Pergerakan stok yang rapi membantu bisnis menjaga operasional tetap stabil, dan laporan persediaan barang berperan penting untuk melihat posisi stok secara lebih jelas. Dari sini, perusahaan bisa memantau keluar-masuk barang dan menyiapkan keputusan pembelian dengan lebih terukur.
Ketelitian pencatatan juga berdampak langsung pada hasil bisnis. Riset ECR Retail Loss menunjukkan sekitar 60% catatan SKU yang dianalisis tidak akurat, dan perbaikan akurasi persediaan dapat mendorong kenaikan penjualan sekitar 4%–8%.
Karena itu, laporan persediaan barang tidak cukup diperlakukan sebagai dokumen administratif. Saat disusun rutin dan akurat, laporan ini membantu perusahaan membaca kondisi stok lebih cepat dan mengurangi selisih pencatatan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa itu Laporan Persediaan Barang?
Laporan persediaan barang adalah dokumen penting yang digunakan untuk mencatat jumlah barang yang ada di warehouse pada waktu tertentu, mencakup semua jenis barang yang dimiliki, termasuk barang jadi, bahan baku, dan barang dalam proses produksi.
Laporan inventaris berfungsi sebagai alat untuk mengontrol barang yang tersedia, memantau tingkat persediaan yang tepat, dan mengidentifikasi masalah persediaan yang dapat mempengaruhi operasi bisnis. Dalam laporan persediaan barang, umumnya mencakup informasi mengenai jumlah barang yang ada, harga per barang, dan nilai total persediaan.
Dengan memiliki laporan persediaan barang yang akurat, warehouse dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam mengelola persediaan mereka dan memastikan kelangsungan operasi bisnis yang lebih efektif dan efisien. Oleh sebab itu, butuh adanya ketelitian dan keterampilan manajemen untuk menyusun laporan ini.
Pentingnya Laporan Persediaan Barang untuk Warehouse
Laporan persediaan barang memiliki peran yang sangat penting bagi bisnis. Laporan ini dapat membantu warehouse dalam mengendalikan persediaan mereka dengan memantau tingkat persediaan, mengidentifikasi masalah persediaan, dan memastikan bahwa stok barang selalu tersedia saat dibutuhkan. Selain itu, laporan persediaan barang juga dapat membantu gudang dalam mengambil keputusan yang lebih baik.
Dengan informasi mengenai persediaan barang yang akurat dari laporan inventaris, bisnis dapat memperkirakan biaya pembelian barang, biaya penyimpanan, dan biaya lainnya yang terkait dengan pengelolaan persediaan.
Dalam menjalankan fungsi-fungsi tersebut, Anda dapat memanfaatkan Software Inventory untuk membuat laporan persediaan barang dengan lebih mudah dan akurat.
Jenis Laporan Persediaan Barang Berdasarkan Jangka Waktunya
Untuk dapat mengelola metode persediaan barang dagang dengan baik, warehouse harus selalu memiliki data terkait persediaan yang ada. Dengan begitu, pembuatan laporan mengenai inventaris pun harus Anda lakukan secara berkala.
Berdasarkan jangka waktunya, terdapat dua jenis utama laporan persediaan barang, dengan penjelasan sebagai berikut:
Laporan mingguan dan bulanan
Seperti namanya, Anda harus menyusun laporan ini secara berkala setiap minggu dan bulannya. Pada laporan ini, terdapat informasi mengenai jumlah barang yang tersedia, barang masuk, barang keluar, dan pergerakan persediaan selama periode waktu tersebut.
Laporan ini sangat berguna bagi warehouse dalam memantau persediaan barang mereka dan membuat keputusan yang tepat dalam mengelola persediaan.
Laporan persediaan barang setelah penjualan di musim tertentu
Setelah musim tertentu, seperti Ramadhan atau Natal dan tahun baru, warehouse harus membuat laporan yang berisi informasi tentang persediaan barang yang tersisa. Adanya laporan ini membantu warehouse dalam merencanakan persediaan untuk periode selanjutnya.
Laporan jenis ini sangat penting bagi bisnis dengan produk musiman atau produk dengan permintaan yang tinggi selama periode waktu tertentu.
Anda juga bisa membaca artikel lain terkait aplikasi stok barang toko yang membahas berbagai pilihan software manajemen inventaris yang dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan stok di toko Anda.
Ingin menyusun laporan stok gudang lebih mudah dan akurat? Unduh dokumen panduan lengkapnya sekarang untuk membantu Anda mengelola persediaan secara efektif.
Download Contoh Laporan Stok Barang
Alur Pergerakan Data dalam Laporan Persediaan Barang
Laporan persediaan yang akurat tidak terbentuk dari satu catatan saja, tetapi dari rangkaian data yang saling terhubung sejak barang masuk hingga keluar. Setiap transaksi perlu dicatat dengan rapi agar jumlah stok, pergerakan barang, dan kondisi persediaan dapat terlihat lebih jelas.
5 Langkah Menyusun Laporan Persediaan Barang
Menyusun laporan inventaris merupakan tugas yang penting dan membutuhkan keterampilan manajemen yang baik. Selain itu, penyusunan laporan ini juga harus Anda lakukan secara bertahap dengan tingkat ketelitian tinggi.
Beberapa langkah yang dapat Anda Lakukan untuk menyusun laporan persediaan barang dengan baik dan akurat, di antaranya adalah:
1. Menyiapkan data transaksi barang
Sebelum menyusun laporan inventaris, Anda harus mempersiapkan data transaksi barang terlebih dahulu. Data transaksi barang ini mencakup, nota pembelian, nota penjualan, dan nota retur. Data inilah yang nantinya akan digunakan untuk menghitung persediaan barang yang tersedia di warehouse.
2. Membuat forecast
Forecast adalah perkiraan jumlah persediaan barang yang dibutuhkan untuk periode berikutnya. Dengan forecast, staff gudang dapat mengantisipasi kelebihan atau kekurangan stok. Proses ini juga dapat lebih mudah dilakukan dan terintegrasi melalui software inventory management.
3. Melakukan pengecekan sebelum menyimpan barang
Sebelum menyimpan barang di gudang, Anda perlu melakukan pengecekan terhadap kualitasnya. Barang yang rusak atau cacat harus disortir dan tidak boleh disimpan di warehouse. Dalam menyusun laporan inventaris, Anda harus mencatat secara detail semua barang yang tidak memenuhi standar.
4. Memberi kode pada setiap barang
Anda perlu memberikan kode atau nomor seri untuk setiap barang yang masuk ke dalam gudang, sehingga dapat memudahkan warehouse dalam mengidentifikasi dan melacak pergerakan barang masuk dan keluar. Dengan pemberian kode ini pun, gudang dapat meminimalisir terjadinya kehilangan barang yang dapat merugikan warehouse.
5. Memisahkan stok barang lama dengan yang baru
Selanjutnya, Anda juga perlu untuk memisahkan stok barang lama dengan yang baru. Hal ini untuk mempermudah penghitungan persediaan barang. Barang lama dan baru dapat memiliki nilai yang berbeda, sehingga Anda perlu memisahkannya agar pengelolaan persediaan bisa berjalan dengan lebih baik.
Untuk mempermudah pemahaman, berikut rangkuman lima langkah penyusunan laporan persediaan barang dalam bentuk tabel sistematis:
| Langkah | Cara |
| Menyiapkan Data Transaksi Barang | Mengumpulkan seluruh dokumen transaksi (pembelian, penjualan, retur) sebagai dasar perhitungan stok yang akurat. |
| Membuat Forecast | Analisis arus keluar masuk barang membantu memperkirakan kebutuhan stok berikutnya, mencegah kekurangan atau kelebihan persediaan, dan mendukung perencanaan pengadaan. |
| Melakukan Pengecekan Sebelum Penyimpanan | Memastikan kualitas barang sebelum masuk gudang; barang cacat atau rusak dicatat dan dipisahkan agar tidak memengaruhi stok layak jual. |
| Memberi Kode pada Setiap Barang | Pemberian kode/nomor seri untuk memudahkan identifikasi, pelacakan arus keluar masuk barang, serta mengurangi risiko kehilangan. |
| Memisahkan Barang Lama dan Baru | Pisahkan barang lama dan baru; gunakan metode FIFO untuk menghitung stok lebih akurat dan mengoptimalkan rotasi barang. |
Baca juga: Pentingnya Stock Inventory Management bagi Pengelolaan Bisnis
Studi Kasus Laporan Persediaan Barang di Alfamart
Alfamart bisa dijadikan contoh karena bisnis ritel dengan banyak SKU sangat bergantung pada laporan persediaan yang akurat.
Dalam publikasinya, Alfamart menyebut melakukan stock opname secara berkala, audit kinerja dan ketaatan, lalu dalam laporan keberlanjutannya juga dijelaskan ada audit inventaris setiap tiga bulan serta stock opname parsial harian di beberapa toko.
Kesimpulan
Laporan persediaan barang membantu perusahaan memantau stok secara lebih teratur dan akurat. Dengan pencatatan yang rapi, tim dapat melihat pergerakan barang serta menyesuaikan kebutuhan operasional dengan lebih cepat.
Pengelolaan persediaan yang baik juga memudahkan perusahaan mengurangi selisih stok dan menekan risiko kesalahan pencatatan. Karena itu, laporan yang disusun secara konsisten dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Bagi perusahaan yang ingin menata pencatatan stok dengan lebih terstruktur, konsultasi gratis dapat menjadi langkah awal yang bermanfaat. Dari sini, tim dapat meninjau kebutuhan operasional dan menentukan pendekatan yang paling sesuai.
Pertanyaan Seputar Laporan Persediaan Barang
-
Apa itu laporan persediaan barang?
Laporan persediaan barang adalah dokumen yang mencatat jumlah, jenis, dan pergerakan stok barang di gudang, baik masuk maupun keluar, untuk memantau ketersediaan dan mempermudah pengelolaan inventaris.
-
Cara membuat laporan stok barang?
Laporan stok barang dibuat dengan menyiapkan data transaksi, melakukan pengecekan stok, memberi kode pada barang, memisahkan stok lama dan baru, serta bisa dibantu menggunakan software inventory management agar lebih akurat dan efisien.
-
Apa itu laporan inventory?
Laporan inventory adalah catatan terstruktur tentang stok barang yang tersedia di gudang, termasuk barang masuk, keluar, retur, dan kondisi fisik barang, yang digunakan untuk mendukung operasional dan perencanaan pengadaan.
-
Akun persediaan ada di laporan apa?
Akun persediaan biasanya tercatat di laporan neraca dan laporan laba rugi, karena mencerminkan nilai aset perusahaan serta memengaruhi perhitungan biaya dan keuntungan usaha.








