CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Key Result Area (KRA): Cara Memahami dan Membedakannya dari OKR dan KPI

Diterbitkan:

Key Result Area (KRA) adalah area tanggung jawab utama yang perlu dicapai oleh seseorang atau tim agar tujuan bisnis benar-benar terwujud. Sederhananya, KRA membantu Anda mengarahkan fokus kerja ke hal yang paling berdampak, bukan sekadar menumpuk daftar tugas harian.

Bagi pebisnis, KRA penting karena membuat arah kerja tiap peran jadi jelas dan mudah diukur. Ini sejalan dengan temuan riset pada 105 tim yang menunjukkan bahwa kejelasan tujuan (goal clarity) berhubungan positif dengan kinerja tim.

Dengan KRA yang tepat, perusahaan tidak hanya menilai seberapa sibuk tim bekerja, tetapi seberapa besar kontribusi mereka terhadap pertumbuhan bisnis secara nyata.

Key Takeaways

  • Key Result Area adalah area tanggung jawab utama dalam sebuah posisi yang secara langsung memengaruhi pencapaian target bisnis.
  • Beberapa fungsi KRA diantaranya menyelaraskan tujuan individu dan perusahaan serta dasar evaluasi kinerja.
  • Secara lebih spesifik penerapan key result area yang terstruktur akan memudahkan penyelarasan strategi, evaluasi kinerja yang objektif, hingga pengambilan keputusan berbasis hasil.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Definisi Key Result Area

      Key Result Area adalah area tanggung jawab utama dalam sebuah posisi yang secara langsung memengaruhi pencapaian target bisnis. Ini bukan sekadar daftar pekerjaan, melainkan hasil inti yang wajib dicapai agar peran tersebut memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan perusahaan.

      Dengan menetapkan key result area perusahaan bisa mengukur kinerja berdasarkan dampak bukan hanya aktivitas. Hasilnya, tim bekerja lebih fokus, prioritas lebih terarah, dan keputusan manajemen menjadi lebih objektif.

      Fungsi KRA

      key result area

      Berikut beberapa fungsi utama KRA dalam konteks bisnis:

      1. Menyelaraskan tujuan individu dan perusahaan

      KRA memastikan setiap peran punya kontribusi yang jelas terhadap target bisnis. Dengan alignment ini, kerja antar divisi lebih searah, dan fokus organisasi tetap terjaga.

      2. Menentukan prioritas proses kerja

      KRA membantu tim membedakan aktivitas penting dan aktivitas yang hanya “sibuk” saja. Hasilnya, waktu dan sumber daya dialokasikan ke hal-hal yang paling mendorong pendapatan, efisiensi, kualitas, atau kepuasan pelanggan.

      3. Dasar evaluasi kinerja

      KRA memberi acuan yang konkret untuk menilai kinerja. Penilaian menjadi lebih objektif karena berbasis capaian hasil, bukan persepsi, kedekatan, atau seberapa ramai aktivitas harian.

      4. Memperkuat akuntabilitas

      Saat area hasil utama sudah jelas, setiap orang paham apa yang menjadi tanggung jawabnya dan apa standar keberhasilannya. Ini membangun budaya kerja yang lebih disiplin, proaktif, dan bertanggung jawab terhadap outcome.

      Perbedaan KRA, OKR, dan KPI

      Dalam manajemen kinerja, istilah KRA, OKR, dan KPI sering digunakan bersamaan, tetapi fungsinya berbeda. Memahami perbedaannya membantu Anda menentukan fokus, target, dan cara mengukur performa secara tepat.

      Aspek  KRA OKR KPI
      Peran Utama Menetapkan area tanggung jawab yang paling menentukan kontribusi suatu peran Menerjemahkan prioritas strategis menjadi objective dan key results yang terukur Memantau performa melalui indikator kinerja yang konsisten
      Orientasi Fokus pada outcome inti yang wajib dihasilkan Fokus pada target perubahan dan pencapaian hasil kunci Fokus pada kesehatan kinerja dan kontrol operasional
      Cakupan Penerapan Level posisi, fungsi, atau divisi Level tim hingga perusahaan Level individu, tim, hingga perusahaan
      Dampak bagi Perusahaan Memastikan peran jelas, prioritas tepat, dan kontribusi terarah Menguatkan alignment strategi dan mempercepat eksekusi Memudahkan evaluasi, deteksi masalah, dan perbaikan kinerja

      Contoh Key Result Area pada Departemen HR

      Key result area pada departemen HR adalah hasil utama yang menunjukkan seberapa besar fungsi HR membantu perusahaan mencapai target bisnis. Contohnya, salah satu KRA HR adalah kualitas rekrutmen yaitu kemampuan HR mengisi posisi dengan kandidat yang benar-benar sesuai kebutuhan tim.

      Dalam penerapannya, HR dapat memanfaatkan sistem HRIS untuk memantau target waktu pengisian posisi, menyimpan catatan seleksi, hingga mengevaluasi kelulusan masa probation dan umpan balik atasan langsung, sehingga keputusan rekrutmen tidak hanya cepat tetapi juga tepat sasaran.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Kesimpulan

      Key result area adalah fondasi penting dalam manajemen kinerja karena membantu perusahaan memastikan setiap peran benar-benar berkontribusi pada tujuan bisnis. Dengan menetapkan key result area yang jelas perusahaan tidak hanya mengukur seberapa sibuk tim bekerja tetapi seberapa besar dampak yang dihasilkan terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan usaha.

      Secara lebih spesifik, penerapan key result area yang terstruktur akan memudahkan penyelarasan strategi, evaluasi kinerja yang objektif, hingga pengambilan keputusan berbasis hasil.

      Jika Anda ingin menyusun key result area yang relevan dan selaras dengan kebutuhan perusahaan, konsultasikan bisnis Anda dengan tim expert untuk mendapatkan arahan yang tepat dan aplikatif.

      Pertanyaan Seputar Key Result Area

      • Mengapa KRA penting bagi perusahaan?

        KRA membantu menyelaraskan peran individu dengan strategi bisnis. Dengan KRA yang jelas, perusahaan dapat menghindari kesibukan tanpa arah dan memastikan setiap peran memberi kontribusi nyata.

      • Bagaimana cara menentukan KRA yang tepat?

        KRA ditentukan berdasarkan tujuan strategis perusahaan, fungsi utama suatu posisi, serta dampaknya terhadap pendapatan, efisiensi, kualitas layanan, atau pertumbuhan bisnis.

      • Seberapa sering KRA perlu ditinjau ulang?

        Umumnya ditinjau setiap tahun atau ketika ada perubahan strategi bisnis. Jika perusahaan mengalami ekspansi, restrukturisasi, atau perubahan model bisnis, KRA juga perlu disesuaikan.

      Irga Afghani

      Content Writer

      Irga merupakan spesialis untuk penulisan bidang pengelolaan keuangan bisnis dengan pengalaman selama kurang lebih 3 tahun. Fokus penulisannya mencakup pencatatan dan pelaporan keuangan, analisis finansial, pengelolaan arus kas, serta pemanfaatan sistem akuntansi digital untuk membantu perusahaan meningkatkan akurasi dan efisiensi finansial.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya