CNBC Awards

Cara Membuat Absensi Karyawan Harian dan Contohnya

Diterbitkan:

Mengelola absensi karyawan harian merupakan fondasi utama dalam menjaga kedisiplinan perusahaan. Banyak manajemen memilih metode pencatatan manual menggunakan kertas atau spreadsheet karena menganggap cara ini lebih fleksibel dan hemat biaya investasi awal.

Namun, seiring meningkatnya dinamika operasional, metode manual justru sering kali menghambat kinerja tim HR. Risiko human error, celah manipulasi jam kerja (titip absen), hingga proses rekapitulasi gaji yang memakan waktu lama kerap menjadi sumber kebocoran produktivitas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, kami ini menyediakan contoh format absensi manual yang siap Anda gunakan, sekaligus mengulas analisis mendalam mengenai kapan waktu yang tepat bagi perusahaan untuk beralih ke sistem absensi digital demi mengamankan efisiensi operasional secara menyeluruh.

Key Takeaways

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Perbedaan Absen Karyawan Harian Manual dengan Digital?

      Absensi karyawan harian adalah pencatatan kehadiran karyawan setiap hari kerja untuk memantau kedisiplinan. Data ini, baik yang dicatat secara manual maupun otomatis, memuat detail krusial seperti jam masuk, jam pulang, keterlambatan, hingga izin kerja.

      Umumnya, perusahaan memanfaatkan informasi ini untuk penggajian, evaluasi kinerja karyawan, dan memastikan kepatuhan atas peraturan ketenagakerjaan. Namun, terdapat perbedaan fundamental antara metode manual dan digital yang memengaruhi akurasi data tersebut:

      • Tanda tangan vs. otentikasi digital sistem, absensi manual umumnya menggunakan tanda tangan karyawan di buku absensi atau spreadsheet. Cara ini cukup rawan karena karyawan dapat melakukan titip absen atau manipulasi data. Sebaliknya, sistem digital menggunakan metode fingerprint, face recognition, atau akun login pribadi yang jauh lebih akurat dan sulit dipalsukan.
      • Kehadiran fisik vs. fitur lokasi & foto absensi, manual mengharuskan karyawan hadir langsung di titik absensi kantor. Berbeda dengan sistem digital yang dilengkapi GPS dan fitur selfie. Dengan ini, karyawan dapat memverifikasi kehadiran secara valid meskipun sedang dinas luar atau bekerja secara remote.
      • Rekap manual vs. otomatisasi rekap, absen karyawan secara manual cenderung menghabiskan waktu admin dan rentan human error saat menyalin data. Di sisi lain, sistem digital akan merekam semua data kehadiran secara real-time. Data tersebut bisa langsung digunakan untuk keperluan payroll atau evaluasi tanpa perlu rekap ulang.

      Sehubungan dengan hal ini, apabila Anda beralih melakukan pendataan dengan sistem absen otomatis, efisiensi pengelolaan tenaga kerja akan terbentuk secara signifikan dibandingkan bertahan dengan cara manual.

      Komponen Utama dalam Laporan Absensi Harian

      Setiap perusahaan pasti memiliki preferensi format contoh laporan absensi karyawan harian manual yang berbeda-beda. Namun, secara umum, terdapat lima komponen dasar laporan absensi karyawan yang harus Anda cantumkan, seperti:

      1. Tanggal

      Kolom tanggal berfungsi untuk mencatat hari kerja karyawan secara teratur. Dengan adanya tanggal yang jelas, perusahaan dapat melihat riwayat kehadiran karyawan dalam periode tertentu. Format ini juga memudahkan pengecekan data jika terjadi kesalahan atau perselisihan terkait absensi.

      2. Nama karyawan

      Setiap pekerja harus mencantumkan nama lengkapnya pada daftar software absensi karyawan terintegrasi untuk memastikan pencatatan yang akurat. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih mudah mengelola dan menganalisis data kehadiran berdasarkan individu.

      3. Jam masuk dan jam keluar

      Kolom ini mencatat waktu kedatangan dan kepulangan karyawan setiap harinya. Data ini sangat penting untuk mengetahui ketepatan waktu karyawan dan durasi kerja mereka. Dengan mencatat jam masuk dan keluar, perusahaan juga dapat mengidentifikasi keterlambatan atau lembur guna kepentingan gaji.

      4. Tanda tangan

      Tanda tangan karyawan berfungsi sebagai bukti kehadiran yang sah. Dengan menandatangani daftar absensi, karyawan mengonfirmasi bahwa mereka benar-benar hadir sesuai waktu yang dicatat.

      Ini juga membantu perusahaan mencegah kecurangan atau manipulasi data absensi. Contoh absen karyawan harian dapat berupa daftar hadir berbasis kertas maupun sistem digital yang mencatat waktu masuk dan keluar secara akurat.

      5. Keterangan

      Bagian keterangan digunakan untuk mencatat informasi tambahan terkait kehadiran karyawan. Misalnya, jika karyawan datang terlambat, izin keluar lebih awal, atau tidak masuk kerja, alasan dapat mereka catat di kolom ini.

      Cara Membuat Absen Kerja Harian Untuk Karyawan Excel

      cara membuat absen kerja harianBerikut langkah-langkah untuk membuat contoh absensi karyawan harian manual di Excel yang dapat Anda lakukan:

      1. Buka aplikasi Excel dan buat lembar kerja baru
      2. Buat header dengan kolom utama (tanggal, nama, jam masuk, jam keluar, tanda tangan, dan keterangan)
      3. Atur format tanggal dan waktu agar sesuai dengan kebutuhan pencatatan
      4. Gunakan fitur data validation untuk membatasi input pada kolom tertentu
      5. Tambahkan rumus otomatis untuk menghitung jam kerja atau keterlambatan
      6. Gunakan fitur conditional formatting untuk menandai keterlambatan atau absensi kosong
      7. Simpan file dan buat template agar bisa Anda gunakan kembali setiap bulan

      Dengan tujuh langkah di atas, Anda bisa melihat bahwa menyusun dan mengontrol laporan absensi tidak sesederhana yang terlihat. Tantangannya semakin besar saat perusahaan skala menengah ke atas harus memastikan absensi ratusan karyawan tetap akurat dan terstruktur.

      Template dan Contoh Absensi Karyawan Harian Manual Excel

      Memiliki template absensi siap pakai adalah salah satu jalan untuk mempercepat pencatatan kehadiran. Sehubungan dengan hal ini, apakah Anda mencari template contoh absensi karyawan harian manual siap pakai? Klik tombol download contoh absen karyawan harian manual di bawah ini untuk mendapatkannya!

      Download Absensi Karyawan Harian Manual

      Download Absensi Karyawan Harian Manual

      Jenis Sistem Absensi Karyawan Harian

      Dari sekian banyak opsi yang tersedia, berikut beberapa jenis sistem absensi karyawan harian yang paling sering dipakai di lingkungan bisnis.

      Perusahaan dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional dan jumlah karyawan.

      1. Manual (Tulisan tangan atau Excel)

      Pada metode ini, karyawan mencatat kehadiran secara mandiri melalui buku absensi atau spreadsheet. Walau praktis dan mudah diterapkan, prosesnya cenderung memakan waktu serta rentan error, seperti data dobel atau tulisan yang sulit dibaca.

      Cara ini umumnya cocok untuk bisnis kecil, tetapi kurang efektif untuk perusahaan dengan jumlah karyawan besar.

      2. Mesin ceklok

      Setiap karyawan menggunakan kartu yang diceklok saat masuk dan pulang kerja sebagai bukti kehadiran. Biasanya, perangkat fisik akan mencetak jam kehadiran pada kertas atau kartu, lalu hasilnya dikumpulkan untuk direkap kembali secara manual.

      3. Magnetic card

      Berikutnya adalah absensi menggunakan kartu magnetik. Karyawan cukup menggesek kartu pada mesin khusus saat datang dan pulang kerja, sehingga pencatatan waktu dapat tersimpan secara digital dan lebih cepat dibanding mesin ceklok.

      Namun, jika perusahaan menuntut validitas tinggi, metode ini masih berisiko disalahgunakan tanpa dukungan tambahan seperti kamera atau autentikasi ganda.

      4. Biometrik (Fingerprint atau face recognition)

      Sistem biometrik memanfaatkan identitas unik seperti sidik jari atau wajah. Metode ini dikenal lebih akurat dan aman karena sulit dipalsukan atau dimanipulasi. Selain mencatat waktu kehadiran secara real-time, data biometrik juga bisa terintegrasi langsung dengan software HR dan payroll.

      5. Absensi online via aplikasi/cloud

      Sistem absensi online biasanya dilengkapi fitur GPS, selfie, serta rekap otomatis. Karyawan dapat melakukan absensi melalui smartphone dari lokasi kerja mana pun.

      Metode ini ideal untuk perusahaan modern, termasuk yang menerapkan pola kerja hybrid maupun remote.

      Manfaat Sistem Absensi Karyawan Harian 

      Penerapan sistem absensi karyawan harian tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatat kehadiran, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan.

      1. Mendorong kedisiplinan dan konsistensi kehadiran

      Sistem absensi karyawan harian membantu perusahaan menciptakan pola kerja yang lebih tertib. Pencatatan jam kerja yang jelas membuat karyawan lebih bertanggung jawab terhadap waktu kerja mereka, sehingga tingkat keterlambatan dan ketidakhadiran dapat ditekan secara signifikan.

      2. Menyediakan data presisi untuk penggajian dan penilaian kinerja

      Dengan data absensi yang tercatat secara otomatis, proses penggajian menjadi lebih akurat dan efisien. Informasi ini juga dapat dimanfaatkan oleh manajemen untuk menilai kinerja karyawan secara objektif berdasarkan kehadiran, jam kerja, dan konsistensi kontribusi.

      3. Meminimalkan risiko kecurangan kam kerja

      Sistem absensi modern dirancang untuk meningkatkan transparansi kehadiran karyawan. Pencatatan berbasis sistem membantu perusahaan mengurangi praktik kecurangan, seperti manipulasi data atau titip absen, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih adil dan profesional.

      Keuntungan Menggunakan Absensi Karyawan Harian Manual

      keuntungan menggunakan contoh absensi karyawan harian manualTidak memerlukan perangkat lunak khusus dan sederhana, adakah alasan lain di balik pebisnis Indonesia menggunakan sistem absensi karyawan manual? Berikut adalah beberapa keuntungan yang metode manual mampu berikan kepada Anda:

      1. Mudah untuk pebisnis gunakan

      Dengan absensi karyawan harian manual seperti daftar hadir atau buku kehadiran, perusahaan cukup menyiapkan format kolom (nama, tanggal, jam masuk/pulang, tanda tangan). Cara ini cocok untuk usaha kecil yang belum punya SOP absensi digital.

      2. Tetap berjalan tanpa internet dan listrik

      Berbeda dengan attendance system yang butuh koneksi internet stabil, absensi manual dapat berjalan kapan saja.

      Absensi manual tetap bisa dipakai saat WiFi bermasalah, sinyal lemah, atau listrik padam. Ini relevan untuk lokasi kerja lapangan, gudang, proyek konstruksi, atau area operasional dengan akses internet terbatas.

      3. Fleksibel dalam implementasinya

      Perusahaan dapat mengatur format sesuai kebutuhan, misalnya shift, lembur, kerja remote, atau kunjungan sales. Penggunaan di kantor maupun di lapangan juga lebih fleksibel karena tidak bergantung pada perangkat tertentu.

      4. Memudahkan Pengawasan Langsung

      Supervisor dapat mengecek kehadiran langsung di lokasi dan menandai kondisi tertentu (telat, izin, pulang cepat) saat itu juga. Verifikasi fisik ini membantu kontrol harian, terutama untuk tim operasional.

      5. Biaya implementasi yang rendah

      Tidak perlu investasi software, server, atau perangkat absensi. Perusahaan cukup menyiapkan kertas, buku absensi, atau mesin ceklok sederhana yang biayanya relatif terjangkau.

      Meskipun demikian, contoh absensi karyawan harian manual memerlukan perhatian khusus terkait dnegan format template dan cara pembuatannya. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

      Kekurangan Absensi Kerja Harian Manual

      Meskipun absensi kerja harian manual masih beberapa perusahaan gunakan, sistem ini memiliki banyak keterbatasan, seperti:

      1. Rentan kesalahan pencatatan

      Tanpa validasi otomatis, data kehadiran bergantung pada ketelitian manusia. Salah tulis jam masuk/pulang atau status kehadiran bisa membuat absen karyawan harian tidak akurat dan berdampak ke payroll serta evaluasi kinerja.

      2. Rekap absen butuh banyak waktu

      Tim HR perlu memindahkan dan mengecek data satu per satu sebelum menjadi laporan bulanan. Proses ini makin berat saat jumlah karyawan bertambah dan jadwal kerja makin kompleks.

      3. Konsumsi kertas dan biaya administrasi tinggi

      Form cetak harian membuat konsumsi kertas dan tinta terus berjalan. Selain tidak efisien, biaya ini biasanya bertambah ketika arsip perlu digandakan atau disimpan untuk kebutuhan audit.

      4. Potensi pemalsuan kehadiran

      Tanpa aplikasi e-absensi otomatis, sangat mudah terjadi manipulasi, seperti titip absen, tanda tangan palsu, atau pengisian waktu kehadiran yang tidak sesuai. Kondisi ini menurunkan integritas dan keadilan dalam manajemen kehadiran karyawan.

      5. Penyimpanan dokumen merepotkan dan berisiko hilang

      Dokumen fisik butuh ruang penyimpanan dan mudah rusak karena lembap, tercecer, atau hilang saat pemindahan. Akibatnya, perusahaan kesulitan melakukan audit jika data tidak lengkap.

      Expert’s Review

      Kesalahan absensi manual bukan sekadar masalah administrasi, tapi risiko hukum. Data fisik yang tidak lengkap sering menjadi penyebab kekalahan perusahaan dalam sengketa PHI. Digitalisasi adalah langkah mitigasi wajib.

      — Jessica Chandra, B.Sc., Senior HR Manager

      Solusi yang lebih akurat dan hemat waktu adalah memindahkan pencatatan ke software HRIS terbaik di Indonesia agar data absensi terintegrasi dengan payroll dan evaluasi kinerja.

      Tanda Bisnis Anda Perlu Beralih ke Sistem Absensi Digital

      Meskipun format manual bisa diterapkan untuk tim kecil, efektivitasnya akan menurun drastis seiring pertumbuhan jumlah karyawan. Jika operasional HR Anda mulai menunjukkan gejala berikut, artinya metode manual sudah tidak lagi relevan:

      • Risiko Kepatuhan Regulasi Pengupahan: Kesalahan hitung lembur manual sekecil apapun dapat berisiko hukum. Sesuai PP No. 35 Tahun 2021 (turunan UU Cipta Kerja), perusahaan wajib membayar upah lembur sesuai rumus yang ketat. Metode manual sangat rentan selisih hitung yang dapat memicu sengketa hubungan industrial.
      • Proses Rekap Gaji & Pajak: yang Rumit Waktu tim admin habis hanya untuk mencocokkan absen dengan komponen gaji, terutama dengan berlakunya aturan PPh 21 TER (Tarif Efektif Rata-rata) yang dinamis.
      • Kesulitan Melacak Tim Mobile: Absen kertas tidak bisa memvalidasi kehadiran tim sales atau teknisi yang bekerja di luar kantor (meeting atau lapangan).
      • Indikasi Kecurangan Meningkat: Celah “titip absen” lewat pemalsuan tanda tangan makin sulit dibendung oleh pengawas fisik.

      Di titik inilah, digitalisasi absensi bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan krusial untuk mencegah kebocoran profit dan memastikan kepatuhan hukum (compliance).

      Sebagai referensi solusi, teknologi HRM modern, dirancang spesifik untuk menutup celah kelemahan manual tersebut melalui fitur terintegrasi:

      • Face Recognition & GPS Geotagging: Sistem ini menggantikan tanda tangan basah dengan verifikasi biometrik. Fitur ini memastikan validitas data kehadiran tim lapangan secara real-time.
      • Otomatisasi Payroll & PPh 21: Sistem mengonversi data jam kerja langsung menjadi perhitungan upah bersih. Rumus pajak PPh 21, BPJS, dan lembur sudah disesuaikan dengan regulasi ketenagakerjaan Indonesia terkini, menghilangkan risiko human error.
      • KPI Tracking Terintegrasi: Anda dapat mengubah data absensi menjadi insight performa untuk penilaian karyawan yang lebih objektif.
      • Roster dan jadwal kerja karyawan yang dinamis: Fitur untuk membuat dan mengatur jadwal kerja karyawan secara fleksibel, baik melalui penugasan shift atau jadwal tetap.

      Studi Kasus: Transformasi HR di Pancaran Group

      Pancaran Group, salah satu perusahaan penyedia jasa transportasi dan logistik terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan kompleks dalam mengelola ribuan karyawan yang tersebar di berbagai titik operasional (darat dan laut).

      Sebelumnya, pengelolaan data karyawan yang masif dan mobile menjadi kendala utama. Proses manual menyulitkan pemantauan kehadiran tim lapangan dan memperlambat perhitungan gaji yang memiliki banyak komponen variabel.

      Dengan mengimplementasikan HRM System HashMicro, Pancaran Group berhasil mendigitalisasi seluruh administrasi SDM.

      • Sentralisasi data: Data kehadiran dari berbagai lokasi kini terintegrasi dalam satu sistem cloud.
      • Akurasi payroll: Perhitungan gaji yang rumit (termasuk tunjangan operasional) kini berjalan otomatis dan presisi.
      • Efisiensi waktu: Tim HR dapat memangkas waktu administrasi secara signifikan, memungkinkan fokus beralih ke pengembangan strategis SDM alih-alih terjebak dalam rekapitulasi manual.

      Kesimpulan

      Contoh absensi karyawan harian manual membantu perusahaan mencatat kehadiran dan menjaga kedisiplinan kerja. Namun, metode manual sering menyulitkan saat data makin banyak karena rentan salah input, rekap memakan waktu, dan celah manipulasi lebih besar.

      Jika perusahaan membutuhkan kontrol yang lebih rapi, pendekatan digital bisa menjadi langkah yang lebih efektif. Sistem absensi otomatis membuat data tercatat real-time, lebih mudah diaudit, dan lebih siap dipakai untuk payroll maupun evaluasi kinerja.

      Jika Anda ingin memastikan metode yang paling sesuai untuk kondisi operasional perusahaan, Anda bisa mulai dari konsultasi gratis untuk memetakan kebutuhan, alur kerja, dan prioritas implementasinya.

      HRM

      Pertanyaan Seputar Absensi Karyawan Harian Manual

      • Bagaimana cara membuat absensi?

        Untuk membuat absensi, Anda dapat menggunakan Excel atau software HRM untuk mencatat kehadiran karyawan. Selanjutnya, Anda dapat menyesuaikan kolom nama, tanggal, jam masuk, dan jam keluar.

      • Apa itu absensi manual?

        Absensi manual adalah pencatatan kehadiran karyawan tanpa sistem digital. Karyawan mencatat datanya menggunakan kertas, buku absensi, atau mesin ceklok.

      • Apa itu absensi harian karyawan?

        Absensi harian karyawan adalah pencatatan kehadiran setiap hari kerja. Data ini meliputi jam masuk, jam keluar, dan keterlambatan. Perusahaan menggunakannya untuk penggajian dan evaluasi kinerja.

      Nabila Zulfa Damayanti

      Content Writer

      Nabila sudah menjadi spesialis yang berpengalaman selama lebih dari 2 tahun dalam bidang penulisan topik ERP. Dalam prosesnya, topik penulisan yang diangkat meliputi implementasi sistem ERP, integrasi proses bisnis, serta pemanfaatan ERP untuk meningkatkan efisiensi dan visibilitas operasional perusahaan.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya