CNBC Awards

15 Rekomendasi Aplikasi Pengajuan Anggaran Terbaik untuk Bisnis

Diterbitkan:

Dalam praktiknya, kegagalan pengajuan anggaran jarang disebabkan oleh keterbatasan dana. Permasalahan yang lebih sering muncul justru berkaitan dengan proses persetujuan yang berbelit, visibilitas anggaran yang terfragmentasi antar departemen, serta pengambilan keputusan yang tidak didukung oleh data real-time. Kondisi ini membuat proses pengelolaan anggaran menjadi tidak efisien dan berisiko menghambat kelincahan bisnis.

Di banyak perusahaan di Indonesia, satu permintaan anggaran dapat melewati tiga hingga lima lapis persetujuan, berpindah dari email ke aplikasi pesan instan, lalu berakhir di berbagai versi spreadsheet. Akibatnya, ketika anggaran akhirnya disetujui, konteks kebutuhan sering kali sudah berubah atau peluang bisnis terlanjur terlewat. Proses yang lambat dan tidak terintegrasi ini pada akhirnya berdampak langsung pada efektivitas operasional perusahaan.

Artikel ini tidak sekadar menyajikan daftar aplikasi pengajuan anggaran. Pembahasan difokuskan pada pemahaman perbedaan pendekatan setiap sistem, mulai dari software akuntansi sederhana hingga solusi ERP yang terintegrasi. Berikut adalah 15 Rekomendasi Aplikasi Pengajuan Anggaran Terbaik untuk Bisnis

Key Takeaways

  • Platform budgeting digital membantu mencegah overspending dan fraud lewat approval otomatis, mempercepat proses persetujuan, dan memberi visibilitas cash flow real-time.
  • Pilih software pengajuan anggaran yang sesuai budget serta scalable, mudah terintegrasi dengan modul lain, dan punya support lokal yang paham regulasi pajak Indonesia.
  • Software accounting yang ideal harus mampu memudahkan pengajuan dan persetujuan anggaran secara terstruktur, sekaligus memberi kontrol real-time agar pengeluaran tetap sesuai budget.

Daftar Aplikasi Pengajuan Anggaran Rekomendasi

Berikut beberapa software manajemen anggaran yang umum digunakan bisnis di Indonesia, mulai dari solusi sederhana untuk UMKM hingga sistem enterprise untuk korporasi besar.

Ideal Untuk

Solusi ERP dengan fitur budgeting terintegrasi

Best Deals

Tanya Harga

Ideal Untuk

Platform enterprise untuk manajemen keuangan kompleks

Ideal Untuk

Cloud ERP global untuk skalabilitas tinggi

Ideal Untuk

Software akuntansi lokal yang ramah UMKM

1. HashMicro

accounting hashmicro dashboard

Bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia dengan kebutuhan integrasi antara budgeting, procurement, dan inventory, HashMicro menawarkan pendekatan all-in-one. Fitur Budget & Realization memungkinkan tracking penggunaan anggaran secara real-time, sementara Approval Matrix mengatur alur persetujuan bertingkat berdasarkan nominal atau departemen.

Model lisensi unlimited users menjadi nilai tambah signifikan untuk perusahaan yang sedang scaling, sehingga tidak perlu khawatir tentang lonjakan biaya saat menambah karyawan. Namun, sebagai sistem ERP yang terintegrasi, waktu implementasi ke perusahaan bisa memakan 1-3 bulan tergantung kompleksitas bisnis, dan mungkin terasa overkill untuk bisnis kecil yang hanya butuh fitur budgeting sederhana.

Kelebihan Kekurangan
Model harga yang hemat biaya untuk jangka panjang. Biaya investasi awal mungkin terasa tinggi untuk bisnis kecil.
Kustomisasi fleksibel sesuai alur kerja spesifik perusahaan. Membutuhkan waktu implementasi 1-3 bulan untuk penyesuaian sistem.
Integrasi penuh dengan modul pembelian, inventaris, dan akuntansi. Fitur yang sangat luas bisa overwhelming untuk pengguna baru.

Website: https://www.hashmicro.com/id/

2. SAP S/4HANA

account receivables

Ketika perusahaan sudah beroperasi di skala internasional dengan ratusan cost center, kebutuhan akan kemampuan untuk kontrol anggaran menjadi sangat diperlukan. SAP S/4HANA menjawab kebutuhan ini dengan funds commitment control, sistem yang bisa memblokir purchase order jika budget yang dialokasikan sudah terpakai, bahkan sebelum transaksi terjadi.

In-memory database HANA memungkinkan analisis real-time terhadap data transaksi dalam volume besar. Tapi perlu dicatat: implementasi SAP merupakan dedikasi besar. Anda membutuhkan partner implementasi yang berpengalaman, tim IT internal yang ahli, dan bersedia membayar harga yang mahal (ratusan juta hingga miliaran rupiah). Ini bukan solusi mudah yang bisa “plug and play” di perusahaan anda.

Kelebihan Kekurangan
Standar kepatuhan global dan keamanan data tingkat tinggi. Biaya lisensi dan implementasi sangat mahal.
Analitik canggih dengan kemampuan prediksi tren. Kurva pembelajaran (learning curve) yang curam bagi staf.

Website: https://www.sap.com/

3. Oracle NetSuite

pipeline management software oracle netsuite

NetSuite sering menjadi pilihan perusahaan yang memiliki beberapa beberapa cabang yang berbeda. Keunggulan utamanya ada di kemampuan konsolidasi otomatis, laporan anggaran dari anak perusahaan di berbagai negara bisa digabungkan dengan fitur handling multi-currency yang sudah built-in pada produknya.

Untuk pembuatan budgeting perusahaan, NetSuite memungkinkan untuk collaborative forecasting dimana beberapa departemen bisa memasukan anngaran mereka ke dalam satu sistem. Tantangan yang sering muncul: struktur pricing berbasis modul dan jumlah user. Perusahaan yang berkembang pesat bisa menemukan tagihan yang membengkak seiring penambahan user dan modul baru.

Kelebihan Kekurangan
Sistem berbasis cloud murni yang mudah diakses. Biaya berlangganan meningkat seiring penambahan user.
Skalabilitas tinggi untuk mendukung ekspansi global. Support teknis terkadang membutuhkan waktu respons lama.

Website: https://www.netsuite.com/

4. Mekari Jurnal

mekari jurnal

Jika tim keuangan Anda hanya terdiri dari 1-2 orang dan kebutuhan utama adalah pencatatan standar plus kontrol budget sederhana, Mekari bisa jadi starting point yang tepat untuk perusahaan anda. Implemetasi cepat, interface tidak overwhelming, dan dukungan e-Faktur sudah tersedia untuk kepatuhan pajak lokal.

Fitur anggaran di Mekari bekerja dengan cara menetapkan limit per akun beban, sistem akan memberikan notifikasi ketika pengeluaran mendekati batas. Cukup straightforward untuk bisnis dengan struktur sederhana. Tapi untuk perusahaan yang butuh approval workflow berlapis atau budget tracking per proyek yang kompleks, Anda mungkin akan cepat menemui keterbatasan.

Kelebihan Kekurangan
Sangat mudah digunakan (user-friendly) untuk pemula. Fitur budgeting terbatas, kurang cocok untuk korporasi.
Integrasi yang baik dengan bank-bank lokal Indonesia. Kustomisasi workflow approval tidak sefleksibel ERP.

Website: https://www.jurnal.id/

5. Xero

xero akuntansi

Rekonsiliasi bank otomatis adalah salah satu fitur yang paling menghemat waktu dalam pekerjaan finance sehari-hari, dalam hal ini, Xero unggul dari semuanya. Sistem langsung mencocokkan transaksi bank dengan catatan di software, mengurangi pekerjaan manual yang biasanya memakan waktu berjam-jam setiap minggu.

Untuk budgeting, Xero menyediakan Budget Manager dengan tampilan UI yang clean. Anda bisa membuat proyeksi bulanan, lalu membandingkannya dengan actual performance dalam satu dashboard. Ekosistem integrasinya juga luas, lebih dari 800 apps tersedia di Xero marketplace.

Yang perlu dipertimbangkan: Xero tidak menyediakan interface Bahasa Indonesia, dan untuk kebutuhan e-Faktur perlu integrasi dengan aplikasi pihak ketiga. Bisnis dengan kebutuhan inventory management kompleks juga akan menemui keterbatasan.

Kelebihan Kekurangan
Dashboard visual yang sangat baik untuk monitoring. Fitur inventory dan manufaktur bawaan sangat dasar.
Ekosistem marketplace aplikasi pendukung yang luas. Laporan custom terkadang terbatas dibanding kompetitor.

Xero: Pilihan tepat untuk startup dan bisnis jasa yang mengutamakan visualisasi data.

Website: https://www.xero.com/

6. Zoho Books

accounts receivable software

Sebagai bagian dari ekosistem Zoho yang masif, Zoho Books menawarkan integrasi mulus dengan CRM dan aplikasi produktivitas lainnya. Fitur penganggaran di Zoho Books memungkinkan alokasi dana per akun atau per proyek, menjadikannya ideal untuk bisnis berbasis proyek seperti agensi atau konsultan. Workflow otomatisasi dapat diatur untuk memicu peringatan saat anggaran terlampaui.

Harga yang kompetitif menjadikan Zoho Books menarik, namun pengguna sering melaporkan tantangan dalam mengintegrasikan software ini dengan aplikasi di luar ekosistem Zoho.

Kelebihan Kekurangan
Harga sangat terjangkau dengan fitur yang kaya. Integrasi dengan software non-Zoho bisa menantang.
Otomatisasi alur kerja (workflow) yang kuat. Dukungan pelanggan terkadang lambat merespons.

Website: https://www.zoho.com/books/

7. Odoo

software erp odoo

Odoo cocok buat perusahaan yang punya kebutuhan unik dan tim teknis yang siap pegang kendali. Karena sifatnya open-source dan modular, hampir semua hal bisa dikustom: dari alur approval, field tambahan, sampai logic bisnis di balik prosesnya.

Untuk budgeting, Odoo mengandalkan analytic accounts. Artinya, biaya bisa dilacak sangat detail, baik per proyek, departemen, atau cost center apa pun yang Anda definisikan sendiri.

Tapi di sinilah trade-off-nya. Fleksibilitas ini datang dengan kompleksitas. Versi Community memang gratis, tapi setup dan maintenance-nya butuh kemampuan teknis. Versi Enterprise lebih rapi dan stabil, tapi biayanya €24.90/user/bulan, dan implementasi yang benar hampir selalu melibatkan partner resmi.
Kalau tim internal Anda terbatas, Odoo bisa berubah dari solusi fleksibel jadi time sink.

Kelebihan Kekurangan
Sangat fleksibel dan modular, bayar yang dibutuhkan saja. Membutuhkan keahlian teknis untuk setup dan maintenance.
Komunitas pengguna dan developer yang besar. Biaya bisa membengkak jika banyak modul tambahan.

Website: https://www.odoo.com/

8. Zahir Accounting

zahir akuntansi

Zahir adalah pemain lama di industri software akuntansi Indonesia yang telah melayani pasar lokal selama puluhan tahun. Keunggulannya terletak pada pemahaman mendalam terhadap karakter bisnis di Indonesia. Fitur penganggaran Zahir memungkinkan pembuatan anggaran per departemen dan proyek, dengan laporan perbandingan realisasi yang mudah dipahami.

Meskipun fungsionalitasnya solid, tampilan antarmuka Zahir sering dianggap kurang modern dibandingkan kompetitor cloud terbaru, meskipun mereka terus melakukan pembaruan.

Kelebihan Kekurangan
Dukungan lokal yang sangat kuat dan bahasa Indonesia. Tampilan antarmuka (UI) terasa agak ketinggalan zaman.
Fitur yang sangat sesuai dengan standar akuntansi lokal. Kurang fleksibel untuk integrasi dengan software global.

Website: https://zahir.co.id/

9. Accurate Online

accurate akuntansi

Sering disandingkan dengan Mekari Jurnal, Accurate Online bermain di segmen yang mirip: UMKM Indonesia yang butuh sistem rapi tanpa ribet. Bedanya, Accurate sudah lama hadir (sejak 1999 di versi desktop), jadi banyak akuntan dan konsultan pajak sudah “ngerti polanya”.

Fitur Anggaran Biaya memungkinkan Anda menetapkan limit per akun beban. Kalau ada transaksi yang melewati batas, sistem langsung memberi peringatan. Ditambah approval transaksi sederhana, ini sudah cukup untuk kontrol internal level dasar.

Soal fleksibilitas, Accurate memang cenderung lebih kaku dibanding Jurnal. Tapi justru itu yang dicari sebagian bisnis: proses lebih standar, lebih minim risiko salah setup. Cocok kalau alur bisnis Anda relatif lurus dan tidak banyak pengecualian.

Kelebihan Kekurangan
Harga sangat ekonomis dan fitur lengkap untuk UMKM. Fitur kustomisasi sangat terbatas.
Mudah digunakan tanpa background akuntansi yang dalam. Performa bisa melambat seiring besarnya database.

Website: https://accurate.id/

10. Spenmo

spenmo dashboard

Spenmo bukanlah software akuntansi tradisional, melainkan platform manajemen pengeluaran (spend management). Aplikasi ini sangat kuat dalam mengontrol pengajuan anggaran operasional melalui penerbitan kartu korporat virtual dan fisik. Karyawan dapat mengajukan dana, dan manajer dapat menyetujui serta melacak penggunaan dana tersebut secara real-time.

Spenmo sangat efektif untuk mencegah reimbursement fraud, namun untuk pembukuan lengkap, Spenmo perlu diintegrasikan dengan software akuntansi seperti Xero atau Jurnal.

Kelebihan Kekurangan
Kontrol pengeluaran karyawan yang sangat detail. Bukan software akuntansi full (perlu integrasi).
Fitur pembayaran tagihan dan kartu korporat yang praktis. Fokus hanya pada sisi pengeluaran (expense side).

Website: https://spenmo.com/

11. Volopay

Serupa dengan Spenmo, Volopay menyasar pasar startup dan perusahaan teknologi yang membutuhkan kecepatan dalam operasional keuangan. Volopay menggabungkan persetujuan anggaran, pembayaran tagihan, dan kartu korporat dalam satu platform. Fitur budget limits pada setiap kartu memungkinkan kontrol preventif terhadap kelebihan pengeluaran.

Volopay menawarkan UI yang sangat modern dan pengalaman pengguna yang mulus, namun fungsinya terbatas pada manajemen pengeluaran dan bukan pengganti total untuk sistem ERP.

Kelebihan Kekurangan
Antarmuka modern dan proses approval yang cepat. Fitur pelaporan keuangan terbatas dibanding ERP.
Integrasi yang baik dengan software akuntansi populer. Biaya transaksi internasional perlu diperhatikan.

Website: https://www.volopay.com/

12. SAP Concur

sap concur

SAP Concur adalah pemimpin pasar global untuk manajemen perjalanan dinas dan pengeluaran (travel & expense). Aplikasi ini mengotomatiskan seluruh proses mulai dari pemesanan tiket perjalanan hingga pengajuan klaim pengeluaran. Dengan fitur audit otomatis, Concur memastikan setiap pengajuan sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Kecanggihan fitur Concur datang dengan harga premium, menjadikannya lebih cocok untuk perusahaan besar dengan frekuensi perjalanan dinas yang tinggi dibandingkan bisnis kecil.

Kelebihan Kekurangan
Fitur manajemen travel & expense terlengkap di pasar. Biaya implementasi dan lisensi sangat tinggi.
Mobile app yang sangat fungsional untuk karyawan. Implementasi bisa memakan waktu lama.

Website: https://www.concur.com/

13. FreshBooks

freshbooks akuntansi

FreshBooks memang bukan untuk perusahaan, dan itu disengaja. Targetnya jelas: freelancer, konsultan independen, atau agensi kecil (1–5 orang) yang ingin kirim invoice profesional, melacak expense per klien, dan tahu apakah sebuah proyek untung atau rugi.

Budgeting-nya berbasis project. Anda set estimasi, lalu time dan expense akan menggerus angka tersebut. Begitu mendekati limit, kelihatan jelas margin proyeknya.

Kalau Anda freelancer yang masih hidup di spreadsheet, FreshBooks adalah upgrade logis. Tapi kalau kebutuhan Anda sudah menyentuh budget departemen atau approval bertingkat, tool ini memang bukan jawabannya.

Website: https://www.freshbooks.com/

14. QuickBooks Online

quickbooks akuntansi

Di skala global, QuickBooks hampir identik dengan software akuntansi SMB. Kalau Anda berurusan dengan klien atau investor internasional, laporan dari QuickBooks langsung “dipahami”—tanpa perlu banyak penjelasan tambahan.

Budgeting-nya sederhana dan fungsional: buat anggaran per periode, lalu bandingkan lewat laporan Budget vs Actual. Untuk kebutuhan standar, ini sudah memadai.

Tantangannya muncul di konteks Indonesia. Tidak ada dukungan native untuk e-Faktur, struktur laporan pajak lokal, atau chart of accounts berbasis PSAK. Artinya, Anda perlu workaround atau integrasi tambahan.
Kalau mayoritas transaksi domestik, software lokal sering terasa lebih praktis.

Website: https://quickbooks.intuit.com/

15. Sage Intacct

account receivables

Ada fase di mana software seperti Jurnal atau QuickBooks mulai terasa sempit: reporting kurang fleksibel, analisis terbatas, dan budgeting kolaboratif jadi sulit. Sage Intacct dirancang tepat untuk fase ini.

Kekuatan utamanya ada di dimensional reporting. CFO bisa melihat performa keuangan dari banyak sudut—departemen, proyek, lokasi, atau segmen pelanggan—tanpa harus memelintir chart of accounts. Untuk budgeting, fitur what-if scenario memudahkan simulasi beberapa versi proyeksi sekaligus.

Dari sisi harga, Sage Intacct berada di tengah: lebih mahal dari software SMB, tapi masih di bawah ERP enterprise seperti SAP atau Oracle. Kisaran biaya biasanya $15.000–$35.000/tahun. Cocok untuk perusahaan dengan skala menengah yang butuh kedalaman analisis, tapi belum perlu—or belum siap—implementasi ERP penuh.

Kelebihan Kekurangan
Kemampuan pelaporan dan dimensi keuangan yang dalam. Biaya cukup tinggi untuk bisnis kecil.
Fitur budgeting kolaboratif yang sangat baik. Implementasi memerlukan mitra ahli.

Website: https://www.sage.com/

Mengapa Bisnis Anda Membutuhkan Aplikasi Pengajuan Anggaran?

Mengandalkan persetujuan lisan atau email untuk pengeluaran bisnis adalah resep untuk kekacauan finansial. Aplikasi pengajuan anggaran memberikan struktur yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan laporan arus kas.

Mencegah Overspending dan Fraud

Sistem digital memungkinkan penerapan approval matrix yang ketat. Setiap pengajuan dana harus melewati validasi sistem terhadap sisa budget yang tersedia. Jika melebihi batas, sistem akan otomatis menolak atau meminta persetujuan level lebih tinggi, menutup celah untuk pengeluaran yang tidak sah atau curang.

Efisiensi Waktu dan Produktivitas

Proses manual seringkali memakan waktu berhari-hari hanya untuk mendapatkan tanda tangan. Aplikasi pengajuan anggaran memungkinkan persetujuan dilakukan dalam hitungan menit melalui perangkat mobile, menghilangkan bottleneck administrasi dan membiarkan tim fokus pada pekerjaan strategis.

Visibilitas Cash Flow Real-time

Manajemen tidak perlu menunggu laporan akhir bulan untuk mengetahui posisi keuangan. Dashboard real-time memberikan gambaran instan mengenai berapa anggaran yang terserap, memungkinkan pengambilan keputusan korektif yang cepat sebelum masalah keuangan membesar.

Kesimpulan

Penggunaan aplikasi pengajuan anggaran pada dasarnya bukan tentang mengganti proses manual dengan sistem digital, tetapi tentang memperbaiki cara keputusan keuangan dibuat dan dijalankan. Setiap perusahaan memiliki struktur organisasi, pola persetujuan, dan tingkat kompleksitas yang berbeda, sehingga pendekatan yang efektif bagi satu bisnis belum tentu relevan bagi yang lain.

Karena itu, pemilihan sistem pengajuan dan kontrol anggaran sebaiknya didasarkan pada kebutuhan operasional nyata—mulai dari jumlah pihak yang terlibat dalam persetujuan, kebutuhan integrasi lintas departemen, hingga tuntutan pelaporan dan audit. Dengan memahami konteks internal terlebih dahulu, perusahaan dapat menilai solusi mana yang paling masuk akal untuk mendukung pengelolaan anggaran secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Salah satu client kami yaitu Bank Mega, yang memanfaatkan solusi akuntansi kami untuk membantu mengelola proses keuangan dan anggaran secara lebih terstruktur, terutama dalam lingkungan organisasi dengan banyak unit dan lapisan persetujuan.

Pertanyaan Seputar Aplikasi Pengajuan Anggaran

  • Apa Bedanya Software Akuntansi Biasa Dengan Aplikasi Pengajuan Anggaran?

    Software akuntansi fokus pada pencatatan transaksi historis dan pelaporan keuangan (GL, Neraca), sedangkan aplikasi pengajuan anggaran fokus pada kontrol preventif (pre-spending), alur persetujuan, dan perencanaan masa depan. Namun, ERP modern biasanya menggabungkan keduanya.

  • Apakah Aplikasi Pengajuan Anggaran Bisa Diakses Lewat HP?

    Ya, sebagian besar aplikasi modern seperti HashMicro, Oracle NetSuite, dan Xero berbasis cloud dan memiliki aplikasi mobile atau antarmuka web responsif. Ini memungkinkan manajer melakukan persetujuan anggaran dari mana saja dan kapan saja.

  • Apakah Data Keuangan Aman Di Sistem Cloud?

    Penyedia layanan cloud terkemuka menggunakan standar keamanan tingkat bank, termasuk enkripsi data, firewall berlapis, dan backup otomatis. Seringkali, data di cloud lebih aman daripada data di server lokal yang rentan terhadap kerusakan fisik atau serangan ransomware lokal.

  • Berapa Biaya Rata-Rata Implementasi Software Budgeting?

    Biaya sangat bervariasi tergantung fitur dan skala. Aplikasi SaaS sederhana bisa mulai dari Rp200.000/bulan, sementara sistem ERP lengkap bisa berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk implementasi awal.

Dewi Sartika

Senior Content Writer

Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
6281222846776
×

Chapter Selanjutnya