CNBC Awards

15 Sistem ERP Makanan dan Minuman Terbaik di 2026

Diterbitkan:

Sebagai seorang spesialis otomatisasi bisnis, saya sering melihat industri F&B menghadapi tekanan besar dengan bahan baku yang mudah rusak dan standar kualitas yang ketat sehingga kesalahan kecil saja dapat berdampak besar pada kepuasan pelanggan dan menentukan keberhasilan bisnis.

Penggunaan sistem ERP makanan dan minuman yang tepat dapat mengubah tantangan ini menjadi keunggulan kompetitif, mulai dari produksi hingga distribusi, sekaligus memastikan setiap proses berjalan otomatis, transparan, dan mudah dipantau secara real time.

Oleh karena itu, saya telah me-review 15 software terbaik untuk membantu Anda menemukan solusi terpusat yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dan mendorong efisiensi bisnis Anda di tahun 2026.

Key Takeaways

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Mengapa Industri F&B Membutuhkan Sistem ERP Khusus?

      Industri F&B memerlukan sistem ERP khusus untuk mengelola pelacakan tanggal kedaluwarsa, manajemen resep yang kompleks, dan kepatuhan terhadap regulasi ketat seperti BPOM dan sertifikasi Halal, fitur yang tidak tersedia pada ERP umum. Berikut adalah alasan mengapa industri F&B membutuhkan sistem ERP:

      • Manajemen resep
      • Kontrol kualitas per batch
      • Standarisasi produksi dan resep (Bill of Materials)
      • Pelacakan tanggal kedaluwarsa secara presisi
      • Manajemen rantai pasok yang efisien
      • Integrasi dengan sistem Point of Sale (POS)
      • Perencanaan produksi berdasarkan permintaan (demand forecasting)

      Lebih dari itu, kepatuhan regulasi seperti BPOM dan sertifikasi Halal adalah sebuah keharusan di Indonesia. Sistem ERP F&B yang baik memiliki modul bawaan untuk menyederhanakan proses audit dan pelaporan, memastikan setiap produk dapat dilacak asal-usulnya, dan memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.

      Kriteria Kunci dalam Memilih Sistem ERP Makanan dan Minuman

      Kriteria utama dalam memilih sistem ERP F&B adalah kemampuan pelacakan (traceability), manajemen resep, kontrol kualitas, manajemen inventaris, skalabilitas, dan adanya dukungan lokal yang responsif.

      Kriteria di bawah ini menjadi dasar saya dalam me-review 15 software terbaik, memastikan setiap rekomendasi yang saya berikan benar-benar relevan untuk para pemimpin terutama di industri modern bisnis makanan kekinian dan minuman kekinian.

      1. Kemampuan pelacakan & keterlacakan (traceability)

      Fitur ini memungkinkan pelacakan batch dan nomor seri dari bahan baku hingga produk jadi. Kemampuan ini sangat penting untuk penarikan produk (product recall) yang cepat dan efisien jika terjadi masalah kualitas.

      2. Manajemen resep dan biaya produksi

      Sistem harus mampu mengelola resep atau formula yang kompleks, menghitung biaya produksi secara akurat berdasarkan harga bahan baku terkini, dan menangani variasi produk dengan mudah.

      3. Kontrol kualitas dan kepatuhan regulasi

      Modul kontrol kualitas yang terintegrasi memastikan setiap batch produksi memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, sistem harus mendukung pelaporan untuk kebutuhan audit BPOM dan sertifikasi Halal.

      4. Manajemen inventaris & gudang

      Sistem ERP yang andal harus memiliki fitur untuk mengelola stok bahan baku yang mudah rusak. Ini termasuk manajemen tanggal kedaluwarsa dengan metode FEFO (First-Expired, First-Out) dan optimalisasi ruang penyimpanan gudang.

      5. Skalabilitas dan fleksibilitas kustomisasi

      Bisnis F&B sangat dinamis. ERP yang dipilih harus dapat diskalakan seiring pertumbuhan bisnis dan cukup fleksibel untuk disesuaikan dengan alur kerja unik perusahaan Anda.

      6. Dukungan lokal dan implementasi

      Dukungan teknis yang responsif dan memahami konteks pasar lokal adalah faktor pembeda yang krusial. Tim implementasi yang berpengalaman memastikan transisi ke sistem baru berjalan lancar.

      15 Rekomendasi Sistem ERP Makanan dan Minuman Terbaik 2026

      Setelah menganalisis puluhan penyedia, saya telah merangkum 15 solusi terbaik yang paling menonjol berdasarkan fitur, skalabilitas, dan relevansinya untuk pasar Indonesia. Daftar ini dirancang untuk memberikan Anda pandangan yang jelas dalam memilih partner teknologi yang tepat.

      1. HashMicro ERP for Food & Beverage

      Sebagai pilihan utama saya, sistem ERP makanan dan minuman dari HashMicro menonjol karena kemampuannya menawarkan kustomisasi mendalam dan spesifik untuk industri F&B di Indonesia. Mereka bukan sekadar penyedia software, tetapi partner solusi yang memahami kebutuhan lokal dan tantangan bisnis sehari-hari.

      Keunggulan HashMicro terlihat dari modul-modul khusus seperti Manufacturing untuk manajemen produksi dan Inventory untuk pelacakan FEFO. Fitur ini membantu menjaga efisiensi operasional sekaligus memastikan standar kualitas produk tetap terjaga di setiap tahap proses bisnis.

      Selain itu, model lisensi unlimited user menghilangkan kekhawatiran biaya tambahan seiring pertumbuhan tim. Pengalaman saya juga menunjukkan bahwa dukungan tim lokal HashMicro sangat responsif, memberikan nilai tambah besar selama dan setelah implementasi.

      Kelebihan Kekurangan
      • Kustomisasi sangat fleksibel sesuai alur kerja spesifik bisnis F&B.
      • Dukungan teknis lokal yang responsif dan memahami pasar Indonesia.
      • Model lisensi unlimited user tanpa biaya tambahan per pengguna.
      • Implementasi untuk kustomisasi yang sangat kompleks mungkin memerlukan waktu lebih.
      • Tampilan antarmuka bisa terasa sangat komprehensif untuk pengguna baru.
      • Mungkin kurang cocok untuk bisnis skala sangat kecil dengan kebutuhan sangat dasar.

      HashMicro: Solusi ERP F&B dengan kustomisasi mendalam, dukungan lokal kuat, dan lisensi unlimited user, ideal untuk bisnis menengah hingga besar di Indonesia.

      2. Oracle NetSuite ERP

      Oracle NetSuite

      NetSuite adalah raksasa ERP berbasis cloud yang menawarkan solusi komprehensif untuk industri F&B. Kekuatan utamanya terletak pada skalabilitas dan arsitektur cloud-native yang memungkinkan akses data real-time dari mana saja.

      Fitur demand planning dan manajemen rantai pasoknya sangat kuat, menjadikannya pilihan ideal untuk perusahaan F&B skala menengah hingga besar yang beroperasi di banyak lokasi atau negara.

      Kelebihan Kekurangan
      • Platform berbasis cloud yang sangat skalabel.
      • Fitur rantai pasok dan manajemen keuangan yang kuat.
      • Ekosistem aplikasi pihak ketiga yang luas.
      • Biaya implementasi dan lisensi cenderung lebih tinggi.
      • Kustomisasi bisa menjadi kompleks dan mahal.
      • Memerlukan kurva belajar yang lebih curam bagi tim.

      Oracle NetSuite ERP: Solusi ERP cloud-native yang kuat untuk perusahaan F&B skala besar dengan kebutuhan rantai pasok dan operasional multi-lokasi yang kompleks.

      3. SAP Business One

      absensi manufaktur SAP SuccessFactors

      SAP Business One adalah salah satu nama paling tepercaya di dunia ERP, dan solusinya untuk F&B tidak mengecewakan. Dirancang untuk bisnis kecil hingga menengah (UKM), SAP B1 menawarkan fondasi yang kokoh untuk manajemen keuangan, inventaris, dan produksi.

      Keunggulannya adalah ekosistem partner yang luas yang menyediakan add-on spesifik industri, memungkinkan perusahaan untuk membangun sistem yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

      Kelebihan Kekurangan
      • Brand yang sangat terpercaya dengan ekosistem partner yang kuat.
      • Modul keuangan dan pelaporan yang sangat matang.
      • Tersedia opsi on-premise dan cloud.
      • Beberapa fitur F&B spesifik memerlukan add-on dari pihak ketiga.
      • Biaya bisa menjadi mahal seiring penambahan modul dan pengguna.
      • Antarmuka mungkin terasa kurang modern dibandingkan kompetitor baru.

      SAP Business One: ERP yang andal dan teruji untuk UKM F&B yang membutuhkan fondasi kuat dalam keuangan dan operasional, dengan opsi kustomisasi melalui ekosistem partner.

      4. JustFood ERP

      JustFood ERPJustFoodERP adalah solusi enterprise resource planning (ERP) yang dirancang khusus untuk perusahaan produsen dan distributor makanan dan minuman (F&B). JustFoodERP menyediakan fitur-branched seperti pelacakan batch dan lot, manajemen resep, kontrol kualitas, dan kepatuhan regulasi keamanan pangan.

      Kelebihan Kekurangan
      • Tingkat spesialisasi industri tinggi.
      • Integrasi proses bisnis dari hulu ke hilir dalam satu sistem.
      • Cloud-hosting yang andal dengan uptime tinggi.
      • biaya implementasi dan lisensi bisa relatif tinggi.
      • antarmuka pengguna dan pengalaman (UX) mungkin kurang intuitif.
      • Proses implementasi dan pelatihan pengguna bisa memakan waktu.

      JustFoodERP: Mengintegrasikan proses mulai dari penerimaan bahan baku, produksi, pengemasan, distribusi, hingga keuangan dan pelaporan.

      5. Sage X3

      sage intacct

      Sage X3 dirancang untuk perusahaan menengah hingga enterprise dengan proses manufaktur dan distribusi yang kompleks. Untuk industri F&B, Sage X3 unggul dalam manajemen formula, kontrol kualitas, dan keterlacakan dari hulu ke hilir. 

      Kelebihan Kekurangan
      • Sangat kuat untuk manufaktur proses (formula-based).
      • Fleksibel dan dapat diimplementasikan lebih cepat dari ERP tier-1.
      • Manajemen rantai pasok global yang andal.
      • Antarmuka bisa terasa sedikit ketinggalan zaman.
      • Biaya lisensi dan implementasi cukup signifikan.
      • Dukungan lokal mungkin bergantung pada ketersediaan partner.

      Sage X3: Solusi ERP yang kuat untuk produsen F&B skala menengah dengan kebutuhan manajemen formula, kualitas, dan rantai pasok yang kompleks.

      6. Epicor Tropos

      Epicor Kinetic

      Epicor Tropos (sekarang bagian dari Epicor for Process Manufacturing) adalah solusi yang sangat terspesialisasi untuk industri manufaktur proses, termasuk makanan dan minuman. Kekuatannya terletak pada fitur-fitur mendalam seperti pelacakan lot, manajemen formula, penjadwalan produksi, dan kepatuhan regulasi. 

      Kelebihan Kekurangan
      • Sangat spesifik untuk industri manufaktur proses.
      • Fitur kepatuhan dan kontrol kualitas yang mendalam.
      • Terintegrasi dengan baik dengan modul rantai pasok Epicor lainnya.
      • Kurang fleksibel untuk bisnis F&B yang berfokus pada distribusi atau ritel.
      • Memerlukan investasi yang signifikan.
      • Implementasi membutuhkan keahlian khusus.

      Epicor Tropos: ERP spesialis untuk produsen F&B yang memprioritaskan kontrol ketat atas proses produksi, formula, dan kepatuhan regulasi.

      7. Infor M3

      infor nexus

      Infor M3 adalah solusi ERP enterprise yang dirancang untuk industri spesifik, dengan F&B sebagai salah satu vertikal utamanya. Infor M3 unggul dalam manajemen siklus hidup produk, demand planning, dan manajemen rantai pasok yang kompleks. 

      Kelebihan Kekurangan
      • Solusi cloud yang dirancang khusus untuk industri F&B.
      • Analitik canggih dan antarmuka pengguna modern.
      • Fitur rantai pasok dan manajemen aset yang sangat kuat.
      • Sangat mahal dan ditujukan untuk pasar enterprise.
      • Terlalu kompleks untuk bisnis skala kecil atau menengah.
      • Implementasi bisa memakan waktu lama.

      Infor M3: Pilihan enterprise untuk perusahaan F&B besar dan multinasional yang membutuhkan analitik canggih dan kapabilitas rantai pasok global.

      8. Microsoft Dynamics 365 Business Central

      Sebagai bagian dari ekosistem Microsoft, Dynamics 365 Business Central menawarkan integrasi yang mulus dengan Office 365, Power BI, dan aplikasi Microsoft lainnya. Untuk F&B, Business Central menyediakan fungsionalitas yang solid untuk keuangan, manufaktur, dan manajemen gudang. 

      Kelebihan Kekurangan
      • Integrasi mulus dengan ekosistem Microsoft (Office 365, Power BI).
      • Antarmuka yang familiar dan mudah digunakan.
      • Skalabilitas yang baik dari UKM hingga enterprise.
      • Beberapa fitur F&B lanjutan mungkin memerlukan aplikasi dari AppSource.
      • Model lisensi bisa menjadi rumit.
      • Implementasi sangat bergantung pada kualitas partner Microsoft.

      Microsoft Dynamics 365 Business Central: Solusi ERP yang kuat bagi perusahaan F&B yang sudah banyak berinvestasi dalam ekosistem Microsoft dan membutuhkan integrasi data yang lancar.

      9. Odoo

      odoo crm

      Odoo adalah platform ERP open-source yang menawarkan fleksibilitas luar biasa melalui pendekatan modular. Perusahaan dapat memulai dengan beberapa aplikasi inti (seperti Inventaris dan Manufaktur) dan menambahkan modul lain seiring pertumbuhan. 

      Kelebihan Kekurangan
      • Model open-source yang fleksibel dan terjangkau.
      • Pendekatan modular, bayar hanya untuk yang Anda butuhkan.
      • Komunitas besar dan banyak aplikasi pihak ketiga.
      • Memerlukan keahlian teknis atau partner yang andal untuk kustomisasi.
      • Kualitas modul komunitas bisa bervariasi.
      • Dukungan resmi mungkin tidak seresponsif vendor komersial.

      Odoo: Pilihan yang sangat fleksibel dan hemat biaya untuk startup atau UKM F&B yang memiliki sumber daya teknis dan ingin membangun sistem ERP secara bertahap.

      10. Plex Smart Manufacturing Platform

      Plex Smart Manufacturing PlatformPlex Smart Manufacturing Platform adalah solusi berbasis cloud yang dirancang khusus untuk sektor produksi terutama industri makanan dan minuman (F&B)  yang menggabungkan modul ERP, MES (Manufacturing Execution System), kualitas, rantai pasokan, dan pelacakan batch dalam satu platform terpadu.

      Kelebihan Kekurangan
      • Jejak bahan baku & produk secara end-to-end.
      • Platform terpadu ERP + MES + quality management
      • Memudahkan kepatuhan regulasi keamanan pangan dan pelacakan batch/recall.
      • Implementasi dan konfigurasi bisa memakan waktu.
      • Sistem memiliki kurva pembelajaran yang cukup tinggi.
      • Biaya investasi bisa menjadi kendala bagi pabrik skala kecil.

      Plex Smart: Memudahkan produsen F&B untuk melakukan proses digitalisasi mulai dari bahan baku, produksi batch, hingga distribusi dengan visibilitas penuh dan kontrol real-time.

      11. Aptean Food & Beverage ERP

      Aptean

      Aptean adalah penyedia software yang membangun solusi ERP khusus untuk berbagai vertikal industri, termasuk F&B. Platform mereka dirancang dari awal untuk mengatasi tantangan seperti manajemen resep, penentuan harga dinamis, pelacakan lot, dan kepatuhan FDA/BPOM. 

      Kelebihan Kekurangan
      • Dibangun khusus untuk industri makanan dan minuman.
      • Fitur yang sangat mendalam untuk kepatuhan dan kontrol kualitas.
      • Tersedia dalam berbagai platform (misalnya berbasis Microsoft Dynamics).
      • Kurang fleksibel jika bisnis berekspansi ke luar F&B.
      • Biaya cenderung lebih tinggi karena sifatnya yang spesialis.
      • Dukungan di Asia Tenggara mungkin masih berkembang.

      Aptean Food & Beverage ERP: Pilihan terbaik bagi perusahaan F&B yang menginginkan solusi siap pakai dengan fitur-fitur industri terbaik tanpa perlu banyak kustomisasi.

      12. IFS Cloud ERP

      IFS-eam-dashboardIFS Cloud adalah sistem ERP berbasis cloud yang dirancang untuk menangani proses bisnis menyeluruh dari produksi, rantai pasok, manajemen aset hingga layanan lapangan dalam satu platform terpadu.

      IFS Cloud menyatukan ERP, manajemen aset (EAM), dan layanan lapangan (FSM) dalam satu sistem.

      Kelebihan Kekurangan
      • Memiliki fitur pelacakan batch dan lot serta tanggal kedaluwarsa.
      • Mendukung mode produksi campuran.
      • Platform yang scalable dan berbasis cloud.
      • Terlalu “berat” bagi perusahaan F&B kecil.
      • Implementasi dan adopsi sistem bisa membutuhkan waktu.
      • Diperlukan konsultan spesialis IFS untuk migrasi dan integrasi.

      IFS Cloud ERP: Menawarkan solusi yang sudah dikonfigurasikan spesifik untuk kebutuhan sektor F&B seperti pelacakan batch, tanggal kedaluwarsa, formula produksi, serta integrasi produksi dan distribusi..

      13. BatchMaster ERP

      batchmaster dashboard

      Seperti namanya, BatchMaster adalah spesialis dalam ERP untuk manufaktur berbasis batch atau resep. Software ini menawarkan modul yang sangat mendalam untuk pengembangan formula, R&D, kontrol kualitas, dan kepatuhan.

      BatchMaster dapat berfungsi sebagai aplikasi mandiri atau sebagai add-on untuk platform akuntansi populer seperti SAP Business One atau QuickBooks.

      Kelebihan Kekurangan
      • Sangat ahli dalam manajemen resep, formula, dan batch.
      • Dapat diintegrasikan dengan sistem akuntansi lain.
      • Harga yang kompetitif untuk UKM.
      • Antarmuka pengguna terlihat sedikit kuno.
      • Fungsionalitas di luar manufaktur tidak sekuat solusi ERP lengkap.
      • Skalabilitas untuk enterprise mungkin terbatas.

      BatchMaster ERP: Pilihan ideal untuk UKM produsen F&B yang menjadikan manajemen formula dan produksi batch sebagai jantung operasi mereka.

      14. Oracle Fusion Cloud ERP

      oracle-data-management-platform

      Oracle Fusion Cloud ERP adalah solusi enterprise tier-1 dari Oracle yang menggabungkan teknologi AI, machine learning, dan analitik canggih. Untuk perusahaan F&B multinasional, solusi ini menawarkan kemampuan tak tertandingi dalam manajemen rantai pasok global, perencanaan keuangan, dan optimalisasi produksi. 

      Kelebihan Kekurangan
      • Dilengkapi dengan AI dan analitik canggih.
      • Skalabilitas dan keandalan tingkat enterprise.
      • Cakupan modul yang sangat luas, dari keuangan hingga SDM.
      • Sangat mahal dan hanya untuk perusahaan besar.
      • Implementasi sangat kompleks dan memakan waktu.
      • Terlalu berlebihan untuk kebutuhan sebagian besar perusahaan F&B.

      Oracle Fusion Cloud ERP: Solusi ERP premium untuk korporasi F&B global yang membutuhkan teknologi terkini, analitik prediktif, dan skalabilitas tanpa batas.

      15. IFS Cloud

      ifs erp

      IFS Cloud dikenal karena kekuatannya dalam manajemen aset (EAM), manajemen layanan lapangan, dan ERP berbasis proyek. Untuk perusahaan F&B, terutama yang memiliki banyak aset produksi (mesin, pabrik) yang memerlukan pemeliharaan intensif, IFS menawarkan proposisi nilai yang unik.

      Kelebihan Kekurangan
      • Sangat kuat dalam manajemen aset dan pemeliharaan (EAM).
      • Platform tunggal yang mencakup ERP, EAM, dan FSM.
      • Antarmuka pengguna yang modern dan intuitif.
      • Kurang fokus pada fitur F&B transaksional seperti manajemen resep.
      • Bisa menjadi terlalu kompleks jika hanya membutuhkan fungsi ERP dasar.
      • Penetrasi pasar di industri F&B tidak sekuat kompetitor lain.

      IFS Cloud: Pilihan strategis untuk perusahaan F&B padat aset yang ingin mengintegrasikan manajemen produksi, pemeliharaan aset, dan operasional dalam satu platform tunggal.

      Kesimpulan

      Setelah me-review 15 sistem terbaik, jelas bahwa investasi pada sistem ERP makanan dan minuman yang tepat bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan strategis. Ini adalah fondasi untuk bertahan dan berkembang di pasar yang sangat kompetitif.

      Dari semua opsi yang ada, solusi yang menawarkan kustomisasi mendalam dan dukungan lokal yang kuat seperti sistem ERP makanan dan minuman HashMicro seringkali memberikan nilai terbaik bagi bisnis F&B. Sistem ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan unik setiap perusahaan agar lebih efisien dan kompetitif.

      Jadwalkan demo gratis HashMicro sekarang dan rasakan langsung bagaimana sistem ERP ini dapat menyederhanakan proses bisnis serta meningkatkan produktivitas Anda.

      HashFBTechnology

      Pertanyaan Seputar Sistem ERP Makanan dan Minuman

      • Apa perbedaan utama antara ERP manufaktur umum dan ERP khusus F&B? ERP F&B memiliki fitur spesifik seperti manajemen resep/formula, pelacakan tanggal kedaluwarsa (FEFO), kontrol kualitas per batch, dan keterlacakan (traceability) dari bahan baku hingga produk jadi, yang tidak tersedia secara mendalam di ERP umum.
      • Berapa perkiraan biaya implementasi sistem ERP untuk bisnis makanan dan minuman? Biaya sangat bervariasi tergantung pada skala bisnis, jumlah pengguna, tingkat kustomisasi, dan vendor. Untuk UKM, biaya bisa dimulai dari ratusan juta rupiah, sementara untuk enterprise bisa mencapai miliaran rupiah. Selalu minta perhitungan total biaya kepemilikan (TCO).
      • Apakah sistem ERP F&B dapat diintegrasikan dengan software lain seperti POS atau WMS? Ya, sistem ERP modern dirancang untuk dapat diintegrasikan. Integrasi dengan sistem Point of Sale (POS), Warehouse Management System (WMS), dan platform e-commerce sangat umum dan penting untuk menciptakan ekosistem data yang terpadu
      • Bagaimana sistem ERP membantu dalam manajemen sertifikasi Halal dan BPOM? Sistem ERP F&B membantu dengan menyediakan fitur pelacakan batch yang ketat, mencatat semua bahan baku yang digunakan, dan menghasilkan laporan keterlacakan yang diperlukan untuk audit. Ini menyederhanakan proses pembuktian dan dokumentasi untuk memenuhi standar Halal dan BPOM.
      Kinan Eliana

      Content Writer

      Kinan telah berpengalaman selama 3 tahun di bidang content writing untuk industri manufaktur, konstruksi, dan retail. Ia secara konsisten mengulas topik terkait proses operasional bisnis manufaktur, manajemen omnichannel, manajemen proyek, serta implementasi teknologi digital untuk proses bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya