Pengelolaan anggaran tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi juga pada bagaimana realisasinya dipantau. Berdasarkan publikasi APBN KiTa Kementerian Keuangan, realisasi belanja negara hingga akhir 2023 tercatat mencapai 101,99% dari target anggaran.
Angka tersebut menunjukkan bahwa perbedaan antara anggaran dan realisasi merupakan bagian dari praktik keuangan yang umum terjadi. Penyesuaian kebutuhan operasional dan kebijakan sering memengaruhi penggunaan anggaran di lapangan.
Untuk membaca kondisi ini secara lebih jelas, diperlukan laporan yang membandingkan rencana dan realisasi anggaran. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) membantu menyajikan gambaran tersebut sebagai dasar evaluasi keuangan yang lebih terukur.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Laporan Realisasi Anggaran sebagai Alat Kontrol Keuangan Publik
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) merupakan instrumen penting dalam pengelolaan keuangan sektor publik karena menunjukkan perbandingan antara anggaran yang direncanakan dan realisasi yang benar-benar terjadi.
Melalui laporan ini, pemerintah dapat menilai sejauh mana anggaran digunakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. LRA tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berfungsi sebagai dasar evaluasi kinerja keuangan instansi.
Unsur Penting Pelaporan Realisasi Anggaran

Berikut adalah unsur-unsur penting yang harus ada dalam LRA:
1. Pendapatan
Unsur penting yang pertama dalam pelaporan realisasi anggaran adalah pendapat. Besaran angka pendapatan adalah jumlah besaran dana yang dianggarkan untuk periode tersebut.
Besaran nilai yang telah diberikan adalah hak sepenuhnya dari pemerintah. Sehingga, tidak menjadi kewajiban untuk dikembalikan.
2. Besaran belanja
Unsur kedua yang harus dimasukkan dalam pelaporan realisasi anggaran adalah belanja. Dalam unsur ini, penyusun laporan harus memasukkan besaran uang yang dikeluarkan oleh bendahara sehingga dapat mengurangi saldo awal pendapatan.
Umumnya, pengeluaran yang biasa dikeluarkan oleh bendahara adalah kebutuhan untuk mendukung jalannya operasional, menjadi modal membangun usaha, dan lainnya.
3. Perbandingan anggaran dan realisasi
Unsur perbandingan antara anggaran dan realisasi dimunculkan dengan menghitung persentase realisasi dari pendapatan dan belanja. Melalui unsur ini, organisasi dapat dengan mudah menilai sejauh mana anggaran telah terealisasi dan mengidentifikasi penyimpangan yang ada.
4. Keterangan tambahan
Unsur keterangan tambahan berfungsi sebagai penjelasan mengenai varians yang signifikan antara anggaran dan realisasi, termasuk faktor penyebab dan tindakan korektif yang diambil.
Sehingga, konteks dan keterangan terkait tiap varians yang ada dalam laporan dapat tersampaikan dengan jelas saat ingin dilakukan rapat pelaporan realisasi anggaran.
Manfaat Penggunaan Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
Pelaporan realisasi anggaran memegang peranan kunci untuk mengawasi kinerja keuangan dalam suatu instansi. Berikut adalah manfaat dari penggunaan pelaporan realisasi anggaran:
1. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas
Dengan tercatatnya seluruh penggunaan anggaran yang sudah direncanakan, instansi atau organisasi dapat dengan mudah melacak aspek apa yang tidak perlu diberikan anggaran dengan jumlah banyak. Sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada.
2. Meningkatkan pengawasan aktivitas keuangan
Laporan ini membantu memastikan pengeluaran sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Hal ini berarti aktivitas pemantauan dan pengawasan terhadap penggunaan keuangan akan dapat ditingkatkan untuk mendeteksi jika ada kesalahan atau kecurangan.
3. Membantu pengambilan keputusan lebih akurat
Data keuangan yang tercatat dalam pelaporan realisasi anggaran dapat menjadi dasar untuk pengambilan keputusan lebih akurat terkait penyesuaian anggaran, perencanaan ulang, atau strategi keuangan yang akan dilakukan di periode selanjutnya.
4. Menjaga instansi tetap patuh pada regulasi
Beberapa organisasi atau instansi terikat dengan hukum seperti Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 yang mewajibkan pelaporan realisasi anggaran sebagai aspek penting untuk mengajukan biaya anggaran belanja.
Secara tidak langsung, menggunakan laporan realisasi anggaran (LRA) akan menjaga instansi untuk tetap mematuhi regulasi dan hukum yang berlaku.
5. Mewujudkan transparansi yang lebih baik
Untuk instansi atau organisasi yang berkaitan dengan publik dan pemerintah, menjelaskan secara terbuka terkait penggunaan anggaran adalah hal yang penting. Terlebih dana yang digunakan oleh pemerintah secara berasal dari pajak yang dibayar oleh masyarakat.
Dengan LRA, publik menjadi memahami dan percaya bahwa uang pajak yang dibayarkan memang digunakan sebagaimana mestinya tanpa ada kecurangan dari oknum instansi.
Dengan laporan realisasi anggaran yang tersusun rapi, perusahaan dapat meningkatkan transparansi keuangan dan mengelola risiko dengan lebih baik. Dalam praktiknya, penerapan sistem akuntansi digital dalam bisnis turut membantu pelaku usaha menyusun laporan keuangan secara efisien dan real time.
Tata Cara Membuat Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
Mengingat bahwa LRA memegang peranan penting dalam menentukan seberapa jauh dana yang dianggarkan dapat direalisasikan sesuai dengan rencana.
Berikut adalah tata cara membuat LRA:
1. Mengumpulkan data anggaran yang telah ditetapkan
Langkah awal adalah mengumpulkan seluruh dokumen anggaran yang telah disahkan, seperti APBD, DPA, atau dokumen anggaran internal lainnya. Data ini menjadi dasar pembanding antara rencana anggaran dan realisasi keuangan.
2. Menghimpun data realisasi transaksi keuangan
Selanjutnya, kumpulkan seluruh data transaksi yang benar-benar terjadi selama periode pelaporan. Data ini meliputi penerimaan pendapatan, pelaksanaan belanja, dan transfer yang telah dicatat dalam sistem atau buku keuangan.
3. Mengklasifikasikan transaksi sesuai struktur anggaran
Setiap transaksi harus dikelompokkan sesuai klasifikasi anggaran, seperti pendapatan, belanja operasi, belanja modal, dan transfer. Pengelompokan ini penting agar laporan tersusun rapi dan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.
4. Menyusun format laporan realisasi anggaran
Setelah data tervalidasi, susun LRA dalam format yang sesuai dengan ketentuan standar akuntansi pemerintahan. Laporan biasanya memuat kolom anggaran, realisasi, dan selisih untuk setiap pos keuangan.
5. Melakukan review dan pengesahan laporan
Langkah terakhir adalah melakukan penelaahan internal sebelum laporan disahkan oleh pihak berwenang. Review ini memastikan LRA telah disusun secara lengkap, akurat, dan siap digunakan sebagai bahan evaluasi keuangan.
Contoh Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
Berikut di bawah ini adalah contoh laporan realisasi anggaran yang bisa menjadi acuan Anda dalam membuat laporan untuk bisnis Anda:
Download Sekarang
Kesimpulan
Laporan Realisasi Anggaran membantu perusahaan memahami bagaimana anggaran dijalankan dalam praktik. Perbandingan antara rencana dan realisasi menjadi dasar evaluasi penggunaan dana yang lebih objektif.
Dalam penyusunannya, pelaku usaha terkadang memerlukan sudut pandang tambahan agar laporan yang dibuat benar-benar relevan. Diskusi melalui sesi konsultasi gratis dapat membantu memastikan LRA selaras dengan kondisi dan kebutuhan keuangan perusahaan.
Pada akhirnya, LRA bukan sekadar laporan administratif, melainkan alat untuk menjaga efisiensi anggaran. Dengan pengelolaan yang konsisten, laporan ini mendukung pengambilan keputusan keuangan yang lebih tepat.
Pertanyaan Seputar Laporan Realisasi Anggaran
-
Apa saja komponen yang harus disajikan dalam laporan realisasi anggaran adalah?
Komponen yang wajib disajikan adalah pendapatan, besaran belanja, perbandingan anggaran & realisasi, dan keterangan tambahan
-
Apa itu tiga unsur yang membentuk laporan realisasi anggaran?
Tiga unsur utama yang membentuk Laporan Realisasi Anggaran (LRA) adalah pendapatan, pengeluaran, dan pembiayaan.
-
Apa basis akuntansi yang dianut dalam penyajian laporan realisasi anggaran?
Basis akuntansi yang dianut dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran (LRA) adalah basis kas menuju akrual (cash toward accrual basis).






