Pentingnya Strategi Mark Up untuk Tingkatkan Bisnis Anda!
Hashy AI

Kerja Lebih Mudah dengan Hashy AI.

AI dalam sistem bisnis yang tuntaskan semua pekerjaanmu.

Coba Hashy Sekarang

Pentingnya Strategi Mark Up untuk Tingkatkan Bisnis Anda!

Pentingnya Strategi Mark Up untuk Tingkatkan Bisnis Anda!

Menentukan harga jual tidak bisa asal menaikkan angka dari biaya produksi. Tanpa perhitungan mark up yang tepat, bisnis berisiko mematok harga terlalu tinggi hingga kalah saing, atau terlalu rendah sehingga margin keuntungan tergerus. Mark up inilah yang menjembatani antara biaya modal dan laba yang ingin Anda capai.

Karena itu, setiap bisnis perlu memahami cara menghitung mark up sekaligus menetapkannya secara konsisten di seluruh produk. Perhitungan yang rapi akan lebih mudah dijaga bila didukung CRM sales yang mampu menghitung margin, memantau harga jual, dan menganalisis profitabilitas secara otomatis. Artikel ini membahas pengertian mark up, cara penerapannya, perbandingannya dengan markdown, serta strategi penetapan harga lain yang bisa Anda gunakan.

Key Takeaways

Mark up adalah strategi untuk meningkatkan persaingan harga dengan pesaing sejenis. Penetapan mark up yang tepat dapat membuat bisnis Anda menjadi pilihan utama bagi pembeli.

Menetapkan harga jual yang kompetitif sangat penting dalam dunia industri. Kesalahan dalam penetapan mark up atau mark down bisa berujung pada konsekuensi serius seperti penjualan menurun atau kehilangan keuntungan.

Mark up adalah peningkatan harga dari biaya produk untuk menentukan harga jual. Markdown adalah kebalikan dari mark up, di mana harga produk dikurangi dari harga aslinya.

Pengertian Mark Up Adalah

Mark up adalah peningkatan harga yang telah ditambahkan pada biaya dari sebuah produk untuk menentukan harga jual produk tersebut. Singkatnya mark up adalah menaikkan harga barang. Mark up menunjukkan seberapa besar harga jual sebuah produk dibandingkan harga produksinya.

Pada dasarnya, semakin tinggi nilai mark up, maka semakin besar pendapatan yang perusahaan hasilkan. Perhitungannya biasanya dihitung dari harga eceran suatu produk dikurangi harga produksinya.

Rumus:

Harga Jual = Biaya Beli Produk + Mark Up

Nilai mark up juga ditampilkan dalam bentuk persentase. Berikut rumus atau formula untuk menghitung mark up:

Apa itu Mark Up Adalah

Contoh sederhana, ketika produk seharga Rp20.000 Anda jual dengan harga Rp30.000. Presentase mark up adalah (30.000-20.000)/20.000= 0,5 x 100 = 50%. Selengkapnya pahami contoh kasus menghitung di bawah.

Contoh penerapan mark up

Besari adalah pemilik perusahaan XYZ, perusahaan teknologi yang menjual software. Hari ini Besari memiliki pesanan dari PT. ABC untuk Software Akuntansi seharga Rp4.000.000 dan Software HRM seharga Rp6.000.000. Selain itu terdapat instalasi yang harus Besari lakukan agar software terintegrasi dengan setiap komputer PT. ABC.

Biaya pemasangan sejumlah Rp10.000.000. Jika Besari menginginkan keuntungan sebesar 25% untuk pesanan tersebut, berapa harga yang harus Besari kenakan untuk PT. ABC?

Langkah #1: Hitung total biaya pesanan (software akuntansi + software HRM + instalasi)

Rp4.000.000 + Rp6.000.000 + Rp10.000.000 = Rp20.000.000 (biaya total).

Langkah #2: Menentukan harga jual dengan persentase 25%

25% = (Harga jual – Rp20.000.000) / Rp20.000.000 x 100. Maka harga yang harus Besari jual (harga jual) ke PT ABC adalah Rp25.000.000 agar mencapai mark up yang Besari inginkan.

Baca Juga: Apa itu Cost of Revenue dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Pengertian Markdown Adalah

Jika melihat barang ritel di sebuah toko terdapat diskon/cuci gudang misalnya di akhir tahun, perusahaan tersebut memanfaatkan alasan tersebut untuk melakukan mark down. Mark down adalah kebalikan dari mark up.

Mark down terjadi ketika harga suatu produk dikurangi dari harga aslinya. Mark down dapat dilakukan karena berbagai alasan, seperti penyelesaian stok, penjualan musiman, atau penurunan permintaan.

Penurunan harga ini biasanya dihitung sebagai persentase dari harga asli. Misalnya, jika sebuah produk awalnya dijual dengan harga $100 dan kemudian di-mark down menjadi $80, maka mark down-nya adalah 20%.

Mark down tidak dapat dianggap sebagai penyebab peritel mengalami rugi. Akan tetapi mengurangi keuntungan menjadi hanya sedikit. Oleh karena itu, keuntungan ini tidak sesuai dengan apa yang telah perusahaan ekspektasikan.

Selain itu, penyebutan mark down juga sebagai diskriminasi dari harga tingkatan kedua. Karena hal tersebut memang sebenarnya sebuah ritel sudah membebankan harga.

Harga yang perusahaan ekspektasikan tersebut tentu berbeda dengan penawaran kepada konsumen saat melakukan mark down. Penyebab hal tersebut adalah karena terjadinya kegiatan tawar menawar oleh konsumen.

Rumus:

Harga Jual = Biaya Beli Produk – Mark Down

Contoh penerapan mark down

Ronaldo adalah reseller sepatu bola Nike edisi HM01. Pada akhir tahun, Ronaldo ingin melakukan cuci gudang sehingga menerapkan mark down.

Sebelum melakukan mark down, penjualan sepatu menggunakan mark up 60%, setelah menggunakan konsep mark down menjadi 20% maka harga jual sepatu Nike HM01 turun dari sebelumnya Rp320.000 yang berasal dari Rp200.000 (biaya beli produk) + Rp120.000 (mark up). Lalu harga jual menjadi Rp240.000 yang berasal dari Rp200.000 (biaya beli produk) + Rp40.000 (mark down).

Contoh Penetapan Harga Selain Mark Up

Selain menetapkan harga jual melalui metode yang kami sebutkan sebelumnya, masih ada beberapa metode lain yang terbagi menjadi tiga macam pendekatan. Berikut penjelasan lengkapnya.

Penetapan harga berdasarkan biaya

Ada tiga bagian dari penggunaan metode ini yaitu berdasarkan penetapan harga biaya plus, penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), dan cara menghitung BEP (Break Even Point). Berikut penjelasannya:

Cara menentukan harga jual dengan metode ini adalah dengan cara menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang telah Anda atur pada unit tersebut (margin). Agar lebih mengerti, perumusannya adalah sebagai berikut:

Harga Jual = Biaya Total + Margin

Metode HPP menghasilkan harga jual per unit yang dengan menghitung Harga Pokok Pembelian (HPP) per unit ditambah (mark up) jumlah tertentu. Rumusnya adalah :

Harga Jual = Harga Beli + Mark Up

Penetapan harga BEP (Break Even Point) merupakan penetapan harga berdasarkan perhitungan antara jumlah total biaya keseluruhan dikurangi jumlah total penerimaan keseluruhan. Rumusnya adalah:

Harga Jual = Total Biaya – Total Penerimaan

Penetapan harga berdasarkan harga pesaing atau kompetitor

Metode penetapan harga ini menggunakan harga pesaing atau kompetitor sebagai patokan. Biasanya terjadi di pasar oligopoli.

Misalnya dalam dunia teknologi, produk Samsung atau Apple adalah market leader. Singkatnya, pemimpin pasar adalah perusahaan yang telah menguasai segmen pasar untuk tiap lini produk.

Samsung dan Apple dapat dengan mudah membentuk produk di lini pasar baru karena orang sudah tahu mereknya. Misalnya, iPhone 13 atau Samsung Galaxy S21 Ultra 5G dengan harga yang belum pernah ada merk lain jual.

Tidak seperti Huawei, Xiaomi, Oppo, Vivo, dan lainnya. Untuk bersaing di pasar, perusahaan harus memberi harga produk mereka seperti Samsung atau Apple untuk setiap produk yang sejenis.

Banyaknya pesaing dan kompetitor memengaruhi perusahaan dalam menentukan sebuah harga sehingga Anda harus pintar dalam menganalisis dan mempromosikan penjualan. Anda dapat dengan mudah mengoptimalkan penjualan perusahaan dengan menggunakan manajemen penjualan.

Penetapan harga berdasarkan permintaan

Metode untuk menetapkan harga berdasarkan permintaan adalah teori dasar dari ilmu ekonomi. Hal ini berhubungan dengan hukum permintaan dan hukum penawaran.

Hukum permintaan menjelaskan bahwa ketika suatu harga barang atau jasa turun, maka jumlah permintaan akan naik. Sebaliknya saat harga barang yang diminta naik, maka permintaan akan turun.

Sedangkan hukum penawaran berkebalikan dengan hukum permintaan, yaitu saat harga barang meningkat akan mendorong meningkatnya penawaran suatu barang atau jasa. Jika suatu barang atau jasa harganya meningkat, maka produksi akan memasok barang lebih banyak, sebaliknya saat harga turun, penjual mengurangi pasokan.

Dalam menentukan harga, sebaiknya Anda mengukur terlebih dulu keseimbangan pasar (equilibrium) yang tepat agar produk yang Anda hasilkan tidak berlebihan atau kekurangan, sehingga harga yang tertera tergolong stabil.

Kesimpulan

Mark up adalah kunci dalam menentukan harga jual sekaligus menjaga margin keuntungan tetap sehat. Dengan memahami cara menghitung dan menetapkannya secara konsisten, bisnis bisa memasang harga yang kompetitif tanpa mengorbankan laba, serta menyeimbangkannya dengan strategi lain seperti markdown maupun penetapan harga berbasis biaya, kompetitor, dan permintaan.

Agar perhitungan mark up tetap akurat di seluruh produk, bisnis membutuhkan pencatatan biaya dan margin yang rapi. Di sinilah software akuntansi berperan, karena mampu memantau harga pokok, menghitung margin secara otomatis, dan menyajikan laporan profitabilitas real-time sebagai dasar pengambilan keputusan harga yang lebih tepat.

HashMicro banner
Dewi Sartika

Accounting

Dewi Sartika merupakan profesional di bidang akuntansi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam mengelola keuangan perusahaan lintas industri. Sejak awal kariernya sebagai Junior Accountant di sebuah perusahaan distribusi nasional, Dewi telah menunjukkan kemampuannya dalam menyusun laporan keuangan, melakukan rekonsiliasi data, serta mengelola audit internal. Kariernya terus berkembang hingga menjabat sebagai Accounting Specialist di perusahaan multinasional, di mana ia berperan penting dalam implementasi software akuntansi berbasis ERP serta memastikan kepatuhan pada regulasi perpajakan Indonesia.

Chelsea adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari Victoria University of Wellington, dengan latar belakang analisis bisnis dan manajemen keuangan. alam analisis bisnis dan manajemen keuangan. Latar belakang akuntansi ini membentuk pendekatan analisisnya dalam memahami dinamika bisnis dan strategi pertumbuhan perusahaan. Selama lima tahun terakhir, Chelsea mulai berkecimpung dalam dunia business development di HashMicro, yang memperkuat keahliannya dalam sales strategy, negosiasi, pembangunan kemitraan strategis, serta pengelolaan pipeline penjualan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.

Jalankan Bisnis Lebih Mudah Bersama HashMicro

Mulai demo gratis hari ini tanpa komitmen. Dapatkan solusi terbaik untuk bisnis yang lebih efisien.

CTA image