CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

GMV adalah: Cara Menghitung, Aspek Negatif, dan Rekomendasi Matrik Keuangan

Diterbitkan:

Banyak bisnis digital mengandalkan GMV (Gross Merchandise Value) untuk membaca nilai transaksi dalam periode tertentu. Metrik ini memberi gambaran cepat tentang skala aktivitas jual-beli di marketplace, social commerce, maupun layanan on-demand.

Namun, nilai transaksi yang terlihat tinggi sering terasa menenangkan padahal belum tentu mencerminkan kondisi bisnis yang benar-benar sehat. Tanpa konteks seperti margin, retur, diskon, dan biaya operasional, pembacaan data bisa melenceng dan keputusan growth jadi kurang presisi.

Karena itu, GMV paling efektif saat dipakai sebagai indikator arah yang dibaca bersama metrik lain. Dengan cara ini, tim bisa menangkap tren penjualan, mengukur dampak kampanye, dan menyusun target yang lebih realistis dari waktu ke waktu.

Key Takeaways

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu GMV dan Mengapa Penting untuk Bisnis?

      Gross Merchandise Value (GMV), juga disebut Gross Merchandise Volume, adalah nilai total barang atau jasa yang terjual melalui situs atau aplikasi online dalam periode tertentu, biasanya bulanan, triwulan, atau tahunan.

      Perhitungan GMV dilakukan sebelum pengurangan biaya seperti iklan, pengiriman, diskon, atau retur, sehingga nilainya bukan representasi pendapatan riil perusahaan. Karena itu, GMV lebih tepat digunakan untuk menilai pertumbuhan atau performa e-commerce dari waktu ke waktu.

      Gross Merchandise Value penting karena membantu bisnis melihat gambaran besar nilai transaksi yang terjadi, bukan hanya jumlah order atau traffic. Kalau dibaca dengan konteks yang tepat, GMV bisa jadi acuan praktis untuk memahami arah pertumbuhan dan kualitas strategi yang sedang dijalankan.

      • Mengukur skala bisnis: GMV menunjukkan total nilai transaksi dalam periode tertentu, sehingga tim bisa memantau pertumbuhan dan memetakan kebutuhan operasional saat volume meningkat.
      • Menarik investor dan mitra bisnis: GMV sering dipakai sebagai indikator awal traction dan potensi pasar, jadi lebih mudah membangun cerita bisnis saat pitching atau menjajaki kerja sama.
      • Evaluasi efektivitas kampanye marketing: Perubahan GMV sebelum dan sesudah kampanye membantu menilai dampak promo atau iklan, terutama jika dibandingkan dengan metrik seperti conversion rate dan AOV.
      • Benchmark terhadap kompetitor: GMV bisa membantu melihat posisi bisnis di kategori yang sama, untuk menilai apakah pertumbuhan sudah sejalan dengan tren pasar atau perlu strategi yang lebih agresif.

      Cara Menghitung GMV

      Perhitungan GMV sebenarnya sederhana. Rumusnya adalah:

      GMV = Harga Jual Barang × Jumlah Barang Terjual

      Sebagai contoh, sebuah marketplace berhasil menjual 1.000 baju dengan harga Rp100.000 per unit. Maka nilai GMV dalam periode tersebut adalah Rp100.000 × 1.000 = Rp100.000.000.

      Namun perlu diingat, GMV dihitung sebelum dikurangi biaya tambahan seperti ongkos kirim, biaya administrasi marketplace, atau retur barang. Artinya, nilai GMV berbeda dengan pendapatan bersih penjual maupun marketplace.

      Misalnya, jika marketplace mengenakan biaya admin 10% per transaksi, maka dari GMV Rp100.000.000, pendapatan marketplace hanyalah Rp10.000.000, sementara penjual menerima sisanya setelah dipotong biaya tersebut.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Aspek Negatif dari GMV

      Meskipun sering digunakan, GMV tidak selalu bisa mencerminkan keuntungan sebenarnya dari sebuah bisnis. Nilai ini hanya menunjukkan total transaksi tanpa memperhitungkan berbagai faktor penting lain.

      Sebagai contoh, GMV marketplace masih harus dikurangi dengan biaya administrasi, komisi, atau pendapatan yang sebenarnya diterima penjual. Bahkan jika sebuah e-commerce menjual produknya sendiri, Gross Merchandise Value tetap tidak bisa dijadikan tolok ukur utama karena tidak memperlihatkan jumlah pelanggan yang melakukan pembelian berulang atau total traffic yang masuk ke toko online tersebut.

      Dengan kata lain, Gross Merchandise Value bisa sama dengan total revenue ketika sebuah ritel online menjual produknya sendiri. Namun, untuk benar-benar memahami profitabilitas dan keberhasilan bisnis, dibutuhkan analisis lebih lanjut terhadap keuntungan bersih serta kepuasan pelanggan.

      Kelebihan GMV

      Walaupun GMV memiliki keterbatasan, metrik ini tetap berguna dalam menilai kinerja bisnis e-commerce. Nilai ini bisa menjadi gambaran seberapa besar aktivitas transaksi yang terjadi, baik pada marketplace yang menjual produk sendiri maupun sebagai platform perantara.

      Dengan menggunakan GMV, kesuksesan sebuah marketplace dapat dilihat dari tingginya jumlah transaksi yang berlangsung. Semakin banyak transaksi, semakin besar pula peluang situs tersebut bersaing dengan platform e-commerce lain. Selain itu, perhitungan metrik ini relatif sederhana sehingga mudah dipahami.

      Peran GMV dalam Keputusan Investor

      Bagi pelaku bisnis, GMV sering dijadikan salah satu indikator penting untuk menarik minat investor. Tingginya metrik ini menunjukkan besarnya potensi keuntungan, sehingga investor melihat adanya peluang return yang lebih menjanjikan.

      Sebaliknya, penurunan gross merchandise value bisa menjadi sinyal negatif karena dianggap menurunkan performa bisnis. Kondisi ini berpotensi membuat investor menarik dana yang telah mereka tanamkan. Oleh karena itu, banyak startup berusaha meningkatkan gross merchandise value agar terlihat lebih kompetitif di mata pasar maupun calon investor.

      GMV vs Revenue: Apa Bedanya?

      GMV adalah total nilai transaksi kotor dalam periode tertentu, sehingga cocok untuk melihat skala dan tren aktivitas jual-beli. Angka ini umumnya belum memperhitungkan diskon, retur, atau biaya promosi.

      Revenue adalah pendapatan yang benar-benar diakui bisnis sesuai modelnya. Di marketplace, revenue biasanya berasal dari komisi atau biaya layanan, bukan seluruh nilai barang.

      Contohnya, transaksi Rp1.000.000 di marketplace berarti GMV Rp1.000.000, tetapi jika komisi 10% maka revenue platform sekitar Rp100.000.

      Karena itu, GMV membantu membaca pertumbuhan transaksi, sedangkan revenue menilai pendapatan riil—keduanya sebaiknya dibaca bersama agar tidak salah simpulkan performa.

      Rekomendasi Metrik Keuangan Lainnya untuk Bisnis Startup

      gmv

      GMV sebaiknya tidak digunakan sendirian. Ada beberapa metrik keuangan lain yang bisa dipakai bersamaan untuk memberikan gambaran lebih akurat terhadap pertumbuhan bisnis, terutama startup. Beberapa di antaranya adalah. 

      1. Customer Lifetime Value (CLV)

      CLV adalah metrik untuk menghitung rata-rata nilai uang yang dikeluarkan pelanggan sepanjang hubungannya dengan bisnis Anda. Metrik ini membantu menilai seberapa baik perusahaan mempertahankan pelanggan dari waktu ke waktu.

      CLV = Rata-rata Nilai Transaksi × (Jumlah Transaksi per Tahun × Waktu Retensi)

      Contohnya: Seorang pelanggan membeli burger Rp15.000 setiap minggu selama 2 tahun.
      CLV = Rp15.000 × (52 × 2) = Rp1.560.000

      2. Customer Acquisition Cost (CAC)

      CAC digunakan untuk mengetahui efektivitas strategi pemasaran dengan menghitung biaya rata-rata untuk mendapatkan satu pelanggan baru. Rumusnya cukup sederhana:

      CAC = Total Biaya Pemasaran ÷ Jumlah Pelanggan Baru

      Contoh: Perusahaan fashion mengeluarkan Rp40.000.000 untuk iklan dalam sebulan dan memperoleh 400 pelanggan baru.
      CAC = Rp40.000.000 ÷ 400 = Rp100.000 per pelanggan.

      3. Net Merchandise Value (NMV)

      NMV dianggap lebih realistis dibanding GMV karena memperhitungkan biaya-biaya yang dikeluarkan, seperti marketing, retur barang, diskon, dan biaya payment gateway.

      NMV = GMV – Semua Biaya (Marketing, Refund, Diskon, dll.)

      Contoh:
      E-commerce A memiliki GMV Rp100.000.000 dan biaya iklan serta diskon Rp10.000.000.
      NMV = Rp100.000.000 – Rp10.000.000 = Rp90.000.000

      Penjelasan Rekomendasi Metrik Keuangan secara Keseluruhan:

      Metrik Penjelasan Contoh Perhitungan
      Customer Lifetime Value (CLV) Mengukur rata-rata nilai pelanggan sepanjang hubungan dengan bisnis. Rp15.000 × (52 × 2) = Rp1.560.000
      Customer Acquisition Cost (CAC) Menghitung biaya rata-rata untuk memperoleh pelanggan baru. Rp40.000.000 ÷ 400 = Rp100.000
      Net Merchandise Value (NMV) Nilai bersih setelah dikurangi biaya marketing, retur, diskon, dll. Rp100.000.000 – Rp10.000.000 = Rp90.000.000

      Studi Kasus: Pengaplikasian GMV dalam Bisnis E-Commerce

      Di e-commerce, GMV dipakai untuk melihat skala transaksi yang terjadi dalam periode tertentu. Metrik ini membantu membaca tren pertumbuhan dan dampak event besar dengan cepat.

      Pada platform lokal seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak, GMV sering jadi acuan untuk menilai performa kampanye, kontribusi kategori, dan aktivitas seller. Angkanya juga membantu memperkirakan lonjakan order yang berdampak ke logistik dan layanan pelanggan.

      Di marketplace global, metrik ini biasanya dibaca lebih ketat bersama indikator seperti take rate dan net revenue. Fokusnya cenderung ke GMV yang stabil dan berulang, bukan hanya naik saat insentif besar.

      Di Indonesia, GMV mudah terdorong oleh COD, flash sale, gratis ongkir, dan voucher. Karena itu, metrik ini perlu dicek bareng metrik seperti pembatalan, retur, dan repeat purchase agar kualitas pertumbuhan tetap jelas.

      Kesimpulan

      GMV adalah total pembelian pelanggan dalam periode tertentu, namun metrik ini tidak mencakup biaya penting seperti iklan, diskon, atau promosi. Karena itu, pebisnis sebaiknya juga menggunakan metrik lain untuk analisis yang lebih akurat.

      Tiga metrik keuangan yang dapat melengkapi GMV adalah CLV, CAC, dan NMV. Ketiganya tidak hanya menilai penjualan, tetapi juga memperhitungkan biaya produksi dan akuisisi pelanggan.

      Jika tim masih kesulitan merapikan perhitungan pemasukan dan pengeluaran secara konsisten, pendekatan terbaik biasanya dimulai dari pemetaan alur pencatatan dan kebutuhan laporan. Mulai konsultasi gratis untuk menentukan metrik pendukung yang paling relevan, dan menyiapkan pelaporan yang lebih rapi untuk pengambilan keputusan.

      Accounting_Definisi

      Pertanyaan Seputar Laporan Keuangan Retail

      • Apa itu GMV?

        GMV adalah nilai total barang dagangan yang terjual selama periode waktu tertentu melalui situs pertukaran pelanggan-ke-pelanggan. Hal ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan atau valuasi suatu bisnis. Kesimpulannya, GMV adalah total pembelian barang atau jasa yang terjadi dalam situs atau website dalam periode tertentu. Periode yang dimaksud adalah sebulan atau setahun.

      • Berapa harga software akuntansi dari HashMicro?

        Hubungi customer service kami untuk mengkonsultasikan kebutuhan software bisnis Anda.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya