Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Jadwalkan Demo Sekarang!

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
6281222846776
×
close button
Violet

Nadia

Active Now

Violet

Nadia

Active Now

Chapter Selanjutnya

CNBC Awards

Daftar Isi

plus minus

    Artikel Terkait:

    plus minus

    Artikel Terkait

    Cara Efektif Mengelola Akuntansi di Bisnis Properti Real Estate

    Diterbitkan:

    Pernah merasa akuntansi perusahaan properti Anda terlalu rumit dan makan waktu? Di industri dengan nilai aset tinggi dan banyak proyek berjalan sekaligus, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar. Dari salah hitung pajak hingga kerugian akibat data yang tidak akurat.

    Tanpa sistem akuntansi developer perumahan yang tepat, tim developer perumahan akan terjebak pekerjaan administratif, rawan salah, dan sulit memantau arus kas. Hal ini memperlambat keputusan bisnis dan menurunkan kredibilitas di mata investor maupun klien.

    HashMicro Accounting Software hadir sebagai solusi terintegrasi dengan pelacakan aset, laporan otomatis, dan kontrol multi-proyek dalam satu platform. Dengan sistem ini, akuntansi lebih efisien sekaligus mendukung manajemen bekerja lebih strategis. Simak selengkapnya di artikel ini!

    Key Takeaways

    • Sistem akuntansi properti membantu dalam pencatatan, pengukuran, dan pelaporan informasi keuangan terkait properti, mulai dari pembelian hingga penjualan.
    • Memahami komponen utama dalam akuntansi properti, seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Membantu pengelola properti dalam pencatatan keuangan yang akurat dan pengambilan keputusan yang tepat.
    • Software Accounting HashMicro menawarkan solusi unggul dengan fitur lengkap yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis properti Anda.
    Klik di Sini untuk Demo Gratisnya!

    Daftar Isi:

      Daftar Isi
        DemoGratis

        Apa Itu Akuntansi Properti?

        Akuntansi perusahaan properti adalah suatu proses pencatatan, pelaporan, hingga analisis pada keuangan perusahaan sektor industri real estate. Tujuannya menyediakan informasi keuangan untuk mendukung keputusan, perencanaan, dan evaluasi kinerja perusahaan.

        Berbeda dengan akuntansi bisnis umum, akuntansi properti juga mencakup pengukuran nilai aset seperti tanah, bangunan, atau unit apartemen yang nilainya terus berubah. Perusahaan real estate biasanya menghadapi transaksi lebih kompleks:

        • pembelian lahan
        • pengembangan proyek
        • penjualan unit properti
        • dan lain sebagainya.

        Akuntansi properti juga berperan dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan. Investor, lembaga keuangan, hingga mitra proyek mengandalkan laporan yang transparan untuk menilai kesehatan bisnis dan memutuskan dukungan mereka ke proyek berikutnya.

        Manfaat Software Akuntansi untuk Perusahaan Properti

        Software akuntansi adalah alat yang penting untuk bisnis dalam berbagai skala. Berikut beberapa manfaat utama dari penggunaan software akuntansi untuk perusahaan properti:

        1. Pemantauan aset properti

        Setiap unit apartemen, ruko, atau lahan yang dimiliki perusahaan bisa dicatat lengkap mulai dari harga beli, nilai penyusutan tahunan, hingga harga jual terakhir. Data ini memudahkan manajemen menilai portofolio properti secara real-time.

        2. Pengelolaan pembayaran sewa

        Tagihan sewa bulanan untuk tenant apartemen atau ruko dapat dijadwalkan otomatis dengan pengingat jatuh tempo. Software akuntansi juga menandai tenant yang terlambat bayar sehingga arus kas lebih terkontrol.

        3. Pengelolaan pembiayaan proyek

        Dalam proyek pembangunan perumahan atau renovasi gedung, software mencatat detail biaya material, tenaga kerja, hingga kontraktor. Perusahaan bisa langsung membandingkan anggaran awal dengan realisasi tiap tahap konstruksi.

        4. Penyusunan laporan keuangan properti

        Laporan laba rugi proyek perumahan, arus kas dari sewa apartemen, atau neraca aset tanah dapat dihasilkan instan. Laporan ini membantu investor dan manajemen menilai profitabilitas setiap jenis properti.

        5. Kepatuhan pajak

        Software menghitung otomatis PPN atas penjualan unit rumah serta pajak properti tahunan untuk aset komersial. Hal ini memastikan perusahaan tetap patuh regulasi tanpa harus menghitung manual.

        Prinsip Akuntansi Real Estate

        Komponen Akuntansi Properti Real Estate

        Akuntansi real estate adalah cabang akuntansi yang berfokus pada pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan terkait properti. Sistem ini mengelola keuangan untuk memastikan profitabilitas dan efisiensi operasional bisnis properti.

        Dalam industri real estate, penerapan prinsip akuntansi yang tepat sangat penting untuk memastikan keakuratan laporan keuangan perusahaan properti dan transparansi operasional.

        Berikut adalah beberapa prinsip akuntansi yang harus diperhatikan oleh perusahaan real estate, disusun berdasarkan skala prioritas yang paling penting:

        1. Prinsip pengakuan pendapatan (Revenue Recognition)

        Prinsip ini menentukan kapan dan bagaimana pendapatan dari penjualan atau sewa properti harus diakui dalam laporan keuangan perusahaan real estate.

        Penting untuk memastikan bahwa pendapatan diakui pada waktu yang tepat, yaitu ketika hak atas properti telah dipindahkan kepada pembeli atau penyewa, dan pembayaran dapat dipastikan diterima.

        Pengakuan pendapatan yang tepat memastikan keakuratan laporan keuangan dan mencerminkan kinerja aktual perusahaan.

        2. Prinsip pengakuan penuh (Full Disclosure)

        Prinsip ini mewajibkan perusahaan untuk mengungkapkan semua informasi yang relevan dan material terkait properti dalam laporan keuangan. Ini mencakup detail tentang transaksi signifikan, kebijakan akuntansi yang diterapkan, estimasi yang digunakan dalam penilaian aset, dan risiko yang signifikan yang dihadapi perusahaan.

        Pengungkapan penuh memberikan transparansi kepada pemangku kepentingan perusahaan (stakeholders) dan memungkinkan mereka untuk membuat keputusan investasi yang informasional.

        3. Prinsip biaya history (Historical Cost Principle)

        Prinsip ini mengharuskan perusahaan untuk mencatat semua properti pada biaya perolehannya. Biaya perolehan mencakup biaya pembelian properti, biaya pembangunan, dan biaya pengembangan lainnya yang diperlukan untuk membawa properti ke kondisi yang dapat digunakan atau dijual.

        Dengan mencatat properti berdasarkan biaya historisnya, perusahaan dapat menghindari penilaian yang subjektif dan memastikan bahwa aset dicatat dengan nilai yang dapat diverifikasi.

        4. Prinsip konsistensi (Consistency)

        Prinsip ini menekankan pentingnya menggunakan metode akuntansi yang konsisten dari satu periode ke periode berikutnya. Konsistensi dalam metode akuntansi memungkinkan perbandingan yang akurat dari kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.

        Hal ini penting dalam mengevaluasi keberlanjutan operasional dan keuangan perusahaan serta dalam membuat keputusan strategis jangka panjang.

        5. Prinsip kesatuan usaha (Entity Concept)

        Prinsip ini memandang perusahaan sebagai entitas bisnis yang terpisah dari pemiliknya. Artinya, transaksi perusahaan harus dipisahkan secara jelas dari transaksi pribadi pemilik atau dari entitas lain yang terkait.

        Prinsip ini mendorong pemisahan yang jelas antara keuangan perusahaan dan keuangan pribadi pemilik, menjaga integritas laporan keuangan perusahaan dan meminimalkan risiko manipulasi atau kesalahan akuntansi.

        Metode Penilaian Real Estate

        Dalam industri real estate, pemilihan metode penilaian yang tepat sangat penting untuk memastikan nilai properti dinilai secara akurat sesuai dengan kondisi pasar dan tujuan penilaian yang diinginkan.

        1. Metode nilai wajar (Fair Value Approach)

        Metode nilai qajar menilai properti berdasarkan nilai yang dapat diperoleh dari transaksi di pasar yang wajar antara pihak-pihak yang terinformasi dan independen.

        Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi pasar saat ini, karakteristik properti, dan kebutuhan serta preferensi pembeli dan penjual. Metode ini sering digunakan untuk properti komersial atau investasi yang memiliki pasar aktif dan transparan.

        2. Metode biaya (Cost Approach)

        Proses penilaian melibatkan perhitungan biaya aktual untuk membangun properti baru dengan ukuran, desain, dan materi yang serupa dengan properti yang ada.

        Setelah itu, biaya penyusutan akibat usia dan kondisi fisik properti yang ada dihitung dan dikurangkan dari biaya penggantian yang baru. Metode ini cocok digunakan untuk properti yang tidak memiliki transaksi pasar yang aktif atau properti unik yang sulit dibandingkan dengan properti serupa.

        Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Properti Beserta Contohnya

        Di bawah ini adalah beberapa jenis laporan keuangan perusahaan properti yang umum digunakan: 

        1. Laporan laba rugi

        Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan performa keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun atau kuartal. Laporan ini mencantumkan pendapatan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan untuk menentukan laba bersih atau kerugian. 

        Dalam perusahaan properti, pendapatan dapat berasal dari penjualan properti, pendapatan sewa, dan pendapatan lain seperti komisi manajemen properti. Di sisi biaya, perusahaan perlu mencatat beban operasional, seperti biaya konstruksi, pemeliharaan, pemasaran, dan gaji. 

        Laporan ini membantu pemangku kepentingan memahami bagaimana perusahaan menghasilkan laba dari operasional dan efisiensi pengelolaan biaya.

        Contoh laporan aba rugi:

        Laporan laba rugi

        2. Neraca

        Neraca memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan perusahaan pada satu titik waktu tertentu. Laporan ini dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas. Pada perusahaan properti, aset termasuk tanah, bangunan, proyek yang sedang dalam pembangunan, kas, piutang dari penjualan properti, dan aset tidak lancar lainnya. 

        Liabilitas mencakup hutang bank, hutang dagang, dan kewajiban lainnya. Ekuitas merupakan bagian yang dimiliki oleh pemilik atau pemegang saham, yang berasal dari modal yang disetor dan laba ditahan. Neraca penting bagi investor dan kreditor untuk menilai stabilitas keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk memenuhi kewajiban jangka panjang.

        Contoh laporan neraca:

        akuntansi perusahaan properti

        3. Laporan arus kas 

        Laporan arus kas menunjukkan aliran masuk dan keluar kas dari tiga aktivitas utama: operasional, investasi, dan pendanaan. Pada perusahaan properti, arus kas dari operasional mencakup penerimaan dari penjualan properti atau pendapatan sewa, serta pengeluaran untuk biaya operasional sehari-hari. 

        Arus kas dari investasi mencakup pembelian tanah atau pembangunan properti baru, serta penjualan aset tetap. Arus kas dari pendanaan mencakup aktivitas terkait dengan pembiayaan eksternal, seperti pinjaman bank atau penerbitan saham. 

        Laporan ini sangat penting dalam menilai likuiditas perusahaan properti, karena proyek properti sering kali memerlukan modal yang besar dan jangka waktu pengembalian yang lama.

        Contoh laporan arus kas:

        software akuntansi untuk developer perumahan

        4. Laporan perubahan ekuitas

        Laporan perubahan ekuitas mencatat perubahan dalam ekuitas pemegang saham selama periode akuntansi. Laporan ini menjelaskan bagaimana laba atau rugi bersih, dividen yang dibagikan, serta investasi baru dari pemegang saham memengaruhi ekuitas perusahaan. 

        Di perusahaan properti, laba ditahan dapat diinvestasikan kembali ke proyek baru atau digunakan untuk melunasi hutang. Laporan ini memberikan wawasan kepada pemegang saham tentang bagaimana manajemen memanfaatkan keuntungan perusahaan dan bagaimana ekuitas berkembang seiring waktu.

        Contoh laporan perubahan ekuitas:

        Laporan perubahan ekuitas

        5. Catatan atas laporan keuangan

        Catatan atas Laporan Keuangan adalah bagian penting yang menyediakan penjelasan rinci terkait item-item yang tercantum dalam laporan keuangan. Dalam konteks perusahaan properti, catatan ini dapat mencakup informasi tentang metode penilaian properti, pengakuan pendapatan dari proyek yang sedang berjalan, kebijakan amortisasi aset tetap, serta penjelasan tentang proyek properti yang tertunda atau diakui sebagian. 

        Contoh catatan atas laporan keuangan:

        Catatan-atas-laporan-keuangan

        6. Laporan keuangan buku besar

        Laporan buku besar adalah laporan yang menyajikan ringkasan semua transaksi yang tercatat dalam akun-akun perusahaan, dengan rincian setiap debit dan kredit. Buku besar mengelompokkan transaksi berdasarkan jenis akun, seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan biaya.

        Contoh laporan keuangan buku besar:

        Laporan keuangan buku besar

        7. Laporan keuangan akun utang

        Laporan akun utang mencatat seluruh kewajiban yang dimiliki perusahaan kepada pihak ketiga, baik berupa utang jangka pendek (yang harus dibayar dalam waktu dekat) maupun utang jangka panjang. Laporan ini penting untuk memberikan gambaran mengenai seberapa besar tanggungan keuangan yang perlu dilunasi oleh perusahaan dan dapat digunakan untuk mengelola arus kas dan strategi pembayaran utang.

        Contoh laporan keuangan akun utang:

        akuntansi perusahaan properti

        8. Laporan akun piutang dan uang muka penyewa

        Laporan ini memberikan rincian tentang piutang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau penyewa, baik yang sudah jatuh tempo maupun yang belum. Selain itu, laporan ini juga mencakup jumlah uang muka yang telah dibayar oleh penyewa sebagai jaminan atau pembayaran awal atas layanan atau produk yang akan diberikan. Laporan ini membantu dalam memantau arus kas yang akan diterima di masa mendatang.

        Contoh laporan akun piutang dan uang muka penyewa:

        Laporan akun piutang dan uang muka penyewa

        9. Salinan laporan rekening koran (bank statement) bulanan

        Laporan rekening koran atau bank statement adalah salinan yang diberikan oleh bank yang menunjukkan seluruh transaksi yang terjadi dalam rekening perusahaan selama periode bulanan, termasuk setoran, penarikan, dan biaya-biaya lainnya. Laporan ini juga mencantumkan saldo awal dan saldo akhir dalam periode tersebut, serta memberikan gambaran yang jelas mengenai posisi kas perusahaan pada saat itu.

        Contoh salinan laporan rekening koran:

        Salinan laporan rekening koran (bank statement) bulanan

        Catatan ini membantu pengguna laporan keuangan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang keputusan akuntansi yang memengaruhi laporan keuangan utama, sehingga transparansi dan akurasi informasi yang diberikan dapat dipastikan.

        Penerapan Akuntansi Properti pada Real Estate

        Penerapan akuntansi real estate membantu perusahaan patuh standar akuntansi sekaligus menjaga nilai aset tetap akurat. Berikut hal-hal yang harus dilakukan:

        1. Melakukan review bulanan

        Setiap akhir bulan, tim akuntansi internal perlu memeriksa kembali transaksi terkait sewa, cicilan, dan biaya properti. Tujuannya adalah menemukan kesalahan pencatatan sejak dini, dengan cara membandingkan catatan transaksi dengan bukti pembayaran dan laporan bank.

        2. Membuat prosedur pelaporan yang akurat

        Penyusunan laporan keuangan dimulai dari pengumpulan data di proyek atau cabang, lalu disaring oleh staf keuangan sebelum naik ke manajer. Proses ini memastikan informasi yang sampai ke manajemen dan regulator lengkap dan konsisten, bukan sekadar rekap cepat.

        3. Pisahkan dana pribadi dan dana usaha

        Sejak awal usaha didirikan, pemilik sebaiknya membuka rekening khusus perusahaan. Pemisahan ini mencegah keuangan pribadi bercampur dengan usaha, sehingga arus kas properti mudah dilacak dan lebih kredibel saat diperiksa pihak eksternal.

        4. Buat rincian transaksi bisnis

        Setiap transaksi pembelian, perawatan, penjualan, hingga penerimaan sewa perlu dicatat detail. Catatan ini sebaiknya dibuat di software akuntansi, sehingga ketika manajemen ingin menilai kinerja satu unit properti, datanya tersedia dan bisa ditelusuri dengan cepat.

        5. Penyusunan anggaran dan monitoring

        Anggaran tahunan disiapkan sebelum periode berjalan dengan melibatkan tim keuangan dan manajemen. Isinya mencakup proyeksi pendapatan dan alokasi biaya. Realisasi lalu dibandingkan tiap kuartal, sehingga deviasi bisa dikoreksi dengan menyesuaikan strategi pengeluaran atau harga sewa.

        Dengan menerapkan semua praktik di atas, perusahaan real estate dapat meningkatkan pengelolaan keuangan mereka serta memastikan bahwa laporan keuangan mereka akurat dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

        Kesalahan dalam Akuntansi Properti Real Estate

        Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam praktik akuntansi properti real estate.

        • Pengelolaan arus kas yang buruk: Kurangnya pengawasan dan pengelolaan arus kas dapat menyebabkan kekurangan likuiditas. Penting untuk memantau arus kas masuk dan keluar secara rutin untuk memastikan kelancaran operasional.
        • Kesalahan dalam pencatatan transaksi properti: Kesalahan pencatatan transaksi jual beli, sewa, atau transfer properti dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam laporan keuangan. Setiap transaksi harus dicatat dengan tepat dan lengkap.
        • Kesalahan penilaian properti: Penilaian yang tidak akurat terhadap properti dapat menyebabkan penyajian yang salah dalam laporan keuangan. Penilaian harus dilakukan oleh profesional yang kompeten dan berdasarkan metode yang sesuai.
        • Kurangnya dokumentasi yang memadai: Dokumentasi yang lengkap dan terorganisir adalah elemen yang sangat penting dalam memastikan akurasi dan kepatuhan dalam akuntansi properti real estate. Tidak menyimpan dokumen pendukung transaksi dan kontrak dapat menyebabkan kesulitan dalam proses verifikasi dan audit.

        Mengelola akuntansi properti memang penuh tantangan, terutama jika masih dilakukan secara manual. Jadi, atasi pencatatan yang rumit dengan solusi akuntansi modern. Dapatkan akses demo gratis lewat banner di bawah ini!

        DemoGratis

        Komponen Utama Akuntansi Properti dan Real Estate

        Dalam akuntansi perusahaan properti, terdapat beberapa komponen utama yang menjadi dasar pemahaman akuntansi. Komponen-komponen tersebut melingkupi kas bisnis hingga beban bisnis.

        Memiliki pemahaman yang baik tentang komponen-komponen utama, membuat pengelola properti dapat melakukan pencatatan keuangan yang akurat. Berikut ini adalah komponen utama akuntansi properti yang perlu Anda simak!

        1. Aset

        Aset dalam akuntansi properti merujuk pada semua elemen yang memiliki nilai ekonomi dan dimiliki entitas properti. Ini mencakup berbagai jenis aset yang terkait dengan properti, seperti tanah, bangunan, inventaris, investasi properti, serta hak dan kontrak yang berkaitan. Salah satu contoh aset yang paling sering dikenal dalam properti adalah tanah dan bangunan.

        2. Kewajiban

        Dalam akuntansi, kewajiban adalah salah satu komponen penting dalam laporan keuangan suatu entitas. Kewajiban merujuk pada tanggungan finansial atau kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan atau organisasi.

        Komponen ini mencerminkan jumlah yang harus dibayarkan oleh entitas kepada pihak ketiga atau pihak lain dalam jangka waktu tertentu.

        3. Ekuitas

        Dalam konteks sistem akuntansi perusahaan properti, ekuitas merupakan salah satu komponen penting dalam laporan keuangan suatu entitas properti. Ekuitas properti mencerminkan klaim terhadap aset properti setelah dikurangi kewajiban terkait.

        Laporan keuangan, seperti neraca properti, akan mencatat ekuitas sebagai salah satu komponen utama yang memberikan gambaran tentang kesehatan keuangan dan nilai properti tersebut.

        4. Pendapatan

        Pendapatan merujuk pada aliran masuk atau hasil dari penerimaan uang yang beroperasi properti tersebut. Selain itu, pendapatan properti merupakan indikator kunci untuk mengevaluasi kinerja keuangan suatu properti dan memahami sejauh mana properti tersebut menghasilkan keuntungan. Pendapatan dalam akuntansi properti dapat berasal dari berbagai sumber, seperti sewa, jasa, royalti, hingga penjualan.

        5. Beban

        Beban adalah pengeluaran atau biaya yang timbul dalam kepemilikan, pengelolaan, dan operasi properti. Selain itu, beban merupakan bagian penting dari perhitungan keuangan properti. Dalam pelaksanaannya, perusahaan harus mencatat dan mengelola beban dengan baik untuk memastikan pengeluaran yang tepat dan efisiensi operasional properti.

        Tips Pengelolaan Akuntansi Properti dan Real Estate

        akuntansi properti

        Untuk dapat mengelola akuntansi properti yang baik, Anda perlu memaksimalkan beberapa hal penting di dalamnya. Hal ini penting karena akuntansi dalam perusahaan properti memegang peranan yang krusial. Berikut ini adalah tips pengelolaan dalam akuntansi properti yang perlu Anda simak!

        1. Pilih metode akuntansi yang sesuai

        Dalam memilih metode akuntansi, perlu untuk mempertimbangkan tujuan bisnis dan skala properti Anda. Jika properti Anda merupakan bisnis skala kecil atau menengah, Anda mungkin bisa menggunakan metode kas.

        Namun, jika properti Anda merupakan bisnis skala besar atau terlibat dalam transaksi kompleks, maka metode akrual mungkin lebih cocok.

          • Metode akuntansi kas

            Metode akuntansi kas dalam bisnis properti adalah suatu pendekatan akuntansi di mana pendapatan dan beban berdasarkan aliran uang kas. Namun, pada konteks bisnis properti, metode ini mengacu pada pengakuan pendapatan sewa dan beban terkait pada saat uang tunai terbayarkan. Hal ini  tanpa memperhatikan waktu terjadinya transaksi atau periode perjanjian sehingga semuanya berjalan fleksibel.

          • Metode akuntansi akrual

            Akuntansi akrual merujuk pada pendekatan akuntansi di mana pendapatan dan beban  berdasarkan waktu terjadinya transaksi, bukan berdasarkan aliran uang kas. Metode akuntansi akrual dalam bisnis properti bisa lebih kompleks, seperti pengembang properti, pemilik properti besar, atau perusahaan real estat. Oleh karena itu, melibatkan transaksi yang lebih besar, metode akuntansi akrual memberikan gambaran yang lebih akurat.

        2. Buat bagan akun (COA)

        Bagan akun memberikan gambaran sistematis tentang semua rekening yang berfungsi saat pencatatan keuangan properti Anda. Setiap bisnis perlu untuk memiliki akun-akun yang berbeda tergantung kebutuhan.

        Beberapa contoh akun yang umum dalam akuntansi properti meliputi akun aset (seperti properti investasi, piutang sewa), akun kewajiban (seperti hipotek, hutang kepada pemasok), akun ekuitas (seperti modal pemilik), dan akun pendapatan dan beban (seperti pendapatan sewa, biaya perbaikan).

        3. Pisahkan pengeluaran pribadi

        Langkah awal untuk memisahkannya adalah dengan menggunakan rekening pribadi secara eksklusif untuk transaksi bisnis properti, seperti penerimaan sewa, pembayaran hipotek, atau biaya perbaikan.

        Dengan catatan, hindari menggunakan rekening ini untuk pengeluaran pribadi Anda. Jika memungkinkan, dapatkan kartu kredit bisnis yang terpisah dari kartu kredit pribadi. Kemudian, gunakan kartu kredit bisnis untuk pembelian yang terkait dengan properti, seperti peralatan, bahan renovasi, atau pembayaran vendor.

        4. Buat sistem yang terorganisir dengan sistem akuntansi perusahaan properti

        Membuat sebuah sistem yang terorganisir dalam bisnis properti sangat penting bagi bisnis itu sendiri. Kemudian, Anda harus menetapkan proses yang jelas untuk pencatatan keuangan properti bisnis.

        Seperti misalnya, tentukan frekuensi pencatatan (harian, mingguan, bulanan), metode pencatatan yang berhubungan dengan sistem informasi akuntansi, serta siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan pencatatan dan analisis keuangan. 

        5. Pastikan keakuratan pencatatan dalam akuntansi perusahaan properti

        Setiap bisnis pastinya membutuhkan laporan operasionalnya agar mengetahui proses usahanya berjalan. Akan tetapi, terkadang proses pencatatan dalam laporan sangat rentan kesalahan jika melakukannya secara manual.

        Selain itu, software akuntansi dapat membantu memudahkan proses pencatatan, menghitung otomatis, menyimpan data secara terstruktur, serta menghasilkan laporan keuangan yang akurat. Dengan memastikan keakuratan ini, Anda akan memiliki informasi keuangan akurat.

        5 Poin Keuangan Utama dalam Akuntansi Real Estate

        Untuk menjaga kelancaran operasional dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, penting bagi agen real estate dan perusahaan untuk memahami dan mengelola lima poin utama berikut.

        1. Peningkatan keterampilan

        Dalam industri real estate yang terus berkembang, agen dan karyawan perlu selalu meningkatkan keterampilan mereka. Mengalokasikan dana untuk pelatihan, seminar, dan sertifikasi menjadi bagian penting dari strategi finansial.

        2. Pendapatan komisi

        Pendapatan utama dalam real estate sering kali berasal dari komisi penjualan properti. Komisi ini harus dikelola secara cermat karena akan mempengaruhi arus kas perusahaan. Pencatatan yang akurat terkait komisi yang diterima maupun yang masih dalam proses merupakan bagian penting dari akuntansi real estate.

        3. Biaya terkait kantor

        Operasional kantor termasuk dalam biaya yang signifikan untuk perusahaan real estate. Pengeluaran untuk sewa kantor, utilitas, dan peralatan harus diperhitungkan dengan tepat. Biaya-biaya ini perlu dimasukkan dalam pembukuan perusahaan secara terstruktur untuk memastikan bahwa perusahaan tidak mengalami kerugian operasional.

        4. Biaya pemasaran

        Pemasaran properti merupakan elemen kunci untuk menarik calon pembeli atau penyewa. Anggaran untuk iklan digital, pembuatan konten, dan promosi offline harus dikelola secara efisien. Setiap aktivitas pemasaran harus dicatat sebagai bagian dari biaya operasional, karena akan mempengaruhi margin laba perusahaan.

        5. Anggaran transportasi

        Mobilitas tinggi menjadi kebutuhan dalam bisnis real estate, baik untuk menemui klien maupun melakukan survei properti. Biaya transportasi, seperti bahan bakar, pemeliharaan kendaraan, atau bahkan layanan transportasi online, harus dikelola dan dicatat dengan baik.

        Dengan memantau kelima poin utama ini, bisnis real estate dapat memastikan keuangan mereka tetap sehat dan siap menghadapi tantangan industri yang kompetitif. Akuntansi yang baik menjadi fondasi bagi pertumbuhan yang stabil dalam jangka panjang.

        Rekomendasi Software Akuntansi Perusahaan Properti

        Setelah mengetahui manfaat, prinsip hingga tips pengelolaan akuntansi perusahaan properti, tentunya Anda perlu mengetahui beberapa rekomendasi aplikasi developer perumahan yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

        Dengan mengetahui jenis sistem yang ada, Anda bisa menemukan sistem yang sesuai dengan kebutuhan yang Anda miliki pada saat ini. Adapun itu, berikut merupakan sistem akuntansi perumahan terbaik yang bisa Anda gunakan:

        1. Software akuntansi real estate HashMicro

        Software akuntansi real estate HashMicro

        Salah satu sistem yang bisa Anda gunakan yaitu Sistem Akuntansi milik HashMicro. Software akuntansi untuk developer perumahan ini merupakan solusi yang komprehensif untuk membantu developer perumahan mengoptimalkan pengelolaan keuangan mereka dan mencapai keberhasilan dalam industri yang kompetitif ini. 

        Dengan menggunakan satu sistem terpusat, hal ini akan membantu para developer untuk mengawasi dan memantau seluruh proses keuangan yang ada.

        Berikut merupakan beberapa fitur yang akan developer dapat ketika menggunakan software akuntansi untuk developer perumahan ini:

        1. Multi level analytical: Bandingkan laporan keuangan per proyek, cabang, atau divisi. Misalnya, developer bisa melihat performa cluster Bekasi vs proyek Tangerang.
        2. Integrasi dengan Efaktur, Ebupot & DJP: Mendukung pelaporan pajak properti seperti PPN rumah dan PPh final langsung ke DJP secara otomatis.
        3. Deposit, prepayment, dan reversal tracking: Mencatat DP rumah, booking fee, atau pembayaran di muka, termasuk pembatalan transaksi unit properti.
        4. Late penalty & interests management: Mengatur denda keterlambatan cicilan rumah atau sewa apartemen dengan perhitungan otomatis.
        5. Laporan akuntansi mendalam: Tersedia laporan arus kas proyek, penjualan unit, dan piutang sewa untuk mendukung analisis finansial properti.

        Klik banner di bawah ini untuk mendapatkan skema harganya.

        download skema harga software erp
        download skema harga software erp

        2. Sistem akuntansi properti Koneksi

        software akuntansi perumahan

        Selanjutnya, software akuntansi untuk developer perumahan yang bisa Anda gunakan yaitu milik Koneksi. Sistem akuntansi perumahan milik Koneksi memiliki fitur seperti manajemen anggaran proyek, pemantauan biaya, serta laporan keuangan yang komprehensif.

        Dengan sistem akuntansi perumahan Koneksi, developer perumahan dapat dengan mudah memantau aliran uang, mengontrol pengeluaran, serta memiliki informasi keuangan yang akurat dan terperinci. 

        3. Software akuntansi properti Total

        Software akuntansi properti Total

        Software akuntansi untuk developer perumahan milik Total sendiri merupakan pilihan tepat untuk developer yang mencari sistem yang mudah untuk digunakan.

        Fitur seperti pencatatan transaksi penjualan, pemantauan inventaris perumahan, dan integrasi dengan sistem pengelolaan sumber daya manusia akan membantu mengelola kegiatan operasional yang ada. Dengan fitur-fitur ini, sistem Total dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis.

        4. Sistem akuntansi properti Bee Accounting 

        Sistem akuntansi properti Bee Accounting

        Yang terakhir, ada Bee Accounting, yaitu software akuntansi untuk developer perumahan. Fitur unggulan dari sistem ini yaitu fitur pemantauan arus kas bisnis yang ada.

        Selain itu, sistem Bee Accounting menawarkan keamanan data yang baik dengan dukungan backup dan enkripsi, serta kemudahan akses melalui berbagai perangkat seperti komputer. Dengan fitur tersebut, sistem akuntansi ini membantu mempermudah proses akuntansi dan memberikan informasi yang untuk pengambilan keputusan yang tepat.

        Kesimpulan

        Pengelolaan akuntansi yang baik dalam perusahaan properti memainkan peran yang penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Selain itu, dengan memilih metode yang sesuai serta memastikan seluruh operasional berjalan dengan akurat dan terorganisir menjadi salah satu upaya untuk memastikan keuangan berjalan dengan baik.

        Hal tersebut dapat terlaksana apabila bisnis menggunakan dukungan sebuah software untuk mengurusnya. Dalam konteks ini, software akuntansi HashMicro dapat menjadi solusi yang efektif untuk membantu Anda mengelola akuntansi properti dengan lebih baik. Software ini juga dilengkapi dengan asisten AI untuk pelaporan dan analisis kondisi bisnis Anda.

        Dengan fitur-fitur yang komprehensif dan kemampuan untuk mengotomatiskan banyak aspek akuntansi, HashMicro dapat membantu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan keuangan properti Anda. Jadwalkan demo gratis bersama kami untuk menerapkannya!

        Accounting

        Pertanyaan Seputar Akuntansi Perusahaan Properti

        • Mengapa penting bagi perusahaan untuk memiliki catatan akuntansi yang akurat?

          Mempertahankan catatan keuangan yang akurat adalah bagian kunci dari pembukuan akuntansi. Catatan yang akurat membantumu dalam membuat laporan keuangan yang mencerminkan posisi keuangan bisnismu. Laporan ini memungkinkanmu untuk membuat keputusan yang didasarkan pada informasi yang baik.

        • Apa yang dimaksud dengan bisnis real estate?

          Usaha real estate merupakan sebuah usaha yang berhubungan dengan jual beli tanah serta bangunan yang ada di atasnya.

        • Bisnis properti meliputi apa saja?

          Apa itu bisnis properti? Bisnis properti adalah suatu kegiatan usaha, baik individu maupun perusahaan, yang mengelola aset berupa tanah serta bangunan. Aset tanah dan bangunan tersebut bisa dalam berbagai macam bentuk. Mulai dari rumah, rumah toko (ruko), apartemen, gedung perkantoran.

        Dewi Sartika

        Senior Content Writer

        Saya adalah seorang praktisi untuk penulisan artikel dengan pengalaman selama kurang lebih 6 tahun dalam industri SaaS, khususnya di bidang accounting. Saya mengulas topik pembahasan mengenai laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya. Saya mengutamakan pendekatan yang informatif dan aplikatif dalam setiap artikel yang saya tulis, sehingga dapat menjadi solusi pilihan untuk bisnis profesional.

        Real Estate

        Solusi nyata sederhanakan kompleksitas bisnis

        Solusi nyata sederhanakan kompleksitas bisnis

        Dipercaya oleh 2,000+ klien

        Rasakan Keajaibannya Sendiri

        Saya Mau Coba Dulu!