Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
6281222846776
×
close button
Violet

Nadia

Active Now

Violet

Nadia

Active Now

Chapter Selanjutnya

CNBC Awards

Serial Number: Fungsi, Jenis, dan Cara Pengelolaan

Diterbitkan:

Pernahkah Anda membayangkan kekacauan jika ribuan barang di gudang tidak memiliki identitas unik, sehingga klaim garansi dan pelacakan aset jadi rumit? Di bisnis modern, identifikasi produk bukan sekadar label, melainkan data penting untuk menjaga efisiensi operasional dan kepercayaan pelanggan.

Tanpa sistem penomoran yang jelas, perusahaan berisiko mengalami kerugian finansial akibat kesalahan pencatatan stok atau klaim purna jual yang tidak valid. Saya sering melihat banyak manajer operasional yang masih menyepelekan pentingnya kode unik ini, padahal dampaknya sangat signifikan.

Melalui artikel ini, saya akan mengupas tuntas apa itu serial number, perbedaannya dengan kode identifikasi lain, serta strategi manajemen terbaik menggunakan teknologi terkini. Anda juga akan melihat bagaimana software inventory membantu pelacakan stok lebih akurat dan efisien.

Key Takeaways

Klik untuk Demo Gratis!

DemoGratis

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Serial Number?

      Serial number adalah rangkaian karakter unik (angka dan huruf) yang diberikan pada setiap unit barang untuk membedakannya dari unit lain meskipun modelnya sama. Kode ini berfungsi seperti “sidik jari” produk untuk memastikan identitas unik, memvalidasi keaslian, dan mempermudah proses purna jual.

      Sederhananya, serial number mirip seperti NIK pada KTP yang bersifat eksklusif dan tidak bisa digantikan. Kode ini umum digunakan pada elektronik, kendaraan, dan mesin industri untuk melacak riwayat pemakaian, servis, hingga perbaikan.

      Perbedaan Serial Number, Model Number, dan Lot Number

      Kebingungan antara ketiga jenis kode ini seringkali menjadi penyebab utama kesalahan pencatatan stok di gudang yang berujung pada selisih inventaris. Sebagai praktisi, saya melihat bahwa memahami perbedaan fundamental di antara ketiganya adalah langkah awal untuk membangun sistem manajemen aset yang rapi.

      Berikut adalah uraian mendalam mengenai perbedaan fungsi dan karakteristik masing-masing kode tersebut:

      1. Serial Number (Identitas Individu)

      Serial number memberi identitas unik untuk setiap unit barang, sehingga tidak ada dua produk yang memiliki kode yang sama meskipun tipenya sama. Kode ini penting untuk garansi, riwayat servis, dan verifikasi kepemilikan aset per unit.

      Jika Anda membeli dua laptop dengan tipe yang sama persis, nomor serinya pasti akan berbeda untuk membedakan unit A dan unit B.

      2. Model Number (Identitas Tipe Produk)

      Model number mengidentifikasi tipe/varian produk secara umum, sehingga banyak unit bisa memiliki nomor model yang sama. Kode ini membantu membedakan spesifikasi, fitur, atau desain antar lini produk. Misalnya, semua iPhone 15 Pro Max akan memiliki nomor model yang sama untuk menandakan varian tersebut di pasar.

      3. Lot Number (Identitas Kelompok Produksi)

      Lot number (nomor batch) menandai kelompok barang yang diproduksi dalam periode atau proses produksi yang sama. Kode ini penting untuk pelacakan kedaluwarsa dan proses recall jika ada masalah produksi massal.

      Fungsi Utama Serial Number dalam Operasional Bisnis

      Fungsi Utama Serial Number dalam Operasional BisnisBagi perusahaan modern, nomor seri bukan sekadar stiker tempelan, melainkan alat kontrol utama dalam manajemen aset dan inventaris yang terintegrasi. Data yang tersimpan dalam kode ini memberikan wawasan mendalam mengenai siklus hidup produk mulai dari produksi hingga purna jual.

      Berikut adalah fungsi-fungsi vital yang perlu Anda pahami untuk mengoptimalkan operasional bisnis:

      1. Manajemen Garansi dan Layanan Purna Jual

      Nomor seri memvalidasi tanggal pembelian, masa garansi, dan riwayat perbaikan produk secara akurat. Dengan kode unik ini, perusahaan bisa menekan klaim garansi palsu dan teknisi dapat mengecek histori unit dengan cepat.

      2. Pelacakan Aset dan Inventaris (Traceability)

      Bisnis dapat melacak pergerakan barang end-to-end, dari penerimaan, penyimpanan di rak, hingga pengiriman ke pelanggan. Visibilitas ini makin optimal bila didukung aplikasi pengelolaan stok barang yang mengotomatisasi pelacakan secara real-time.

      3. Kontrol Kualitas dan Penarikan Produk (Recall)

      Saat ditemukan cacat produksi, nomor seri membantu mengidentifikasi unit yang terdampak secara spesifik. Hasilnya, perusahaan cukup menarik unit tertentu saja tanpa harus melakukan recall massal yang mahal.

      4. Pencegahan Pencurian dan Pemalsuan

      Nomor seri yang tercatat di database memudahkan verifikasi keaslian produk dan menyulitkan pemalsuan. Jika terjadi kehilangan, nomor seri juga menjadi identitas utama untuk pelaporan dan pelacakan aset.

      Cara Melacak dan Mengecek Serial Number

      Mengetahui lokasi dan cara mengecek nomor seri adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh staf gudang maupun pengguna akhir untuk mempercepat proses identifikasi. Lokasi penempatan kode ini bisa bervariasi tergantung pada jenis produk, baik itu barang fisik maupun lisensi digital.

      Berikut adalah panduan praktis untuk menemukan kode tersebut di berbagai media:

      1. Pada Kemasan Fisik dan Perangkat Keras

      Pada produk elektronik atau mesin, nomor seri biasanya tercetak pada stiker di bagian belakang, bawah perangkat, atau di dalam kompartemen baterai. Selain di unitnya, kode ini umumnya juga tertera pada kardus kemasan asli di dekat barcode, sehingga pengecekan lewat kemasan sering jadi cara paling praktis.

      2. Melalui Sistem Perangkat Lunak (Software)

      Untuk smartphone, laptop, atau tablet, serial number dapat dicek langsung dari menu pengaturan tanpa melihat fisik perangkat. Biasanya ada di bagian Settings > About atau System Information, dan cara ini berguna untuk memastikan nomor seri fisik sesuai dengan yang terbaca di sistem.

      3. Dalam Dokumen Pembelian (Invoice/Receipt)

      Faktur atau struk pembelian sering mencantumkan nomor seri unit yang dibeli, sehingga penting untuk disimpan dengan rapi. Dokumen ini juga kerap menjadi syarat saat klaim garansi atau asuransi, jadi pastikan nomor seri selalu dicantumkan pada invoice pelanggan.

      Tantangan Mengelola Serial Number Secara Manual

      Mengelola ribuan kode unik dengan kombinasi huruf dan angka panjang melalui spreadsheet atau catatan kertas sangat rentan human error. Kesalahan pengetikan satu digit saja dapat memicu ketidakcocokan data stok dan menyulitkan proses penelusuran.

      Dampaknya bisa melebar hingga kegagalan klaim garansi, bahkan hilangnya jejak aset berharga perusahaan. Selain itu, proses input manual cenderung memakan waktu lama dan terasa membosankan bagi staf gudang.

      Inefisiensi semakin terasa saat stock opname atau audit aset tahunan yang menuntut pencocokan fisik dengan data buku. Jika data tidak terpusat dan belum otomatis, pelacakan pergerakan barang, garansi, dan kedaluwarsa per unit menjadi jauh lebih sulit dilakukan secara akurat.

      Strategi Manajemen Serial Number dengan Sistem ERP

      Solusi modern untuk mengatasi segala tantangan pengelolaan manual adalah dengan beralih menggunakan sistem otomatisasi berbasis ERP yang terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan pelacakan ribuan unit barang sekaligus, memastikan akurasi data, dan meningkatkan produktivitas tim operasional.

      Berikut adalah strategi implementasi teknologi yang dapat mengubah cara Anda mengelola aset:

      1. Integrasi Barcode dan QR Code Scanner

      Fitur barcode/QR scanning memungkinkan staf gudang memproses inbound dan outbound cukup dengan sekali pindai tanpa input manual. Cara ini mempercepat pemrosesan pesanan dan menekan kesalahan pencatatan nomor seri, apalagi jika didukung software manajemen inventaris berbasis cloud yang mudah diintegrasikan.

      2. Pelacakan Garansi dan Kedaluwarsa Otomatis

      Sistem ERP dapat mengirim notifikasi otomatis terkait masa garansi dan tanggal kedaluwarsa berdasarkan nomor seri tiap unit. Dengan fitur warranty & expiry tracking, perusahaan bisa menjaga kualitas layanan dan mengurangi risiko kerugian akibat stok kedaluwarsa atau tidak terpantau.

      3. Laporan Pergerakan Stok Real-Time

      Melalui stock card reporting dan manajemen nomor seri, manajer bisa memantau pergerakan setiap unit secara real-time dan transparan. Riwayat perpindahan antar gudang/cabang jadi mudah diaudit, sehingga selisih stok lebih cepat diinvestigasi dan perencanaan pengadaan lebih akurat.

      Optimalkan Manajemen Bisnis Anda dengan Solusi dari HashMicro

      Software-InventoryHashMicro Inventory Management System adalah solusi terintegrasi yang membantu bisnis mengotomatisasi pengelolaan inventaris dan aset secara lebih rapi dan akurat. Sistem ini cocok untuk perusahaan yang ingin mengurangi risiko kesalahan pencatatan serta menjaga data stok tetap valid untuk kebutuhan layanan purna jual.

      Dengan integrasi antar departemen dalam satu platform, HashMicro memudahkan pelacakan dan kontrol inventaris secara menyeluruh tanpa proses manual yang memakan waktu. Hasilnya, visibilitas operasional meningkat dan keputusan bisnis bisa diambil berdasarkan data yang lebih konsisten dan terkini.

      Fitur Software Inventory HashMicro:

      • Lot and Serial Number Management: Memungkinkan pelacakan barang berdasarkan nomor lot dan nomor seri unik untuk identifikasi tepat barang individu, memudahkan penelusuran riwayat produk.
      • Barcode & QR Code Integration: Mempercepat proses penerimaan, pengeluaran, dan stock opname dengan pemindaian kode otomatis, mengurangi kesalahan input manual secara signifikan.
      • Product Warranty & Expiry Tracking: Melacak masa garansi dan tanggal kedaluwarsa produk secara otomatis, serta memberikan notifikasi pengingat untuk mencegah kerugian akibat barang usang.
      • Stock Aging Report: Menyajikan laporan umur stok di gudang untuk mengidentifikasi barang yang bergerak lambat (slow moving), membantu strategi penjualan agar stok tidak menumpuk.
      • Internal Transfer Management: Mengelola dan melacak pemindahan barang antar lokasi gudang atau cabang dengan dokumentasi digital yang rapi dan transparan.

      Dengan HashMicro, perusahaan Anda dapat meningkatkan efisiensi operasional, transparansi data, dan otomatisasi proses bisnis yang lebih baik. Untuk melihat bagaimana solusi kami dapat membantu bisnis Anda secara nyata, jangan ragu untuk mencoba demo gratisnya sekarang juga.

      Kesimpulan

      Serial number berperan penting untuk menjaga integritas data inventaris, memperlancar layanan pelanggan, dan meningkatkan keamanan aset bisnis. Jika dikelola dengan benar, perusahaan dapat meminimalkan kerugian akibat klaim garansi palsu, kehilangan aset, maupun kesalahan pengiriman, sekaligus menjaga akurasi operasional.

      Sudah saatnya Anda meninggalkan metode pencatatan manual yang rentan kesalahan dan beralih ke sistem otomatisasi yang lebih andal serta terintegrasi dari HashMicro. Coba demo gratisnya sekarang untuk melihat bagaimana administrasi gudang lebih rapi dan aset terlacak dengan akurat.

      InventoryManagement

      Pertanyaan Seputar Serial Number

      • Apa perbedaan utama antara serial number dan part number?

        Part number mengidentifikasi jenis desain atau model produk di mana banyak barang memiliki nomor yang sama, sedangkan serial number mengidentifikasi unit spesifik di mana setiap barang memiliki nomor yang berbeda.

      • Apakah serial number bisa digunakan untuk melacak barang curian?

        Ya, karena sifatnya yang unik untuk setiap unit, serial number dapat didaftarkan ke pihak berwenang atau database produsen untuk memblokir layanan atau melacak lokasi barang yang hilang.

      • Bagaimana cara mengelola ribuan serial number di gudang?

        Cara terbaik adalah menggunakan sistem manajemen inventaris yang mendukung barcode scanning dan serial number tracking seperti HashMicro untuk mengotomatisasi pencatatan dan pelacakan secara massal.

      • Apakah setiap produk wajib memiliki serial number?

        Tidak semua produk wajib memilikinya. Biasanya hanya produk bernilai tinggi, elektronik, kendaraan, atau barang yang memerlukan garansi dan kontrol kualitas ketat yang dilengkapi dengan serial number.

      Jessica Wijaya

      Senior Content Writer

      Selama lebih dari 5 tahun sebagai Senior Content Writer, Jessica telah menulis topik yang mengulas tentang bidang inventory dan warehouse management. Keahliannya mencakup penulisan artikel manajemen stok dan persediaan, perencanaan kebutuhan, multi-warehouse management, dan integrasi sistem digital untuk pengelolaan barang.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini