CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Lean Manufacturing: Pengertian, Prinsip, dan Metode

Diterbitkan:

Lean manufacturing berfokus pada pengurangan pemborosan dan peningkatan efisiensi dalam proses produksi. Dikenal melalui Toyota Production System, konsep ini kini banyak diterapkan di berbagai perusahaan untuk mempercepat alur produksi.

Dengan prinsip seperti value stream mapping dan continuous improvement, perusahaan dapat mengeliminasi aktivitas yang tidak bernilai. Penerapan lean manufacturing dapat meningkatkan produktivitas hingga 17%.

Memahami lean manufacturing sangat penting bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan biaya dan kualitas. Setiap langkah produksi difokuskan pada pemberian nilai maksimal bagi pelanggan dan bisnis.

Key Takeaways

  • Lean manufacturing adalah teknik minimalisasi sampah pada proses produksi manfaktur.
  • Dalam penerapan lean manufacture, terdapat beberapa tantangan yang dapat Anda hadapai dengan tools pendukung.
  • Konsep lean mencakup 5 prinsip dan 6 strategi yang penting bagi perusahaan.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Lean Manufacturing?

      Lean manufacturing adalah pendekatan untuk meningkatkan efisiensi produksi dengan mengurangi pemborosan guna reduksi gudang. Tujuan utamanya adalah memaksimalkan nilai bagi pelanggan sembari meminimalkan penggunaan sumber daya.

      Metode lean manufacturing berawal dari Toyota Production System (TPS) yang dikembangkan oleh Toyota pada tahun 1950-an. Lean manufacturing muncul sebagai respons terhadap kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya di tengah keterbatasan sumber daya.

      5 Prinsip Lean Manufacturing

      prinsip lean manufacturing

      Prinsip-prinsip lean manufacturing menjadi panduan utama dalam menerapkan strategi efisiensi yang efektif. Dengan memahami dan menjalankan prinsip ini secara konsisten, perusahaan dapat mencapai produktivitas optimal sekaligus menekan pemborosan dan pencemaran lingkungan hijau.

      1. Identifikasi nilai pelanggan (value)

      Prinsip pertama adalah memahami nilai yang diinginkan pelanggan. Ini berarti perusahaan harus fokus pada produk atau layanan yang memberikan manfaat langsung bagi pelanggan, menghindari fitur atau proses yang tidak memberikan nilai tambah.

      2. Pemetaan aliran nilai (value stream mapping)

      Pemetaan aliran nilai melibatkan analisis seluruh proses produksi untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang menambah nilai dan yang tidak. Tujuannya adalah untuk memvisualisasikan dan mengoptimalkan aliran material dan informasi.

      3. Eliminasi waste dan pemborosan (elimination of waste)

      Prinsip JIT menekankan produksi barang hanya saat diperlukan dan dalam jumlah yang tepat. Pendekatan ini membantu mengurangi persediaan berlebih dan menjaga aliran produksi tetap efisien, sehingga menekan biaya operasional.

      4. Produksi Just in Time (JIT)

      Prinsip JIT bertujuan untuk memproduksi barang hanya saat diperlukan dan dalam jumlah yang tepat. Hal ini mengurangi persediaan berlebihan dan mengoptimalkan aliran produksi, meningkatkan efisiensi lean system dan mengurangi biaya.

      5. Peningkatan berkelanjutan (continuous improvement)

      Lean manufacturing mendorong budaya peningkatan terus-menerus atau biasa disebut kaizen. Dengan secara konsisten mencari cara untuk meningkatkan proses, perusahaan dapat tetap kompetitif dan efisien dalam jangka panjang.

      Untuk memastikan bahwa perusahaan manufaktur memahami dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, aplikasi manufaktur terbaik untuk pabrik bisa membantu manufaktur mengelola operasionalnya berdasarkan prinsip lean manufacturing.

      Konsep 3M dalam Lean Manufacturing

      Ada tiga jenis konsep yang harus Anda perhatikan, yaitu:

      1. Muda

      Muda terlihat ketika sebuah tim produksi masih melakukan langkah yang tidak menambah nilai. Contohnya, operator harus bolak-balik mengambil alat karena penataan area kerja berantakan, atau menunggu material datang akibat koordinasi yang lambat.

      Inventaris yang menumpuk tanpa perputaran dan rework karena kesalahan produksi juga termasuk Muda.

      2. Muri

      Muri terjadi saat karyawan atau mesin dipaksa bekerja di luar kapasitasnya. Misalnya, satu mesin dijadwalkan terus-menerus tanpa jeda perawatan, atau satu tim kecil diberi target output yang tidak realistis untuk mengejar deadline.

      Dampaknya biasanya berupa bottleneck, kelelahan kerja, kerusakan alat, dan biaya yang membesar di tahap berikutnya.

      3. Mura

      Mura tampak ketika beban kerja tidak merata dan ritme produksi naik-turun tanpa pola yang jelas.

      Contohnya, sebuah pabrik memproduksi sangat banyak di awal minggu karena panik mengejar target, lalu melambat drastis di hari berikutnya karena stok menumpuk dan tenaga kerja kehabisan kapasitas.

      8 Jenis Waste dalam Lean Manufacturing

      Salah satu fokus utama lean manufacturing adalah menghilangkan pemborosan (waste) yang dapat menghambat efisiensi proses produksi. Terdapat delapan jenis waste yang perlu dihindari:

      1. Overproduction: Produksi lebih banyak dari kebutuhan yang menyebabkan persediaan berlebiha
      2. Inventory: Persediaan berlebih yang mengikat modal dan ruang penyimpanan.
      3. Defects: Produk cacat yang membutuhkan perbaikan atau menyebabkan kerugian produksi.
      4. Overprocessing: Proses atau fitur yang tidak diperlukan pelanggan.
      5. Wait time: Waktu terbuang ketika pekerja atau mesin menunggu proses lain selesai.
      6. Motion: Gerakan tidak perlu oleh pekerja yang menurunkan produktivitas.
      7. Transportation: Pemindahan barang yang tidak perlu, menambah waktu dan biaya.
      8. Underutilized talent: Potensi dan keterampilan pekerja yang tidak dimanfaatkan secara optimal

      Cara Menerapkan Lean Manufacturing

      5 prinsip lean manufacturing

      Jika Anda telah merasa siap dalam menerapkan lean manufacturing, maka berikut kami sajikan 6 strategi lean yang dapat Anda terapkan. Strategi-strategi berikut memerlukan perhatian khusus yang wajib Anda perhatikan. Berikut adalah penjelasannya:

      1. Memetakan Tujuan Lean

      Pertama-tama, perusahaan harus mengetahui apa yang mereka kerjakan. Mereka melakukan rutinitas produksi tapi apakah mereka sudah tahu mengapa rutinitas itu mereka lakukan sedemikian rupa? Pertanyaan ini mungkin sulit terjawab, tapi penjabarannya sangat Anda perlukan.

      Perlu diingat bahwa, lean production dapat mengubah cara kerja hingga struktur organisasi. Jadi, Anda harus bisa meyakinkan tim, departemen, dan seluruh perusahaan mengapa mereka harus mengubah hal-hal fundamental di organisasi.

      Mengapa harus ada perubahan? Apakah Anda ingin menemukan cara baru berhubungan dengan pelanggan, menjadi inovatif, meningkatkan keuntungan, atau memenangkan persaingan global. Temukan apa yang perusahaan butuhkan dan sosialisasikan.

      2. Menilai Kesiapan Organisasi

      Setelah menemukan objektif yang ingin dicapai, lakukan peninjauan terhadap kondisi perusahaan Anda. Tahapan ini bertujuan untuk melihat apakah perusahaan Anda mampu menerapkan prinsip lean. Peninjauan tersebut termasuk:

      • Stabilitas dan kualitas produk dan proses produksi.
      • Ketersediaan mesin dan line.
      • Karyawan yang bisa bertindak sebagai problem solver. Biasanya orang yang memiliki kemampuan Measurement System Analysis (MSA) dan Statistical Process Control (SPC) dibutuhkan.

      Setelah itu, tentukan orang-orang utama yang akan terlibat dalam proses perombakan ini. Apabila Anda sendiri belum pernah menerapkan lean manufacturing, mintalah dampingan seseorang yang telah berpengalaman.

      3. Sosialisasi Program Lean

      Kini, Anda secara formal harus menyampaikan program yang telah tersusun ke seluruh lapisan organisasi. Proses ini harus Anda presentasikan ke jajaran tinggi perusahaan. Mereka harus memahami bagian apa saja yang perlu dipangkas, kalkulasi takt, OEE, penyesuaian line, dan lainnya.

      Setelah itu, berikan training yang membutuhkan pelaksana program dengan memadai. Karena banyak hal yang harus Anda kuasai, pelatihan harus Anda lakukan dengan padat karena jika tidak, akan banyak materi yang terlupakan.

      4. Membuat value stream mapping

      Fungsi dari pemetaan value stream adalah untuk memahami bagaimana alur kerja baru Anda. Selanjutnya, flowchart ini akan mendokumentasikan semua tahapan dalam proses lean dan akan mengidentifikasi waste, mengurangi cycle times, dan mengimplementasikan perbaikan-perbaikan baru.

      Value stream mapping terdiri banyak aktivitas. Cara yang efektif untuk melakukan pemetaan ini adalah dengan menggunakan Kanban, tool yang dapat memvisualisasikan proses, akuntabilitas, dan struktur kerja.

      5. Menerapkan strategi lean 

      Di dalam value stream mapping, harus ada strategi yang menjabarkan bagaimana:

      • Mensinkronkan supply produk ke pelanggan sesuai permintaan mereka tanpa produksi dan inventaris berlebih.
      • Mensinkronkan produksi dengan membagi work in progress secara efektif untuk memenuhi permintaan dengan waktu lead produksi yang minimal.
      • Membuat alur produksi yang baru dan mereduksi inventaris, jarak antar stasiun produksi, kecacatan produksi, dan pekerjaan yang tidak diperlukan.
      • Menerapkan sistem pull-demand di mana proses produksi baru akan berjalan ketika ada permintaan konsumen. Sistem ini membantu Anda mengurangi biaya overhead pabrik, mengoptimalkan inventaris, dan menghemat ruang di gudang.

      6. Menjaga Hasil Perbaikan

      Prinsip lean juga termasuk konsep bagaimana memastikan peningkatan secara berkelanjutan. Pengembangan yang berkelanjutan dapat tercapai dengan metode Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang dapat meningkatkan manajemen proyek, product lifecycle, SDM, dan manajemen supply chain.

      Selain itu, pemimpin juga harus dapat memimpin bawahannya dengan baik agar karyawan merasa memiliki tanggung jawab atas tugas yang mereka lakukan.

      Jenis Lean Manufacturing Tools 

      lean manufacture

      Dalam lean manufacturing, terdapat 5 tools atau mekanisme yang terkenal akan manfaatnya dalam mendukung implementasi lean. Apa sajakah itu? Tabel berikut akan menjelaskannya kepada Anda.

      Tools Deskripsi Manfaat
      Heijunka Teknik untuk meratakan produksi guna menghindari fluktuasi permintaan. Mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi produksi
      5S (Sort, Set in order, Shine, Standardize, Sustain) Metode 5S merupakan sistem yang menata tempat kerja agar terorganisir dan efisien. Meningkatkan efisiensi dan meminimalkan kecelakaan.
      Kanban Sistem visual untuk mengelola aliran material, jumlah, dan waktu produksi barang. Meningkatkan kelancaran aliran material dan mengurangi overproduction.
      Jidoka Sistem yang menghentikan produksi otomatis jika terjadi masalah kualitas. Meningkatkan kualitas produk dan mengurangi cacat.
      Andon Sistem visual untuk memberi tahu status produksi dan masalah yang terjadi. Memungkinkan respons cepat terhadap masalah dan mengurangi downtime.
      Poka-yoke Alat yang dirancang untuk mencegah kesalahan manusia dalam proses produksi. Lean manufacture mengurangi cacat produk dan meningkatkan kualitas.
      Cycle time Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus produksi dari awal hingga akhir. Mengidentifikasi bottleneck dan membantu perencanaan produksi yang lebih baik.

      Lean vs Six Sigma

      Membicarakan lean manufacturing tidak akan lengkap tanpa membahas mengenai six sigma. Apa itu six sigma?

      Six sigma adalah metode untuk meningkatkan kualitas dengan mengurangi kesalahan dalam proses. Dengan menggunakan data dan alat statistik, six sigma bertujuan mencapai sangat sedikit cacat, yaitu kurang dari 3,4 cacat per sejuta kesempatan.

      Perbedaan six sigma dengan lean manufacturing terletak pada tujuan utama dan fokusnya. Six sigma berfokus mengurangi cacat dan variabilitas untuk mencapai kualitas yang konsisten, sedangkan lean manufacturing berorientasi pada menghilangkan pemborosan dan mempercepat aliran produksi.

      Meskipun begitu, tahukah Anda jika lean manufacturing dan six sigma dapat berkolaborasi? Mekanisme lean six sigma ini bertujuan untuk menciptakan mekanisme produksi yang cepat, minimal sampah, dan tetap menghasilkan produk berkualitas tinggi.

      Berikut adalah 5 tahapan yang harus Anda lalui untuk menerapkan lean six sigma:

      1. Define: Tentukan proses mana yang ingin Anda perbaiki dan identifikasi masalah yang ada.
      2. Measure: Pelajari proses tersebut serta ukur sejauh mana masalah yang ada mempengaruhi hasil.
      3. Analyze: Identifikasi penyebab utama masalah yang timbul akibat proses yang ada.
      4. Improve: Cari solusi untuk mengatasi penyebab utama masalah dan perbaiki proses yang ada.
      5. Control: Pastikan solusi yang ada dapat Anda pertahankan secara berkelanjutan.

      Contoh Lean Manufacturing

      Berikut beberapa contoh penerapan lean manufacturing yang umum dilakukan di berbagai industri:

      • 5S di area produksi: Menata alat, bahan, dan ruang kerja agar rapi, aman, dan mengurangi waktu mencari barang.
      • Kanban untuk kontrol material: Mengatur pengisian ulang bahan berdasarkan kebutuhan aktual agar stok tidak menumpuk atau habis mendadak.
      • SMED untuk percepat changeover: Memangkas waktu pergantian mesin atau produk supaya produksi lebih fleksibel dan tidak banyak downtime.
      • Poka-Yoke untuk mencegah kesalahan: Menambahkan mekanisme sederhana yang mencegah human error sebelum produk cacat terjadi.
      • Value Stream Mapping (VSM): Memetakan alur proses end-to-end untuk menemukan bottleneck dan aktivitas yang tidak bernilai.
      • Just in Time (JIT): Produksi dan pengadaan dilakukan sesuai permintaan untuk menekan inventory dan biaya penyimpanan.

      Implementasi Lean Manufacturing di Berbagai Industri

      Lean manufacturing diterapkan di berbagai sektor untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi. Setiap industri memiliki tantangan unik dalam mengelola produksi, dan berikut adalah beberapa contoh implementasinya:

      • Industri Otomotif: Toyota menerapkan Toyota Production System dengan konsep just-in-time dan continuous improvement untuk mengurangi stok berlebih dan meningkatkan efisiensi produksi. Pendekatan ini memungkinkan Toyota untuk merespons permintaan pasar dengan lebih cepat dan mengoptimalkan biaya produksi.
      • Industri FMCG: Nestlé mengoptimalkan proses produksi menggunakan lean manufacturing untuk mengurangi waste bahan baku dan meningkatkan efisiensi. Dengan pendekatan ini, mereka berhasil menjaga kualitas produk sekaligus mengurangi biaya operasional.
      • Industri Elektronik: Samsung menerapkan prinsip lean untuk meningkatkan efisiensi lini produksi, mempercepat waktu pembuatan produk, dan mengurangi pemborosan. Hal ini membantu Samsung tetap kompetitif di pasar global dengan memenuhi permintaan pelanggan dengan cepat.

      Kesimpulan

      Penerapan lean manufacturing akan lebih efektif ketika perusahaan memahami alurnya secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, eksekusi, hingga memastikan perbaikan berjalan konsisten.

      Untuk menjaga implementasi tetap rapi dan terukur, perusahaan biasanya membutuhkan sistem yang membantu pencatatan, pemantauan, dan evaluasi proses produksi secara lebih konsisten.

      Bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan lean manufacturing, langkah awal yang tepat sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang. Hubungi kami untuk konsultasi gratis dan temukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

      HashManufacturingAutomation

      Pertanyaan Seputar Lean Manufacturing

      • Mengapa sebagian industri manufaktur menerapkan sistem lean manufacturing pada proses bisnisnya?

        Industri manufaktur menerapkan sistem lean manufacturing untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi, dan memperbaiki kualitas produk. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengurangi biaya, mempercepat waktu produksi, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

      • Apa yang dimaksud pemborosan dalam lean manufacturing?

        Pemborosan dalam lean manufacturing adalah aktivitas yang menghabiskan sumber daya tanpa memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Ini termasuk produksi berlebihan, stok terlalu banyak, waktu tunggu, kesalahan produk, gerakan tidak perlu, dan transportasi berlebihan.

      • Siapa yang mensertifikasi lean six sigma?

        Lean six sigma biasanya disertifikasi oleh berbagai lembaga pelatihan dan organisasi profesional, seperti International Association for Six Sigma Certification (IASSC), American Society for Quality (ASQ), dan Six Sigma Academy. Sertifikasi ini tersedia dalam berbagai tingkat, mulai dari Yellow Belt untuk pemula hingga Black Belt dan Master Black Belt untuk tingkat lanjutan, tergantung pada pengalaman dan keterampilan peserta.

      Syifa Fadiyah

      Content Writer

      Saya adalah seorang praktisi untuk penulisan artikel dan berfokus pada konten yang mengulas tentang teknologi bisnis. Saya mengutamakan pendekatan yang aplikatif dan informatif agar dapat membantu para pelaku bisnis profesional dengan informasi yang solutif untuk meningkatkan performa bisnis.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya