CNBC Awards

Mengenal Engineering Control, Pendekatan dan Contoh Penerapannya

Diterbitkan:

Sering kali risiko K3 tidak terlihat saat audit dan baru muncul ketika operasional sedang berlangsung. Pada kondisi ini, titik kerja yang kurang aman dapat meningkatkan potensi terjadinya insiden.

Di sinilah engineering control berperan dengan mengurangi risiko dari sumbernya melalui perubahan desain, peralatan, atau tata letak kerja. Metode ini efektif karena menekan paparan bahaya sejak awal proses kerja.

Agar penerapannya tepat, perusahaan perlu memulai dari identifikasi risiko yang konsisten dan terdokumentasi. Setelah itu, bahaya kimia, biologi, fisik, ergonomi, psikologis, hingga radiasi dapat dikendalikan secara terukur.

Key Takeaways

  • Engineering control adalah strategi pengendalian bahaya di lingkungan kerja melalui penggunaan penghalang atau ventilasi udara untuk menghilangkan zat berbahaya.
  • Pendekatan teknis terhadap engineering control mencakup eliminasi, substitusi, isolkasi, dan pengendalian jarak.
  • Contoh penerapan engineering control meliputi pemasangan barang, insulasi pipa, penurunan suhu, dan penggunaan alat angkat.

Apa itu Engineering Control?

Engineering Control adalah metode pengendalian risiko di tempat kerja yang berfokus pada rekayasa teknis untuk mengurangi bahaya. Cara kerjanya dilakukan dengan memodifikasi peralatan, proses, atau lingkungan kerja agar lebih aman bagi pekerja.

Terdapat lima teknik pengendalian bahaya atau yang lebih populer dikenal dengan hazard hierarchy atau hierarchy of control. Hierarki pengendalian bahaya ini sebagai prinsip penting dalam pengendalian bahaya dalam tempat kerja.

Pendekatan Teknis Engineering Control

engineering control

Engineering control mencegah paparan dengan alat seperti pengaman mesin atau penutup ban berjalan, dan penerapannya dapat dilakukan dengan cara berikut:

1. Eliminasi

Eliminasi adalah suatu pengendalian risiko yang bersifat permanen dan harus perusahaan Anda coba terapkan sebagai prioritas pertama. Pendekatan teknis ini dapat Anda lakukan dengan memindahkan objek kerja atau sistem kerja yang berhubungan dengan tempat kerja yang kehadirannya pada batas yang tidak dapat sesuai dengan ketentuan.

Contohnya adalah peraturan atau standar baku K3 atau kadarnya melampaui nilai ambang batas aturan.

2. Substitusi

Pendekatan teknis engineering control yang kedua adalah substitusi. Yaitu teknik pengendalian bahaya dengan mengganti alat, bahan, sistem, atau prosedur yang berbahaya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keamanan atau mengecilkan risiko bahaya.

3. Isolasi

Teknik isolasi adalah cara untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kejadian bahaya. Teknik isolasi yaitu sumber bahaya yang mungkin saja penerima dapatkan diisolir menggunakan penghalang (barrier) atau dengan pelindung diri.

Kemungkinan bahaya dapat berkurang apabila sumber bahaya dan penerima dipasang dengan barrier atau alat pelindung diri (APD).

4. Pengendalian jarak

Teknik pengendalian jarak adalah suatu teknik memungkinkan mengurangi kecelakaan dengan melakukan pengendalian jarak antara sumber bahaya (energi) dengan penerima.

Kontak manusia atau pekerja dengan sumber bahaya dapat berkurang dengan melakukan kontrol jarak jauh dari ruang kendali. Hal ini akan semakin menjauhkan pekerja dari sumber bahaya atau semakin kecil kemungkinan terjadinya kecelakaan. 

Contoh Penerapan Engineering Control

engineering control

Berikut adalah beberapa contoh penerapan engineering control dalam pengendalian bahaya di tempat kerja:

1. Pemasangan cover motor

Mesin yang terbuka atau dapat terlihat secara langsung sehingga mudah tersentuh akan memiliki risiko yang lebih tinggi membahayakan. Maka dari itu suatu mesin memiliki penutup dengan fungsi untuk mengurangi risiko bahaya penggunaannya.

Seperti kipas pada motor pompa, blower, atau kompresor dilengkapi dengan cover atau penutup. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko terkena bahaya putaran kipas. Teknik ini adalah salah satu pengendalian bahaya menggunakan engineering control.

2. Pemasangan pagar pengaman pada lokasi transformer

Listrik sudah menjadi kebutuhan manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Lokasi transformer adalah area yang memiliki tegangan listrik tinggi. Listrik dengan tegangan tinggi dapat ditemukan di area-area tertentu seperti tower, kamar mesin, dan ruang UPS (uninterrupted power supply).

PLC Penjangkauan area transformer hanya untuk teknisi yang memiliki wewenang. Hal ini juga harus dibarengi dengan penerapan engineering control untuk melindungi pekerja dari bahaya sengatan listrik tegangan tinggi. 

3. Insulasi pada pipa steam

Insulasi adalah salah satu engineering control yang berfungsi untuk menghindari hilangnya energi panas dari steam serta memiliki fungsi keamanan. Suhu steam yang sangat panas akan menyebabkan manusia cedera.

Untuk mengurangi risiko tersebut maka pemasangan insulation dengan ketebalan tertentu adalah salah satu solusi terbaik. Sehingga, suhu pada bagian luar insulasi sudah sangat berkurang apabila Anda bandingkan dengan suhu steam di dalam pipa. 

4. Menurunkan suhu proses

Suatu proses produksi yang memerlukan suhu tinggi perlu penyesuaian suhu untuk mengurangi bahaya. Misalnya proses produksi berlangsung pada suhu 200 derajat Celcius maka menurunkannya menjadi lebih rendah seperti 100 derajat Celcius adalah salah satu pengendalian bahaya dengan metode engineering control. Potensi bahaya dengan penyebab suhu tinggi dapat berkurang karena rekayasa teknik. 

5. Penggunaan alat angkat

Suatu proyek industri memungkinkan untuk melakukan pemindahan alat berat. Hal tersebut jika pengangkatan atau pemindahan Anda lakukan secara manual akan meningkatkan potensi risiko yang besar.

Bukan tidak mungkin pekerja tertimpa benda berat dan tidak ergonomis. Potensi bahaya ini dapat perusahaan Anda antisipasi dengan menggunakan manajemen preventif engineering sehingga dapat melakukan pemindahan secara otomatis melalui bantuan lifter, air balancer, atau keranjang dorong. 

6. Penggunaan vacuum cleaner untuk membersihkan debu

Pekerja yang menghisap debu secara terus menerus akan membahayakan keselamatan dan kesehatan pekerja. Contoh lain dari rekayasa teknik adalah penggunaan vacuum cleaner.

Pengendalian bahaya tersebut dengan engineering control adalah salah satu peralihan cara konvensional ke otomatis.

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Studi Kasus Engineering Control

engineering control

Engineering control adalah proses pengendalian risiko dengan merekayasa suatu alat atau bahan dengan tujuan mengendalikan bahayanya. Engineering control dapat perusahaan lakukan apabila proses substitusi tidak bisa Anda lakukan.

Kendala yang biasanya perusahaan hadapi dalam proses substitusi adalah penggantian alat dan bahan. Contoh kasusnya adalah ketika di tempat kerja terdapat mesin diesel yang memiliki suara bising, maka perusahaan tidak mungkin menggantinya tetapi memodifikasi sedemikian rupa agar suara tidak keluar secara berlebihan.

Contoh lainnya adalah apabila suatu perusahaan memiliki mesin tangki yang bocor tetapi perusahaan sedang tidak memiliki dana untuk mengganti tangki tersebut dalam waktu cepat.

Solusi cepat yang dapat Anda gunakan adalah engineering control dengan menambal bagian yang bocor dengan bantuan teknisi sehingga dapat teratasi sementara. 

Untuk dapat membantu agar pengendalian risiko dapat terkelola dengan efektif, perusahaan bisa menggunakan bantuan software seperti software engineering yang terintegrasi dengan manajemen industri ERP Industri Logistik, memperkuat pengendalian dalam rantai pasokan.

Salah satu contoh implementasi sukses yang sudah ada yaitu implementasi ERP dari perusahaan Marimas. Dengan mengimplementasi sistem ERP, mirip dengan prinsip Agile ERP, Marimas dapat memaksimalkan potensi bisnis yang mereka miliki dengan menunjukkan fleksibilitas dan efisiensi operasional yang serupa dengan engineering control.

Ingin mengetahui caranya? Baca selengkapnya disini atau melihat video dibawah ini

Kesimpulan

Pengendalian bahaya di tempat kerja perlu dijalankan supaya keselamatan dan kesehatan karyawan tetap terjaga. Salah satu cara yang paling efektif adalah engineering control karena risiko ditekan langsung dari sumbernya.

Agar penerapannya tepat, perusahaan perlu memastikan perencanaan dan koordinasi berjalan rapi. Dengan manajemen proyek yang lebih terstruktur, implementasi engineering control menjadi lebih efisien dan lebih mudah dipantau.

Jika Anda ingin memahami alurnya secara lebih jelas, Anda dapat menjadwalkan sesi konsultasi sesuai kebutuhan perusahaan.

ERPEngineering

Jessica Wijaya

Senior Content Writer

Selama lebih dari 5 tahun sebagai Senior Content Writer, Jessica telah menulis topik yang mengulas tentang bidang inventory dan warehouse management. Keahliannya mencakup penulisan artikel manajemen stok dan persediaan, perencanaan kebutuhan, multi-warehouse management, dan integrasi sistem digital untuk pengelolaan barang.



HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
6281222846776
×

Chapter Selanjutnya