CNBC Awards

Sistem Penggajian Karyawan: Pengertian dan Prosedur yang Harus Dipahami

Diterbitkan:

Sistem penggajian bukan sekadar membayar gaji di akhir bulan. Di baliknya ada proses menghitung komponen gaji dari absensi, tunjangan, hingga potongan, lalu memastikan semuanya sesuai kebijakan perusahaan dan tercatat rapi.

Sayangnya, banyak perusahaan masih tersendat di tahap yang terlihat sepele ini seperti pembayaran telat, data tidak sinkron, atau perhitungan yang meleset. Dampaknya bisa cepat terasa yaitu kepercayaan karyawan menurun, reputasi perusahaan ikut terpukul, dan biaya koreksi jadi membengkak.

Supaya prosesnya lebih terkendali, perusahaan perlu memahami komponen penting dalam penggajian sekaligus pendekatan modern yang membuat perhitungan lebih akurat, alur lebih cepat, dan hasilnya mudah diaudit.

Key Takeaways

  • Sistem penggajian adalah proses mengelola penghitungan dan pembayaran gaji karyawan dalam perusahaan.
  • Prosedur penggajian karyawan adalah serangkaian langkah yang memastikan pembayaran gaji dilakukan tepat waktu.
  • Sistem penggajian membutuhkan data konstan seperti gaji pokok dan tunjangan tetap, serta data variabel seperti kehadiran, lembur, bonus, dan potongan tidak tetap.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa itu Sistem Penggajian?

      Sistem penggajian adalah proses perusahaan dalam menghitung dan membayar gaji karyawan sesuai regulasi. Sistem ini bekerja dengan mencatat data, menghitung komponen gaji, dan mengotomatiskan pembayaran.

      Dalam perkembangannya, sistem gaji berjalan dengan dukungan payroll management ataupun payroll outsourcing. Ini bermanfaat untuk perusahaan dalam hal menjaga transparansi perhitungan gaji, kepatuhan pajak, dan kemudahan audit.

      Data yang Dibutuhkan Sistem Penggajian Karyawan

      Dalam sistem penggajian karyawan, terdapat dua jenis data utama yang digunakan, yaitu:

      1. Data konstan

      Data konstan adalah data yang bersifat tetap dan tidak berubah dalam setiap periode penggajian, kecuali ada pembaruan kebijakan perusahaan atau perubahan status karyawan. Contoh data konstan dalam sistem penggajian meliputi:

      • Gaji pokok
      • Tunjangan tetap (misalnya tunjangan jabatan atau keluarga)
      • Nomor rekening bank karyawan
      • Tarif pajak dan potongan tetap (PPh 21, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan)

      2. Data variabel

      Data variabel adalah data yang dapat berubah setiap periode penggajian tergantung pada kondisi atau aktivitas karyawan. Contoh data variabel dalam sistem penggajian meliputi:

      • Kehadiran karyawan (jumlah hari kerja, cuti, dan ketidakhadiran)
      • Lembur dan insentif tambahan
      • Bonus atau komisi yang diberikan berdasarkan kinerja
      • Potongan yang bersifat tidak tetap (misalnya cicilan pinjaman karyawan)

      Prosedur Penggajian Karyawan

      sistem penggajian karyawan

      Prosedur penggajian karyawan dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu pra-penggajian, penggajian aktual, dan pasca-penggajian. Berikut adalah penjelasannya:

      1. Pra-penggajian

      Tahap ini mencakup penetapan kebijakan gaji, tunjangan, dan pemotongan sesuai aturan perusahaan. Data seperti kehadiran, lembur, dan revisi gaji dikumpulkan dari berbagai departemen untuk memastikan akurasi.  

      Setelah data terkumpul, dilakukan validasi untuk memverifikasi keabsahannya. Langkah ini memastikan hanya karyawan aktif yang masuk daftar penggajian.  

      2. Penggajian aktual

      Pada tahap ini, data divalidasi dan dimasukkan ke dalam sistem untuk menghitung gaji kotor. Komponen seperti pajak, BPJS, dan potongan lain diperhitungkan untuk mendapatkan gaji bersih yang akan diterima karyawan.  

      Setelah semua data akurat, siklus penggajian atau pembayaran gaji terjadi melalui transfer bank atau metode lain sesuai kebijakan perusahaan. 

      3. Pasca-penggajian

      Tahap akhir melibatkan pembuatan laporan penggajian untuk keperluan internal, pajak, dan kepatuhan hukum. Laporan ini memberikan transparansi dan memudahkan audit perusahaan di kemudian hari.

      Semua catatan penggajian disimpan secara rapi sebagai arsip resmi. Penyimpanan yang baik memastikan perusahaan memiliki data lengkap untuk evaluasi, pelacakan, atau kebutuhan hukum di masa mendatang.  

      4. Pelaporan

      Tahap pelaporan penggajian merupakan bagian akhir dari prosedur payroll yang sangat penting bagi perusahaan. Setelah semua proses perhitungan gaji, potongan, dan tunjangan selesai, bagian keuangan atau HR perlu membuat laporan resmi yang merangkum seluruh aktivitas penggajian dalam periode tertentu.

      Laporan ini berfungsi sebagai bukti administrasi, alat analisis keuangan, dan dokumen audit yang harus tersimpan dengan rapi dan akurat. Tahapan-tahapan ini dapat diintegrasikan dalam satu platform yaitu software payroll dengan laporan gaji real-time.

      Metode Penggajian Karyawan

      metode penggajian karyawan

      Memilih metode penggajian yang tepat penting untuk memastikan proses penggajian berjalan efisien. Berikut adalah tiga metode penggajian karyawan yang sering perusahaan gunakan di Indonesia:

      1. Metode penggajian berbasis Excel

      Metode ini menggunakan software Excel untuk menghitung gaji karyawan. Data seperti jam kerja, tunjangan, dan potongan dimasukkan secara manual, lalu dihitung menggunakan formula, cocok untuk perusahaan kecil dengan jumlah karyawan terbatas.  

      Namun, metode ini rentan terhadap kesalahan manual seperti input data yang salah. Selain itu, seiring pertumbuhan jumlah karyawan, sistem ini menjadi kurang efisien karena membutuhkan waktu lebih lama dan lebih banyak tenaga kerja untuk pengolahan data.  

      2. Metode gaji outsourcing

      Dalam metode ini, perusahaan menyerahkan proses penggajian kepada pihak ketiga yang mengelola data, perhitungan, hingga pembayaran gaji. Metode ini menghemat waktu dan sumber daya internal perusahaan.  

      Meskipun efisien, payroll outsourcing dapat menimbulkan risiko seperti kurangnya kontrol atas data karyawan. Selain itu, perusahaan perlu memastikan transparansi dan keandalan mitra outsourcing agar tidak terjadi kesalahan dalam penggajian.  

      3. Metode otomatis dengan aplikasi penggajian karyawan

      Aplikasi penggajian mengotomatisasi proses perhitungan gaji, pajak, dan tunjangan, serta pembuatan slip gaji. Solusi ini sangat cocok untuk perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses penggajian karyawan.  

      Keunggulannya meliputi integrasi mudah dengan sistem HRIS dan akurasi tinggi dalam perhitungan. Untuk standarisasi data SDM lintas modul, padukan proses payroll dengan software hris agar absensi, cuti, lembur, dan komponen pajak tersinkron otomatis.

      Klik banner di bawah ini untuk melihat skema harganya.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Regulasi dan Kepatuhan Penggajian di Indonesia

      Penggajian yang rapi bukan cuma soal akurasi hitung, tetapi juga soal kepatuhan. Karena itu, perusahaan perlu memastikan komponen upah, THR, pajak, dan keamanan data sudah mengikuti aturan yang berlaku supaya risiko komplain, koreksi berulang, atau audit yang bisa ditekan.

      Checklist kepatuhan payroll yang paling sering relevan di perusahaan:

      1. Komponen upah dan struktur gaji

      Pastikan struktur upah di perusahaan jelas (mis. upah tanpa tunjangan / upah pokok + tunjangan tetap / termasuk tunjangan tidak tetap). Jika menggunakan skema upah pokok + tunjangan tetap, porsi upah pokok minimal 75% dari total.

      2. THR keagamaan

      THR wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Ini penting dimasukkan ke timeline payroll tahunan, termasuk cut-off data dan alur approval.

      3. PPh 21 (Tarif Efektif Rata-rata/TER)

      Sejak 1 Januari 2024, pemotongan PPh 21 menggunakan pendekatan tarif efektif sesuai ketentuan terbaru. Artinya, perusahaan perlu memastikan mapping komponen penghasilan, pengaturan kategori TER, dan pembaruan SOP payroll pajak sudah tepat.

      4. Keamanan data payroll (UU PDP)

      Data payroll termasuk data yang sensitif secara praktik (penghasilan, identitas, rekening). Karena itu, pengendali data wajib memastikan keamanan data pribadi yang diproses melalui langkah teknis dan organisatoris misalnya kontrol akses, audit log, dan kebijakan retensi data.

      Skala Sistem Penggajian di Indonesia

      Sistem penggajian di Indonesia umumnya terbagi menjadi tiga skala, yaitu skala tunggal, skala ganda, dan skala gabungan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

      1. Skala tunggal

      Skala tunggal menetapkan gaji berdasarkan golongan dan masa kerja tanpa memperhitungkan tanggung jawab atau beban kerja. Semua karyawan dengan golongan dan masa kerja yang sama menerima gaji setara.

      Namun, skala ini kurang fleksibel dalam mengakomodasi perbedaan tanggung jawab dan kontribusi individu. Akibatnya, karyawan dengan beban kerja lebih besar sering merasa kurang dihargai, yang dapat memengaruhi motivasi dan produktivitas.

      2. Skala ganda

      Skala ganda mempertimbangkan faktor tambahan seperti tanggung jawab, beban kerja, dan prestasi karyawan. Selain golongan dan masa kerja, perusahaan menetapkan gaji berdasarkan tingkat kesulitan pekerjaan dan kontribusi individu. 

      Metode ini membutuhkan evaluasi karyawan yang mendalam untuk menentukan besaran gaji. Walaupun lebih kompleks, skala ini meningkatkan kepuasan karyawan karena memberikan penghargaan yang sesuai dengan kinerja dan tanggung jawab mereka.  

      3. Skala gabungan

      Skala gabungan adalah kombinasi dari elemen skala tunggal dan ganda untuk menciptakan keseimbangan. Gaji pokok ditentukan berdasarkan golongan dan masa kerja, sementara tunjangan tambahan diberikan sesuai tanggung jawab, prestasi, atau kinerja karyawan.  

      Skala ini cocok untuk perusahaan yang ingin mengadopsi pendekatan fleksibel namun tetap terstruktur.

      Payroll Risk Map Risiko Penggajian yang Paling Sering Terjadi

      Kesalahan payroll umumnya tidak muncul sebagai satu masalah besar sejak awal, tetapi berawal dari detail yang terlewat misalnya data yang tidak konsisten, aturan yang tidak terdokumentasi, atau alur persetujuan yang tidak jelas. Jika dibiarkan, dampaknya dapat meluas menjadi koreksi berulang, keluhan karyawan, hingga risiko kepatuhan.

      Untuk membantu perusahaan mengidentifikasi titik rawan sejak dini, berikut Payroll Risk Map yang merangkum risiko penggajian paling umum beserta dampak, penyebab, dan langkah mitigasi yang dapat diterapkan.

      Potensi masalah dan solusi pencegahannya

      Mengapa Perusahaan Perlu Menggunakan Sistem Penggajian?

      Kesalahan kecil dalam perhitungan gaji dapat berdampak besar pada kepercayaan karyawan, kepatuhan hukum, dan stabilitas keuangan perusahaan. Oleh karena itu, penggunaan sistem penggajian otomatis dan memahami tips memilih aplikasi gaji karyawan menjadi solusi penting bagi perusahaan untuk mengelola gaji dengan cepat, akurat, dan sesuai regulasi.

      Berikut alasan mengapa setiap perusahaan perlu mengadopsi sistem ini:

      1. Meningkatkan efisiensi waktu dan produktivitas HRD

      Dengan software penggajian, seluruh proses dari input data hingga slip gaji bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit. Efisiensi ini memungkinkan tim HR fokus pada tugas strategis seperti pengembangan SDM dan peningkatan budaya kerja.

      2. Transparansi dan kepuasan karyawan

      Dengan fitur seperti employee self-service, karyawan dapat mengakses slip gaji, riwayat potongan, dan tunjangan secara mandiri. Transparansi ini meningkatkan kepercayaan terhadap perusahaan dan mengurangi pertanyaan atau komplain terkait gaji.

      3. Kepatuhan terhadap regulasi dan pajak

      Sistem penggajian modern dirancang mengikuti aturan ketenagakerjaan dan perpajakan di Indonesia, termasuk potongan BPJS, PPh 21, dan tunjangan wajib lainnya. Hal ini membantu perusahaan mematuhi hukum tanpa risiko denda atau kesalahan pelaporan pajak.

      4. Pelaporan keuangan lebih akurat

      Sistem penggajian karyawan menyediakan laporan otomatis seperti total gaji bulanan, pajak, dan biaya tunjangan. Data ini membantu manajemen dalam membuat keputusan keuangan yang lebih cepat dan akurat, serta mempermudah proses audit internal maupun eksternal.

      Kesimpulan

      Sistem penggajian yang tertata membantu perusahaan menghitung gaji dan pajak secara lebih akurat, menjaga konsistensi administrasi, serta mengurangi risiko koreksi berulang yang bisa mengganggu operasional.

      Agar prosesnya lebih rapi, perusahaan juga perlu memastikan data absensi, komponen tunjangan, potongan, dan histori perubahan tersimpan dalam satu sistem yang mudah ditelusuri bukan tersebar di banyak file atau dikerjakan manual.

      Jika Anda ingin menilai pendekatan yang paling sesuai untuk kondisi payroll di perusahaan, Anda bisa mulai dengan konsultasi gratis untuk memetakan kebutuhan, risiko, dan prioritas perbaikannya.

      Pertanyaan Seputar Sistem Penggajian

      • Apa itu manajemen penggajian?

        Manajemen penggajian adalah proses administrasi untuk menghitung, mengelola, dan mendistribusikan gaji karyawan. Sistem ini memastikan akurasi pembayaran dengan memperhitungkan absensi, lembur, pajak, dan tunjangan sesuai peraturan perusahaan dan hukum yang berlaku.

      • Apa itu sistem penggajian hari kerja?

        Sistem penggajian hari kerja menghitung gaji berdasarkan jumlah hari kerja aktual karyawan. Sistem ini cocok untuk karyawan kontrak atau harian, di mana pembayaran disesuaikan dengan kehadiran dan jam kerja mereka selama periode tertentu.

      • Metode payroll apa saja?

        Metode Netto, Metode Gross, Metode Gross Up.

      • Apa alur kerja penggajian?

        Proses penggajian dimulai dengan menyusun daftar karyawan yang berhak menerima gaji dan berakhir dengan pencatatan pengeluaran. Dalam proses ini, perhitungan gaji dilakukan berdasarkan siklus penggajian tertentu, setelah menyesuaikan berbagai potongan seperti kontribusi dana pensiun, TDS, dan kupon makan.

      • Sistem penggajian ada 3 apa saja?

        Sistem penggajian terdiri dari tiga jenis. Skala tunggal menetapkan gaji berdasarkan pangkat atau jabatan. Skala ganda mempertimbangkan faktor lain seperti masa kerja. Skala campuran menggabungkan keduanya untuk sistem yang lebih fleksibel.

      Reno Wicaksana

      Senior Content Writer on HRIS

      Reno adalah HRM Specialist dan senior content writer dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri teknologi dan manajemen sumber daya manusia. Secara konsisten mengangkat topik artikel seputar performance management, rekrutmen dan pengembangan SDM, manajemen talenta, dan sistem HRIS untuk pengelolaan karyawan.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya