CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Make to Stock (MTS): Pengertian Serta Manfaatnya Bagi Kelangsungan Bisnis Manufaktur Anda

Diterbitkan:

Dalam dunia manufaktur, Make to Stock (MTS) adalah metode produksi yang berfokus pada pembuatan barang berdasarkan proyeksi permintaan pasar, bukan pesanan yang sudah masuk. Pendekatan ini membantu perusahaan menjaga ketersediaan stok agar produk selalu siap dijual, sehingga proses pemenuhan kebutuhan pelanggan tetap cepat dan efisien.f

Metode ini semakin relevan bagi bisnis modern yang menghadapi dinamika perubahan permintaan yang di mana menuntut bisnis untuk memenuhi target permintaan yang tinggi serta cepat. Dengan memanfaatkan data historis, pola penjualan, serta analisis permintaan yang lebih akurat, perusahaan dapat merencanakan kapasitas produksi secara lebih optimal sekaligus menekan risiko kelebihan maupun kekurangan persediaan.

Pada artikel ini, Anda akan dapat memahami secara detail pengertian Make to Stock, manfaatnya bagi bisnis, serta perbedaannya dengan Make to Order (MTO).

Key Takeaways

  • Metode Make to Stock cocok untuk bisnis yang ingin menjaga ketersediaan produk dan mempercepat pemenuhan pesanan, terutama saat permintaan pasar cenderung stabil atau dapat diprediksi.
  • Keberhasilan metode MTS sangat bergantung pada akurasi prediksi permintaan, karena prediksi yang meleset dapat memicu overstock, stockout, dan pembengkakan biaya inventaris.
  • Tantangan terbesar dalam metode Make to Stock terletak pada akurasi peramalan, karena prediksi yang meleset dapat memicu overstock, stockout, dan pembengkakan biaya simpan.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa itu Make to Stock?

      Make to Stock (MTS) adalah metode produksi mengubah bahan baku menjadi produk jadi berdasarkan perkiraan permintaan pasar. Perusahaan menjalankan metode ini dengan mengandalkan data penjualan sebelumnya, tren permintaan, dan perencanaan stok untuk memastikan ketersediaan produk tetap lancar dalam menghadapi gelombang permintaan pasar di periode terbaru.

      Pendekatan seperti ini membantu manajemen produksi bisnis Anda menyiapkan persediaan sebelum pesanan masuk, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan barang dan proses distribusi stok berjalan lebih lancar. Karena itu, MTS sering digunakan oleh perusahaan yang menjual produk dengan permintaan stabil dan membutuhkan ketersediaan barang secara konsisten.

      Pada praktiknya, perusahaan perlu melakukan peramalan permintaan secara akurat sebelum memulai produksi. Dengan analisis angka permintaan dan perencanaan produksi yang efektif, bisnis dapat menjaga keseimbangan stok, mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan persediaan, serta meningkatkan efisiensi operasional di tengah dinamika pasar yang semakin cepat.

      Contoh Kasus Penerapan Make to Stock di Industri Manufaktur

      Contoh penerapan Make to Stock MTS

      Jenis bisnis yang bergerak di berbagai bidang tentu penerapan Make to Stock nya juga sedikit berbeda karena menyesuaikan kebutuhan tiap jenis usaha. Berikut beberapa contoh penerapan metode MTS di industri manufaktur:

      1. Pabrik otomotif

      Dalam industri atau pabrik otomotif, penerapan Make to Stock berfokus pada produksi model kendaraan dengan permintaan stabil berdasarkan data proyeksi penjualan, pola distribusi, dan pergerakan pasar. Strategi ini membantu produsen menjaga ketersediaan unit di pabrik maupun dealer, sehingga pelanggan bisa memperoleh kendaraan lebih cepat tanpa menunggu proses produksi dari awal.

      2. Pabrik makanan dan minuman

      Di pabrik makanan dan minuman, metode Make to Stock sering digunakan untuk menyiapkan stok sebelum periode permintaan tinggi, seperti musim liburan, promo besar, atau lonjakan distribusi ritel. Perusahaan memanfaatkan data penjualan, pola musiman, dan perencanaan inventaris yang maksimal agar konsumen tetap bisa mendapatkan kuliner yang mereka inginkan meskipun antrian panjang.

      3. Pabrik elektronik

      Perusahaan elektronik menerapkan Make to Stock untuk menyiapkan produk sebelum peluncuran, promosi besar, atau lonjakan permintaan pasar. Cara ini membantu produsen menjaga ketersediaan barang elektronik yang memang banyak dibutuhkan pelanggan dan memenuhi ekspektasi pelanggan terhadap kecepatan dalam pengiriman.

      4. Pabrik tekstil

      Pada proses produksi di pabrik tekstil, Make to Stock umum diterapkan untuk memproduksi kain, benang, dan pakaian dasar yang memiliki permintaan relatif konsisten. Produsen biasanya menyusun stok berdasarkan pola penjualan, kebutuhan pasar, dan perencanaan suplai agar distribusi ke vendor maupun pengecer tetap lancar karena kebutuhan pakaian di masyarakat sangat tinggi.

      Cara Kerja Make to Stock (MTS)

      Cara kerja Make to Stock dimulai dari analisis data penjualan historis, pola permintaan, musim penjualan, hingga perubahan pasar yang bergerak lebih cepat. Dalam praktiknya, pendekatan ini membantu bisnis menentukan jumlah stok ideal sebelum pesanan masuk, sehingga ketersediaan barang tetap terjaga tanpa membuat gudang terlalu penuh.

      Setelah proyeksi permintaan ditetapkan, tim produksi mulai menjalankan proses pembuatan barang sesuai kapasitas, jadwal produksi, dan target persediaan yang sudah direncanakan.

      Produk yang selesai diproduksi kemudian disimpan sebagai stok siap jual agar perusahaan dapat merespons kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, menjaga kelancaran distribusi, dan meningkatkan efisiensi operasional di tengah rantai pasok yang menuntut kecepatan tinggi.

      Namun, akurasi prediksi tetap menjadi kunci utama dalam sistem MTS. Prediksi yang kurang tepat dapat memicu kelebihan stok, kekurangan stok, atau biaya penyimpanan gudang yang lebih besar. Karena itu, perusahaan perlu rutin memperbarui data permintaan, memantau tren pasar, dan menyesuaikan rencana produksi secara berkala agar proses produksi tetap efisien, stok tetap seimbang, dan layanan kepada pelanggan tetap optimal.

      Keunggulan Metode Make to Stock (MTS)

      Banyak keunggulan yang bisa didapat oleh bisnis Anda jika Anda menerapkan pendekatan Make to Stock bagi kelangsungan produksi. Di bawah ini, mari kita kupas mengenai keunggulan apa saja yang bisa didapat dari metode MTS:

      1. Menjaga ketersediaan stok lebih stabil

      Metode Make to Stock membantu perusahaan menyiapkan produk sebelum pesanan masuk. Dengan pendekatan ini, bisnis dapat menjaga ketersediaan barang serta menekan risiko overstock dan stockout ketika permintaan pasar berubah.

      2. Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya

      Melalui metode MTS, perusahaan dapat merencanakan penggunaan bahan baku, tenaga kerja, kapasitas mesin, dan ruang gudang dengan lebih terarah. Dengan produksi yang lebih terkontrol, proses produksi dapat berjalan lebih efisien tanpa menimbulkan beban persediaan yang berlebihan, terutama jika perusahaan memakai software perencanaan produksi yang terintegrasi.

      3. Mempermudah penjadwalan produksi

      Dengan dukungan data historis, analisis permintaan, dan pemantauan stok secara real-time, perusahaan dapat menyusun jadwal produksi lebih rapi. Langkah ini dapat membantu tim produksi menyesuaikan kapasitas kerja serta menjaga alur operasional tetap lancar.

      4. Mempercepat respons terhadap permintaan pasar

      Jika stok produk sudah tersedia, perusahaan dapat merespons kebutuhan pelanggan dalam waktu yang lebih singkat serta mencegah kekecewaan pelanggan, yang dapat mengurangi potensi kehilangan penjualan serta meningkatkan daya saing pada pasar yang bergerak cepat.

      Tantangan dalam Implementasi MTS

      Infografis tantangan Make to Stock MTS

      Implementasi MTS bukan berarti tidak memiliki risiko karena menerapkan MTS berarti sama saja dengan mengimplementasikan nilai dan budaya kerja yang baru bagi perusahaan.

      Lebih jauh lagi, karena sifatnya yang berupa prediksi, penerapan MTS sangat bergantung pada kondisi riil suatu perusahaan. Berikut kami jabarkan pada Anda tantangan yang biasanya ditemui dalam proses penerapan MTS:

      1. Akurasi peramalan masih menjadi tantangan utama

      Metode Make to Stock sangat bergantung pada prediksi permintaan. Jika proyeksi meleset, perusahaan bisa saja menghadapi overstock yang menaikkan biaya simpan atau stockout yang menghambat penjualan.

      Karena itu, perusahaan tidak cukup jika hanya mengandalkan data historis, tetapi juga perlu menggabungkan analisis permintaan yang lebih dinamis agar keputusan produksi lebih presisi.

      2. Perubahan permintaan pasar berlangsung lebih cepat

      Selanjutnya, tantangan perubahan preferensi pelanggan dan kondisi pasar yang semakin tidak terduga pergerakannya membuat perusahaan perlu lebih fleksibel dalam menyesuaikan volume produksi, komposisi stok, dan prioritas distribusi.

      Jika tidak, stok yang sudah diproduksi bisa kurang sesuai dengan kebutuhan pasar yang aktual.

      3. Biaya inventaris bisa menjadi lebih besar

      Karena MTS mengandalkan ketersediaan produk jadi, perusahaan harus menyiapkan ruang penyimpanan, biaya gudang, serta pengelolaan stok yang lebih ketat. Tantangan ini penting untuk diperhatikan ketika biaya input meningkat dan perusahaan dituntut menjaga efisiensi operasional tanpa mengorbankan kesiapan pasokan.

      4. Integrasi data dan pemantauan stok harus lebih kuat

      Agar implementasi MTS tetap efektif, perusahaan Anda harus selalu memperbarui data permintaan secara berkala, memantau tren pasar, dan menyelaraskan perencanaan produksi dengan kondisi inventaris yang ada.

      Di sinilah software manufaktur terintegrasi berperan penting, karena perusahaan dapat menghubungkan data penjualan, produksi, dan stok dalam satu alur kerja yang lebih terkontrol.

      Perbandingan MTS dengan MTO

      Metode Make to Stock (MTS) dan Make to Order (MTO) merupakan penerapan produksi yang berbeda. Pada MTS, perusahaan memproduksi barang berdasarkan proyeksi permintaan agar stok siap dijual untuk selalu memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cepat.

      Strategi ini cocok jika bisnis Anda sangat menekankan ketersediaan produk, kecepatan distribusi, dan efisiensi produksi. Tetapi, metode ini tetap memiliki risiko overstock atau stockout jika prediksi permintaan tidak akurat.

      Sebaliknya, MTO menjalankan produksi setelah pesanan pelanggan diterima. Metode ini memberi perusahaan fleksibilitas yang lebih tinggi untuk menyesuaikan spesifikasi produk dengan kebutuhan pelanggan, sehingga cocok untuk bisnis yang mengutamakan kustomisasi dan presisi pesanan.

      Namun, kekurangannya yaitu waktu tunggu lebih lama karena produk baru dikerjakan setelah orderan masuk. Berikut merupakan tabel komparasi antara MTS dengan MTO yang dapat Anda pahami untuk menentukan strategi mana yang paling sesuai untuk bisnis Anda:

      Aspek Make to Stock (MTS) Make to Order (MTO)
      Waktu produksi Produksi dilakukan sebelum pesanan datang berdasarkan perkiraan permintaan Produksi dimulai setelah pesanan diterima dari pelanggan
      Ketersediaan produk Produk siap dikirim karena sudah tersedia di stok Produk belum tersedia dan memerlukan waktu produksi tambahan
      Fleksibilitas Kurang fleksibel terhadap permintaan khusus atau perubahan spesifikasi Sangat fleksibel karena produk dibuat sesuai kebutuhan pelanggan
      Biaya produksi Lebih rendah karena produksi massal dan efisiensi skala Lebih tinggi karena melibatkan proses kustomisasi dan setup produksi baru
      Risiko Risiko kelebihan atau ketidaksesuaian stok jika permintaan berubah drastis Risiko keterlambatan pengiriman dan biaya tinggi bila pesanan meningkat tajam
      Kepuasan pelanggan Tinggi untuk produk standar dengan pengiriman cepat Tinggi untuk produk kustom yang sesuai kebutuhan individu
      Kesesuaian bisnis Cocok untuk produk dengan permintaan stabil dan volume tinggi Cocok untuk produk dengan variasi tinggi dan permintaan yang tidak menentu

      Kesimpulan

      Metode Make to Stock (MTS) mengacu pada proses produksi barang berdasarkan prediksi permintaan pasar agar perusahaan dapat menjaga ketersediaan stok dan mengurangi lead time produksi.

      Pendekatan ini menjadi semakin relevan di saat perubahan permintaan berlangsung lebih cepat dan perusahaan dituntut menjaga keseimbangan antara kapasitas produksi, persediaan, dan efisiensi operasional.

      Agar strategi MTS berjalan efektif, dukungan seperti penggunaan sistem manufaktur  yang tepat guna akan berguna dalam membantu perencanaan produksi dengan lebih akurat berdasarkan data permintaan yang selalu update. Selain itu, sistem seperti ini juga memudahkan pengelolaan inventaris, penggunaan bahan baku, alokasi sumber daya, dan pemantauan proses produksi secara lebih terintegrasi.

      FAQ Seputar Make to Stock

      • Apa yang dimaksud dengan Make to Stock?

        Make to Stock (MTS) adalah metode produksi yang di mana barang dibuat berdasarkan perkiraan permintaan pasar sebelum pesanan pelanggan masuk. Dengan cara ini, perusahaan dapat menyiapkan stok lebih awal untuk menjaga pemenuhan kebutuhan pelanggan serta mencegah risiko overstock atau understock.

      • Apa perbedaan antara MTS dan MTO?

        Perbedaan utama antara Make to Stock (MTS) dan Make to Order (MTO) terletak pada ritme produksinya. MTS memproduksi barang lebih dulu berdasarkan prediksi permintaan agar stok siap dijual, sedangkan MTO baru memulai produksi setelah ada order dari pelanggan. Karena itu, MTS lebih unggul dalam kecepatan pemenuhan, sementara MTO lebih cocok untuk produk yang membutuhkan kustomisasi.

      • Kapan metode Make to Stock lebih tepat digunakan oleh perusahaan?

        Metode Make to Stock lebih tepat digunakan jika perusahaan menjual produk yang angka permintaannya relatif stabil atau perputaran stok tinggi. Pendekatan ini cocok untuk bisnis yang perlu menjaga ketersediaan stok agar tidak kehilangan peluang penjualan akibat barang kosong.

      • Apakah perusahaan harus memilih antara Make to Stock dan Make to Order?

        Tidak selalu. Banyak perusahaan menerapkan keduanya secara bersamaan tergantung jenis produk, pola permintaan, dan kebutuhan pelanggan. Produk standar biasanya lebih cocok menggunakan MTS, sedangkan barang yang lebih khusus lebih efektif diproduksi menggunakan metode MTO.

      Kinan Eliana

      Content Writer

      Kinan telah berpengalaman selama 3 tahun di bidang content writing untuk industri manufaktur, konstruksi, dan retail. Ia secara konsisten mengulas topik terkait proses operasional bisnis manufaktur, manajemen omnichannel, manajemen proyek, serta implementasi teknologi digital untuk proses bisnis.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya