CNBC Awards

Cara Memprediksi Kebutuhan Inventaris untuk Toko Ritel Anda

Diterbitkan:

Sebagai pemilik toko ritel, menentukan jumlah stok yang tepat sering jadi tantangan harian. Jika stok terlalu sedikit, pesanan bisa tertunda dan pelanggan beralih; jika stok berlebihan, barang menumpuk, cash flow terikat, dan risiko dead stock meningkat.

Karena itu, bisnis perlu memahami cara memprediksi kebutuhan inventaris berdasarkan data yang sudah ada, seperti riwayat penjualan, pola musiman, dan rencana promo. Dengan pendekatan ini, toko bisa memperkirakan produk apa yang perlu disiapkan dan berapa jumlahnya untuk periode tertentu, tanpa menebak-nebak.

Agar prediksi lebih akurat, perhitungan juga perlu memasukkan lead time pemasok dan reorder point sebagai batas kapan stok harus diisi ulang. Pembahasan berikut akan membantu ritel menyusun langkah yang lebih terukur.

Key Takeaways

  • Memprediksi kebutuhan inventaris membantu toko ritel menentukan jumlah stok sesuai pola permintaan pelanggan.
  • Perhitungan yang akurat perlu memakai data penjualan historis, faktor musiman, dan rencana promo.
  • Lead time dan reorder point menentukan kapan stok harus dipesan ulang agar tidak terjadi stockout.
  • Dengan langkah yang terukur, toko dapat mengurangi dead stock tanpa mengorbankan ketersediaan barang.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Pengertian Memprediksi Kebutuhan Inventaris

      Memprediksi kebutuhan inventaris adalah proses memperkirakan produk apa yang perlu disiapkan dan berapa jumlahnya dalam periode tertentu agar toko mampu memenuhi permintaan pelanggan. Prediksi ini dibuat berdasarkan pola penjualan sebelumnya, perubahan musiman, jadwal promosi, serta kondisi operasional toko.

      Dalam praktiknya, toko biasanya melihat data penjualan harian/mingguan, lalu mengidentifikasi tren seperti produk yang paling cepat habis, produk musiman, atau barang yang hanya laku pada momen tertentu. Dari sini, toko bisa menentukan jumlah stok yang masuk akal untuk dipesan atau diproduksi.

      Ketika melakukan forecasting inventory, Anda perlu mempertimbangkan lead time (waktu tunggu) yang diperlukan untuk menentukan reorder point atau titik pemesanan kembali Anda.

      Baca juga: 3 Tips Memaksimalkan Manajemen Toko Bunga Agar Keuntungan Berlipat

      Apa Itu Lead Time?

      Lead time atau waktu tunggu adalah waktu yang dibutuhkan dari pertama kali Anda melakukan pemesanan ke pemasok hingga ketika pesanan Anda telah tiba. Dengan kata lain, ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk mendatangkan stok baru.

      Sebagian besar pemasok memberikan estimasi waktu tunggu. Tetapi, cara yang terbaik adalah menggunakan data Anda sendiri untuk mengetahui waktu tunggu Anda secara akurat.

      Apa Itu Reorder Point?

      Reorder point atau titik pemesanan kembali adalah tingkat persediaan yang mengharuskan Anda untuk segera untuk mengisi ulang stok. Dengan kata lain, ini adalah jumlah minimum dari suatu barang yang Anda miliki, jadi ketika  tingkat stoknya turun ke tingkat minimum, maka berarti Anda harus segera memesan kembali barang tersebut.

      Baca juga : 6 Cara Terbaik Menjaga Inventaris & Mengelola Tingkat Persediaan

      Cara Memprediksi Kebutuhan inventaris

      Berikut metode yang umum dipakai untuk memperkirakan kebutuhan stok, tergantung data dan jenis produk:

      1. Kualitatif

      Metode ini mengandalkan penilaian tim berpengalaman, seperti sales, store manager, dan buyer. Karena itu, pendekatan ini cocok untuk produk baru atau kategori yang datanya belum stabil.

      2. Analisis Deret Waktu

      Metode ini memakai data penjualan historis untuk membaca pola, seperti tren, musim, dan hari ramai. Dengan demikian, cara ini cocok untuk produk fast-moving dengan data penjualan yang konsisten.

      3. Kausal

      Metode ini mempertimbangkan faktor penyebab permintaan, seperti promosi, perubahan harga, kompetitor, ekonomi, atau cuaca. Oleh sebab itu, metode ini cocok untuk produk yang penjualannya sensitif terhadap kondisi pasar.

      4. Simulasi

      Metode ini membuat beberapa skenario permintaan (rendah, normal, tinggi) lalu menghitung kebutuhan stok di tiap skenario. Alhasil, pendekatan ini cocok saat variabelnya banyak dan bisnis perlu rencana stok yang lebih aman.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Hal Penting dalam Prediksi Kebutuhan Inventaris

      Berikut ini adalah beberapa tips untuk demand forecasting yang lebih baik:

      Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar prediksi kebutuhan inventaris lebih akurat dan mudah dieksekusi:

      1. Siapkan Data yang Lengkap dan Konsisten

      Tanpa data yang rapi, prediksi akan mudah meleset karena tidak ada acuan yang jelas. Karena itu, pastikan toko memiliki data penjualan dan stok yang bisa ditarik per periode, misalnya harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.

      2. Pahami Pola Belanja Pelanggan

      Agar prediksi tidak sekadar mengandalkan rata-rata penjualan, toko perlu memahami pola permintaan yang berulang. Misalnya, cek beberapa hal berikut:

      • Apakah pembelian cenderung musiman atau stabil sepanjang tahun?
      • Produk apa yang paling sering dibeli berulang?
      • Kategori apa yang biasanya naik saat promo berjalan?
      • Dari channel mana permintaan paling besar (offline, marketplace, reseller)?
      • Seberapa cepat tren memengaruhi permintaan untuk kategori tertentu?

      3. Otomatiskan Pencatatan agar Data Tidak Mudah Salah

      Prediksi stok bisa salah bukan karena metodenya, tetapi karena input data tidak akurat. Oleh sebab itu, pertimbangkan otomatisasi pencatatan agar penjualan, stok masuk-keluar, dan retur tercatat rapi tanpa banyak koreksi manual.

      Gunakan aplikasi stok barang yang dapat memberikan peringatan kepada Anda ketika persediaan Anda sudah menipis, dapat menghasilkan laporan analitik yang lengkap, serta terintegrasi dengan sistem pembelian, akuntansi, POS, dan lain-lain.

      Prediksi Kebutuhan Inventaris Lebih Terukur dengan HashMicro

      software akuntansi hashmicro

      HashMicro membantu bisnis ritel menyusun prediksi kebutuhan inventaris dengan data yang rapi dan alur kerja yang jelas, mulai dari penjualan, stok, hingga pembelian.

      Dengan data yang terpusat, perusahaan dapat mengecek pergerakan barang lebih cepat dan menentukan waktu restock berdasarkan pola permintaan, bukan perkiraan.

      Selain itu, HashMicro memudahkan tim untuk menjaga data tetap sinkron antar gudang, toko, dan channel penjualan. Dengan begitu, keputusan reorder bisa dibuat lebih konsisten, termasuk saat menghadapi momen musiman, promo besar, atau perubahan tren yang cepat.

      Fitur yang relevan untuk prediksi kebutuhan inventaris:

      • Inventory Tracking: Memantau stok masuk-keluar secara real-time agar data persediaan selalu akurat.
      • Stock Level Alert: Memberi notifikasi saat stok mencapai batas minimum untuk mencegah stockout.
      • Demand Forecasting: Membantu memproyeksikan kebutuhan stok berdasarkan data historis dan tren penjualan.
      • Purchase Management: Mengelola proses pembelian dari permintaan barang hingga PO dan penerimaan barang.
      • Multi-Warehouse Management: Mengkonsolidasikan stok antar gudang dan cabang untuk kontrol persediaan yang lebih rapi.
      • Analytics & Reporting: Menyajikan laporan pergerakan stok dan penjualan untuk evaluasi restock yang lebih terukur.

      Kesimpulan

      Prediksi kebutuhan inventaris membantu bisnis ritel menjaga stok tetap tersedia tanpa menumpuk barang yang sulit terjual. Dengan data penjualan yang rapi, perusahaan bisa menentukan jumlah stok yang lebih realistis untuk setiap periode.

      Akurasi prediksi juga bergantung pada lead time pemasok dan reorder point yang jelas agar restock tidak terlambat. Karena itu, sistem terintegrasi seperti HashMicro membantu menyatukan data stok, penjualan, dan pembelian dalam satu alur kerja.

      Jika bisnis ingin mengelola inventaris lebih terukur dan mengurangi risiko stockout maupun dead stock, HashMicro dapat menjadi pilihan yang tepat. Jadwalkan demo gratis untuk melihat cara kerjanya sesuai kebutuhan bisnis Anda.

      HashRetailInnovation

      Pertanyaan Seputar Memprediksi Kebutuhan Inventaris

      • Apa bedanya memprediksi kebutuhan inventaris dengan sekadar menambah stok saat menipis?

        Memprediksi kebutuhan inventaris memakai data penjualan, pola musiman, dan rencana promo untuk menentukan jumlah restock yang lebih terukur. Sementara menambah stok saat menipis cenderung reaktif dan berisiko menyebabkan overstock atau stockout berulang.

      • Data apa saja yang paling penting untuk memprediksi kebutuhan inventaris?

        Data utama meliputi riwayat penjualan per periode, stok awal dan stok akhir, serta lead time pemasok. Jika ada, tambahkan data promo, retur, dan perbedaan permintaan per cabang atau channel agar prediksi lebih akurat.

      • Apakah bisnis kecil tetap perlu memprediksi kebutuhan inventaris?

        Ya, karena bisnis kecil biasanya lebih sensitif terhadap stockout dan stok menumpuk yang mengikat cash flow. Prediksi sederhana berbasis penjualan historis dan reorder point sudah cukup membantu membuat restock lebih konsisten.

      Jessica Wijaya

      Senior Content Writer

      Selama lebih dari 5 tahun sebagai Senior Content Writer, Jessica telah menulis topik yang mengulas tentang bidang inventory dan warehouse management. Keahliannya mencakup penulisan artikel manajemen stok dan persediaan, perencanaan kebutuhan, multi-warehouse management, dan integrasi sistem digital untuk pengelolaan barang.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×
      close button
      Violet

      Nadia

      Active Now

      Violet

      Nadia

      Active Now

      Chapter Selanjutnya