CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Cara Menghitung Quick Ratio dengan Contoh Sederhana

Diterbitkan:

Saat membaca laporan keuangan, rasio likuiditas biasanya jadi salah satu indikator awal untuk menilai kondisi kas dan kewajiban jangka pendek. Salah satu rasio yang sering dipakai untuk itu adalah quick ratio.

Rasio cepat mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban lancar dengan aset yang relatif cepat diuangkan, seperti kas dan piutang. Karena persediaan tidak dihitung, rasio ini memberi gambaran likuiditas yang lebih ketat dibanding current ratio.

Selanjutnya, kami akan menjelaskan komponen quick ratio, rumusnya, serta cara menghitungnya dari laporan keuangan. Ada juga contoh angka agar Anda bisa langsung mempraktikkan perhitungannya.

Key Takeaways

  • Quick ratio mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban lancar dengan aset cepat cair, tanpa memasukkan persediaan.
  • Nilai quick ratio ≥ 1 umumnya menunjukkan likuiditas yang lebih aman, tetapi tetap perlu dibaca sesuai konteks industri dan struktur aset.
  • Jika rasio cepat menurun, perusahaan perlu mengecek arus kas, mempercepat penagihan piutang, dan meninjau ulang pengelolaan kewajiban jangka pendek.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa itu Quick Ratio?

      Sejumlah ahli menjelaskan bahwa quick ratio merupakan rasio untuk mengukur tingkat likuiditas perusahaan. Dibanding rasio likuiditas lain, rasio cepat sering dianggap lebih presisi karena menilai kemampuan bayar jangka pendek dengan melihat aset lancar tanpa memasukkan persediaan.

      Secara umum, kondisi keuangan perusahaan dinilai sehat jika quick ratio ≥ 1. Angka ini menunjukkan bahwa aset lancar setelah dikurangi persediaan masih cukup—bahkan lebih besar—untuk menutup kewajiban jangka pendek, sehingga perusahaan diperkirakan mampu membayar utangnya dengan lancar.

      Sebaliknya, bila quick ratio < 1, likuiditas perusahaan cenderung dianggap kurang sehat karena aset cepat cairnya belum memadai untuk menutup kewajiban yang segera jatuh tempo.

      Fungsi Rasio Cepat

      Dari penjelasan sebelumnya, fungsi quick ratio sebenarnya sudah mulai terlihat. Agar lebih jelas, berikut beberapa kegunaan quick ratio bagi perusahaan maupun pihak berkepentingan:

      1. Menilai kondisi keuangan perusahaan

      Rasio cepat membantu melihat apakah kondisi keuangan perusahaan tergolong sehat, terutama dari sisi kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek. Perhitungan ini penting tidak hanya bagi investor atau kreditur, tetapi juga bagi perusahaan untuk memastikan aset lancarnya cukup menutup seluruh kewajiban.

      2. Mengukur tingkat likuiditas perusahaan

      Likuiditas menjadi indikator penting dalam pengambilan keputusan, khususnya bagi investor dan kreditur. Karena rasio cepat menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban dengan aset yang relatif cepat dicairkan, rasio ini kerap dipakai sebagai salah satu cara praktis untuk menilai likuiditas.

      Cara Menghitung Quick Ratio

      Rumus quick ratio sebenarnya cukup mudah:

      Quick Ratio = (Aset Lancar – Persediaan) / Kewajiban Lancar

      Aset lancar mencakup kas, uang muka, piutang, surat berharga, persediaan, serta aktiva lancar lainnya. Cara paling praktis untuk menemukan nilainya adalah dengan melihat laporan keuangan dan mengecek total aktiva/aset lancar pada akhir periode.

      Sementara itu, kewajiban lancar meliputi utang usaha, kewajiban akrual, utang jangka pendek, utang bunga, utang pajak lancar, dan kewajiban sejenis. Nilai kewajiban lancar juga bisa langsung ditemukan di laporan keuangan karena biasanya sudah dicantumkan secara jelas.

      Saat menghitung, pastikan angka aset lancar yang digunakan sudah dikurangi persediaan. Jika persediaan masih ikut dihitung, hasilnya bisa keliru karena perhitungannya akan berubah menjadi current ratio, bukan quick ratio.

      Contoh Perhitungan Rasio Cepat

      infografis-quick-ratio

      Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh perhitungan quick ratio berikut.

      Misalnya, PT Sinar Abadi memiliki kas sebesar Rp420 juta, piutang usaha Rp110 juta, persediaan Rp95 juta, surat berharga Rp60 juta, dan beban dibayar di muka Rp15 juta.

      Maka, perhitungan aset lancar PT Sinar Abadi adalah:

      Aset Lancar = Kas + Piutang + Surat Berharga + Beban Dibayar di Muka + Persediaan
      Aset Lancar = Rp420.000.000 + Rp110.000.000 + Rp60.000.000 + Rp15.000.000 + Rp95.000.000 = Rp700.000.000

      Di sisi lain, perusahaan memiliki kewajiban lancar berupa utang jangka pendek Rp150 juta, pajak Rp70 juta, bunga Rp25 juta, dan beban akrual Rp55 juta.

      Sehingga, perhitungan kewajiban lancar perusahaan adalah:

      Kewajiban Lancar = Utang Jangka Pendek + Pajak + Bunga + Beban Akrual
      Kewajiban Lancar = Rp150.000.000 + Rp70.000.000 + Rp25.000.000 + Rp55.000.000 = Rp300.000.000

      Setelah mengetahui aset lancar dan kewajiban lancar, langkah berikutnya adalah menghitung rasio cepat:

      Quick Ratio = (Aset Lancar – Persediaan) / Kewajiban Lancar
      Quick Ratio = (Rp700.000.000 – Rp95.000.000) / Rp300.000.000 = Rp605.000.000 / Rp300.000.000 = 2,02

      Dari hasil perhitungan tersebut, rasio PT Sinar Abadi adalah 2,02, yang menunjukkan kondisi likuiditas perusahaan tergolong sehat. Angka ini juga menandakan perusahaan memiliki aset cepat cair yang cukup untuk memenuhi kewajiban lancarnya.

      Perbedaan Quick Ratio dan Current Ratio

      Aspek Quick Ratio Current Ratio
      Tujuan Mengukur kemampuan bayar jangka pendek dengan aset yang cepat dicairkan. Mengukur kemampuan bayar jangka pendek dengan seluruh aset lancar.
      Komponen Aset lancar tanpa persediaan (kas, piutang, surat berharga, dll.). Seluruh aset lancar termasuk persediaan (stok).
      Persediaan Tidak dihitung. Dihitung.
      Karakter Lebih ketat karena fokus pada aset yang cepat jadi kas. Lebih longgar karena semua aset lancar ikut dihitung.
      Cocok untuk Cek kemampuan bayar tanpa mengandalkan penjualan stok. Gambaran umum likuiditas dalam periode berjalan.

      Ada dua rasio yang umum dipakai untuk menilai likuiditas perusahaan, yaitu current ratio dan quick ratio. Meski sama-sama mengukur kemampuan bayar, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas.

      Perbedaan pertama ada pada komponen perhitungannya. Rasio cepat tidak memasukkan persediaan karena hanya menghitung aset yang relatif cepat dicairkan, sedangkan current ratio memasukkan seluruh aset lancar perusahaan, termasuk persediaan.

      Perbedaan kedua terletak pada tujuan penggunaannya. Rasio cepat lebih menekankan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban dalam jangka sangat pendek, sementara current ratio sering dipakai untuk melihat kemampuan likuiditas dalam horizon yang lebih panjang, umumnya hingga sekitar satu tahun.

      Apa yang Terjadi Jika Quick Ratio Menurun? 

      Ketika quick ratio turun, perusahaan biasanya mulai menghadapi sinyal awal penurunan likuiditas. Berikut beberapa dampak yang umum terjadi:

      1. Kemampuan membayar kewajiban jangka pendek melemah
        Rasio yang menurun menunjukkan aset yang cepat dicairkan semakin terbatas untuk menutup kewajiban lancar. Akibatnya, perusahaan bisa lebih sulit memenuhi tagihan yang jatuh tempo dalam waktu dekat.
      2. Akses kredit berpotensi makin ketat
        Perusahaan dengan rasio rendah cenderung lebih sulit mendapatkan pinjaman baru atau memperpanjang fasilitas kredit. Pihak bank atau lembaga keuangan sering memakai rasio cepat sebagai indikator risiko gagal bayar dalam jangka pendek.
      3. Kepercayaan investor dan kreditor menurun
        Penurunan rasio cepat dapat memicu kekhawatiran terhadap kondisi finansial perusahaan. Dampaknya bisa terasa pada minat pendanaan, persepsi pasar, hingga tekanan pada valuasi atau harga saham.
      4. Muncul indikasi masalah operasional
        Rasio yang turun kadang berkaitan dengan piutang yang makin lama tertagih atau pengelolaan persediaan yang kurang efektif. Kondisi ini biasanya mendorong perusahaan mengevaluasi strategi pengelolaan aset dan arus kas agar likuiditas membaik.

      Karena itu, tren rasio yang menurun umumnya menjadi perhatian manajemen dan perlu direspons dengan langkah perbaikan yang cepat serta terukur.

      Jika disimpulkan, quick ratio merupakan salah satu cara untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aset yang paling cepat dicairkan.

      Karena itu, memahami rasio cepat dapat membantu Anda membaca kondisi keuangan perusahaan dengan lebih objektif, terutama sebelum mengambil keputusan penting seperti investasi atau pemberian kredit.

      Pertanyaan Seputar Quick Ratio

      • Berapa nilai quick ratio yang dianggap sehat?

        Secara umum, rasio cepat dinilai sehat jika nilainya minimal 1. Artinya, aset cepat cair perusahaan (tanpa persediaan) cukup untuk menutup kewajiban lancar.

      • Kenapa persediaan tidak dihitung dalam rasio cepat?

        Karena persediaan tidak selalu cepat berubah menjadi kas dan nilainya bergantung pada penjualan. Dengan mengecualikan persediaan, ia memberi gambaran kemampuan bayar jangka pendek yang lebih ketat.

      • Apa yang terjadi jika rasio perusahaan menurun?

        Penurunan bisa menjadi sinyal rasio likuiditas melemah, sehingga perusahaan lebih sulit memenuhi kewajiban jangka pendek. Kondisi ini juga bisa memengaruhi kepercayaan kreditur/investor dan mendorong evaluasi arus kas, piutang, serta efisiensi pengelolaan aset lancar.

      Nur Fi'llia Nugrahani

      Content Writer

      Nuri adalah seorang spesialis dalam bidang inventory management dengan pengalaman 3 tahun. Berfokus pada penulisan yang mengangkat topik pengelolaan stok, pengendalian persediaan, dan implementasi sistem inventory digital untuk menjamin efisiensi operasional bisnis.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya