Cost of Revenue Adalah: Jenis, dan Cara Menghitungnya
Hashy AI

Kerja Lebih Mudah dengan Hashy AI.

AI dalam sistem bisnis yang tuntaskan semua pekerjaanmu.

Coba Hashy Sekarang

Cost of Revenue Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Cost of Revenue Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Di balik setiap transaksi yang terjadi terdapat biaya yang diam-diam ikut berjalan. Sayangnya, tidak semua bisnis menyadari seberapa besar dampaknya terhadap keuntungan.

Ketika cost of revenue tidak dihitung dengan tepat maka margin bisa terkikis tanpa terasa. Inilah masalah yang kerap membuat bisnis sulit berkembang meski penjualan terus naik.

Memahami cost of revenue membantu Anda mengontrol biaya secara lebih strategis, sehingga setiap penjualan benar-benar memberikan nilai tambah bagi bisnis.

Key Takeaways

Cost of revenue adalah seluruh biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan baik dari penjualan produk maupun layanan.

Setiap industri memiliki jenis Cost of Revenue yang berbeda. Ada berbagai jenis-jenis biaya pada perusahaan yang berorientasi ke produk.

Terdapat beberapa jenis biaya seperti direct material, direct labor dan direct cost.

Definisi Cost of Revenue

Cost of revenue adalah seluruh biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan baik dari penjualan produk maupun layanan. Dalam konteks bisnis, konsep ini bukan sekadar angka biaya melainkan alat untuk membaca kualitas pendapatan yang Anda hasilkan.

Dengan memahami cost of revenue, perusahaan dapat menilai seberapa efisien operasional berjalan dan seberapa besar margin yang sebenarnya perusahaan miliki. Dari sini, keputusan strategis seperti penentuan harga, efisiensi biaya, hingga prioritas produk atau layanan bisa dibuat dengan lebih terarah.

Perbedaan Cost of Revenue dan Cost of Goods Sold

cost of revenue

Berikut beberapa perbedaan Cost of Revenue dan Cost of Goods Sold

Aspek Cost of Revenue Cost of Goods Sold (COGS)
Cakupan Mencakup biaya produksi, distribusi, hingga layanan pendukung Fokus pada biaya produksi barang saja
Jenis Bisnis Relevan untuk bisnis produk dan jasa (termasuk SaaS, layanan, dll) Digunakan pada bisnis manufaktur, retail, atau dagang
Komponen Biaya Bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya distribusi, komisi penjualan, biaya layanan Bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya overhead produksi
Fungsi Strategis Mengukur efisiensi keseluruhan dalam menghasilkan revenue Mengukur efisiensi produksi barang
Dampak ke Analisis Memberikan gambaran lebih menyeluruh terhadap profitabilitas Fokus pada margin kotor dari penjualan barang

Baca Juga: Perhitungan HPP untuk Perusahaan Manufaktur

Komponen yang Tidak Termasuk Cost of Revenue

Berikut beberapa komponen yang tidak termasuk cost of revenue:

1. Biaya administrasi dan umum (general & administratif)

Biaya seperti gaji tim HR, keuangan, atau manajemen tidak termasuk karena tidak terlibat langsung dalam proses menghasilkan pendapatan. Meski penting untuk operasional, biaya ini bersifat pendukung, bukan penggerak revenue secara langsung.

2. Biaya pemasaran dan branding

Pengeluaran untuk iklan, kampanye digital, atau aktivitas branding tidak masuk cost of revenue. Fungsinya adalah mendorong permintaan, bukan menghasilkan produk atau layanan itu sendiri.

3. Biaya penelitian dan pengembangan (R&D)

Biaya riset produk atau inovasi masuk dalam investasi jangka panjang. Karena tidak berkaitan langsung dengan pendapatan saat ini, komponen ini tidak dihitung dalam cost of revenue.

4. Biaya keuangan

Seperti bunga pinjaman atau biaya administrasi bank. Biaya ini terkait struktur pendanaan bisnis, bukan proses menghasilkan pendapatan.

5. Pajak perusahaan

Pajak merupakan kewajiban atas laba yang diperoleh, bukan biaya yang digunakan untuk menghasilkan revenue.

Jenis jenis Biaya

cost of revenue

Setiap industri memiliki jenis Cost of Revenue yang berbeda. Berikut ini adalah jenis-jenis biaya pada perusahaan yang berorientasi ke produk

Pembuatan produk membutuhkan berbagai komponen. Total biaya bahan yang industri gunakan dalam produksi termasuk dalam Biaya Bahan Langsung. Ini mungkin melibatkan biaya bahan mentah, bahan habis pakai, komponen setengah jadi.

Setiap perusahaan memiliki tenaga kerja yang sebagian mereka alokasikan untuk produksi dan sebagian lagi untuk departemen lain seperti administrasi, keuangan, hukum. Upah yang bayarkan kepada karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi termasuk dalam Biaya Tenaga Kerja Langsung.

Selain tenaga kerja dan material, ada biaya lain yang perusahaan keluarkan yang dapat perusahaan kaitkan hanya dengan proses produksinya. Salah satu contohnya ialah komisi yang harus perusahaan bayarkan atas pembelian bahan mentah atau barang habis pakai.

Ini adalah biaya yang keluar ketika mengirimkan produk ke pelanggan. Seperti biaya pengiriman, biaya penyimpanan, dan biaya asuransi terkait.

Umumnya biaya pemasaran yang perusahaan keluarkan biasanya berorientasi pada layanan dan berorientasi produk sama. Meskipun target audiens mungkin berbeda, faktor lain seperti biaya agensi dan biaya iklan tetaplah sama. Biaya yang dapat teratribusikan secara langsung ke produk untuk periode tertentu harus termasuk dalam komponen ini seperti biaya periklanan.

Merupakan biaya lain yang dapat langsung perusahaan kaitkan dengan produksi dan pendistribusian produk ke pelanggan. Tidak seperti perusahaan manufaktur, perusahaan berorientasi layanan tidak memiliki pengeluaran terkait material, biaya utamanya adalah tenaga kerja.

download skema harga software erp

Bagaimana Menghitung Cost of Revenue? 

cost revenue

  1. Untuk menghitung biaya pendapatan, pilih periode penghitungan yang biasanya berkisar antara seperempat sampai satu tahun.
  2. Cari tahu seberapa banyak persediaan awal untuk periode tersebut, harga pokok produksi dan penjualan dalam jangka waktu itu dan persediaan penutupan untuk periode tersebut. Cantumkan setiap biaya yang terkait dengan produksi dan penjualan.
  3. Tentukan persediaan awal, tambahkan biaya produksi, lalu kurangi persediaan akhir , hasilnya adalah biaya perolehan untuk periode tersebut.
  4. Cost of Revenue juga termasuk dana yang Anda keluarkan saat memasarkan produk atau layanan Anda sebelum Anda menerima deferred revenue atau income lainnya.

Contoh

Pada tahun 2020, pendapatan perusahaan manufaktur A ialah Rp 3.500.000.000, biaya material langsung Rp 95.000.000, biaya tenaga kerja Rp 170.000.000, biaya riset dan pengembangan Rp 80.000.000, biaya pengiriman dan penanganan lainnya Rp 40.000.000, biaya lainnya Rp 15.000.000.

Maka, perhitungannya adalah sebagai berikut

Keterangan Bahan
Bahan Langsung Rp 95.000.000
Tenaga Kerja Langsung Rp 170.000.000
Riset dan Pengembangan Rp 80.000.000
Distribusi Rp 40.000.000
Biaya Lainnya Rp 15.000.000
Total Cost of Revenue Rp 400.000.000

Jadi, Cost of Revenue yang perusahaan A miliki ialah sebesar Rp 400.000.000

Baca Juga: 7 Manfaat Penting Sistem Akuntansi bagi Perusahaan

Kesimpulan

Cost of revenue membantu Anda melihat seberapa efisien bisnis dalam menghasilkan pendapatan, bukan sekadar mengejar angka penjualan. Dengan memahami komponen biaya yang tepat, Anda bisa memastikan setiap pertumbuhan benar-benar berdampak pada profit.

Ketika dikelola dengan baik, cost of revenue menjadi dasar dalam mengambil keputusan strategis seperti penentuan harga dan efisiensi operasional. Mulai evaluasi cost of revenue bisnis Anda sekarang agar setiap penjualan memberikan hasil yang lebih optimal.

HashMicro banner

Pertanyaan Seputar Laporan Keuangan Retail

Dewi Sartika

Accounting

Dewi Sartika merupakan profesional di bidang akuntansi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam mengelola keuangan perusahaan lintas industri. Sejak awal kariernya sebagai Junior Accountant di sebuah perusahaan distribusi nasional, Dewi telah menunjukkan kemampuannya dalam menyusun laporan keuangan, melakukan rekonsiliasi data, serta mengelola audit internal. Kariernya terus berkembang hingga menjabat sebagai Accounting Specialist di perusahaan multinasional, di mana ia berperan penting dalam implementasi software akuntansi berbasis ERP serta memastikan kepatuhan pada regulasi perpajakan Indonesia.

Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.

Hashy AI

Kerja Lebih Mudah dengan Hashy AI.

AI dalam sistem bisnis yang tuntaskan semua pekerjaanmu.

Coba Hashy Sekarang

Jalankan Bisnis Lebih Mudah Bersama HashMicro

Mulai demo gratis hari ini tanpa komitmen. Dapatkan solusi terbaik untuk bisnis yang lebih efisien.

CTA image