CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Panduan Bill of Materials BOM dari Struktur sampai Contohnya

Diterbitkan:

Dalam satu produk, puluhan sampai ratusan komponen harus bertemu di urutan dan jumlah yang tepat. Agar proses produksi tetap rapi, tim di floor produksi membutuhkan satu peta yang menjelaskan apa saja yang dipakai, berapa banyak, dan tersusun dari bagian apa.

Bill of Materials (BOM) adalah daftar lengkap yang memuat bahan baku, komponen, dan sub-komponen untuk membentuk satu produk jadi. Dokumen ini membantu tim produksi melihat struktur produk secara menyeluruh, sekaligus jadi referensi untuk menyusun kebutuhan material, estimasi biaya, dan rencana waktu produksi.

Di bagian berikutnya, pembahasan akan mencakup jenis-jenis BOM, manfaatnya di proses manufaktur, serta cara pengelolaan BOM yang lebih praktis dengan dukungan software manufaktur.

Key Takeaways

  • Bill of Material (BOM) adalah daftar material dan komponen produksi yang memastikan ketersediaan bahan, mengoptimalkan inventaris, dan mencegah kesalahan.
  • Komponen utama BOM terdiri dari level hierarki, nomor part, deskripsi, kuantitas, satuan, biaya, dan tahapan produksi yang memastikan efisiensi pengelolaan material.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa itu Bill of Material (BOM)?

      Bill of Material (BOM) adalah daftar terstruktur yang memuat seluruh komponen, bahan, dan sub-rakitan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu produk. Dokumen ini menjelaskan jumlah tiap komponen serta hubungan antar bagian, sehingga tim produksi punya acuan yang jelas saat merakit atau memproses produk.

      BOM juga mendukung perencanaan dan kontrol produksi karena kebutuhan material bisa dipetakan lebih akurat. Hasilnya, risiko kekurangan bahan, salah komponen, atau stok menumpuk dapat ditekan, sementara perhitungan biaya dan jadwal produksi menjadi lebih terukur.

      Melalui penerapan manajemen inventaris pabrik berbasis sistem, data BOM dapat dimanfaatkan untuk menghindari pembelian berlebihan yang meningkatkan biaya penyimpanan maupun kekurangan bahan.

      Ragam BOM untuk Kebutuhan yang Berbeda

      Bill of Material (BOM) memiliki berbagai jenis yang disesuaikan dengan tiap tahap produksi, dari desain hingga perakitan. Setiap jenisnya berperan penting dalam memastikan efisiensi dan kelancaran manufaktur. Berikut beberapa tipe Bill Of Material yang umum digunakan:

      1. Engineering Bill of Material (eBOM)

      eBOM digunakan dalam tahap desain dan pengembangan produk dan mencantumkan semua komponen berdasarkan spesifikasi teknik yang dibuat oleh tim engineering. BOM ini biasanya mencakup bahan mentah, sub-komponen, serta informasi desain dari perangkat lunak CAD atau PLM.

      eBOM sering mengalami perubahan sebelum masuk ke produksi massal. Revisi dapat terjadi akibat pembaruan desain, perubahan material, atau peningkatan efisiensi produk sebelum diproduksi dalam skala besar.

      2. Manufacturing Bill of Material (mBOM)

      mBOM digunakan dalam proses produksi massal dan berisi semua bahan baku, sub-komponen, serta instruksi perakitan yang diperlukan untuk menghasilkan produk jadi. Berbeda dari eBOM yang lebih teknis, mBOM lebih operasional karena digunakan langsung oleh tim produksi.

      3. Sales BOM (sBOM)

      Tim penjualan menggunakan sBOM untuk menangani produk yang dapat dikonfigurasi oleh pelanggan. Mereka menyusun daftar komponen sebelum produk dirakit, sehingga pelanggan bisa memilih konfigurasi sesuai kebutuhan.

      Industri seperti otomotif dan elektronik, yang menawarkan personalisasi produk, sering mengandalkan sBOM untuk membantu pelanggan memahami opsi konfigurasi sebelum tahap produksi mulai.

      4. Production Bill of Material

      Tim manufaktur menggunakan Production BOM secara langsung dalam proses produksi. Mereka mencantumkan semua bahan baku, sub-komponen, dan jumlah yang diperlukan untuk membuat satu unit produk jadi.

      Selain mendukung perakitan, tim juga menggunakan Production BOM untuk merencanakan produksi, mengendalikan inventaris, dan memperkirakan biaya. Dengan informasi yang akurat, mereka dapat menghindari kelebihan atau kekurangan stok serta meningkatkan efisiensi operasional.

      5. Service Bill of Material

      Teknisi atau tim layanan purna jual menggunakan Service BOM untuk merawat dan memperbaiki produk setelah penjualan. BOM bill of materials ini mencantumkan daftar suku cadang, komponen yang dapat mereka ganti, serta instruksi perbaikan yang mereka perlukan.

      Jenis BOM ini sangat penting bagi industri yang menyediakan layanan servis, seperti otomotif dan peralatan industri. Dengan service BOM, perusahaan dapat memastikan suku cadang yang tepat tersedia dan mempercepat proses perbaikan tanpa kesalahan dalam pemesanan komponen.

      6. Assembly Bill of Material

      Tim produksi merakit barang dari beberapa komponen dengan menggunakan Assembly BOM sebelum mengirimnya ke pelanggan. BOM ini mencantumkan bahan dan instruksi perakitan yang mereka butuhkan untuk membentuk sub-assembly atau produk akhir.

      Industri elektronik dan otomotif sering menggunakan Assembly BOM untuk merakit berbagai modul secara terpisah sebelum menggabungkannya menjadi satu unit. Dengan BOM ini, proses perakitan menjadi lebih terstruktur dan efisien.

      Format Bill of Materials

      infografis-bom

      Setiap perusahaan dapat menggunakan format BOM yang berbeda, tetapi secara umum ada beberapa jenis struktur yang sering dipakai untuk memudahkan perakitan dan pemantauan material. Diantaranya adalah:

      1. Single-Level Bill of Materials

      Single-level BOM adalah daftar komponen yang hanya menampilkan bahan atau bagian yang langsung dibutuhkan untuk membuat satu bagian produk (assembly).

      Contoh:
      Kursi Sederhana (1 unit)

      • Kaki Kursi: 4 unit
      • Dudukan Kursi: 1 unit
      • Sandaran Kursi: 1 unit
      • Baut: 12 unit

      2. Indented Bill of Materials

      Indented BOM adalah daftar komponen produk dengan struktur bertingkat. Komponen utama ditampilkan paling kiri, sedangkan bagian-bagian pendukungnya ditampilkan lebih menjorok ke kanan.

      Contoh:
      Kursi Sederhana (1 unit)

      • Dudukan Kursi: 1 unit
      • Sandaran Kursi: 1 unit
      • Rangka Kaki Kursi (4 unit)
      • Kayu Kaki: 4 batang
      • Karet Anti-selip: 4 unit
      • Baut: 4 unit
      • Baut (untuk dudukan dan sandaran): 8 unit

      3. Modular Bill of Materials

      Modular BOM adalah jenis BOM yang digunakan untuk produk yang terdiri dari beberapa modul atau bagian utama. Setiap modul bisa berdiri sendiri dan berisi komponen serta dokumen lainnya.

      Contoh:
      Kursi Sederhana Dasar (1 unit)

      • Dudukan Kursi: 1 unit
      • Baut: 4 unit

      Modul Sandaran Kursi (Opsional) (1 unit)

      • Sandaran Kursi: 1 unit
      • Baut: 4 unit

      Modul Kaki Kursi Standar (1 unit)

      • Kaki Kursi: 4 unit
      • Karet Anti-selip: 4 unit
      • Baut: 4 unit

      4. Planning Bill of Materials

      Planning BOM digunakan untuk perencanaan produksi. BOM ini tidak menggambarkan produk aktual, tetapi mewakili gabungan dari beberapa produk serupa untuk tujuan manajemen stok dan penjadwalan produksi.

      Contoh:
      Rata-rata Permintaan Kursi (1 unit)

      • Dudukan Kursi: 1 unit
      • Item Hantu: Kebutuhan Sandaran (rata-rata): 0.8 unit (mewakili 80% kursi yang terjual memiliki sandaran)
      • Sandaran Kursi: 0.8 unit
      • Baut: 3.2 unit (0.8 x 4)
      • Item Hantu: Kebutuhan Kaki Kursi (rata-rata): 1 unit
      • Kaki Kursi (kayu): 3 unit (asumsi 75% pakai kayu)
      • Kaki Kursi (metal): 1 unit (asumsi 25% pakai metal)
      • Karet Anti-selip: 4 unit
      • Baut: 4 unit

      Isi BOM yang Tidak Boleh Kosong

      Setiap elemen dalam Bill Of Materials memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan material, efisiensi produksi, dan pengendalian biaya. Berikut adalah komponen utama yang harus ada dalam Bill Of Materials untuk mendukung operasional manufaktur yang optimal:

      Komponen Penjelasan
      Level BOM Menunjukkan struktur hierarki setiap komponen, baik sebagai part, sub-assembly, atau assembly utama.
      Nomor part Kode unik untuk mengidentifikasi setiap komponen agar mudah dilacak dalam sistem produksi.
      Nama part Nama jelas dari setiap komponen atau material untuk memudahkan identifikasi tanpa perlu referensi tambahan.
      Deskripsi Penjelasan rinci mengenai spesifikasi, fungsi, atau karakteristik setiap part.
      Kuantitas Jumlah masing-masing komponen yang dibutuhkan dalam setiap unit produk untuk perencanaan produksi yang akurat.
      Satuan pengukuran Menentukan unit ukuran (kg, meter, liter, pcs) untuk memastikan keakuratan pengadaan bahan baku.
      Tahapan produksi Informasi mengenai status komponen, seperti “Dalam Produksi”, “Siap Kirim”, atau “Dirakit”.
      Tipe procurement Menentukan apakah suatu komponen diproduksi sendiri atau dibeli dari pemasok eksternal.
      Harga dan biaya Biaya perolehan setiap part untuk membantu perhitungan total biaya produksi.
      Supplier atau vendor Informasi mengenai pemasok atau vendor dari bahan atau komponen tertentu.
      Lead time Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh atau memproduksi setiap komponen.
      Versi/revisi BOM Menunjukkan perubahan atau pembaruan dalam BOM untuk memastikan konsistensi dalam produksi.
      Catatan tambahan Informasi penting lainnya seperti alternatif bahan, spesifikasi teknis tambahan, atau instruksi khusus.

      Bagaimana Cara Membuat Bill of Material?

      Agar Bill Of Material (BOM) tersusun dengan baik dan mudah dipahami, susun setiap langkah pembuatannya secara sistematis. Dengan penyusunan yang tepat, proses produksi dapat berjalan lancar. Ikuti langkah-langkah berikut untuk memastikan kelengkapannya:

      1. Tentukan struktur BOM

      Tentukan struktur Bill Of Materials yang sesuai dengan kebutuhan. Gunakan single-level BOM untuk produk sederhana, dan pilih multi-level BOM untuk produk kompleks dengan komponen bertingkat. Pemilihan struktur akan menentukan cara mengorganisir data dalam proses produksi.

      2. Identifikasi dan klasifikasikan komponen

      Klasifikasikan item dalam Bill Of Material berdasarkan fungsinya, misalnya sebagai bahan mentah, suku cadang, atau rakitan setengah jadi. Dengan klasifikasi yang tepat, tim produksi dan pengadaan dapat lebih mudah memahami kebutuhan material dan perannya dalam manufaktur.

      3. Beri nomor dan nama part secara konsisten

      Setiap komponen dalam Bill Of Materials harus memiliki nomor dan nama part yang jelas serta unik. Penomoran yang sistematis mempermudah identifikasi komponen dalam dokumen teknis, inventaris, hingga saat pemesanan ke pemasok. Terapkan standar penamaan dan penomoran secara konsisten di seluruh perusahaan.

      4. Cantumkan kuantitas dan satuan pengukuran

      Catat kuantitas setiap komponen dengan akurat untuk menghindari kelebihan atau kekurangan stok. Tetapkan satuan pengukuran seperti kilogram, meter, liter, atau unit sesuai dengan standar industri. Detail ini penting dalam perhitungan kebutuhan material dan perencanaan produksi.

      5. Tetapkan sumber pengadaan material

      Cantumkan informasi cara perolehan setiap bahan dalam Bill Of Materials, baik produksi secara internal atau pembelian dari vendor. Jika membeli material, sertakan daftar pemasok yang serta lead time pengiriman agar stok tersedia tepat waktu.

      6. Integrasikan BOM dengan sistem manufaktur

      Gunakan perangkat lunak manajemen Bill Of Materials atau sistem manufaktur untuk menyimpan, memperbarui, dan berbagi BOM secara real-time. Sistem ini memungkinkan kolaborasi antar tim serta meminimalkan risiko kesalahan.

      7. Lakukan review dan pembaruan secara berkala

      Periksa Bill Of Materials secara berkala untuk memastikan data tetap akurat dan sesuai dengan perubahan desain atau proses produksi. Pembaruan konsisten akan menghindari kesalahan akibat penggunaan informasi yang sudah tidak relevan.

      Dengan software BOM, perusahaan dapat mengotomatiskan pembaruan Bill Of Materals dengan cepat.

      Template Bill of Material

      Untuk memahami struktur dan komponen Bill of Material dengan lebih jelas, berikut adalah contoh Bill of Material yang dapat Anda gunakan sebagai referensi dalam perencanaan produksi yang lebih efisien:

      1. Template BOM 1

      Untuk memastikan proses produksi berjalan efisien dan sesuai standar, berikut kami lampirkan daftar lengkap Bill of Materials (BOM) yang berisi seluruh komponen, spesifikasi, dan jumlah yang dibutuhkan.

      Template Bill of Material 1

      2. Template BOM 2

      Sebelum memasuki tahap assembly dan pengadaan komponen, silakan gunakan BOM berikut sebagai acuan utama yang mencakup detail material, kuantitas, serta kode item yang harus dipenuhi.

      Template Bill of Material 2

      3. Template BOM 3

      Agar setiap tim memiliki pemahaman yang sama terkait kebutuhan material proyek, berikut kami sertakan BOM yang telah dirapikan untuk mendukung proses perencanaan, budgeting, dan koordinasi lintas divisi.

      Template Bill of Material 3

      Tantangan dalam Pengelolaan Bill of Material

      Tantangan pengelolaan BOMMengelola Bill of Material memerlukan ketelitian agar proses produksi berjalan lancar. Anda perlu memahami tantangan utama dalam pengelolaan BOM agar dapat mengatasinya dengan strategi yang tepat. Beberapa aspek krusial yang sering menjadi hambatan meliputi:

      1. Ketidakakuratan dan inkonsistensi data

      Kesalahan dalam pencatatan komponen, perubahan yang tidak terdokumentasi dengan baik, atau perbedaan versi Bill Of Materials dapat menyebabkan ketidaksesuaian dalam produksi.

      Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa menjadi contoh masalah produksi seperti produk cacat, pemborosan bahan, hingga peningkatan biaya produksi.

      2. Kompleksitas dalam struktur BOM

      Mengelola Bill Of Materials dengan banyak tingkatan, terutama pada produk dengan komponen yang kompleks, bisa menjadi sulit tanpa sistem yang tepat. Kesalahan dalam memahami hubungan antar komponen atau perbedaan antara single-level dan multi-level BOM dapat menyebabkan kebingungan dalam perakitan. 

      Menggunakan sistem digital seperti aplikasi manufaktur dapat membantu mengurangi kompleksitas ini dan meningkatkan efisiensi manajemen data.

      3. Kurangnya integrasi antar departemen

      Berbagai tim seperti engineering, produksi, pengadaan, dan keuangan bekerja menggunakan Bill Of Materials. Jika tidak ada sistem yang terintegrasi, informasi yang tidak sinkron dapat menyebabkan kesalahan komunikasi dan keterlambatan produksi.

      4. Kesulitan dalam pengelolaan inventaris

      Bill Of Materials yang tidak terhubung langsung dengan sistem inventaris dapat menyebabkan masalah seperti kelebihan atau kekurangan stok bahan baku. Perusahaan bisa mengalami gangguan produksi akibat ketidakseimbangan persediaan.

      Praktik Terbaik dalam Mengelola Bill of Material

      Kini kompleksitas Bill of Materials (BOM) semakin meningkat, terutama bagi perusahaan dengan produksi skala besar. Untuk mengatasi tantangan ini, banyak perusahaan telah beralih ke solusi digital dengan menggunakan software manufaktur, salah satunya adalah HashMicro.

      Software manufaktur dari HashMicro menawarkan berbagai fitur untuk menyederhanakan pengelolaan Bill Of Material seperti:

      • Multi-Level BOM: Memungkinkan pengelolaan BOM dengan struktur bertingkat, mencakup seluruh komponen dan subkomponen agar lebih sistematis.
      • Finished Goods Production Simulation: Fitur ini menghitung jumlah produk jadi yang dapat perusahaan produksi berdasarkan ketersediaan bahan dalam Bill of Materials (BOM) yang ada di gudang.
      • Secret Recipe BOM: Memastikan keamanan informasi rahasia, seperti formula atau resep produk, dengan pengaturan akses khusus, yang sangat berguna bagi industri F&B.

      Software manufaktur ini juga terintegrasi dengan sistem lain seperti manajemen inventaris, pengadaan, dan akuntansi. Memastikan alur kerja lebih selaras, meminimalkan kesalahan, serta meningkatkan produktivitas. Anda dapat mencoba demo gratis untuk merasakan langsung manfaatnya dalam mengoptimalkan operasional manufaktur. 

      Kesimpulan

      Bill of Material (BOM) adalah daftar lengkap bahan, komponen, dan susunan perakitan yang dipakai untuk membuat satu produk. Dengan BOM yang rapi, tim produksi bisa melihat kebutuhan material dengan jelas dan menyiapkan proses kerja lebih terukur.

      BOM juga membantu menjaga konsistensi hasil produksi karena komponen dan jumlahnya tercatat jelas. Saat ada perubahan desain atau kebutuhan material, versi BOM yang diperbarui membuat proses penyesuaian lebih cepat dan mengurangi salah ambil komponen.

      Kalau Anda ingin memastikan format BOM yang dipakai sudah pas dengan kondisi produksi saat ini, Anda bisa ambil sesi konsultasi gratis untuk cek struktur BOM, alur update, dan cara merapikannya supaya lebih mudah dipakai tim.

      Pertanyaan Seputar Bill of Materials

      • Apa yang dimaksud dengan Bill of Material (BOM)? Bill of Material (BOM) mencantumkan daftar lengkap semua bahan baku, komponen, dan sub-assembly yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk.
      • Bagaimana contoh penggunaan Bill of Material dalam manufaktur? Dalam industri manufaktur, perusahaan menggunakan BOM untuk mencatat bahan dan komponen yang mereka butuhkan dalam proses produksi. Misalnya, dalam industri elektronik, BOM mencatat setiap bagian seperti resistor, kapasitor, dan chip yang diperlukan untuk merakit sebuah perangkat.
      • Apa peran BOM dalam sistem ERP? Dalam sistem ERP, BOM membantu mengintegrasikan data produksi, inventaris, dan pengadaan, sehingga perusahaan dapat mengelola bahan baku dengan lebih efisien dan menghindari kesalahan produksi.

      Kinan Eliana

      Content Writer

      Kinan telah berpengalaman selama 3 tahun di bidang content writing untuk industri manufaktur, konstruksi, dan retail. Ia secara konsisten mengulas topik terkait proses operasional bisnis manufaktur, manajemen omnichannel, manajemen proyek, serta implementasi teknologi digital untuk proses bisnis.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya