CNBC Awards

Material Request Adalah Fondasi Efisiensi Bisnis

Diterbitkan:

Banyak bisnis mengalami keterlambatan produksi dan pembengkakan biaya karena proses material request yang tidak terstruktur. Tanpa alur yang jelas, permintaan material mudah tumpang tindih, salah input, atau terlambat diproses.

Ketika status permintaan tidak terpantau, tim produksi sering bergerak berdasarkan asumsi, bukan data. Akibatnya, stok bisa habis di saat kritis atau justru menumpuk karena permintaan ganda.

Sistem manufaktur membantu merapikan alur permintaan material lewat otomatisasi, approval yang jelas, dan pemantauan real-time. Dengan data inventaris yang terhubung, ketersediaan material lebih mudah dijaga agar sesuai kebutuhan produksi.

Key Takeaways

  • Material request adalah dokumen internal yang digunakan oleh suatu departemen untuk meminta barang atau material yang sudah tersedia di gudang atau inventaris perusahaan.
  • Proses permintaan material yang terstruktur itu sangat penting bagi efisiensi operasional dan kesehatan finansial perusahaan.
  • Dengan alur prosedur material request yang efektif dan baku, setiap permintaan dapat dilacak, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan.
  • Software manufaktur ini membantu merapikan manajemen produksi dan meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Material Request dan Bedanya dengan Dokumen Lain?

      Seringkali terjadi kebingungan antara material request dengan dokumen pengadaan lainnya seperti purchase requisition (PR) atau purchase order (PO). Material request adalah dokumen internal yang digunakan oleh suatu departemen untuk meminta barang atau material yang sudah tersedia di gudang atau inventaris perusahaan. Tujuannya adalah untuk otorisasi pengeluaran stok internal, bukan untuk melakukan pembelian dari pihak eksternal.

      Perbedaan utamanya terletak pada sumber pengadaan barang tersebut. Jika material request dipenuhi dari stok internal, maka purchase requisition adalah permintaan resmi untuk membeli barang dari vendor eksternal ketika stok tidak tersedia. Setelah PR disetujui, barulah tim pengadaan akan menerbitkan purchase order (PO) sebagai kontrak resmi pembelian kepada vendor. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk menjaga alur kerja pengadaan yang efisien dan terorganisir.

      Mengapa Proses Material Request yang Terstruktur Sangat Penting?

      Mungkin terdengar sepele, namun proses permintaan material yang terstruktur adalah tulang punggung dari efisiensi operasional dan kesehatan finansial perusahaan. Tanpa sistem yang jelas, bisnis berisiko menghadapi kekacauan yang merugikan, mulai dari pengeluaran tak terkendali hingga terhambatnya produksi. Dari pengalaman saya di berbagai industri, perusahaan yang menginvestasikan waktu untuk membangun alur kerja yang solid selalu menuai hasil yang signifikan.

      Manfaat dari proses ini jauh melampaui sekadar pencatatan administratif; ini adalah tentang kontrol, visibilitas, dan akuntabilitas. Dengan prosedur yang baku, setiap permintaan dapat dilacak, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa proses material request yang terstruktur menjadi sangat krusial bagi keberlangsungan bisnis modern.

      1. Meningkatkan kontrol dan visibilitas anggaran

      Setiap material yang keluar dari gudang merepresentasikan biaya yang harus dicatat dan dikelola dengan cermat. Proses material request yang formal memastikan bahwa setiap permintaan dievaluasi berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan anggaran. Hal ini memberikan manajer keuangan visibilitas penuh atas pengeluaran internal, sehingga mereka dapat mengidentifikasi potensi pemborosan dan mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif.

      2. Mencegah kekurangan atau kelebihan stok (dead stock)

      Salah satu tantangan terbesar dalam manajemen inventaris adalah menyeimbangkan tingkat persediaan. Proses material request yang terintegrasi dengan data inventaris membantu mencegah dua masalah utama, yaitu kehabisan stok yang dapat menghentikan produksi dan kelebihan stok (dead stock) yang mengikat modal. Dengan data permintaan yang akurat, tim gudang dapat merencanakan titik pemesanan ulang (reorder point) secara lebih presisi.

      3. Menjadi dasar audit dan akuntabilitas internal

      Setiap formulir material request yang disetujui berfungsi sebagai jejak audit yang sah dan dapat dilacak. Dokumen ini mencatat siapa yang meminta, kapan, untuk tujuan apa, dan siapa yang menyetujuinya. Data ini sangat berharga selama proses audit internal maupun eksternal, karena membuktikan bahwa setiap pengeluaran aset perusahaan telah melalui prosedur otorisasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

      4. Mempercepat proses pengadaan barang

      Meskipun terdengar kontradiktif, birokrasi yang terstruktur justru dapat mempercepat proses secara keseluruhan. Ketika alur permintaan jelas dan setiap pihak memahami perannya, proses dari pengajuan hingga pengambilan barang menjadi lebih cepat dan efisien. Ini mengurangi waktu yang dihabiskan untuk klarifikasi, pencarian persetujuan manual, dan kebingungan yang sering terjadi dalam sistem yang tidak terorganisir.

      Komponen Krusial yang Wajib Ada dalam Formulir Material Request

      Efektivitas sebuah proses material request sangat bergantung pada kelengkapan informasi yang tercantum dalam formulirnya. Formulir yang dirancang dengan baik berfungsi sebagai alat komunikasi yang jelas antara departemen pemohon, tim gudang, dan manajemen. Kekurangan satu informasi penting saja dapat menyebabkan keterlambatan, kesalahan pengiriman, atau bahkan penolakan permintaan yang sebenarnya valid.

      Oleh karena itu, penting untuk memastikan setiap formulir permintaan material, baik dalam bentuk fisik maupun digital, mencakup semua komponen esensial. Ini bukan hanya tentang mengisi kolom, tetapi tentang menyediakan data yang cukup bagi setiap pemangku kepentingan untuk membuat keputusan yang tepat dan cepat. Berikut adalah komponen-komponen krusial yang harus ada dalam setiap formulir material request Anda.

      1. Informasi pemohon dan departemen: Detail dasar seperti nama pemohon, departemen, dan tanggal permintaan sangat penting untuk akuntabilitas dan pelacakan.
      2. Detail spesifik material yang diminta: Mencakup nama barang, kode SKU (Stock Keeping Unit), spesifikasi teknis, dan deskripsi singkat untuk menghindari kesalahan pengambilan barang.
      3. Kuantitas dan satuan unit: Jumlah barang yang diminta harus jelas, beserta satuannya (misalnya, buah, kilogram, liter, atau rol) untuk memastikan akurasi pemenuhan.
      4. Justifikasi atau alasan kebutuhan: Penjelasan singkat mengenai tujuan penggunaan material (misalnya, untuk Proyek A, perbaikan mesin B) membantu manajer memahami urgensi dan relevansi permintaan.
      5. Tanggal dibutuhkan: Menentukan kapan material tersebut diperlukan membantu tim gudang memprioritaskan permintaan dan merencanakan jadwal pengeluaran barang.
      6. Kolom persetujuan berjenjang: Menyediakan ruang untuk tanda tangan atau persetujuan digital dari pihak-pihak yang berwenang, seperti kepala departemen dan manajer gudang, untuk memastikan validitas permintaan.

      Alur Prosedur Material Request yang Efektif dari Awal hingga Akhir

      Membangun alur prosedur material request yang efektif adalah kunci untuk mengubah teori menjadi praktik yang efisien. Sebuah alur kerja yang jelas memastikan bahwa setiap permintaan bergerak melalui tahapan yang benar, dari pengajuan hingga pemenuhan, tanpa ada hambatan yang tidak perlu. Ini melibatkan koordinasi yang mulus antara berbagai departemen, seperti departemen pengguna, gudang, pengadaan, dan keuangan.

      Tujuan utama dari alur ini adalah untuk menciptakan proses yang transparan, dapat dilacak, dan akuntabel. Setiap langkah harus memiliki tujuan yang jelas dan penanggung jawab yang ditentukan. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam alur prosedur material request yang efektif, yang dapat diadaptasi oleh sebagian besar organisasi untuk meningkatkan kontrol dan efisiensi operasional mereka.

      1. Tahap 1: Pengajuan permintaan oleh pengguna atau departemen: Karyawan atau kepala departemen mengisi formulir material request dengan detail lengkap mengenai barang yang dibutuhkan.
      2. Tahap 2: Verifikasi dan persetujuan awal oleh kepala departemen: Atasan langsung meninjau permintaan untuk memastikan kebutuhan tersebut valid dan sesuai dengan prioritas departemen.
      3. Tahap 3: Pengecekan ketersediaan stok oleh tim gudang: Tim gudang menerima permintaan dan memeriksa apakah material yang diminta tersedia dalam inventaris.
      4. Tahap 4: Persetujuan akhir dari manajemen atau bagian keuangan: Untuk barang bernilai tinggi, mungkin diperlukan persetujuan tambahan dari manajemen atau departemen keuangan untuk memastikan kesesuaian dengan anggaran.
      5. Tahap 5: Proses pengadaan oleh tim procurement: Jika stok tidak tersedia, material request akan diteruskan ke tim pengadaan untuk memulai proses pembelian melalui purchase requisition.
      6. Tahap 6: Penerimaan dan pencatatan barang: Setelah barang diambil dari gudang, tim gudang akan memperbarui catatan inventaris untuk mencerminkan pengurangan stok secara akurat.

      Tantangan Umum dalam Proses Material Request Manual dan Dampaknya

      Meskipun terlihat sederhana, mengandalkan proses manual untuk manajemen material request seringkali menjadi sumber inefisiensi dan frustrasi dalam sebuah organisasi. Ketergantungan pada dokumen fisik dan alur persetujuan berbasis kertas membuka banyak celah untuk kesalahan dan keterlambatan. Menurut sebuah studi dari GEP Worldwide, banyak perusahaan masih berjuang dengan proses pengadaan yang tidak efisien, yang secara langsung berdampak pada produktivitas dan profitabilitas.

      Dampak dari tantangan ini bersifat kumulatif, di mana satu masalah kecil dapat memicu efek domino yang lebih besar, seperti penundaan proyek atau pembengkakan biaya. Mengidentifikasi tantangan-tantangan ini adalah langkah pertama untuk memahami mengapa digitalisasi menjadi solusi yang semakin mendesak. Berikut adalah beberapa masalah paling umum yang dihadapi perusahaan dengan proses material request manual.

      • Keterlambatan akibat alur persetujuan yang panjang: Dokumen fisik yang harus berpindah dari satu meja ke meja lain seringkali tersendat, terutama jika pihak yang berwenang tidak berada di tempat.
      • Risiko human error dalam pencatatan data: Kesalahan penulisan kode barang, jumlah, atau spesifikasi dapat menyebabkan pengiriman barang yang salah dan pemborosan waktu untuk proses pengembalian.
      • Kesulitan melacak status permintaan secara real-time: Tanpa sistem terpusat, pemohon seringkali tidak memiliki visibilitas mengenai di mana posisi permintaan mereka, yang menimbulkan ketidakpastian dan komunikasi berulang.
      • Potensi pengadaan yang tidak efisien dan pemborosan: Kurangnya data historis yang mudah diakses membuat analisis tren kebutuhan menjadi sulit, yang dapat berujung pada pembelian impulsif atau penumpukan stok yang tidak perlu.

      Cara Mengoptimalkan Manajemen Material Request Melalui Digitalisasi

      Di era digital saat ini, mempertahankan proses manual untuk material request sama saja dengan membiarkan operasional bisnis berjalan dengan kecepatan yang lambat. Digitalisasi bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan sebuah investasi strategis untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan visibilitas. Dengan mengadopsi perangkat lunak, perusahaan dapat mengubah alur kerja yang rumit dan rentan kesalahan menjadi proses yang terotomatisasi dan transparan.

      Solusi digital, seperti yang ditawarkan oleh software manufaktur, memungkinkan integrasi data dari berbagai departemen, mulai dari gudang hingga keuangan. Ini memberikan gambaran menyeluruh yang dibutuhkan manajemen untuk membuat keputusan berbasis data. Berikut adalah cara-cara utama bagaimana digitalisasi dapat mengoptimalkan proses material request Anda.

      1. Otomatisasi alur persetujuan (approval workflow): Sistem dapat secara otomatis meneruskan permintaan ke pihak yang berwenang sesuai dengan aturan yang telah ditentukan, lengkap dengan notifikasi real-time untuk mempercepat proses persetujuan.
      2. Integrasi langsung dengan sistem manajemen inventaris: Saat permintaan dibuat, sistem dapat langsung memeriksa ketersediaan stok secara real-time, mengurangi waktu tunggu dan memberikan data yang akurat.
      3. Sentralisasi data untuk pelacakan dan visibilitas real-time: Semua permintaan tersimpan dalam satu dasbor terpusat, memungkinkan semua pihak terkait untuk melacak statusnya dari mana saja dan kapan saja.
      4. Pembuatan laporan analitis untuk pengambilan keputusan: Perangkat lunak dapat menghasilkan laporan tentang tren permintaan, penggunaan material per departemen, dan waktu siklus pemenuhan, yang sangat berharga untuk perencanaan strategis. Mencari Aplikasi manufaktur terbaik adalah langkah awal yang tepat.

      Contoh Praktis Formulir Material Request untuk Industri Manufaktur

      Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat contoh sederhana dari formulir material request yang telah didigitalisasi untuk sebuah perusahaan manufaktur. Perhatikan bagaimana setiap kolom dirancang untuk menangkap informasi penting yang dibutuhkan untuk kelancaran proses. Formulir seperti ini, ketika diimplementasikan dalam sebuah sistem, dapat diisi dan diproses dalam hitungan menit.

      Formulir ini tidak hanya berfungsi sebagai alat permintaan tetapi juga sebagai sumber data. Informasi yang terkumpul dari setiap permintaan dapat dianalisis untuk mengidentifikasi pola konsumsi bahan baku, merencanakan kebutuhan inventaris, dan mengoptimalkan anggaran departemen. Berikut adalah contoh struktur formulir material request yang efektif.

      Komponen Formulir Contoh Isian
      Nomor Permintaan MR-2025-09-123
      Tanggal Permintaan 24 Oktober 2025
      Nama Pemohon Andi Wijaya
      Departemen Produksi – Lini Perakitan A
      Tanggal Dibutuhkan 27 Oktober 2025
      Kode Material (SKU) MTR-005-BOLT
      Nama Material Baut Hexagon M8x25
      Kuantitas Diminta 500
      Satuan Unit Buah (Pcs)
      Justifikasi Kebutuhan Untuk perakitan batch produksi #P7890
      Status Persetujuan Disetujui oleh Kepala Produksi (Digital Signature)

      Studi Kasus Marimas Merapikan Material Request dan Procurement

      Di Marimas, proses material request sempat melambat karena alur manual dan data yang terpencar. Status permintaan sulit dipantau, sehingga verifikasi sering memakan waktu dan berdampak ke jadwal produksi.

      Perusahaan lalu memakai sistem procurement terintegrasi yang menyatukan permintaan material, approval bertingkat, dan pelacakan status. Sistem ini juga terhubung ke inventaris untuk mengecek stok otomatis sebelum pengadaan diproses.

      Hasilnya, PR dan PO bisa dibuat lebih cepat saat stok tidak cukup, sekaligus menjaga kontrol anggaran. Koordinasi antar produksi, gudang, pembelian, dan keuangan jadi lebih sinkron dengan risiko selisih data yang lebih rendah.

      Kesimpulan

      Proses material request yang efisien membantu menjaga kelancaran operasional dan biaya perusahaan. Alur yang rapi memudahkan kontrol anggaran, menekan pemborosan, dan menjaga akurasi permintaan.

      Sistem manufaktur terintegrasi membuat permintaan material bisa dipantau real-time dan diproses lewat alur persetujuan yang jelas. Karena terhubung ke data inventaris, kebutuhan material dapat divalidasi sebelum terjadi kekurangan stok atau pembelian ganda.

      Jika masih mengandalkan cara manual, risiko keterlambatan dan selisih data akan terus berulang. Standarisasi alur kerja dan otomatisasi membantu proses lebih transparan, akurat, dan mudah dievaluasi.

      Pertanyaan Seputar Material Request

      • Apa perbedaan mendasar antara Material Request (MR) dan Purchase Requisition (PR)?

        Material Request (MR) adalah permintaan barang yang sudah ada di stok internal perusahaan, sedangkan Purchase Requisition (PR) adalah permintaan untuk membeli barang dari vendor eksternal karena stok tidak tersedia.

      • Siapa saja pihak yang umumnya terlibat dalam alur persetujuan material request?

        Pihak yang terlibat biasanya adalah pemohon (karyawan), kepala departemen untuk persetujuan awal, staf gudang untuk verifikasi stok, dan terkadang manajer keuangan atau direksi untuk permintaan bernilai tinggi.

      • Bagaimana software dapat membantu mengurangi kesalahan dalam proses material request?

        Software menguranginya dengan menyediakan formulir digital terstandar, mengotomatiskan pengecekan stok, dan memberlakukan alur persetujuan digital untuk meminimalkan kesalahan input manual dan kehilangan dokumen.

      • Apa yang harus dilakukan jika material yang diminta tidak tersedia di gudang?

        Jika material tidak tersedia, MR yang telah disetujui akan diubah menjadi Purchase Requisition (PR) dan diteruskan ke departemen pengadaan (procurement) untuk memulai proses pembelian dari vendor.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya