CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Tips Membuat Jurnal Penyesuaian Rekonsiliasi Bank yang Tepat

Diterbitkan:

Jurnal penyesuaian rekonsiliasi bank merupakan bagian penting dalam proses akuntansi untuk memastikan kesesuaian antara catatan keuangan perusahaan dan laporan dari pihak bank.

Melalui jurnal penyesuaian, setiap selisih yang muncul akibat perbedaan waktu pencatatan, biaya administrasi bank, bunga, maupun transaksi yang belum tercatat dapat disesuaikan secara sistematis.

Proses ini membantu perusahaan menjaga keakuratan laporan keuangan, meningkatkan keandalan data kas, serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya.

Key Takeaways

  • Jurnal penyesuaian rekonsiliasi bank adalah pencatatan yang dilakukan untuk menyesuaikan perbedaan antara saldo kas di pembukuan perusahaan dan saldo yang tercatat di bank.
  • Tujuan utama dari jurnal penyesuaian setelah rekonsiliasi bank adalah memastikan bahwa saldo kas yang tercatat dalam buku besar perusahaan sesuai dengan saldo yang tercatat di laporan bank.
  • Mengimplementasi sistem akuntansi yang tepat dapat membantu pengelolaan jurnal penyesuaian rekonsiliasi bank menjadi lebih akurat dan minim kesalahan.

 

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa itu Jurnal Penyesuian Rekonsiliasi Bank?

      Jurnal penyesuaian rekonsiliasi bank adalah pencatatan yang dilakukan untuk menyesuaikan perbedaan saldo kas di pembukuan perusahaan dan saldo yang tercatat di bank. Jurnal ini dilakukan dengan mencatat transaksi yang belum tercatat, seperti setoran atau cek yang belum diproses.

      Penggunaan jurnal penyesuaian rekonsiliasi bank menjadi penting karena berfungsi sebagai catatan yang memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan akurat dan mencerminkan kondisi kas yang sebenarnya.

      Tanpa account reconciliation, perusahaan lebih berpotensi mengalami kesulitan dalam mengelola arus kas, yang dapat mempengaruhi keputusan keuangan dan operasional. 

      Selain itu, proses ini membantu dalam mendeteksi kesalahan pencatatan atau penipuan yang mungkin terjadi, serta memastikan bahwa semua transaksi tercatat dengan benar. Proses rekonsiliasi bank yang tepat juga bermanfaat meningkatkan transparansi dan keandalan laporan keuangan perusahaan.

      Apa Tujuan Jurnal Penyesuaian Rekonsiliasi Bank? 

      Tujuan utama jurnal penyesuaian setelah rekonsiliasi bank adalah memastikan neraca saldo kas di buku besar perusahaan sesuai dengan laporan bank. Namun, manfaatnya tidak berhenti sampai di situ. Berikut beberapa tujuan penting lainnya:

      1. Mencatat transaksi yang terlewat

      Jurnal penyesuaian dipakai untuk memasukkan transaksi yang belum tercatat, misalnya setoran yang masih diproses bank (deposit in transit), cek yang belum cair, atau biaya administrasi yang baru muncul.

      2. Mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan pencatatan

      Rekonsiliasi juga membantu mendeteksi kekeliruan pencatatan, baik dari pihak bank maupun perusahaan. Misalnya ada biaya bank yang tercatat ganda, jurnal ini akan mengoreksinya agar data kembali akurat.

      3. Menjaga akurasi laporan keuangan

      Penyesuaian membuat laporan keuangan mencerminkan posisi kas yang sebenarnya. Akurasi ini penting agar manajemen bisa mengambil keputusan berdasarkan data yang valid.

      4. Memastikan kepatuhan terhadap regulasi

      Dengan jurnal penyesuaian, perusahaan dapat memastikan laporan keuangan sesuai standar akuntansi seperti SAK atau IFRS, sekaligus memenuhi tuntutan transparansi dari regulator.

      Di Indonesia sendiri misalnya menurut PSAK No. 2 paragraf 43 tentang jurnal penyesuian, Di dalamnya mengharuskan rekonsiliasi kas, sehingga jurnal penyesuaian yang dihasilkan dari rekonsiliasi bank menjadi bagian dari pengendalian internal untuk memastikan angka kas di neraca akurat.

      Ayat Jurnal Penyesuaian Rekonsiliasi Bank

      Ayat jurnal penyesuaian rekonsiliasi bank penting untuk menyelaraskan saldo kas perusahaan dengan laporan bank. Beberapa transaksi tertentu sering menimbulkan selisih dan perlu dicatat dengan jurnal penyesuaian agar laporan tetap akurat.

      Berikut contoh transaksi dan ayat jurnal yang biasanya muncul dalam rekonsiliasi bank:

      1. Setoran belum tercatat oleh bank

      Jika perusahaan setor di akhir periode, bank sering kali belum memproses sehingga tidak muncul di laporan bank.

      Tanggal
      Akun Debit
      Akun Kredit
      Nilai
      30/09/25
      Kas (Bank)
      Piutang Dagang
      5.000.000

      2. Cek yang belum dicairkan

      Perusahaan sudah keluarkan cek, tetapi penerima belum mencairkan. Dalam kasus ini tidak ada ayat jurnal baru, hanya dicatat sebagai selisih sampai cek dicairkan.

      3. Biaya administrasi bank

      Bank membebankan biaya langsung dari saldo rekening, sementara perusahaan belum mencatatnya.

      Tanggal
      Akun Debit
      Akun Kredit
      Nilai
      30/09/25
      Beban Administrasi Bank
      Kas (Bank)
      150.000

      4. Pendapatan bunga bank

      Bunga ditambahkan otomatis oleh bank, namun belum masuk ke pembukuan perusahaan.

      Tanggal
      Akun Debit
      Akun Kredit
      Nilai
      30/09/25
      Kas (Bank)
      Pendapatan Bunga
      250.000

      5. Setoran tercatat di bank tetapi belum di perusahaan

      Misalnya ada transfer masuk yang langsung diproses bank, tapi bagian akuntansi belum mencatat.

      Tanggal
      Akun Debit
      Akun Kredit
      Nilai
      30/09/25
      Kas (Bank)
      Pendapatan/akun terkait
      3.000.000

      Contoh Kasus Jurnal Penyesuaian Rekonsiliasi Bank

      Agar lebih mudah memahami proses rekonsiliasi bank, mari lihat contoh kasus sederhana berikut.

      PT Sinar Terang memiliki saldo kas di buku besar per 31 Desember 2024 sebesar Rp50.000.000. Namun, laporan bank pada periode yang sama menunjukkan saldo kas hanya Rp48.650.000. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan beberapa perbedaan berikut:

      • Setoran tunai sebesar Rp3.000.000 belum tercatat dalam laporan bank.
      • Bank membebankan biaya administrasi sebesar Rp200.000 yang belum tercatat di buku perusahaan.
      • Bunga rekening giro sebesar Rp150.000 telah ditambahkan oleh bank, tetapi belum dicatat perusahaan.
      • Cek yang diterbitkan senilai Rp400.000 masih belum dicairkan oleh penerima.

      Terdapat kesalahan pencatatan di buku perusahaan: pembayaran utang Rp1.900.000 dicatat hanya Rp1.800.000.

      PT Sinar Terang
      Jurnal Penyesuaian Rekonsiliasi Bank
      Periode 31 Desember 2024
      Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
      Des 31 Kas (Bank) 3.000.000
      Piutang Dagang 3.000.000
      Des 31 Beban Administrasi Bank 200.000
      Kas (Bank) 200.000
      Des 31 Kas (Bank) 150.000
      Pendapatan Bunga 150.000
      Des 31 Utang Usaha 100.000
      Kas (Bank) 100.000
      TOTAL 3.450.000 3.450.000

      Tips Membuat Jurnal Penyesuaian Rekonsiliasi Bank

      Membuat jurnal penyesuaian rekonsiliasi bank memang tidak bisa dibilang mudah, namun bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Proses ini memerlukan ketelitian dan pemahaman yang baik mengenai transaksi yang terjadi antara perusahaan dan bank. 

      Dengan menerapkan tips-tips di bawah ini, Anda akan dapat membuat jurnal penyesuaian dengan lebih mudah dan akurat.

      1. Pahami penyebab perbedaan

      Anda perlu memahami dengan jelas penyebab perbedaan antara saldo buku dan saldo bank. Cek apakah perbedaan terjadi karena setoran yang belum tercatat, cek yang belum dicairkan, atau biaya administrasi yang belum tercatat. 

      Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa dengan mudah menentukan jurnal penyesuaian yang perlu dibuat.

      2. Selalu periksa dokumen pendukung

      Pastikan Anda selalu memeriksa dokumen pendukung seperti laporan bank, bukti setoran, dan cek yang diterbitkan. Dengan memeriksa dokumen ini, Anda dapat memastikan bahwa setiap transaksi yang tercatat dalam buku Anda sesuai dengan yang tercatat di bank.

      3. Buat jurnal sesuai dengan jenis transaksi

      Setiap jenis perbedaan membutuhkan jurnal yang berbeda. Jika ada setoran yang belum tercatat oleh bank, buat jurnal untuk mencatat setoran tersebut. Jika ada biaya administrasi yang belum tercatat, buat jurnal untuk mencatat pengeluaran tersebut. Selalu sesuaikan jurnal dengan jenis transaksi yang terjadi.

      4. Perhatikan saldo yang belum dicairkan

      Jika perusahaan mengeluarkan cek, tetapi cek tersebut belum dicairkan, perhatikan bahwa cek ini tidak mempengaruhi saldo bank saat ini. Oleh karena itu, Anda tidak perlu membuat jurnal penyesuaian untuk cek yang belum dicairkan, cukup catat perbedaan ini dalam rekonsiliasi bank.

      5. Integrasikan dengan aplikasi akuntansi

      Untuk mempermudah proses rekonsiliasi bank, integrasikan pembukuan Anda dengan aplikasi akuntansi yang bisa mencatat setiap transaksi secara otomatis. Dengan sistem yang terintegrasi, Anda dapat langsung melihat perbedaan antara saldo buku dan saldo bank, serta mengurangi kemungkinan kesalahan pencatatan. 

      Expert’s Review

      Dengan rekonsiliasi yang konsisten, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi kesalahan pencatatan atau transaksi tertunda, sehingga jurnal penyesuaian yang dibuat menjadi lebih sederhana dan mudah untuk ditelusuri.

      — Jennifer Santoso, Head of Finance and Accounting

      Kesimpulan 

      Kesimpulannya, membuat jurnal penyesuaian rekonsiliasi bank yang tepat memerlukan ketelitian dan pemahaman yang baik terhadap setiap transaksi yang terjadi antara perusahaan dan bank. Dengan mengikuti tips yang telah dijelaskan, Anda dapat meminimalkan kesalahan dan memastikan laporan keuangan yang akurat. 

      Proses ini bisa lebih efisien dan terstruktur dengan menggunakan sistem akuntansi yang menawarkan fitur otomatisasi, integrasi bank, serta analisis mendalam, sehingga memudahkan penyusunan dan pengelolaan jurnal penyesuaian secara lebih efektif dan efisien.

      Accounting_Definisi

      Pertanyaan Seputar Jurnal Penyesuaian Rekonsiliasi Bank

      • Apakah rekonsiliasi bank merupakan entri penyesuaian?

        Rekonsiliasi bank bukan merupakan entri penyesuaian, tetapi proses mencocokkan saldo kas dalam catatan perusahaan dengan laporan bank untuk memastikan keakuratan data keuangan. Jika ditemukan perbedaan, perusahaan dapat membuat entri penyesuaian untuk mencatat transaksi yang belum tercatat, seperti biaya bank atau cek yang belum dicairkan.

      • Jurnal apa yang umumnya disiapkan setelah rekonsiliasi bank selesai?

        Setelah rekonsiliasi bank selesai, perusahaan biasanya menyiapkan jurnal penyesuaian untuk mencatat transaksi yang belum dicatat dalam pembukuan, seperti biaya administrasi bank, bunga bank, atau cek yang telah dicairkan tetapi belum tercatat. Jurnal ini memastikan saldo kas dalam laporan keuangan sesuai dengan saldo riil di rekening bank.

      • Siapa yang bertanggung jawab membuat jurnal rekonsiliasi bank?

        Jurnal rekonsiliasi bank biasanya dibuat oleh staf akuntansi atau bagian keuangan yang bertanggung jawab atas pencatatan transaksi keuangan perusahaan. Mereka memastikan semua perbedaan antara catatan kas perusahaan dan laporan bank telah disesuaikan dengan benar agar laporan keuangan tetap akurat.

      • Mengapa rekonsiliasi bank penting dalam pembukuan?

        Rekonsiliasi bank penting dalam pembukuan karena memastikan keakuratan catatan keuangan dengan mencocokkan saldo kas perusahaan dengan laporan bank, sehingga menghindari kesalahan pencatatan atau transaksi yang terlewat. Selain itu, proses ini membantu mendeteksi potensi kecurangan, kesalahan bank, atau cek yang belum diproses, menjaga transparansi dan keandalan laporan keuangan.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya