Beban akuntansi sering terdengar mirip dengan biaya, padahal keduanya tidak selalu dicatat dengan cara yang sama. Sama-sama berawal dari pengeluaran, tetapi dampaknya ke laba, margin, dan evaluasi kinerja bisa berbeda.
Di laporan keuangan, perbedaannya terlihat dari cara pengakuan: ada pengeluaran yang dihitung sebagai bagian dari perolehan/produksi, ada juga yang langsung dicatat sebagai beban pada periode berjalan.
Di praktiknya, area yang sering membingungkan biasanya terkait biaya pengiriman, kemasan, biaya admin marketplace, promosi, atau biaya operasional harian. Saat batasnya jelas, kontrol anggaran dan keputusan pricing jadi lebih rapi dan mudah dipertanggungjawabkan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Mengenal Beban dan Biaya dalam Akuntansi
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), expense atau beban dalam akuntansi adalah biaya yang dibebankan atas jasa yang bank lakukan pada akun nasabahnya. Beban diberikan setiap triwulan atau semester sesuai dengan kesepakatan bank dengan nasabah.
Dalam sudut pandang berbeda, beban adalah jenis pengeluaran untuk membantu proses perolehan barang atau jasa yang akan memengaruhi pendapatan suatu perusahaan.
Sedangkan biaya masuk (cost) adalah sejumlah pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh suatu barang atau jasa, baik untuk digunakan dalam operasional maupun dijual kembali.
Contoh sederhananya, di perusahaan FMCG seperti Marimas, pembelian bahan baku serta ongkos kirim dari supplier ke pabrik biasanya dicatat sebagai biaya (cost) karena ikut membentuk nilai produk yang diproduksi. Nilainya baru terasa ke laba saat produk dijual melalui HPP.
Sementara itu, gaji staf admin, listrik kantor, internet, dan sewa bangunan dicatat sebagai beban (expense) karena manfaatnya habis di periode berjalan dan langsung mengurangi laba periode tersebut.
6 Jenis Beban yang Harus Dipahami Akuntan
Bagi pebisnis yang tentunya penting untuk memahami apa saja macam macam beban dalam akuntansi, termasuk laporan laba rugi. Berikut adalah penjelasan jenis beban dalam akuntansi:
| Jenis Beban | Penjelasan Singkat |
|---|---|
| Harga Pokok Penjualan (HPP) | Biaya dari bahan baku hingga distribusi produk, tidak termasuk biaya penjualan & administrasi. |
| Beban Operasional | Biaya penjualan dan administrasi seperti gaji, iklan, dan sewa toko. |
| Beban Keuangan | Biaya yang timbul dari pinjaman, contohnya bunga utang. |
| Extraordinary Expenses | Biaya akibat kejadian besar di luar bisnis inti, misalnya PHK massal atau pelepasan aset. |
| Beban Non-Operasional | Biaya yang tidak terkait langsung dengan pendapatan usaha, seperti bunga pinjaman. |
| Beban Non-Tunai | Biaya tercatat tanpa arus kas keluar, contohnya penyusutan. |
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Harga pokok penjualan
HPP atau harga pokok penjualan merupakan seluruh pengeluaran yang ada mulai dari memperoleh bahan baku sampai dengan pemasaran produk seperti kegiatan promosi dan pengangkutan barang yang akan perushaan jual. Biaya ini tidak termasuk biaya penjualan dan administrasi yang seluruh perusahaan keluarkan.
2. Beban operasional
Beban operasional merupakan biaya yang muncul dari biaya penjualan barang dan jasa. Biaya ini termasuk biaya gaji penjualan, iklan, maupun biaya untuk sewa toko. Termasuk juga dengan macam macam beban dalam akuntansi non operasional.
3. Beban keuangan
Beban keuangan merupakan biaya atas biaya yang timbul dari pinjaman atau kreditor. Salah satu faktor expense management software ini merupakan biaya pengeluaran di luar bisnis inti perusahaan. Salah satu contohnya yaitu biaya bunga atas uang yang perusahaan pinjam.
4. Extraordinary expenses
Extraordinary expenses merupakan biaya yang timbul atas suatu kejadian atau transaksi besar yang berada di luar aktivitas bisnis inti perusahaan. Contoh expense Ini termasuk biaya untuk merumahkan karyawan, menjual tanah, atau melepaskan aset penting dari suatu perusahaan.
5. Beban non-operasional
Beban ini merupakan biaya yang tidak dapat dikaitkan kembali dengan pendapatan dari suatu usaha. Contoh beban non-operasional yang paling umum yaitu biaya bunga atas peminjaman uang.
Pinjaman dari bank biasanya memerlukan pembayaran bunga, tetapi pembayaran semacam itu tidak menghasilkan pendapatan operasional apa pun. Oleh karena itu, biaya tersebut termasuk sebagai biaya non-operasional.
6. Beban non-tunai
Akun beban non-tunai merupakan biaya yang tercatat dalam laporan laba rugi, namun tidak melibatkan transaksi tunai yang sesungguhnya. Contoh jenis non-tunai yang paling umum yaitu penyusutan. Hal ini karena penyusutan mengurangi laba bersih, namun bukan akibat arus kas keluar.
Apa Saja Perbedaan Beban (Expense) dengan Biaya (Cost)?
Bagi pebisnis yang ingin memahami perbedaan biaya dan beban, berikut adalah penjelasan yang dapat Anda pahami:
1. Secara garis besar
Berbeda dengan expense, biaya atau cost merupakan jenis biaya yang muncul ketika perusahaan membeli barang maupun jasa yang mendukung kegiatan produksi maupun operasional. Jadi, biaya merupakan sumber ekonomi yang memang harus dikeluarkan demi kelangsungan usaha.
2. Letaknya dalam laporan keuangan
Perbedaan yang utama antara kedua variabel tersebut terletak pada letak penyusunan laporan keuangannya. Dalam laporan keuangan perusahaan, expense termasuk dalam laporan laba-rugi sebagai pengeluaran yang telah terpakai dan tidak memberi manfaat kedepannya.
Sedangkan, biaya akan masuk dalam penyusunan neraca sebagai biaya yang belum terpakai. Hal ini karena biaya dianggap sebagai aktiva berupa biaya yang belum terpakai.
3. Perbedaan periode akuntansi
Perbedaan kedua dapat Anda lihat dari periode akuntansinya. Expense sendiri memiliki periode akuntansi kurang dari satu tahun karena berasal dari pengeluaran pendapatan.
Dalam klasifikasi beban dalam akuntansi, expense biasanya dicatat sebagai beban operasional jangka pendek. Sedangkan biaya memiliki periode akuntansi lebih dari satu tahun karena dianggap sebagai pengeluaran modal yang berkaitan dengan aset jangka panjang.
4. Jumlah pengeluaran
Berdasarkan jumlah yang dikeluarkan, expense memiliki jumlah pengeluaran yang relatif lebih kecil karena berasal dari pengeluaran pendapatan. Sedangkan, biaya memiliki jumlah pengeluaran yang lebih besar karena berasal dari pengeluaran modal.
Semakin besar biaya yang perusahaan keluarkan maka semakin besar juga modal yang Anda keluarkan. Sebaliknya untuk expense, semakin besar expense yang Anda keluarkan maka akan semakin kecil keuntungan yang Anda peroleh.
5. Berdasarkan nominal dan nilai biayanya
Expense memiliki nominal yang sedikit sedangkan cost memiliki nominal yang relatif lebih besar. Contohnya, dalam biaya sewa ataupun biaya penyusutan tidak dianggap sebagai beban karena biaya sewa atau biaya penyusutan ini akan ada dalam periode akuntansi selanjutnya.
Biaya memiliki jumlah nominal yang lebih besar karena tidak berhubungan dengan hal-hal kecil dalam perusahaan. Sedangkan expense dapat menjadi alternatif untuk pengeluaran bernilai kecil.
6. Berdasarkan manfaat yang ada
Karena pembukuan dan istilah dari dua variabel ini berbeda, tentunya manfaat yang perusahaan dapatkan juga akan berbeda. Biaya akan memberikan manfaat kepada pendapatan, sedangkan beban akan bermanfaat sebagai salah satu sumber daya.
Oleh karena itu, penting untuk menjelaskan klasifikasi beban secara tepat agar perusahaan dapat memahami dampaknya terhadap laporan keuangan. Pemanfaatan pada biaya juga akan berdampak terhadap jumlah modal setelahnya, sedangkan pemanfaatan pada beban akan berdampak terhadap jumlah keuangan yang ada.
Baca juga: 15 Sistem Multi Entity Accounting Terbaik untuk Holding
Contoh Beban dan Biaya dan Kasusnya pada Perusahaan
Dalam konteks bisnis, contoh beban perusahaan adalah gaji karyawan, listrik, dan sewa kantor. Sedangkan, contoh biaya adalah pembelian bahan baku, perawatan mesin, dan iklan. Beban mengurangi laba, sedangkan biaya terkait langsung dengan produksi.
Misalnya, perusahaan Antar Jaya membeli truk baru seharga Rp. 512.000.000. Truk ini masuk sebagai aset, karena bisa digunakan dalam jangka panjang untuk menghasilkan pendapatan.
Namun, ada juga beban yang harus perusahaan keluarkan, seperti beban penyusutan Rp. 85.000.000 per tahun, beban perawatan, dan beban bahan bakar, karena biaya ini hanya berlaku untuk satu periode dan mengurangi pendapatan langsung.
Dalam jurnal umum, contoh cost dan beban dalam akuntansi tertulis sebagai berikut:
Beban:
| Beban Penyusutan truk | Rp 85.000.000 | |
| Akumulasi Penyusutan Truk | Rp 85.000.000 |
Biaya:
| Truk (Aset) | Rp 512.000.000 | |
| Kas | Rp 512.000.000 |
Kedua pengeluaran di atas memang terlihat serupa. Namun, kedua variabel tersebut memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, tentu akan mempermudah untuk mengklasifikasikan.
Untuk Siapa Pemahaman Beban Akuntansi Ini Penting?
Pemahaman beban akuntansi bukan hanya penting untuk tim finance, tapi juga untuk siapa pun yang butuh angka yang “bercerita” dengan benar.
Saat skala bisnis berubah, kebutuhan klasifikasinya ikut naik mulai dari sekadar rapi untuk pajak, sampai siap untuk audit, kontrol anggaran, dan pelaporan manajemen.
| Segmen | Fokus utama | Tools yang disarankan |
|---|---|---|
|
UMKM & Startup
Omzet < Rp50M/tahun
|
|
Spreadsheet atau software akuntansi basic dengan auto-kategorisasi
|
|
Perusahaan Menengah
Omzet Rp50M – Rp500M/tahun
|
|
Software akuntansi dengan fitur multi-company dan approval workflow
|
|
Enterprise
Omzet > Rp500M/tahun
|
|
ERP terintegrasi dengan modul financial consolidation
|
Dengan segmentasi ini, pembaca bisa melihat bahwa kebutuhan klasifikasi beban akan berkembang seiring naiknya omzet dan kompleksitas transaksi.
Artinya, standar pencatatan yang cukup untuk UMKM bisa jadi tidak lagi memadai ketika bisnis mulai multi-cabang atau masuk fase audit yang lebih ketat.
Kesimpulan
Beban dan biaya sama-sama berasal dari pengeluaran, tetapi cara pencatatannya berbeda dan dampaknya ke laba bisa jauh. Saat pemisahan ini jelas, laporan keuangan jadi lebih konsisten dan lebih mudah dipakai untuk membaca performa bisnis.
Kuncinya ada di klasifikasi yang rapi, yaitu dengan menetapkan kategori sejak awal, simpan bukti transaksi, dan catat sesuai periodenya. Dengan begitu, koreksi berulang saat evaluasi atau tutup buku bisa berkurang.
Jika masih ada transaksi yang membingungkan saat diklasifikasikan, konsultasi gratis dengan tim expert. Jadi, keputusan keuangan tidak bertumpu pada asumsi, tapi pada pencatatan yang benar.
Pertanyaan Seputar Beban Akuntansi
-
Apa perbedaan biaya dan beban?
Secara garis besar, biaya pengeluaran yang muncul ketika perusahaan membeli barang maupun jasa yang mendukung kegiatan produksi maupun operasional demi kelangsungan usaha. Dalam laporan keuangan, beban termasuk dalam laporan laba-rugi sebagai pengeluaran yang telah terpakai dan tidak memberi manfaat kedepannya. Sedangkan, biaya akan masuk dalam penyusunan neraca sebagai biaya yang belum terpakai.
-
Apa beda aset dan beban?
Aset adalah sumber daya yang dimiliki bisnis untuk menghasilkan keuntungan, seperti uang, gedung, atau peralatan. Beban adalah pengeluaran bisnis untuk operasional, seperti gaji, listrik, atau sewa. Aset menambah nilai bisnis, sedangkan beban mengurangi laba.
-
Contoh aset itu seperti apa?
Contoh aset adalah uang tunai, gedung, kendaraan, dan peralatan bisnis. Aset juga bisa berupa piutang usaha atau hak paten. Semua ini punya nilai dan bisa digunakan untuk menghasilkan keuntungan.





