Di balik setiap transaksi yang terjadi terdapat biaya yang diam-diam ikut berjalan. Sayangnya, tidak semua bisnis menyadari seberapa besar dampaknya terhadap keuntungan.
Ketika cost of revenue tidak dihitung dengan tepat maka margin bisa terkikis tanpa terasa. Inilah masalah yang kerap membuat bisnis sulit berkembang meski penjualan terus naik.
Memahami cost of revenue membantu Anda mengontrol biaya secara lebih strategis, sehingga setiap penjualan benar-benar memberikan nilai tambah bagi bisnis.
Daftar Isi:
Key Takeaways
|
Definisi Cost of Revenue
Cost of revenue adalah seluruh biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan baik dari penjualan produk maupun layanan. Dalam konteks bisnis, konsep ini bukan sekadar angka biaya melainkan alat untuk membaca kualitas pendapatan yang Anda hasilkan.
Dengan memahami cost of revenue, perusahaan dapat menilai seberapa efisien operasional berjalan dan seberapa besar margin yang sebenarnya perusahaan miliki. Dari sini, keputusan strategis seperti penentuan harga, efisiensi biaya, hingga prioritas produk atau layanan bisa dibuat dengan lebih terarah.
Perbedaan Cost of Revenue dan Cost of Goods Sold
Berikut beberapa perbedaan Cost of Revenue dan Cost of Goods Sold
Baca Juga: Perhitungan HPP untuk Perusahaan Manufaktur
Komponen yang Tidak Termasuk Cost of Revenue
Berikut beberapa komponen yang tidak termasuk cost of revenue:
1. Biaya administrasi dan umum (general & administratif)
Biaya seperti gaji tim HR, keuangan, atau manajemen tidak termasuk karena tidak terlibat langsung dalam proses menghasilkan pendapatan. Meski penting untuk operasional, biaya ini bersifat pendukung, bukan penggerak revenue secara langsung.
2. Biaya pemasaran dan branding
Pengeluaran untuk iklan, kampanye digital, atau aktivitas branding tidak masuk cost of revenue. Fungsinya adalah mendorong permintaan, bukan menghasilkan produk atau layanan itu sendiri.
3. Biaya penelitian dan pengembangan (R&D)
Biaya riset produk atau inovasi masuk dalam investasi jangka panjang. Karena tidak berkaitan langsung dengan pendapatan saat ini, komponen ini tidak dihitung dalam cost of revenue.
4. Biaya keuangan
Seperti bunga pinjaman atau biaya administrasi bank. Biaya ini terkait struktur pendanaan bisnis, bukan proses menghasilkan pendapatan.
5. Pajak perusahaan
Pajak merupakan kewajiban atas laba yang diperoleh, bukan biaya yang digunakan untuk menghasilkan revenue.
Jenis jenis Biaya
Setiap industri memiliki jenis Cost of Revenue yang berbeda. Berikut ini adalah jenis-jenis biaya pada perusahaan yang berorientasi ke produk
-
Direct Material (Bahan Langsung)
Pembuatan produk membutuhkan berbagai komponen. Total biaya bahan yang industri gunakan dalam produksi termasuk dalam Biaya Bahan Langsung. Ini mungkin melibatkan biaya bahan mentah, bahan habis pakai, komponen setengah jadi.
-
Direct Labor (Tenaga Kerja Langsung)
Setiap perusahaan memiliki tenaga kerja yang sebagian mereka alokasikan untuk produksi dan sebagian lagi untuk departemen lain seperti administrasi, keuangan, hukum. Upah yang bayarkan kepada karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi termasuk dalam Biaya Tenaga Kerja Langsung.
-
Direct Costs (Biaya Langsung)
Selain tenaga kerja dan material, ada biaya lain yang perusahaan keluarkan yang dapat perusahaan kaitkan hanya dengan proses produksinya. Salah satu contohnya ialah komisi yang harus perusahaan bayarkan atas pembelian bahan mentah atau barang habis pakai.
-
Distribution Costs (Biaya Distribusi)
Ini adalah biaya yang keluar ketika mengirimkan produk ke pelanggan. Seperti biaya pengiriman, biaya penyimpanan, dan biaya asuransi terkait.
-
Marketing Costs (Biaya Pemasaran)
Umumnya biaya pemasaran yang perusahaan keluarkan biasanya berorientasi pada layanan dan berorientasi produk sama. Meskipun target audiens mungkin berbeda, faktor lain seperti biaya agensi dan biaya iklan tetaplah sama. Biaya yang dapat teratribusikan secara langsung ke produk untuk periode tertentu harus termasuk dalam komponen ini seperti biaya periklanan.
-
Other costs (Biaya lainnya)
Merupakan biaya lain yang dapat langsung perusahaan kaitkan dengan produksi dan pendistribusian produk ke pelanggan. Tidak seperti perusahaan manufaktur, perusahaan berorientasi layanan tidak memiliki pengeluaran terkait material, biaya utamanya adalah tenaga kerja.
Bagaimana Menghitung Cost of Revenue?
- Untuk menghitung biaya pendapatan, pilih periode penghitungan yang biasanya berkisar antara seperempat sampai satu tahun.
- Cari tahu seberapa banyak persediaan awal untuk periode tersebut, harga pokok produksi dan penjualan dalam jangka waktu itu dan persediaan penutupan untuk periode tersebut. Cantumkan setiap biaya yang terkait dengan produksi dan penjualan.
- Tentukan persediaan awal, tambahkan biaya produksi, lalu kurangi persediaan akhir , hasilnya adalah biaya perolehan untuk periode tersebut.
- Cost of Revenue juga termasuk dana yang Anda keluarkan saat memasarkan produk atau layanan Anda sebelum Anda menerima deferred revenue atau income lainnya.
Contoh
Pada tahun 2020, pendapatan perusahaan manufaktur A ialah Rp 3.500.000.000, biaya material langsung Rp 95.000.000, biaya tenaga kerja Rp 170.000.000, biaya riset dan pengembangan Rp 80.000.000, biaya pengiriman dan penanganan lainnya Rp 40.000.000, biaya lainnya Rp 15.000.000.
Maka, perhitungannya adalah sebagai berikut
| Keterangan | Bahan |
| Bahan Langsung | Rp 95.000.000 |
| Tenaga Kerja Langsung | Rp 170.000.000 |
| Riset dan Pengembangan | Rp 80.000.000 |
| Distribusi | Rp 40.000.000 |
| Biaya Lainnya | Rp 15.000.000 |
| Total Cost of Revenue | Rp 400.000.000 |
Jadi, Cost of Revenue yang perusahaan A miliki ialah sebesar Rp 400.000.000
Baca Juga: 7 Manfaat Penting Sistem Akuntansi bagi Perusahaan
Kesimpulan
Cost of revenue membantu Anda melihat seberapa efisien bisnis dalam menghasilkan pendapatan, bukan sekadar mengejar angka penjualan. Dengan memahami komponen biaya yang tepat, Anda bisa memastikan setiap pertumbuhan benar-benar berdampak pada profit.
Ketika dikelola dengan baik, cost of revenue menjadi dasar dalam mengambil keputusan strategis seperti penentuan harga dan efisiensi operasional. Mulai evaluasi cost of revenue bisnis Anda sekarang agar setiap penjualan memberikan hasil yang lebih optimal.
Pertanyaan Seputar Laporan Keuangan Retail
-
Apa perbedaan dari Cost of Revenue dan Cost of Goods Sold?
Istilah Cost of Revenue dan Cost of Goods Sold sulit terbedakan. Namun, terdapat satu perbedaan mendasar yang menjadi pembedanya. Biaya yang berkaitan dengan pemasaran dan pendistribusian tidak masuk dalam perhitungan pada harga pokok penjualan. Perbedaan utama umumnya terletak pada penggunaanya..
-
Berapa biaya yang diperlukan untuk membuat Software accounting?
Hubungi customer service kami untuk mengkonsultasikan kebutuhan software bisnis Anda.
-
Bagaimana Menghitung Cost of Revenue?
1. Untuk menghitung biaya pendapatan, pilih periode penghitungan yang biasanya berkisar antara seperempat sampai satu tahun.
2. Cari tahu seberapa banyak persediaan awal untuk periode tersebut, harga pokok produksi dan penjualan dalam jangka waktu itu dan persediaan penutupan untuk periode tersebut. Cantumkan setiap biaya yang terkait dengan produksi dan penjualan.
3. Tentukan persediaan awal, tambahkan biaya produksi, lalu kurangi persediaan akhir , hasilnya adalah biaya perolehan untuk periode tersebut.
4. Cost of Revenue juga termasuk dana yang Anda keluarkan saat memasarkan produk atau layanan Anda.







