CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Panduan DPO & Arus Kas: Definisi, Rumus, dan Manfaat

Diterbitkan:

Days Payable Outstanding (DPO) adalah salah satu metrik keuangan yang sering muncul dalam laporan arus kas, tetapi seringkali tidak dipahami secara menyeluruh. Hal ini karena DPO menunjukkan bagaimana bisnis mengelola kewajiban pembayaran kepada pemasok.

Secara sederhana, DPO menunjukkan jumlah waktu rata-rata yang dibutuhkan perusahaan untuk melunasi utang. Menjaga likuiditas dan menjaga hubungan baik dengan vendor menjadi lebih mudah.

Dalam praktiknya, DPO tidak sekadar soal “semakin lama semakin baik” atau sebaliknya. Nilai DPO yang ideal sangat bergantung pada model bisnis, industri, dan strategi pengelolaan kas yang diterapkan.

Karena itu, sebelum menggunakan DPO sebagai dasar pengambilan keputusan, kita perlu memahami cara menghitungnya, cara membacanya, serta konteks penggunaannya dalam operasional bisnis sehari-hari.

Key Takeaways

  • Days Payable Outstanding (DPO) dihitung dengan membagi rata-rata utang usaha dengan harga pokok penjualan per hari untuk mengetahui rata-rata waktu pembayaran utang perusahaan.
  • Faktor-faktor yang memengaruhi DPO meliputi kebijakan kredit pemasok, kondisi keuangan, jenis industri, kemampuan negosiasi, dan strategi manajemen kas.
  • DPO penting bagi perusahaan karena menjadi indikator likuiditas, dasar keputusan manajemen, serta bagian dari perhitungan siklus konversi kas.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Panduan DPO & Arus Kas: Definisi, Rumus, dan Manfaat

      Apa Itu Days Payable Outstanding (DPO)?

      Days Payable Outstanding (DPO) adalah metrik yang menunjukkan rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar kewajiban kepada pemasok setelah menerima barang atau jasa. DPO menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi manajemen modal kerja.

      DPO biasanya dianalisis bersama dengan metrik lain seperti Days Sales Outstanding (DSO) dan Days Inventory Outstanding (DIO) untuk mengevaluasi seberapa efisien siklus kas bisnis.

      Cara Menghitung Days Payable Outstanding (DPO) 

      Dalam menghitung DPO, perusahaan perlu mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melunasi faktur utang pemasok yang dibeli dengan kredit. Utang dagang dalam neraca mencerminkan jumlah kewajiban yang belum dibayar, meskipun barang atau jasa telah diterima.

      Selama pemasok menunggu pembayaran, dana masih berada di tangan perusahaan dan dapat digunakan untuk kebutuhan lain. Semakin lama pembayaran ditunda, semakin lama perusahaan memegang kas, yang berpotensi meningkatkan arus kas bebas (free cash flow) dan likuiditas jangka pendek.

      Karena utang dagang termasuk dalam arus kas masuk operasional, banyak perusahaan berusaha untuk menjaga DPO tetap ideal. Namun, DPO yang terlalu tinggi tidak selalu menguntungkan. Jika pembayaran tidak dilakukan tepat waktu, itu dapat merusak hubungan Anda dengan pemasok dan berpotensi mengakibatkan syarat kredit yang lebih ketat di masa depan.

      Menghitung hari kerja berbayar (DPO) perusahaan adalah proses dua langkah:

      Langkah 1: Mulailah dengan mengambil saldo utang dagang rata-rata (atau akhir) perusahaan dan membaginya dengan harga pokok penjualan (COGS).

      Langkah 2: Setelah itu, mengalikan jumlah tersebut dengan 365 hari.

      Rumus Menghitung Days Payable Outstanding (DPO)  

      Days payable outstanding atau DPO merupakan rasio finansial yang menghitung rata-rata waktu perusahaan dalam membayar hutang. Cara untuk menghitung atau menemukan DPO adalah dengan membandingkan harga pokok, utang usaha dan juga sisa hari sebelum tiba jatuh tempo pembayaran tagihan.

      Maka dari itu rumus atau formula untuk menghitung days payable outstanding adalah sebagai berikut:

      Days Payable Outstanding (DPO) = (Rata-rata utang usaha / Harga Penjualan) x Jumlah Hari

      Atau

      Days Payable Outstanding (DPO) = Rata-rata Utang Usaha / (Harga Pokok Penjualan / Jumlah Hari)

      Yang mana

      Harga Pokok Penjualan (HPP)= Inventaris Awal + Pembelian – Inventaris Akhir

      Jika kita lihat dari rumus, dapat kita tarik 3 komponen penting dalam perhitungan DPO:

      1. Utang Usaha: Jumlah utang perusahaan pada pihak kreditur karena adanya pembelian yang Anda lakukan secara kredit. 
      2. Harga Pokok Penjualan: Harga yang ditentukan oleh perusahaan yang mana mencakup proses produksi hingga produk siap jual. Ini termasuk biaya langsung, seperti biaya peralatan, bahan baku, sewa, dan biaya lainnya yang secara langsung berdampak pada produksi. 
      3. Jumlah Hari: Hari yang tersisa hingga jatuh tempo utang perusahaan. 

      Contoh Implementasi Days Payable Outstanding (DPO) untuk Perusahaan

      Untuk memahami bagaimana DPO bekerja dalam praktik, kita bisa melihat contoh dari beberapa perusahaan besar dengan model bisnis yang berbeda. Dari sini terlihat bahwa nilai DPO tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya utang dagang, tetapi juga oleh strategi operasional dan kebijakan pembayaran yang diterapkan masing-masing perusahaan.

      1. Walmart (WMT)
        Pada tahun fiskal yang berakhir 31 Januari 2021, Walmart (WMT) memiliki utang dagang sebesar $49,1 miliar dan harga pokok penjualan (COGS) sebesar $420,3 miliar (data walmart). Perhitungan DPO Walmart adalah 42,7 hari selama 365 hari, yang menunjukkan bahwa Walmart rata-rata membayar pemasok selama 43 hari setelah menerima tagihan, yang menunjukkan pengelolaan kewajiban yang cukup seimbang antara likuiditas dan hubungan dengan vendor.
      2. Microsoft (MSFT)
        Microsoft mencatat utang dagang sebesar $2,8 miliar dengan COGS sebesar $41,3 miliar (data windows) pada tahun fiskal 2021. Dari perhitungan tersebut, DPO Microsoft berada di angka 24,7 hari. Artinya, Microsoft cenderung membayar kewajiban kepada pemasok lebih cepat, sekitar 25 hari, yang mencerminkan kebijakan pembayaran yang lebih konservatif dan fokus pada stabilitas hubungan dengan mitra bisnis.

      Visibilitas yang baik terhadap utang dagang dan arus kas diperlukan untuk menjaga DPO ideal. Dengan menggunakan sistem akuntansi yang terstruktur, perusahaan dapat memahami posisi kewajiban secara lebih menyeluruh, sehingga pengambilan keputusan pembayaran dapat dilakukan dengan lebih terukur dan konsisten.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Faktor-Faktor Penentu Days Payable Outstanding (DPO)

      Beberapa hal dapat memengaruhi tinggi rendahnya Days Payable Outstanding (DPO) pada perusahaan. Berikut faktor-faktor yang perlu diperhatikan:

      faktor faktor dpo

      1. Kebijakan kredit pemasok

      Setiap pemasok memiliki kebijakan kredit berbeda yang memengaruhi jangka waktu pembayaran. Semakin panjang tenor kredit yang diberikan, maka semakin tinggi nilai DPO perusahaan. Sebaliknya, jika pemasok menuntut pembayaran lebih cepat, DPO akan cenderung lebih rendah.

      2. Kondisi keuangan perusahaan

      Perusahaan dengan arus kas sehat biasanya mampu melunasi kewajiban lebih cepat. Hal ini menurunkan nilai DPO karena pembayaran dilakukan tepat waktu. Sebaliknya, jika keuangan kurang stabil, perusahaan bisa memperpanjang waktu pembayaran sehingga DPO meningkat.

      3. Jenis industri

      Setiap industri memiliki standar pembayaran yang berbeda sesuai dengan karakteristik bisnisnya. Industri manufaktur misalnya, sering kali memiliki DPO lebih panjang karena kebutuhan modal kerja besar. Sedangkan pada industri ritel, pembayaran cenderung lebih singkat.

      4. Negosiasi dengan pemasok

      Kemampuan perusahaan dalam bernegosiasi akan sangat menentukan fleksibilitas pembayaran. Perusahaan yang berhasil menjalin hubungan baik dengan pemasok bisa memperoleh syarat pembayaran lebih longgar. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan nilai DPO.

      5. Strategi manajemen kas

      Beberapa perusahaan memilih menunda pembayaran tagihan agar dana dapat digunakan lebih lama untuk kebutuhan operasional lain. Strategi ini memang dapat meningkatkan likuiditas jangka pendek, namun berisiko merusak reputasi bila pembayaran terlalu lama ditunda.

      Mengapa Penting Penggunaan Days Payable Outstanding (DPO) Bagi Perusahaan?

      Perusahaan membutuhkan Days Payable Outstanding (DPO) untuk mengetahui seberapa efektif mereka mengelola hutang dagang dan arus kas. Metrik ini membantu menilai likuiditas dan posisi kompetitif perusahaan dengan menunjukkan hari rata-rata perusahaan membayar tagihan pemasok.

      DPO tinggi memungkinkan perusahaan menahan uang untuk investasi atau operasional lebih lama, mengurangi biaya bunga dan kebutuhan pinjaman. Selain itu, DPO menunjukkan daya tawar terhadap supplier, karena nilai lebih tinggi menunjukkan negosiasi yang berhasil untuk tenor pembayaran panjang.

      Manajer keuangan dapat melacak DPO untuk menilai kinerja dengan pesaing industri, menjaga hubungan baik dengan pemasok, dan menghindari risiko seperti denda keterlambatan. Namun, DPO terlalu rendah dapat menunjukkan pembayaran terlalu cepat yang boros kas, sedangkan DPO terlalu tinggi berisiko merusak reputasi.

      Strategi Optimalisasi DPO bagi UMKM vs Korporasi

      Bedakan pendekatan berdasarkan skala bisnis agar artikel lebih inklusif:

      • Bagi perusahaan korporasi, strategi DPO berfokus pada efisiensi kas melalui negosiasi kontrak jangka panjang yang strategis. Dengan volume pembelian besar, mereka memiliki daya tawar untuk meminta tenor pembayaran lebih longgar. Selain itu, korporasi biasanya mengandalkan otomatisasi sistem akuntansi untuk memantau utang secara presisi agar pengambilan keputusan lebih terukur dan konsisten.
      • Sebaliknya, bagi UMKM, prioritas utama adalah menjaga kepercayaan dan hubungan baik dengan pemasok. Karena keterbatasan daya tawar, membayar tepat waktu sangat penting untuk membangun reputasi dan sejarah kredit yang baik. Hubungan yang solid ini merupakan modal jangka panjang yang nantinya dapat digunakan untuk mendapatkan syarat pembayaran yang lebih fleksibel atau tenor yang lebih panjang saat bisnis berkembang.

      Kesimpulan

      Secara umum, Days Payable Outstanding (DPO) berperan sebagai indikator untuk melihat seberapa efektif perusahaan mengelola kewajiban pembayaran kepada pemasok. Melalui perhitungan DPO, perusahaan dapat memahami rata-rata waktu pelunasan utang usaha serta menilai dampaknya terhadap arus kas dan stabilitas operasional.

      Dengan memahami dan memantau DPO secara tepat, perusahaan dapat menyesuaikan strategi pembayaran sesuai dengan model bisnis dan kondisi keuangan yang dimiliki. Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan antara likuiditas yang sehat dan hubungan kerja sama yang berkelanjutan dengan pemasok.

      Sebagai langkah lanjutan, perusahaan juga dapat mempertimbangkan konsultasi gratis untuk memahami kondisi pengelolaan utang dan arus kas secara lebih menyeluruh. Melalui diskusi ini, Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih objektif mengenai strategi pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, tanpa harus langsung mengambil keputusan besar.

      Accounting_Definisi

      Pertanyaan Seputar Days Payable Outstanding (DPO)

      • Apa itu Days Payable Outstanding?

        Days Payable Outstanding (DPO) adalah rasio keuangan yang menunjukkan rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar utang kepada pemasok.

      • Apalah DPO yang tinggi itu bagus?

        Secara umum, ya, karena berarti perusahaan dapat memegang uang tunai lebih lama untuk operasional atau investasi. Namun, jika terlalu tinggi, ini bisa merusak hubungan dengan supplier atau kehilangan diskon pembayaran awal.

      • Berapa angka DPO yang ideal?

        Tidak ada angka pasti karena tergantung industri. Namun, perusahaan besar biasanya menargetkan DPO di atas 30 hingga 45 hari.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya