CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Strategi HR dalam Menyusun Struktur Gaji yang Kompetitif

Diterbitkan:

Struktur gaji menjadi fondasi penting dalam pengelolaan kompensasi yang adil dan kompetitif di berbagai jenis organisasi. Banyak profesional HR, pemilik usaha, dan manajer operasional membutuhkan pemahaman yang jelas agar kebijakan upah selaras dengan tanggung jawab kerja dan standar industri.

Namun, menyusun komposisi gaji bukan sekadar menentukan angka karena ada komponen tunjangan, insentif, serta penyesuaian regulasi yang harus diperhitungkan. Tanpa kerangka yang rapi, perusahaan berisiko mengalami ketimpangan internal, kesulitan mempertahankan talenta, hingga ketidaksesuaian anggaran.

Artikel ini mengulas konsep, elemen penyusun, serta pendekatan praktis dalam merancang sistem penggajian yang terstruktur. Pembaca akan memahami prinsip penyusunan, faktor penentu besaran, dan manfaat strategis yang membantu organisasi membangun skema kompensasi yang transparan dan berkelanjutan.

Key Takeaways

  • Struktur gaji adalah kerangka objektif yang memastikan penetapan kompensasi adil, kompetitif, dan konsisten tanpa bergantung pada subjektivitas atau negosiasi semata.
  • Keseimbangan bisnis dan kesejahteraan hanya tercapai jika struktur gaji mempertimbangkan faktor strategis, regulasi, pasar, dan tanggung jawab jabatan.
  • Motivasi, keadilan promosi, dan efisiensi biaya menjadi manfaat yang muncul saat struktur gaji diterapkan secara transparan dan objektif.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Memahami arti dan fungsi struktur gaji

      Secara sederhana, struktur gaji adalah kerangka yang membagi setiap jabatan ke dalam tingkatan tertentu beserta kisaran kompensasinya. Kerangka ini berfungsi sebagai pedoman agar perusahaan tidak menetapkan gaji tanpa penilaian atau berdasarkan negosiasi individu saja.

      Dengan struktur yang sistematis, perusahaan dapat menjaga keadilan internal dan daya saing eksternal secara bersamaan. Keadilan internal memastikan setiap posisi dibayar sesuai bobot pekerjaan dibandingkan peran lain di organisasi, sedangkan daya saing eksternal membantu perusahaan tetap selaras dengan standar gaji industri.

      Tanpa struktur yang jelas, keputusan pengupahan berpotensi tidak konsisten dan memicu ketidakpuasan karyawan dalam jangka panjang.

      Mengenal komponen dalam sistem penggajian

      Total kompensasi karyawan biasanya tidak hanya terdiri dari satu jenis pembayaran. Agar lebih sesuai dengan standar yang ada, perusahaan perlu memahami beberapa komponen berikut:

      • Gaji pokok
        Merupakan imbalan dasar yang dibayarkan secara rutin setiap bulan. Besarnya umumnya ditentukan berdasarkan jabatan, pengalaman, serta tanggung jawab pekerjaan.
      • Tunjangan tetap
        Diberikan secara konsisten tanpa dipengaruhi kehadiran atau performa harian, seperti tunjangan jabatan, keluarga, atau hal-hal lain yang ditentukan oleh perusahaan. Jenis tunjangan karyawan ini membantu memberikan kepastian pendapatan.
      • Tunjangan tidak tetap
        Nilainya menyesuaikan aktivitas kerja, misalnya uang makan, transportasi, atau lembur. Sifatnya lebih fleksibel.
      • Insentif dan bonus kinerja
        Diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian target tertentu. Skema ini efektif untuk meningkatkan motivasi sekaligus mendorong produktivitas.
      • Potongan wajib
        Meliputi pajak penghasilan serta iuran jaminan sosial. Bisa juga karena sanksi atau izin berdasarkan aturan yang diberlakukan setiap perusahaan. Pengelolaan potongan harus akurat agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

      Dengan kombinasi komponen yang tepat, perusahaan dapat menciptakan sistem kompensasi yang tidak hanya adil tetapi juga menarik bagi karyawan untuk bertahan atau bahkan berlomba-lomba untuk masuk ke dalam perusahaan. 

      Faktor yang memengaruhi penentuan struktur gaji

      Penyusunan struktur gaji tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan agar kebijakan yang dibuat tetap relevan dan berkelanjutan.

      • Strategi dan kebijakan perusahaan
        Setiap organisasi memiliki filosofi kompensasi yang berbeda. Ada yang memilih membayar di atas rata-rata pasar untuk menarik talenta unggul, ada pula yang menyesuaikan dengan standar industri demi efisiensi biaya.
      • Regulasi pemerintah
        Ketentuan seperti upah minimum, pajak, dan jaminan sosial wajib dipatuhi. Mengabaikan aspek ini berisiko menimbulkan sanksi hukum.
      • Kondisi pasar tenaga kerja
        Permintaan terhadap keahlian tertentu dapat memengaruhi besaran gaji. Posisi yang langka biasanya membutuhkan kompensasi lebih tinggi.
      • Kemampuan finansial perusahaan
        Struktur gaji harus realistis dan selaras dengan kondisi keuangan agar tidak membebani operasional.
      • Tingkat tanggung jawab jabatan
        Semakin besar risiko dan dampak keputusan suatu posisi, semakin tinggi pula nilai kompensasinya.

      Mempertimbangkan faktor-faktor ini membantu perusahaan menciptakan sistem yang seimbang antara kebutuhan bisnis dan kesejahteraan karyawan.

      Pendekatan yang bisa digunakan dalam menyusun struktur gaji

      struktur gaji

      Tidak ada satu model yang cocok untuk semua organisasi. Perusahaan dapat memilih pendekatan sesuai karakteristik dan budaya kerja masing-masing.

      • Sistem berjenjang, di mana jabatan dikelompokkan ke dalam beberapa tingkat dengan rentang gaji tertentu. Model ini paling umum karena sederhana dan mudah dikelola.
        • Rentang gaji yang lebih luas (broadband), memberikan fleksibilitas dalam penyesuaian kompensasi dan mendorong mobilitas lintas fungsi.
        • Pendekatan berbasis kompetensi, yang menilai kemampuan dan keterampilan individu sebagai dasar penentuan gaji, bukan sekadar jabatan formal.

      Pemilihan model sebaiknya mempertimbangkan ukuran perusahaan, kesulitan organisasi, serta kebutuhan jangka panjang.

      Langkah praktis menyusun struktur gaji karyawan

      Agar strukturnya bisa lebih terarah, perusahaan dapat mengikuti beberapa tahapan berikut.

      • Melakukan analisis jabatan
        Mengidentifikasi tugas, tanggung jawab, serta kualifikasi setiap posisi secara detail.
      • Melakukan evaluasi jabatan
        Menilai bobot dan nilai yang sesuai setiap posisi untuk menentukan kedudukan internal.
      • Melakukan survei gaji pasar
        Mengumpulkan data pembanding dari industri sejenis agar tetap kompetitif. 
      • Menyusun golongan atau pay grade
        Mengelompokkan jabatan dengan nilai serupa ke dalam satu tingkat gaji.
      • Menetapkan rentang minimum–maksimum
        Memberikan ruang penyesuaian berdasarkan pengalaman dan performa.
      • Memberikan kebijakan secara transparan
        Menjelaskan sistem kepada karyawan agar tercipta pemahaman dan kepercayaan.

      Pendekatan berbasis data seperti ini membantu perusahaan menghindari keputusan yang bersifat framing.

      Manfaat yang Dapat Dirasakan Perusahaan

      Struktur gaji yang tersusun rapi membantu perusahaan mengelola anggaran tenaga kerja lebih akurat, membuat kenaikan gaji lebih objektif, dan menekan potensi konflik internal. Bagi karyawan, transparansi jenjang karier dan kompensasi meningkatkan motivasi serta dorongan untuk berkembang.

      Contohnya, sebuah perusahaan manufaktur menengah pernah mengalami turnover tinggi karena sistem penggajian tidak jelas dan tidak transparan. Setelah menerapkan struktur berbasis evaluasi jabatan dan survei pasar, biaya tenaga kerja lebih terkendali, promosi lebih adil, dan tingkat resign menurun.

      Kasus tersebut menegaskan bahwa sistem kompensasi terstruktur bukan sekadar alat administrasi, tetapi faktor penting stabilitas organisasi. Dalam jangka panjang, transparansi dan keadilan gaji berkontribusi pada lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

      Pada akhirnya, struktur gaji adalah fondasi hubungan kerja profesional yang saling menguntungkan. Perusahaan yang meninjau kebijakan secara berkala dan menyesuaikannya dengan standar industri akan lebih siap membangun sistem kompensasi yang efektif dan berkelanjutan.

      Peran Teknologi dalam Mengoptimalkan Pengelolaan Struktur Gaji

      Teknologi berperan penting dalam mengoptimalkan pengelolaan struktur gaji karena mampu mengolah data kompensasi secara cepat dan akurat. Dengan dukungan sistem digital, perusahaan dapat memetakan jabatan, kisaran upah, serta komponen remunerasi dalam satu kerangka yang mudah dianalisis.

      Platform pengelolaan SDM berbasis sistem membantu tim HR menyusun skema gaji berdasarkan data nyata, bukan sekadar asumsi atau kebiasaan lama. Otomatisasi ini juga meminimalkan kesalahan perhitungan sekaligus mempercepat proses evaluasi dan penyesuaian kompensasi.

      Penerapan nyata terlihat pada Ethos Group yang memanfaatkan solusi manajemen SDM terintegrasi untuk merapikan struktur penggajian mereka. Sebelum menggunakan sistem tersebut, pengolahan data gaji tersebar di berbagai file sehingga sulit menjaga konsistensi antar divisi.

      Setelah beralih ke sistem informasi SDM yang terpusat, perusahaan dapat memantau struktur upah secara real time berdasarkan posisi, performa, dan standar industri. Dampaknya, keputusan terkait kenaikan atau penyesuaian gaji menjadi lebih transparan, terukur, dan selaras dengan strategi bisnis jangka panjang.

      Kesimpulan

      Struktur gaji merupakan fondasi penting dalam pengelolaan SDM karena menentukan bagaimana perusahaan menilai, menghargai, dan mengembangkan kontribusi karyawan secara objektif. Dengan kerangka yang jelas, organisasi dapat menjaga keseimbangan antara keadilan internal dan daya saing eksternal sekaligus meminimalkan risiko ketidakpuasan akibat keputusan pengupahan yang tidak konsisten.

      Penyusunan sistem kompensasi yang efektif membutuhkan pemahaman komponen gaji, faktor penentu, serta pendekatan yang sesuai dengan kondisi bisnis. Proses berbasis data seperti analisis jabatan, survei pasar, dan penetapan pay grade membantu perusahaan membangun struktur yang realistis, transparan, dan selaras dengan regulasi serta kemampuan finansial.

      Pada akhirnya, struktur gaji bukan sekadar alat administrasi, melainkan strategi organisasi untuk menjaga stabilitas, meningkatkan motivasi, dan mempertahankan talenta terbaik. Perusahaan yang mengelola sistem penggajian secara terencana dan adaptif akan memiliki fondasi lebih kuat untuk tumbuh berkelanjutan di tengah persaingan pasar kerja.

      Pertanyaan Seputar Struktur Gaji

      • Bagaimana struktur gaji karyawan disusun di perusahaan?

        Struktur gaji karyawan umumnya disusun melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis jabatan, evaluasi tanggung jawab setiap posisi, hingga survei gaji pasar sebagai pembanding eksternal. Setelah itu, perusahaan mengelompokkan jabatan ke dalam golongan atau tingkatan tertentu dan menetapkan rentang gaji minimum hingga maksimum. Pendekatan ini membantu memastikan sistem pengupahan berjalan adil, konsisten, dan kompetitif.

      • Apa saja komponen dalam sistem gaji karyawan?

        Secara umum, kompensasi karyawan terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, insentif atau bonus kinerja, serta potongan wajib seperti pajak dan iuran jaminan sosial. Kombinasi komponen tersebut membentuk total pendapatan yang diterima karyawan setiap periode pembayaran.

      Reno Wicaksana

      Senior Content Writer on HRIS

      Reno adalah HRM Specialist dan senior content writer dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri teknologi dan manajemen sumber daya manusia. Secara konsisten mengangkat topik artikel seputar performance management, rekrutmen dan pengembangan SDM, manajemen talenta, dan sistem HRIS untuk pengelolaan karyawan.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya