Work in Progress (WIP) atau barang dalam proses adalah istilah yang tidak asing bagi perusahaan manufaktur. Perusahaan mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau siap jual dengan memaksimalkan mesin, peralatan, dan tenaga kerja.
Perusahaan manufaktur memiliki tiga jenis persediaan, salah satunya WIP, yang membantu memperkirakan stok bahan dan memudahkan pengambilan keputusan. Dengan software manufaktur pabrik, pengelolaan WIP dan jenis persediaan lain jadi lebih mudah dan efisien.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa Itu Work in Progress (WIP)?
WIP atau Work in Progress adalah barang atau inventaris yang sudah masuk ke dalam proses produksi, tetapi belum selesai dalam siklus akuntansi perusahaan. Singkatnya, WIP adalah barang dalam proses atau barang setengah jadi. Artinya, bahan baku masih memerlukan proses produksi lebih lanjut untuk menjadi barang jadi yang siap dipasarkan.
Perbedaan Antara Work in Progress dan Work in Process
Work in Progress (WIP) dan Work in Process sering digunakan di perusahaan manufaktur. WIP mengacu pada barang dalam proses yang bisa selesai dan dijual dalam waktu singkat, sedangkan Work in Process adalah barang yang memerlukan waktu lebih lama sebelum menjadi produk jadi.
Meski perbedaan ini ada, keduanya termasuk biaya overhead, bahan baku, dan upah tenaga kerja dalam neraca. Work in Progress dan Work in Process adalah istilah yang kerap digunakan secara bergantian dalam dunia perusahaan manufaktur.
Work in Process mengacu pada barang dalam proses yang dapat segera diselesaikan dan dijadikan produk jual dalam waktu singkat. Di sisi lain, Work in Progress cenderung merujuk pada barang yang memerlukan waktu lebih lama sebelum menjadi produk jadi.
Meskipun perbedaan ini ada, keduanya mencakup biaya overhead, bahan baku, dan upah tenaga kerja dalam laporan neraca.
Fungsi Mempunyai Persediaan Work in Progress (WIP)

Umumnya perusahaan manufaktur memiliki tiga (3) jenis persediaan bahan baku, yaitu bahan mentah (raw material), barang setengah jadi (work in progress), dan barang siap jual (finished goods).
Dengan memisahkan persediaan menjadi tiga jenis, perusahaan manufaktur bisa lebih mudah menentukan keputusan yang tepat. Misalnya, departemen produksi bisa memperkirakan stok barang siap jual untuk periode tertentu dengan mengecek persediaan WIP yang ada di hari ini.
Dengan memisahkan jenis persediaan, perusahaan bisa lebih mudah membedakan nilai persediaan dalam proses akuntansi. Sebab, bahan mentah, barang WIP, dan barang siap jual harus memiliki nilai masing-masing.
Saat ini, perusahaan bisa dengan mudah menghitung nilai persediaan, termasuk WIP secara real-time dan mudah dengan penggunaan manajemen manufacturing pabrik. Bahkan, perusahaan dapat membuat laporan analisis produksi yang akurat dengan software hanya dalam beberapa klik saja, sehingga proses produksi kedepannya bisa berjalan lebih efektif.
Bagaimana Akuntan Mencatat Work In Progress?

Pada proses produksi, terdapat tiga jenis utama dalam persediaan barang produksi yaitu bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi. WIP dalam akuntan dapat terlapor sebagai item baris terpisah pada neraca perusahaan. Namun, jumlahnya biasanya cukup kecil untuk muat dalam satu item baris untuk keseluruhan inventaris.
Saat periode pelaporan semakin dekat, bagian akuntan mencoba untuk menjaga persediaan barang yang sedang berjalan relatif rendah, karena sulit untuk menentukan dengan tepat untuk item WIP yang sedang berjalan.
Lalu, pihak akuntan akan mengatasi masalah ini dengan berbagai cara, seperti:
- Sebelum menutup pembukuan, perusahaan melengkapi persediaan yang belum selesai dan memindahkannya ke produk jadi.
- Tingkat penyelesaian rata-rata standar telah teratur untuk semua pekerjaan yang sedang berlangsung. Teorinya adalah bahwa hasilnya adalah perkiraan ketika di rata-ratakan pada banyak unit. Namun, hasilnya dapat menjadi tidak akurat karena tingkat kerusakan, pengerjaan ulang, dan sisa.
Ada beberapa metode yang berguna bagi akuntan untuk menghitung jumlah unit yang masih tahap proses dalam produksi. Dalam kebanyakan kasus, akuntan menggunakan persentase overhead, tenaga kerja, dan bahan baku untuk menentukan jumlah unit yang masih dalam proses.
Biaya bahan baku biasanya yang pertama keluar karena produksi membutuhkan bahan sebelum mereka membutuhkan tenaga kerja. Namun, meskipun relatif tidak akurat, Anda dapat menggunakan perhitungan pada bagian bawah ini untuk menghitung perkiraan jumlah pekerjaan yang sedang berlangsung.
Tips Mengelola Proses Produksi Perusahaan Manufaktur secara Efisien
Proses produksi pada perusahaan manufaktur mencakup berbagai hal penting, khususnya dalam proses perancangan dan produksi. Mulanya, proses produksi dalam perusahaan manufaktur hanya melibatkan pekerjaan secara manual yang memakan banyak waktu.
Menjalankan seluruh operasional perusahaan manufaktur secara manual hanya membuat bisnis semakin tertinggal di tengah ketatnya persaingan. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, perusahaan bisa melibatkan penggunaan software, seperti Software Manufaktur untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.
Software ini memiliki fitur Bill of Material (BOM) Management yang bisa membantu perusahaan menetapkan jenis persediaan, seperti raw material dan work in progress untuk menghasilkan persediaan barang jadi dengan kalkulasi secara otomatis dan real-time.
Terlebih dalam pelaksanaannya, WIP tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan pengeluaran berlebih, bahkan kerugian bagi perusahaan. Dengan WIP yang berlebihan, perusahaan tidak bisa segera mendapatkan pemasukan dan bahkan memungkinkan barang hanya menumpuk di pabrik.
Dengan begitu, perusahaan tidak perlu khawatir untuk menentukan jenis persediaan dan bahkan bisa memangkas biaya produksi perusahaan.
Bagaimana HashMicro membantu Marimas Mencapai Kesuksesan Bisnis?
Kesuksesan perusahaan Anda adalah misi HashMicro. Pelajari apa kata klien kami tentang bagaimana Hash Manufacturing menyelesaikan berbagai masalah bisnis sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Kesimpulan
WIP menjadi salah satu indikator penting untuk melihat seberapa sehat alur produksi di perusahaan manufaktur. Dengan pengelolaan yang tepat, WIP membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara kelancaran proses, ketepatan jadwal, dan penggunaan biaya yang lebih terkendali.
Pada akhirnya, pengelolaan WIP yang baik memberi perusahaan visibilitas yang lebih jelas atas proses produksi yang sedang berjalan. Dengan pemahaman yang tepat dan dukungan masukan dari tim yang berpengalaman, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih terarah untuk menjaga efisiensi dan stabilitas operasional jangka panjang.
Pertanyaan Seputar Work in Progress
-
Apa yang dimaksud dengan work in progress?
Work in Progress (WIP) adalah barang atau produk yang sedang dalam proses produksi dan belum menjadi barang jadi. WIP mencakup bahan mentah yang telah diproses sebagian hingga hampir siap dijual.
-
Apa bahasa Indonesia dari work in progress?
Bahasa Indonesia dari Work in Progress adalah “Barang Dalam Proses”.
-
Apa itu WIP dalam akuntansi biaya?
Dalam akuntansi biaya, WIP adalah nilai persediaan barang dalam proses yang mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead produksi yang telah dikeluarkan sebelum barang menjadi produk jadi.







