Apakah Anda mengetahui bahwa pengelolaan biaya tenaga kerja langsung dapat berdampak besar pada profitabilitas bisnis? Bagi manajer dan eksekutif, memahami biaya ini merupakan kunci untuk menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan.
Berbeda dengan biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya tenaga kerja langsung adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja yang berkontribusi langsung dalam produksi barang atau jasa, seperti gaji dan tunjangan pekerja di bagian produksi.
Karena berpengaruh pada biaya produksi, pengelolaannya perlu dilakukan dengan tepat. Artikel ini akan membahas pentingnya mengelola biaya tenaga kerja langsung dan bagaimana hal itu dapat menguntungkan bisnis Anda.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Definisinya
Biaya tenaga kerja langsung atau direct labor cost adalah semua biaya yang perusahaan keluarkan untuk membayar tenaga kerja yang secara langsung terlibat dalam proses produksi barang atau jasa. Biaya ini mencakup gaji, upah, tunjangan, serta biaya lain yang terkait dengan karyawan.
Perbedaan biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung terletak pada keterlibatan langsung dalam proses produksi.
Biaya tenaga kerja langsung terkait langsung dengan aktivitas produksi dan memengaruhi jumlah output yang dihasilkan, sementara biaya tenaga kerja tidak langsung lebih berkaitan dengan fungsi pendukung yang tidak langsung berkontribusi pada pembuatan produk atau layanan.
Alasan Perusahaan Perlu Mengelola Biaya Tenaga Kerja Langsung
Pengelolaan biaya tenaga kerja langsung yang efektif sangat penting untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari pengelolaan biaya tenaga kerja langsung:
1. Perhitungan HPP menjadi lebih cepat
Pengelolaan biaya tenaga kerja langsung yang efektif dapat mempercepat perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Sistem terintegrasi memudahkan perusahaan mengumpulkan data jam kerja, upah, dan tunjangan karyawan sehingga perhitungan HPP lebih akurat dan cepat.
2. Monitoring kinerja keuangan
Pengelolaan biaya tenaga kerja langsung membantu perusahaan memantau pengeluaran tenaga kerja secara lebih terkontrol sehingga kinerja keuangan dapat dievaluasi dengan lebih efektif.
3. Mempermudah perencanaan anggaran
Biaya tenaga kerja yang terukur dengan jelas memudahkan perusahaan menyusun anggaran yang lebih akurat dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat.
4. Meningkatkan daya saing
Efisiensi biaya tenaga kerja langsung memungkinkan perusahaan menekan biaya produksi sehingga dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar.
Contoh Direct Labor yang Sering Ditemui

Pengelolaan biaya tenaga kerja ini perlu mengacu pada regulasi ketenagakerjaan di Indonesia, seperti Undang Undang Nomor 6 Tahun 2023, yang mengatur ketentuan upah, tunjangan, serta perlindungan tenaga kerja. Berikut ini adalah beberapa contoh direct labor:
- Gaji karyawan: Dalamnya termasuk tunjangan dan bonus yang diberikan.
- Biaya pelatihan dan pengembangan: Untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan kerja.
- Biaya alat perlengkapan kerja: Seperti seragam, sepatu, dan alat keamanan.
- Biaya pensiun karyawan: Biaya ini merupakan bagian dari tunjangan jangka panjang yang diberikan kepada karyawan sebagai bentuk penghargaan atas masa kerja.
- Biaya peralatan: Diperlukan oleh karyawan seperti komputer, meja kerja, kursi.
- Biaya keselamatan kerja: Biaya untuk perlindungan terhadap kecelakaan kerja.
Perbandingan Tenaga Kerja Langsung vs Tidak Langsung

1. Tenaga kerja langsung
Tenaga kerja langsung memiliki peran utama dalam menciptakan produk akhir yang akan dijual kepada pelanggan. Karena keterlibatan mereka yang langsung, biaya tenaga kerja ini biasanya dihitung berdasarkan jumlah unit yang diproduksi atau jam kerja yang dihabiskan untuk menyelesaikan suatu produk.
Gaji tenaga kerja langsung sering kali bersifat variabel, bergantung pada output biaya produksi atau sistem upah perusahaan. Contoh tenaga kerja langsung meliputi operator mesin di pabrik, perakit produk di lini produksi, serta tukang jahit di industri tekstil yang bertanggung jawab atas pembuatan pakaian.
2. Tenaga kerja tidak langsung
Sementara itu, tenaga kerja tidak langsung adalah pekerja yang tidak secara langsung terlibat dalam proses produksi tetapi memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan.
Gaji tenaga kerja tidak langsung biasanya bersifat tetap dan tidak bergantung pada jumlah biaya overhead pabrik dan unit yang diproduksi. Hal ini karena mereka tidak berkontribusi secara langsung dalam menghasilkan produk.
Contoh tenaga kerja tidak langsung meliputi staf administrasi yang mengelola dokumen dan keuangan perusahaan, teknisi perawatan mesin yang bertanggung jawab atas pemeliharaan alat produksi, serta supervisor produksi yang mengawasi kinerja tim di pabrik.
Rincian Komponen Biaya Tenaga Kerja
Sebelum memahami secara rinci komponen biaya tenaga kerja, penting untuk mengetahui bahwa direct labor ini tidak hanya mencakup gaji pokok, tetapi juga berbagai elemen lain yang harus diperhitungkan oleh perusahaan.
Berikut ini adalah beberapa komponen direct labor yang mempengaruhi total biaya:
1. Gaji pokok
Gaji pokok merupakan upah dasar yang dibayarkan kepada karyawan atas pekerjaan yang mereka lakukan. Besarannya ditentukan berdasarkan perjanjian kerja dan umumnya menjadi komponen utama dari biaya tenaga kerja.
2. Tunjangan tetap dan tidak tetap
Tunjangan tetap adalah tambahan penghasilan yang diberikan secara rutin, seperti tunjangan transportasi atau perumahan. Sedangkan tunjangan tidak tetap bisa berubah-ubah, misalnya bonus kinerja atau insentif lain yang tergantung pada hasil kerja atau kondisi perusahaan.
3. Lembur
Pembayaran ekstra kepada karyawan yang bekerja melebihi jam kerja normal. Pembayaran ini dihitung berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, umumnya dengan tarif yang lebih tinggi dari gaji normal.
4. Jaminan sosial dan kesehatan
Perusahaan wajib menyisihkan biaya untuk program jaminan sosial dan kesehatan, seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini bertujuan untuk melindungi karyawan dari risiko kesehatan dan kecelakaan kerja.
5. Pajak penghasilan karyawan
Pajak penghasilan yang dipotong dari gaji karyawan juga menjadi bagian dari biaya tenaga kerja, meskipun jumlahnya ditanggung oleh karyawan. Perusahaan bertanggung jawab untuk menghitung dan menyetorkan pajak ini kepada pemerintah.
Langkah Menghitung Biaya Tenaga Kerja Langsung
Menghitung biaya tenaga kerja ini secara akurat sangat penting untuk mengelola biaya produksi dan menetapkan harga produk yang kompetitif. Berikut adalah langkah-langkah menghitung direct labor cost agar efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan tetap optimal:
1. Identifikasi komponen biaya tenaga kerja langsung
Langkah pertama adalah mengidentifikasi seluruh komponen biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi. Termasuk di antaranya:
- Gaji pokok
- Upah lembur
- Tunjangan
- Kontribusi jaminan sosial & asuransi
2. Jumlahkan seluruh komponen biaya
Gabungkan semua komponen yang telah diidentifikasi untuk memperoleh total direct labor cost. Data ini krusial untuk menyusun anggaran dan mengontrol biaya produksi.
3. Hitung biaya tenaga kerja per jam
Bagi total biaya tenaga kerja dengan jumlah jam kerja karyawan dalam periode tertentu (misalnya sebulan). Ini akan menghasilkan biaya tenaga kerja langsung per jam yang dapat digunakan untuk analisis efisiensi kerja dan estimasi biaya produksi.
4. Proyeksikan biaya untuk periode lain
Gunakan data biaya per jam untuk menghitung estimasi biaya tenaga kerja langsung mingguan, bulanan, atau tahunan. Ini membantu perusahaan merencanakan anggaran dan pengambilan keputusan berbasis data.
Contoh Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung untuk Bisnis
Setelah melihat rincian komponen biaya tenaga kerja langsung, langkah berikutnya adalah menghitung total biaya yang harus dibayar oleh perusahaan.
Perhitungan ini penting untuk memastikan perusahaan memiliki gambaran yang jelas mengenai pengeluaran tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi.
Contoh studi kasus direct labor:
Pabrik “XYZ” mempekerjakan tiga orang pekerja produksi yang secara langsung terlibat dalam pembuatan produk. Berikut ini adalah rincian biaya untuk satu bulan:
1. Pekerja 1 memiliki gaji pokok sebesar Rp 3.500.000, tunjangan sebesar Rp 600.000, biaya lembur Rp 800.000, dan asuransi serta jaminan sosial sebesar Rp 300.000.
2. Pekerja 2 memiliki gaji pokok sebesar Rp 2.800.000, tunjangan sebesar Rp 400.000, biaya lembur Rp 500.000, dan asuransi serta jaminan sosial sebesar Rp 250.000.
3. Pekerja 3 memiliki gaji pokok sebesar Rp 2.200.000, tunjangan sebesar Rp 300.000, biaya lembur Rp 400.000, dan asuransi serta jaminan sosial sebesar Rp 200.000.
Misalkan ketiga pekerja bekerja selama 160 jam per bulan (asumsi 8 jam per hari, 5 hari seminggu).
- Pekerja 1: Biaya per jamnya adalah Rp 5.200.000 ÷ 160 jam = Rp 32.500/jam.
- Pekerja 2: Biaya per jamnya adalah Rp 3.950.000 ÷ 160 jam = Rp 24.688/jam.
- Pekerja 3: Biaya per jamnya adalah Rp 3.100.000 ÷ 160 jam = Rp 19.375/jam.
Berapa total biaya yang dibayarkan oleh Pabrik “XYZ” untuk ketiga pekerja tersebut dalam satu bulan?
| Komponen Biaya | Pekerja 1 | Pekerja 2 | Pekerja 3 | Total |
|---|---|---|---|---|
| Gaji Pokok | 3,5 jt | 2,8 jt | 2,2 jt | 8,5 jt |
| Tunjangan | 600 rb | 400 rb | 300 rb | 1,3 jt |
| Lembur | 800 rb | 500 rb | 400 rb | 1,7 jt |
| Asuransi | 300 rb | 250 rb | 200 rb | 750 rb |
| Total Biaya per Pekerja | 5,2 jt | 3,95 jt | 3,1 jt | 12,25 jt |
Total biaya tenaga kerja langsung yang dibayarkan pabrik “XYZ” dalam satu bulan untuk ketiga pekerja tersebut adalah Rp 12.250.000.
Salah satu perusahaan induk ritel terbesar di Indonesia, Alfa Group, memanfaatkan solusi manajemen SDM dari HashMicro untuk mencatat jam kerja karyawan secara akurat sehingga perhitungan biaya tenaga kerja langsung dapat dilakukan dengan lebih tepat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
7 Tips Menyusun Kebutuhan Tenaga Kerja dengan Biaya Langsung yang Efektif
Mengelola kebutuhan tenaga kerja secara efektif adalah langkah penting untuk menjaga efisiensi biaya operasional perusahaan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu:
- Identifikasi Beban Kerja dengan Cermat
Analisis kebutuhan tenaga kerja berdasarkan volume pekerjaan yang harus diselesaikan. Pastikan jumlah tenaga kerja seimbang dengan beban kerja yang ada. - Tetapkan Keterampilan yang Dibutuhkan
Tentukan kompetensi dan keahlian yang spesifik sesuai dengan posisi yang akan diisi. Ini membantu memastikan tenaga kerja yang direkrut dapat memenuhi kebutuhan perusahaan secara optimal. - Sesuaikan Upah dengan Standar Kompetitif
Riset pasar untuk mengetahui besaran upah yang kompetitif di industri. Menawarkan gaji yang sesuai dapat menarik kandidat berkualitas tanpa melebihi anggaran. - Pertimbangkan Fleksibilitas Tenaga Kerja
Evaluasi kemungkinan penggunaan tenaga kerja fleksibel seperti pekerja lepas atau kontrak untuk kebutuhan jangka pendek atau proyek tertentu. - Optimalkan Efisiensi Penggunaan Tenaga Kerja
Pastikan setiap tenaga kerja bekerja secara produktif. Gunakan alat manajemen kerja untuk memantau dan meningkatkan efisiensi kerja. - Lakukan Perencanaan Jangka Panjang
Proyeksikan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan rencana pertumbuhan perusahaan. Perencanaan yang matang mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan tenaga kerja di masa depan. - Evaluasi dan Penyesuaian Rutin
Secara berkala, tinjau kembali kebutuhan tenaga kerja untuk memastikan tetap sesuai dengan perubahan bisnis atau pasar.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, perusahaan dapat mengelola tenaga kerja secara efisien dan mencapai tujuan bisnis tanpa pemborosan anggaran.
Kesimpulan
Biaya tenaga kerja langsung merupakan komponen penting dalam perhitungan operasional bisnis karena mencakup pengeluaran yang secara langsung terkait dengan tenaga kerja yang terlibat dalam produksi barang atau jasa.
Dengan memahami dan mengelola direct labor ini secara efektif, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan anggaran. Jika Anda ingin merasakan manfaatnya dan mendapatkan pembahasan yang lebih spesifik untuk bisnis Anda, Anda dapat menjadwalkan konsultasi sekarang.
Pertanyaan Seputar Biaya Tenaga Kerja Langsung
-
Apakah gaji karyawan termasuk biaya langsung?
Ya, gaji karyawan yang terlibat langsung dalam produksi atau operasional termasuk dalam biaya langsung, karena terkait langsung dengan pembuatan produk atau layanan perusahaan.
-
Bagaimana cara menemukan biaya tenaga kerja langsung?
Biaya tenaga kerja langsung dapat ditemukan dengan menghitung total upah, gaji, serta tunjangan karyawan yang secara langsung terlibat dalam proses produksi atau operasional bisnis.
-
Apakah biaya tenaga kerja langsung termasuk biaya konversi?
Ya, biaya tenaga kerja langsung termasuk dalam biaya konversi, karena bersama dengan biaya overhead pabrik, biaya ini digunakan untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi.





