Di operasional tambang yang berjalan 24/7, jadwal kerja tidak bisa sekadar “dibagi shift” lalu selesai. Banyak perusahaan mengandalkan sistem roster untuk mengatur rotasi kerja, pembagian tugas, dan pola cuti secara lebih terencana supaya layanan tetap stabil.
Saat roster dikelola rapi, perusahaan lebih mudah menjaga ketersediaan tenaga kerja tanpa membebani tim tertentu. Di sisi lain, manajemen juga mendapat visibilitas yang lebih jelas terhadap jam kerja, pergantian shift, dan kebutuhan pengganti di site.
Agar proses ini konsisten, banyak tim HR menggabungkan roster dengan HRM terintegrasi yang mendukung automasi dan kontrol jadwal. Pada pembahasan berikut, Anda akan melihat cara kerja roster tambang, contoh perhitungannya, dan praktik penerapan yang lebih efisien untuk kebutuhan lapangan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa Itu Sistem Kerja Roster?
Sistem kerja roster tambang adalah metode penjadwalan waktu kerja karyawan yang efisien. Dengan sistem ini, perusahaan tambang dapat memastikan rotasi tugas dan jam kerja, memberikan jadwal yang jelas termasuk waktu kerja, istirahat, dan cuti.
Selain menjaga kontinuitas operasional 24/7, roster juga meningkatkan transparansi dan kepatuhan K3/ketenagakerjaan, meminimalkan konflik jadwal, serta membantu perusahaan menyeimbangkan beban kerja dan keselamatan di lapangan.
Fungsi Sistem Roster Kerja Tambang
Sistem roster kerja memastikan karyawan memiliki jadwal terorganisir sesuai kebutuhan operasional, terutama dalam industri tambang yang membutuhkan perencanaan jadwal yang ketat. Sistem ini dapat memberi fungsi sebagai sistem kerja dan pemenuhan hak cuti.
Berikut adalah rincian spesifik dari semua fungsi sistem roster kerja di tambang:
Sebagai Sistem Kerja
- Mengatur rotasi tugas secara terencana: Memastikan karyawan mendapatkan pembagian tugas yang sesuai dengan jadwal kerja yang telah ditentukan melalui roster kerja karyawan tambang.
- Menjaga kelancaran operasional: Memastikan setiap posisi kerja selalu terisi sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan, terutama dalam sistem roster tambang.
- Meminimalkan konflik jadwal kerja: Membantu perusahaan mengelola jadwal kerja dengan transparan sehingga mengurangi potensi konflik antar karyawan terkait tugas dan waktu kerja.
- Mengoptimalkan efisiensi kerja tim: Menyusun jadwal yang mendukung kolaborasi antar karyawan untuk mencapai target kerja secara efektif.
Sebagai Pemenuhan Hak Cuti
- Mengelola jadwal cuti secara adil: Memastikan setiap karyawan mendapatkan hak cuti mereka tanpa mengganggu operasional perusahaan melalui sistem roster tambang.
- Menghindari tumpang tindih jadwal cuti: Mengatur jadwal cuti secara bergilir sehingga tidak ada kekosongan di area kerja tertentu, terutama di sektor tambang.
- Memantau pemanfaatan hak cuti karyawan: Membantu perusahaan memastikan hak cuti karyawan digunakan sesuai kebijakan yang berlaku.
- Mendukung kesejahteraan karyawan: Memberikan karyawan waktu untuk beristirahat dan pulih melalui cuti yang direncanakan dengan baik, yang berdampak positif pada produktivitas mereka.
Dengan penerapan sistem roster tambang yang baik, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus kepuasan karyawan, memastikan kelancaran kerja di sektor yang membutuhkan pengelolaan jadwal ketat.
Cara Mengoptimalkan Sistem Roster Kerja Tambang
Untuk mengoptimalkan sistem roster tambang, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Tentukan kebutuhan sumber daya
Analisis kebutuhan staf berdasarkan jam operasional dan jenis pekerjaan. Tentukan jumlah karyawan yang diperlukan untuk setiap shift untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang cukup tanpa kekurangan atau kelebihan.
2. Gunakan teknologi untuk perencanaan
Manfaatkan software manajemen jadwal untuk menyusun roster lebih cepat dan konsisten. Sistem ini membantu menghitung preferensi karyawan, jam kerja, manajemen cuti, serta aturan ketenagakerjaan secara otomatis sehingga risiko bentrok jadwal berkurang.
Jika Anda mengelola tim besar atau multi-site, pilih aplikasi roster yang mendukung skalabilitas dan kontrol akses. Anda juga bisa memantau perubahan shift, approval, hingga histori penjadwalan tanpa bergantung pada file manual.
Agar jadwal, absensi, cuti, dan payroll lintas lokasi tetap sinkron, sentralisasikan proses di HRIS (Human Resource Information System). Dengan begitu, operasional lebih rapi, kepatuhan lebih terjaga, dan konflik jadwal bisa diminimalkan.
3. Fleksibilitas dalam penjadwalan
Pastikan roster memiliki fleksibilitas, dengan menggunakan absen kerja proyek dapat memberikan opsi swap shift atau pengaturan jadwal yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan karyawan. Ini akan meningkatkan kepuasan kerja dan meminimalkan absensi.
4. Monitoring dan evaluasi roster
Secara rutin pantau efektivitas roster yang sudah diterapkan. Evaluasi apakah ada masalah seperti kekurangan atau kelebihan tenaga kerja, atau ketidaksesuaian dengan performa karyawan. Perbaikan bisa dilakukan berdasarkan hasil evaluasi ini.
5. Komunikasi yang jelas
Pastikan setiap karyawan menerima informasi jadwal secara jelas dan tepat waktu, terutama saat ada perubahan shift mendadak. Gunakan platform komunikasi internal atau aplikasi mobile agar jadwal mudah diakses, notifikasi cepat diterima, dan konfirmasi kehadiran lebih terpantau.
Jika roster diterapkan di lingkungan kerja dengan operasional 24/7 dan lokasi kerja yang tersebar, komunikasi yang rapi jadi semakin krusial. Karena itu, banyak perusahaan mulai mengandalkan aplikasi manajemen operasional yang terintegrasi dengan HRM agar update jadwal, absensi, dan approval tetap sinkron tanpa miskomunikasi.
Contoh dan Cara Menghitung Jam Kerja Dalam Sistem Roster
Untuk menyusun perhitungan lembur kerja dan jam kerja dalam sistem kerja periodik atau roster, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor berikut ini.
- Periode kerja: tentukan periode kerja yang diterapkan, umumnya menggunakan pola 8:2 (8 minggu bekerja berturut-turut, 2 minggu istirahat berturut-turut) atau pola masa kerja lain sesuai kebijakan perusahaan dan aturan yang berlaku.
- Durasi harian: hitung jumlah jam kerja per hari, biasanya tidak lebih dari 12 jam kerja per hari (sudah termasuk waktu istirahat selama 1 jam).
- Hari istirahat: pastikan bahwa karyawan mendapatkan paling tidak 1 hari istirahat setiap 2 minggu periode kerja berturut-turut.
- Hari libur: apabila hari libur jatuh pada periode kerja yang telah ditetapkan perusahaan, maka perusahaan dapat menetapkan hari tersebut sebagai kerja biasa.
Mari kita coba bahas contoh roster kerja karyawan tambang pada gambar berikut ini:
Misalnya, perusahaan menerapkan pola roster 8:2, lalu karyawan bekerja 12 jam per hari selama 6 hari per minggu, dan pola kerja tersebut berjalan penuh selama 8 minggu berturut-turut. Dari skenario ini, Anda bisa melihat total akumulasi jam kerja dalam satu periode roster, sekaligus gambaran beban kerja yang perlu diantisipasi sejak awal.
Perlu Anda ingat, contoh ini tetap harus disesuaikan dengan kebijakan internal, ketentuan jam istirahat, serta peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Mengapa Perusahaan Tambang Harus Menerapkan Sistem Kerja Roster?
Sistem roster tambang sangat penting untuk mengelola aturan jam kerja karyawan tambang dengan jam kerja yang dinamis. Berikut ini adalah penjelasan mengenai fungsi sistem kerja roster untuk perusahaan tambang.
- Kontrol biaya: Dengan mengatur jadwal kerja yang efisien dan mengeliminasi kelebihan jam kerja yang tidak perlu, sistem roster tambang dapat membantu perusahaan mengontrol biaya operasional.
- Penjadwalan efisien: Dalam industri tambang, sistem kerja roster memastikan bahwa setiap karyawan mendapatkan giliran kerja yang teratur dan terencana. Penjadwalan ini dirancang untuk mengoptimalkan ketersediaan tenaga kerja dan menjaga kelangsungan operasional tambang tanpa gangguan.
- Kepatuhan regulasi: Menjamin bahwa jam kerja dan roster cuti pertambangan selaras dengan regulasi ketenagakerjaan dan keselamatan kerja yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga menghindari pelanggaran hukum dan potensi denda.
- Meningkatkan keselamatan kerja: Perusahaan dapat mengawasi kepatuhan protokol keselamatan dan kebijakan jam kerja maksimum. Hal ini penting untuk mencegah kelelahan karyawan, yang bisa meningkatkan risiko kecelakaan kerja.
- Perhitungan overtime rate secara otomatis yang disesuaikan dengan jumlah shift: Perusahaan dapat dengan mudah mengidentifikasi dan menghitung jam kerja ekstra yang dilakukan oleh karyawan secara otomatis, serta menghitung besaran gaji yang seharusnya mereka terima sesuai dengan aturan perusahaan yang berlaku.
- Proses pembayaran (penggajian) yang otomatis: Dengan software HRM, Anda melakukan perhitungan gaji, pemotongan, dan pembayaran secara otomatis. Hal ini dapat menghemat waktu berharga yang sebelumnya digunakan untuk proses manual.
Sistem roster yang efektif membutuhkan dukungan software manajemen sumber daya manusia andal. Dengan otomatisasi jadwal, pemantauan kehadiran real-time, dan integrasi penggajian, Anda dapat memastikan rotasi shift lancar serta meningkatkan efisiensi tambang.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Roster Kerja Tambang
Seperti sistem kerja lainnya, sistem kerja roster juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah penjelasan ringkas beberapa keuntungan dan kerugian dari penerapan sistem roster kerja di industri tambang.
Kelebihan
- Peningkatan produktivitas: Sistem roster memungkinkan operasi tambang berjalan terus menerus sehingga efisiensi produksi ikut meningkat.
- Tingkat kesehatan dan kesejahteraan karyawan meningkat: Dengan sistem roster, karyawan mendapatkan jadwal cuti yang terstruktur, yang penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka.
- Kemampuan fokus karyawan meningkat: Masa kerja yang dimbangi dengan masa cuti yang cukup memungkinkan karyawan untuk lebih fokus dan konsentrasi selama bekerja.
Kekurangan
-
- Kompleksitas penjadwalan: Proses penyusunan jadwal roster yang efektif dapat memakan waktu dan menjadi rumit.
- Muncul risiko kesehatan: Kondisi kerja yang berat dan panjang di tambang dapat menimbulkan risiko kecelakaan kerja, kelelahan, dan masalah kesehatan lainnya.
- Resistensi karyawan: Perubahan jadwal kerja dapat menimbulkan resistensi dari karyawan yang tidak terbiasa dengan sistem roster atau yang lebih menyukai jadwal kerja tetap.
“Dalam roster tambang, tantangan utama sering bukan sekadar menyusun jadwal, tetapi mengelola kelelahan (fatigue). Sistem roster yang baik perlu memastikan jam kerja dan istirahat benar-benar dipatuhi agar risiko kesehatan dan human error di lapangan menurun.”
— Jessica Chandra, B.Sc., Senior HR Manager
Jenis-Jenis Sistem Roster Kerja Tambang
Sistem roster kerja memiliki beberapa jenis pola yang digunakan untuk mengatur jadwal karyawan secara efektif, terutama dalam sektor tertentu seperti tambang. Berikut adalah beberapa jenis yang umum digunakan:
1. Roster kerja shift (shift roster)
Biasanya digunakan dalam industri yang beroperasi 24 jam, seperti rumah sakit dan manufaktur. Contohnya:
-
-
- Shift pagi: 07.00 – 15.00
- Shift sore: 15.00 – 23.00
- Shift malam: 23.00 – 07.00
-
Karyawan akan bergantian mengikuti shift ini dalam jangka waktu tertentu.
2. Pola kerja 5:2
-
-
- Karyawan bekerja selama 5 hari dan libur selama 2 hari, misalnya Senin – Jumat bekerja dan Sabtu – Minggu libur.
- Ini adalah sistem kerja umum dalam industri perkantoran dan sektor jasa.
-
3. Roster 4:3
-
-
- Karyawan bekerja selama 4 hari berturut-turut, lalu mendapatkan libur 3 hari.
- Contoh industri yang menggunakan sistem ini adalah call center atau pusat layanan pelanggan.
-
4. Pola 6:1 (6 hari kerja, 1 libur)
-
-
- Karyawan bekerja selama 6 hari berturut-turut dengan 1 hari libur.
- Jenis ini sering digunakan dalam sistem roster tambang atau sektor dengan kebutuhan operasional tinggi, seperti manufaktur.
-
5. Roster Kerja 14:7
-
-
- Pola ini biasanya diterapkan di lokasi terpencil, seperti tambang atau pengeboran minyak, di mana karyawan bekerja 14 hari berturut-turut di lokasi kerja, lalu mendapatkan 7 hari libur penuh.
- Sistem roster tambang ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional yang intensif.
-
6. Roster Kerja FIFO (Fly In, Fly Out)
-
-
- Digunakan dalam industri tambang dan migas.
- Karyawan bekerja selama beberapa minggu di lokasi kerja (misalnya 8 minggu), lalu mendapatkan libur panjang (misalnya 2 minggu) sebelum kembali bekerja.
-
7. Roster Kerja Rotasi
-
-
- Karyawan bergantian bekerja dalam shift yang berbeda setiap minggu atau bulan.
- Contohnya: Minggu pertama kerja shift pagi, minggu kedua kerja shift malam, dan seterusnya
-
8. Sistem On-Call
-
-
- Perusahaan hanya memanggil karyawan untuk bekerja sesuai kebutuhan, sehingga jadwal bersifat fleksibel atau tidak tetap. Sistem ini digunakan saat kebutuhan kerja bersifat tidak tetap.
-
9. Sistem Mining
-
-
- Sistem ini merupakan sistem kerja panjang (seperti 14:7 atau FIFO) dengan periode istirahat panjang. Sistem ini digunakan ketika proyek berlangsung di daerah terpencil
-
Dengan menggunakan sistem roster kerja yang tepat, perusahaan dapat mengoptimalkan operasional dan tetap menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan karyawan.
Hambatan dalam Penerapan Sistem Roster Kerja di Tambang
Menerapkan roster di sektor tambang menuntut perencanaan yang rapi karena jadwalnya kompleks dan harus selaras dengan regulasi pertambangan. Umumnya, perusahaan menghadapi empat hambatan berikut:
-
-
- Kurangnya pemahaman tentang sistem roster kerja: Tanpa pemahaman yang memadai tentang sistem kerja roster, karyawan mungkin kesulitan beradaptasi dengan jadwal roster kerja yang baru dan rumit.
- Terjadi kesalahan dalam penjadwalan: Hal ini dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan tenaga kerja dan menyulitkan pengelolaan cuti.
- Resistensi karyawan: Karyawan mungkin merasa tidak nyaman dengan perubahan jadwal dan pola kerja yang baru karena sudah terbiasa dengan sistem kerja sebelumnya.
- Keterbatasan teknologi: Lokasi tambang seringkali berada di daerah terpencil dengan koneksi internet tidak stabil. Kekurangan infrastruktur memadai dapat menghambat pengelolaan data secara real-time.
-
Tantangan-tantangan teknis di atas sering kali berdampak langsung pada operasional perusahaan. Sebagai gambaran nyata mengenai bagaimana hambatan ini terjadi di lapangan, simak studi kasus berikut:
Studi Kasus: Transformasi manajemen roster di PT Gunung Bale
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dengan ratusan karyawan di remote site, PT Gunung Bale menghadapi kompleksitas tinggi dalam mengelola rotasi kerja. Sebelumnya, pengelolaan jadwal dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet.
Tantangan utama yang dihadapi meliputi:
-
-
- Kesulitan sinkronisasi: Terjadi ketidaksesuaian data antara jadwal roster manual dengan kehadiran aktual yang terekam di mesin fingerprint.
- Perhitungan lembur yang rumit: HR sering kali kesulitan menghitung kelebihan jam kerja (overtime) sesuai regulasi Kepmen 234/2003 karena variasi pola roster yang beragam (misal: 10:2 atau 6:2).
- Risiko human-error: Kesalahan input manual yang berdampak pada keterlambatan kalkulasi dan ketidakakuratan penggajian (payroll dispute).
-
Setelah beralih menggunakan aplikasi pembuat jadwal kerja HashMicro untuk menangani masalah tersebut, manajemen jadwal menjadi jauh lebih terstruktur. Risiko human error dalam perhitungan lembur berhasil ditekan, dan sinkronisasi data kehadiran kini berjalan akurat, memastikan hak karyawan terpenuhi sesuai regulasi tanpa sengketa.
Untuk mengurangi risiko seperti yang dialami pada kasus di atas, banyak perusahaan kini beralih menggunakan HRM dengan fitur manajemen roster. Langkah ini terbukti membuat penjadwalan lebih konsisten, mudah dipantau, dan responsif terhadap perubahan operasional di lapangan.
Tips Penerapan Sistem Roster Kerja di Tambang
Penerapan sistem roster kerja di tambang perlu disesuaikan dengan kondisi operasional perusahaan dan tetap memperhatikan aspek K3, work-life balance, serta kebijakan dan regulasi ketenagakerjaan. Berikut beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan:
-
-
- Kebutuhan operasional: Roster kerja harus sesuai dengan kebutuhan operasional tambang. Hal ini meliputi jumlah pekerja dalam setiap shift, penjadwalan, dan pemenuhan persyaratan produksi.
- Keterlibatan pekerja: Keterlibatan para pekerja akan memungkinkan dibuatnya roster kerja yang paling efektif. Pekerja akan merasa lebih dihargai dan mempunyai kontrol terhadap jadwal kerjanya sendiri sehingga dapat meningkatkan kinerja dan mengurangi potensi untuk absen.
- Kesehatan dan keamanan: Jadwal kerja yang baik harus memastikan bahwa pekerja tidak mengalami kelelahan yang berlebihan. Hal tersebut dikarenakan risiko yang tinggi pada pekerjaan tambang sehingga penting untuk membuat jadwal yang memungkinkan pekerja untuk mendapatkan istirahat yang cukup.
- Keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi: Kerja sistem roster yang baik harus mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan kerja dan kehidupan pribadi para pekerja. Memberikan waktu yang memadai untuk istirahat penting agar pekerja dapat memulihkan energi dan menjaga kesehatan mental.
- Kebijakan ketenagakerjaan dan regulasi: Perusahaan tambang harus mempertimbangkan kebijakan ketenagakerjaan yang berlaku serta regulasi terkait dalam merancang sistem roster kerja. Hal ini mencakup batasan jam kerja, hak cuti, dan persyaratan lain yang pada undang-undang ketenagakerjaan.
-
Untuk mempermudah pengelolaan jadwal kerja di tambang, perusahaan dapat mempertimbangkan sistem terintegrasi dengan fitur automasi roster. Pendekatan ini membantu meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko kesalahan penjadwalan, dan menjaga produktivitas tetap stabil.
Kesimpulan
Tujuan implementasi sistem roster kerja adalah untuk mengoptimalkan produktivitas operasional sambil mengutamakan kesejahteraan karyawan. Namun, proses pengelolaan SDM secara manual dapat menghabiskan banyak waktu dan tenaga.
Aplikasi pembuat jadwal kerja menjadi solusi bagi perusahaan tambang untuk meningkatkan produktivitas operasional. Fitur-fitur seperti fitur scheduling management, time-tracking, dan integration with payroll dapat membantu HR menerapkan sistem roster kerja.
Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana HashMicro dapat memaksimalkan performa perusahaan tambang Anda, coba konsultasi gratis sekarang!
Pertanyaan Seputar Sistem Kerja Roster
-
-
Apa itu roster jadwal?
Rolling roster merupakan suatu proses penjadwalan pegawai yang bertujuan untuk membuat jadwal kerja dengan shift yang bergilir. Shift tersebut dapat berupa shift siang, shift malam, dan shift malam. Dengan sistem rostering jenis ini, setiap karyawan menangani setiap jenis shift sepanjang minggu atau bulan.
-
Sistem kerja roster itu seperti apa?
Sistem roster memungkinkan perusahaan untuk menjadwalkan karyawan secara bergiliran sesuai dengan kebutuhan operasional. Dengan sistem ini, setiap karyawan mendapatkan jadwal kerja yang jelas, termasuk jam kerja, hari kerja, dan waktu istirahat.
-
Cuti roster itu apa?
Roster Leave adalah kebijakan di mana karyawan dapat mengambil cuti setelah bekerja selama beberapa hari tertentu. Fitur ini biasanya digunakan oleh industri pertambangan. Namun sebelumnya, superadmin perlu membuat kebijakan roster leave terlebih dahulu.
-
Apakah sistem roster dapat diterapkan di segala jenis pekerjaan?
Sistem roster kerja tidak dapat diterapkan di jenis pekerjaan. Sistem ini lebih cocok digunakan untuk pekerjaan yang memerlukan periode kerja yang panjang atau bahkan 24 jam seperti pada industri pertambangan, minyak, gas, konstruksi, dan manufaktur.
-








