CNBC Awards

Strategi Lengkap Mengelola Petty Cash agar Lebih Terkontrol

Diterbitkan:

Petty Cash sering menjadi sumber kebocoran finansial ketika ribuan pengeluaran kecil tidak diawasi dengan baik. Tanpa sistem yang jelas, risiko fraud dan selisih kas dapat muncul tanpa disadari.

Dengan dukungan teknologi yang tepat, pencatatan dan kontrol kas kecil dapat dilakukan secara otomatis, akurat, dan mudah ditelusuri. Teknologi ini membantu menjaga likuiditas operasional tetap stabil setiap hari.

Kini saatnya memperketat pengawasan dana kecil untuk mencegah kerugian dan mengelola pengeluaran rutin bernilai kecil secara praktis, sekaligus menjaga transparansi dan akurasi laporan keuangan perusahaan.

Key Takeaways

  • Petty cash adalah dana operasional kecil yang disediakan untuk kebutuhan mendesak agar aktivitas bisnis tetap lancar tanpa proses pembayaran yang rumit.
  • Kas kecil berfungsi menyediakan dana taktis untuk kebutuhan mendadak agar operasional tetap lancar tanpa hambatan birokrasi.
  • Penggunaan software accounting terintegrasi membantu mengontrol dan mencatat petty cash secara otomatis sehingga pengeluaran kecil tetap transparan dan aman.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Sudahkah Anda Memahami Petty Cash dalam Konteks Bisnis Modern?

      Petty cash atau kas kecil adalah dana khusus yang dicadangkan perusahaan untuk membiayai pengeluaran operasional rutin bernilai relatif kecil yang tidak praktis jika dibayar menggunakan cek atau transfer bank, seperti biaya materai, jamuan tamu, atau perlengkapan kantor mendadak.

      Dari sudut pandang manajemen keuangan strategis, petty cash adalah alat likuiditas instan yang menjembatani kebutuhan mendesak dengan prosedur akuntansi yang kaku. Bayangkan jika staf Anda harus mengajukan transfer bank hanya untuk membeli bensin operasional atau membayar kurir dokumen.

      Proses tersebut tentu akan menghambat produktivitas, sehingga kas kecil hadir sebagai solusi taktis untuk menjaga kelancaran aktivitas harian.

      Tujuan dan Fungsi Utama Kas Kecil bagi Operasional Perusahaan

      Tujuan utama kas kecil adalah mempercepat proses pembayaran biaya mendadak, meringankan beban staf administrasi dari prosedur pencairan dana besar, dan memastikan ketersediaan dana taktis untuk kebutuhan logistik harian.

      Fungsi yang paling terasa adalah efisiensi waktu, di mana karyawan tidak perlu menunggu persetujuan berjenjang yang panjang untuk nominal kecil. Birokrasi yang berbelit untuk pembelian alat tulis kantor atau konsumsi rapat mendadak dapat menurunkan moral kerja tim. Dengan adanya kas kecil, hambatan administratif tersebut dapat dipangkas secara signifikan.

      Dokumen dan Bukti Transaksi Vital dalam Petty Cash

      Dokumen wajib dalam kas kecil meliputi bukti kas keluar (voucher), nota/kuitansi asli dari supplier, bukti kas masuk (untuk pengisian kembali), dan buku jurnal kas kecil untuk mencatat setiap mutasi dana.

      Mengelola uang tunai memiliki risiko kehilangan jejak audit yang sangat tinggi jika tidak didukung dokumen yang valid. Kelengkapan dokumen fisik maupun digital menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar dalam Standard Operating Procedure (SOP) keuangan perusahaan. Dokumen-dokumen inilah yang menjadi benteng pertahanan pertama Anda saat audit internal berlangsung.

      1. Bukti Kas Keluar (Petty Cash Voucher)

      Setiap pengeluaran uang sepeser pun wajib disertai dengan formulir internal yang disebut Petty Cash Voucher. Dokumen ini harus ditandatangani oleh pemohon dana dan disetujui oleh atasan terkait sebelum uang dikeluarkan oleh kasir. Tujuannya adalah sebagai bukti otorisasi bahwa penggunaan dana tersebut memang untuk kepentingan perusahaan.

      BUKTI KAS KELUAR
      (Petty Cash Voucher)

      No. Voucher: PCV-001 Tanggal: 12 Januari 2026
      Dibayarkan kepada Nama Karyawan / Vendor
      Keperluan Pembelian ATK
      Deskripsi Jumlah (Rp)
      Pulpen & Kertas 150.000
      Total Rp150.000
      Dibuat oleh,

      ( ___________ )

      Disetujui oleh,

      ( ___________ )

      Diterima oleh,

      ( ___________ )

      2. Bukti Transaksi Eksternal (Nota/Kuitansi)

      Validasi transaksi tidak cukup hanya dengan voucher internal, melainkan harus didukung oleh bukti eksternal yang sah. Lampiran seperti struk belanja resmi, tiket parkir, atau kuitansi dari supplier adalah bukti tak terbantahkan bahwa transaksi benar-benar terjadi. Tanpa bukti ini, pengeluaran bisa dianggap fiktif oleh auditor.

      NOTA PEMBELIAN

      No. Nota : NT-00123
      Tanggal : 10 Januari 2026
      Nama Toko : Toko Alat Kantor Sejahtera
      Alamat : Jl. Merdeka No. 15, Jakarta
      Deskripsi Jumlah
      ATK (Pulpen & Kertas) Rp 85.000
      Biaya Parkir Rp 5.000
      Total Rp 90.000

      Dibayar dengan: Tunai

      Keterangan: Pengeluaran petty cash operasional

      Hormat Kami,

      (Kasir)

      3. Form Pengajuan Kembali (Replenishment Request)

      Saat saldo kas kecil mulai menipis, kasir harus membuat dokumen rekapitulasi untuk diajukan kepada bagian keuangan utama (General Ledger). Form ini merangkum semua pengeluaran yang telah terjadi beserta bukti pendukungnya sebagai dasar pengisian ulang dana. Proses ini krusial untuk menjaga siklus dana tetap berjalan.

      Nama Pemohon
      Departemen
      Tanggal Pengajuan
      Periode Petty Cash
      Total Pengeluaran
      Saldo Petty Cash Saat Ini
      Jumlah Pengajuan Pengisian Kembali
      Daftar Lampiran Bukti
      Keterangan
      Disetujui Oleh
      Tanggal Persetujuan

      Dua Metode Pencatatan Petty Cash: Imprest vs Fluktuasi

      Metode Imprest (Dana Tetap) menetapkan saldo awal yang selalu sama setiap periode pengisian, sedangkan Metode Fluktuasi (Dana Berubah) memungkinkan saldo berubah-ubah sesuai kebutuhan dan pencatatan dilakukan setiap kali transaksi terjadi.

      Keduanya memiliki implikasi berbeda terhadap cara penjurnalan dan kontrol anggaran yang diterapkan manajemen. Memahami perbedaan keduanya membantu manajer keuangan menentukan sistem mana yang paling efektif mencegah pemborosan.

      A. Metode Dana Tetap (Imprest Fund System)

      Dalam metode imprest, saldo akun kas kecil di buku besar tidak berubah, dan pencatatan beban hanya dilakukan saat pengisian kembali dana. Kasir kas kecil hanya mengumpulkan bukti transaksi tanpa menjurnal setiap pengeluaran harian. Metode ini sangat cocok untuk perusahaan yang menginginkan kontrol anggaran ketat dan saldo yang terprediksi setiap bulannya.

      B. Metode Dana Berubah (Fluctuating Fund System)

      Sebaliknya, metode fluktuasi mengharuskan pencatatan jurnal dilakukan setiap kali transaksi pengeluaran terjadi, sehingga saldo akun kas kecil selalu berubah (real-time). Saat pengisian kembali, nominal yang diberikan tidak harus sama dengan jumlah yang dikeluarkan, melainkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masa depan. Metode ini memberikan fleksibilitas tinggi namun membutuhkan administrasi yang lebih intensif.

      C. Perbandingan dan Rekomendasi Penggunaan

      Jika prioritas Anda adalah pengendalian internal yang ketat untuk mencegah kecurangan, metode Imprest biasanya lebih disarankan. Namun, jika bisnis Anda memiliki volatilitas pengeluaran operasional yang tinggi dan membutuhkan data saldo yang selalu update, metode Fluktuasi adalah pilihan tepat. Banyak perusahaan modern kini beralih ke sistem manajemen akuntansi dan keuangan untuk mengotomatisasi kedua metode ini.

      Langkah-Langkah Prosedur Pengelolaan Kas Kecil (SOP)

      Prosedur standar meliputi pembentukan dana awal, proses pembayaran/pengeluaran dana, pengumpulan bukti transaksi, pencatatan ke dalam buku kas, dan diakhiri dengan proses pengisian kembali (replenishment) saat saldo mencapai batas minimum.

      Tahap pembentukan dana dimulai dengan penunjukan personel yang bertanggung jawab (custodian) dan penentuan limit saldo berdasarkan estimasi kebutuhan operasional. Manajemen harus menerbitkan surat keputusan (SK) yang mengatur batasan wewenang dan jenis pengeluaran yang diperbolehkan. Setelah itu, cek dicairkan dari kas besar untuk menjadi modal awal fisik kas kecil.

      Siklus operasional harian kemudian berjalan dengan pencatatan setiap uang keluar, dan diakhiri dengan prosedur cut-off bulanan. Pada tahap ini, wajib dilakukan cash count atau perhitungan fisik uang tunai untuk dicocokkan dengan catatan buku. Selisih yang ditemukan harus segera diinvestigasi sebelum dilakukan pengisian ulang dana.

      Tantangan dan Risiko Fraud dalam Pengelolaan Manual

      Risiko utama pengelolaan manual meliputi nota fiktif, mark-up harga, penggunaan dana untuk keperluan pribadi (kiting), hingga hilangnya bukti transaksi yang menyebabkan selisih saldo yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

      Realita di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan kas kecil secara manual sangat rentan terhadap manipulasi data dan human error. Kesalahan hitung atau nota yang tercecer sering kali menjadi alasan “klasik” saat terjadi selisih kas yang merugikan perusahaan. Tanpa sistem yang transparan, auditor akan kesulitan memverifikasi kebenaran setiap transaksi kecil yang terjadi.

      Selain itu, melacak riwayat persetujuan (approval trail) pada sistem berbasis kertas hampir mustahil dilakukan dengan cepat dan akurat. Celah ini sering dimanfaatkan oleh oknum karyawan untuk melakukan klaim ganda (double claim) atas satu nota yang sama. Inilah mengapa transparansi data menjadi kunci utama dalam strategi anti-fraud modern.

      Transformasi Digital: Mengelola Petty Cash dengan Sistem ERP

      Penggunaan software akuntansi atau ERP memungkinkan digitalisasi bukti transaksi, persetujuan berjenjang secara online, rekonsiliasi otomatis, dan integrasi langsung dengan laporan keuangan utama untuk mencegah fraud. Teknologi ini memberikan kontrol penuh atas setiap rupiah yang keluar dari kas perusahaan Anda.

      1. Sentralisasi Bukti Transaksi Digital

      Sistem ERP memungkinkan karyawan untuk mengunggah foto bukti transaksi langsung ke dalam sistem sesaat setelah belanja. Hal ini mencegah risiko hilangnya nota fisik yang sering terjadi dalam metode manual. Auditor pun dapat melakukan pengecekan silang kapan saja tanpa harus membongkar tumpukan arsip gudang.

      2. Kontrol Budget dan Approval Berjenjang

      Fitur pembatasan anggaran otomatis memastikan tidak ada pengeluaran yang melebihi limit yang telah ditetapkan tanpa otorisasi khusus. Alur persetujuan digital juga memastikan bahwa setiap permintaan dana telah ditinjau oleh pejabat berwenang. Ini menutup celah pengeluaran liar yang tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan.

      3. Integrasi Jurnal Otomatis dan Rekonsiliasi

      Keunggulan utama menggunakan sistem adalah otomatisasi penjurnalan transaksi petty cash langsung ke buku besar. Staf keuangan tidak perlu lagi melakukan input ulang yang memakan waktu dan rentan salah ketik. Selain itu, fitur rekonsiliasi otomatis dengan bank mempercepat proses tutup buku akhir bulan.

      Kesimpulan

      Manajemen petty cash menjadi langkah penting untuk menjaga likuiditas dan mencegah kebocoran finansial di operasional harian. Dengan dukungan Software Accounting  pencatatan dan pengawasan dana kecil dapat dilakukan lebih akurat dan aman.

      Anda dapat menghubungi tim expert kami untuk mendapatkan informasi cara mengoptimalkan pengelolaan petty cash dengan teknologi yang terstruktur dan mudah diawasi.

      Accounting_Definisi

      Pertanyaan Seputar Petty Cash

      • Apa bedanya petty cash dengan cash advance?

        Petty cash adalah dana taktis untuk pengeluaran kecil rutin, sedangkan cash advance adalah uang muka yang diberikan kepada karyawan untuk tugas tertentu sebelum pengeluaran terjadi.

      • Berapa batas nominal umum untuk petty cash?

        Batas nominal petty cash bervariasi tergantung kebijakan perusahaan, namun umumnya berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp5.000.000 untuk operasional harian.

      • Bagaimana jika terjadi selisih kas saat audit?

        Selisih kas harus dicatat dalam akun ‘Cash Over/Short’. Jika selisihnya material, wajib dilakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebabnya.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya