sangat dipengaruhi oleh strategi pemasaran dan kualitas display dari pihak consignee.

      Kekurangan bagi consignee (pihak yang menjual)

      • Pengelolaan inventaris lebih kompleks: Produk konsinyasi harus dipisahkan dari stok reguler, sehingga pencatatan membutuhkan perhatian ekstra.
      • Ruang penyimpanan tidak efisien: Barang titipan dapat memenuhi gudang atau etalase meski perputarannya lambat.
      • Potensi konflik pencatatan: Perbedaan data antara retailer dan pemasok bisa memicu dispute jika tidak menggunakan sistem yang sinkron.
      • Tanggung jawab display dan promosi: Toko tetap harus menata dan memasarkan barang meski bukan pemiliknya, sehingga menambah beban operasional.

      Penerapan Consignment bagi Perusahaan

      Penerapan sistem consignment dalam perusahaan dapat berjalan lebih efektif dengan dukungan teknologi seperti inventory management system ataupun aplikasi sales management.

      Penelitian tentang sistem penjualan konsinyasi pada UMKM di Kota Malang menunjukkan bahwa praktik konsinyasi dapat membantu meningkatkan potensi penjualan dan kelancaran pembayaran pada usaha kecil, meskipun ada tantangan seperti kurangnya dokumen penunjang yang lengkap.

      Temuan tersebut menggambarkan bahwa konsinyasi efektif dalam menghubungkan produk UMKM dengan konsumen tanpa perlu modal besar di awal, tetapi perlu perbaikan aspek dokumentasi dan strategi pemasaran agar proses bisnis berjalan lebih lancar.

      Sumber: Sistem Penjualan Konsinyasi pada UMKM di Kota Malang (PDF)

      Kesimpulan

      Sistem consignment merupakan model kerja sama penjualan yang memberikan fleksibilitas tinggi bagi bisnis dalam mengelola stok dan memperluas distribusi produk tanpa beban modal besar di awal. Dengan mekanisme titip jual, risiko inventaris dapat ditekan sekaligus membuka peluang penetrasi pasar yang lebih luas, khususnya bagi UMKM dan pelaku ritel.

      Dengan memanfaatkan metode ini, consignor dapat memasukkan produk ke pasar melalui mitra penjualan tanpa harus mengeluarkan biaya langsung, sementara consignee dapat menawarkan lebih banyak produk kepada pelanggan tanpa risiko investasi besar.

      Namun, agar penerapannya berjalan optimal, diperlukan kesepakatan yang jelas, pencatatan yang akurat, serta dukungan sistem digital untuk meminimalkan risiko administratif dan konflik data. Dengan strategi dan teknologi yang tepat, consignment dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.

      Inventory_Definisi

      Pertanyaan Seputar Consignment

      • Apa itu pembayaran consignment?

        Metode Pambayaran Consignment adalah suatu metode pembayaran yang dilakukan sesuai dengan jumlah barang yang terjual saja.

      • Apa saja hak consignee?

        Pihak consignee berhak untuk mendapatkan komisi dan penggantian biaya yang dikeluarkan untuk menjual barang titipan tersebut, sesuai dengan jumlah yang diatur dalam perjanjian diantara kedua pihak.

      • Apa kelemahan dari sistem konsinyasi?

        Jika produk mengalami kerusakan, maka kerugian biasanya akan ditanggung oleh consignor dan hal ini tentu cukup berisiko. Sistem konsinyasi hanya berlaku pada produk tertentu saja, sebab tidak semua produk dapat dijual dengan sistem ini.

      Nur Fi'llia Nugrahani

      Content Writer

      Nuri adalah seorang spesialis dalam bidang inventory management dengan pengalaman 3 tahun. Berfokus pada penulisan yang mengangkat topik pengelolaan stok, pengendalian persediaan, dan implementasi sistem inventory digital untuk menjamin efisiensi operasional bisnis.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya