Di balik produk yang berkualitas, ada perencanaan produksi yang terstruktur. Dari sinilah anggaran produksi menjadi langkah penting untuk merinci rencana tersebut ke dalam perhitungan biaya dan kebutuhan sumber daya secara jelas.
Anggaran produksi merinci biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead secara terukur. Anggaran ini membantu perusahaan mengarahkan penggunaan sumber daya sesuai target produksi. Dengan dasar tersebut, penyusunan anggaran dapat dilakukan lebih sistematis dan tetap selaras dengan kebutuhan produksi.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Memahami Konsep Anggaran Produksi
Anggaran produksi adalah rencana keuangan yang mengestimasi biaya produksi dalam periode tertentu untuk memenuhi kebutuhan pasar. Anggaran ini disusun dengan menghitung kebutuhan bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik berdasarkan target produksi.
Anggaran produksi membantu perusahaan menjaga pencatatan biaya tetap tertib dan terukur. Di Indonesia, praktik ini juga selaras dengan kewajiban pembukuan bagi Wajib Pajak badan (Pasal 28 UU KUP) serta ketentuan teknis pembukuan untuk tujuan perpajakan dalam PMK 54/PMK.03/2021.
Oleh karena itu, konsistensi data produksi dan biaya menjadi kunci dalam penyusunan anggaran. Data yang rapi memudahkan perusahaan membandingkan anggaran dengan realisasi.
Fungsi Anggaran Produksi dalam Perencanaan
Berikut adalah beberapa fungsi penting dari anggaran produksi yang perlu diperhatikan:
1. Mendukung kegiatan penjualan
Anggaran produksi memastikan jumlah barang yang diproduksi sesuai permintaan. Ini membantu perusahaan menjaga ketersediaan produk tanpa kekurangan atau kelebihan.
2. Pengelolaan biaya
Anggaran produksi menetapkan batas biaya produksi. Perusahaan memakainya untuk mengarahkan pengeluaran bahan baku, tenaga kerja, dan overhead agar tetap efisien.
3. Pengelolaan persediaan
Anggaran membantu menentukan level stok bahan baku dan barang jadi yang ideal. Dengan begitu, aliran barang tetap lancar tanpa menumpuk di gudang.
4. Perencanaan produksi
Anggaran menjadi acuan untuk menetapkan volume, jenis produk, dan jadwal produksi per periode. Tim produksi bisa mengatur perencanaan dan pelaksanaan produksi dengan lebih jelas.
5. Menentukan harga jual
Dari total biaya produksi, perusahaan bisa menghitung biaya per unit secara akurat. Angka ini menjadi dasar menetapkan harga yang kompetitif dan margin yang masuk target.
“Melalui anggaran produksi, perusahaan dapat mengubah perencanaan produksi menjadi perhitungan yang terukur. Saat proses ini memanfaatkan perangkat lunak pengelolaan produksi, pencatatan menjadi lebih konsisten dan analisis anggaran lebih mudah dilakukan.”
— Jennifer Santoso, Head of Finance and Accounting
Fokus Utama Anggaran Produksi bagi Perusahaan
Berikut ini adalah beberapa tujuan yang perlu dipahami untuk mencapai keberhasilan bisnis secara keseluruhan:
1. Menjaga keseimbangan keuangan
Dengan merinci semua biaya yang terkait dengan produksi perusahaan dapat memastikan bahwa pengeluaran tidak melebihi pendapatan sehingga kesehatan finansial perusahaan tetap terjaga.
2. Meningkatkan efisiensi operasional
Dengan adanya anggaran, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan sehingga dapat meminimalkan pemborosan dan meningkatkan produktivitas.
3. Membantu pengambilan keputusan
Dengan analisis yang didasarkan pada anggaran, manajemen dapat mengevaluasi berbagai skenario, memilih opsi terbaik, dan mengantisipasi tantangan yang mungkin muncul dalam proses produksi.
4. Meningkatkan komunikasi internal
Anggaran ini juga berfungsi sebagai alat komunikasi yang efektif antar departemen. Dengan adanya anggaran yang jelas, kolaborasi antar tim menjadi lebih baik dan terkoordinasi.
5. Memfasilitasi perencanaan jangka panjang
Dengan memiliki gambaran yang jelas tentang biaya dan kebutuhan produksi manajemen dapat merumuskan rencana ekspansi atau pengembangan produk baru yang lebih terencana dan terukur.

Agar efektif, anggaran ini harus mencakup beberapa komponen utama yang memastikan kelancaran dan efisiensi operasional. Berikut adalah komponen-komponen dalam anggaran produksi yang perlu diperhatikan:
1. Estimasi produksi
Estimasi produksi mencakup perhitungan jumlah unit barang yang harus diproduksi dalam periode tertentu. Komponen ini didasarkan pada analisis permintaan pasar, stok awal, dan target penjualan yang telah ditentukan.
2. Anggaran bahan baku
Anggaran bahan baku mencakup jumlah dan biaya bahan yang diperlukan untuk memenuhi target produksi. Komponen ini mempertimbangkan kebutuhan spesifik setiap produk, harga bahan baku, serta stok awal bahan baku yang tersedia.
3. Anggaran tenaga kerja langsung
Anggaran ini mencakup biaya yang dibutuhkan untuk tenaga kerja langsung yang terlibat dalam proses produksi. Perhitungan meliputi jam kerja, upah per jam, serta tambahan seperti insentif atau lembur jika diperlukan.
4. Anggaran overhead pabrik
Overhead pabrik mencakup biaya tidak langsung yang berhubungan dengan produksi, seperti listrik, air, pemeliharaan mesin, dan biaya administrasi pabrik. Anggaran ini harus dirinci untuk memastikan semua aspek produksi berjalan lancar.
5. Anggaran persediaan
Komponen ini mencakup biaya penyimpanan stok barang jadi dan bahan baku. Perencanaan yang baik membantu menjaga keseimbangan antara stok yang cukup untuk produksi dan menghindari kelebihan yang meningkatkan biaya penyimpanan.
6. Anggaran biaya produksi lainnya
Biaya produksi lainnya mencakup pengeluaran tak terduga selama proses produksi, seperti biaya perbaikan mesin atau fluktuasi harga bahan baku.
Dengan memahami dan menyusun komponen-komponen ini secara terperinci, perusahaan dapat memastikan anggaran produksi yang realistis dan efisien, sehingga mendukung pencapaian tujuan bisnis secara keseluruhan.
Aspek Internal dan Eksternal dalam Anggaran Produksi
Penting untuk membedakan antara faktor internal dan eksternal yang berperan dalam penyusunan anggaran karena unsur utama akuntansi anggaran ini dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap proses perencanaan dan pengelolaan anggaran produksi.
Berikut adalah penjelasan mengenai faktor internal dan eksternal yang harus diperhatikan dalam penyusunan.
Faktor internal
- Kapasitas produksi: Kemampuan untuk memproduksi jumlah barang tertentu dalam periode waktu yang ditentukan. Aspek ini merupakan faktor internal yang akan mempengaruhi alokasi sumber daya dan biaya.
- Strategi manajemen: Kebijakan dan strategi manajemen perusahaan, termasuk rencana jangka pendek dan jangka panjang, contohnya adalah investasi dalam teknologi baru atau perluasan lini produk harus diperhitungkan dalam anggaran.
- Proses produksi: Inovasi pada metode dan teknologi dalam proses produksi dapat mengurangi waktu dan biaya, sehingga harus dipertimbangkan dalam perencanaan anggaran untuk memaksimalkan efisiensi.
- Kualitas produk: Investasi dalam bahan baku berkualitas tinggi atau proses produksi yang lebih baik dapat meningkatkan biaya karena tingkat kualitas produk yang akan memengaruhi biaya produksi.
Faktor eksternal
- Kondisi ekonomi: Kondisi ekonomi makro seperti inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi anggaran. Hal tersebut disebabkan perubahan pada daya beli konsumen serta biaya bahan baku dan tenaga kerja.
- Regulasi pemerintah: Kebijakan pemerintah dan regulasi industri seperti pajak dan peraturan lingkungan dapat mempengaruhi biaya produksi dan strategi perusahaan dalam memenuhi persyaratan hukum.
- Persaingan pasar: Tingkat persaingan di pasar dapat mempengaruhi keputusan harga dan volume produksi.
- Ketersediaan sumber daya:Ketidakpastian dalam pasokan atau fluktuasi harga sumber daya dan biaya tenaga kerja dapat mempengaruhi biaya dan kelancaran proses produksi.
Evaluasi Kelebihan dan Kekurangan Anggaran Produksi
Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan:
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Metode dan Pendekatan Anggaran Produksi
Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyusunnya secara efektif dan setiap metode memiliki pendekatan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Berikut adalah beberapa metode yang bisa Anda pertimbangkan dalam penyusunan manajemen anggaran produksi:
1. Metode berdasarkan ketersediaan bahan baku
Dalam metode ini, penyusunan anggaran didasarkan pada jumlah dan ketersediaan bahan baku yang diperlukan untuk produksi. Perusahaan harus memastikan bahwa pasokan bahan baku selalu mencukupi untuk mendukung target produksi, namun tetap mempertimbangkan efisiensi biaya.
Metode ini sangat penting bagi industri yang bergantung pada bahan baku yang mungkin fluktuatif atau terbatas ketersediaannya.
2. Metode berdasarkan kapasitas produksi
Metode ini menitikberatkan pada kemampuan pabrik atau fasilitas produksi dalam menghasilkan barang. Kapasitas produksi dihitung berdasarkan tenaga kerja, mesin, dan waktu operasional, termasuk pada sektor perdagangan ritel modern yang memiliki aktivitas produksi internal seperti perakitan atau repack.
Dengan menggunakan metode ini perusahaan dapat memastikan bahwa anggaran yang dibuat sesuai dengan batasan kapasitas yang dimiliki, sehingga tidak ada sumber daya yang terbuang atau proses produksi yang terhambat.
3. Metode berdasarkan waktu produksi
Metode ini memperhitungkan durasi waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dari awal proses hingga produk jadi. Dengan metode ini, perusahaan dapat meminimalkan risiko keterlambatan dan memastikan bahwa produksi berjalan sesuai jadwal.
Hal ini juga membantu perusahaan dalam mengelola biaya operasional yang terkait dengan waktu kerja, seperti upah tenaga kerja atau biaya sewa peralatan.
4. Metode berdasarkan anggaran biaya tetap dan variabel
Metode ini membedakan antara biaya tetap seperti sewa pabrik dan gaji karyawan tetap serta biaya variabel, seperti bahan baku dan energi yang digunakan dalam produksi. Dengan memisahkan biaya tetap dan variabel, perusahaan dapat menyusun anggaran yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan volume produksi.
Metode ini membantu perusahaan untuk menjaga efisiensi sekaligus menyiapkan cadangan anggaran yang memadai untuk menghadapi ketidakpastian pasar.
Proses Penghitungan Anggaran Produksi
Proses perhitungan anggaran produksi memerlukan ketelitian dan pemahaman yang baik terhadap semua komponen biaya yang terlibat. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk menghitung anggaran ini secara efektif.
Anggaran Produksi = (Kebutuhan Penjualan + Persediaan Akhir yang Diinginkan) − Persediaan Awal
Keterangan:
- Kebutuhan penjualan: Estimasi jumlah produk yang akan dijual dalam periode tertentu.
- Persediaan akhir yang diinginkan: Jumlah stok produk yang ingin dipertahankan pada akhir periode.
- Persediaan awal: Jumlah stok produk yang tersedia pada awal periode.
Contoh anggaran biaya produksi:
Misalkan sebuah perusahaan memperkirakan penjualan sebanyak 10.000 unit produk selama satu kuartal. Perusahaan ingin mempertahankan persediaan akhir sebanyak 2.000 unit, dan pada awal periode perusahaan memiliki persediaan sebesar 1.500 unit.
Maka perhitungan anggaran produksi adalah:
Anggaran Produksi = (10.000 + 2.000) − 1.500 = 10.500 unit
Artinya, perusahaan perlu memproduksi 10.500 unit produk untuk memenuhi kebutuhan penjualan dan persediaan yang diinginkan.
Studi Kasus Perhitungan Anggaran Produksi
Dalam konteks bisnis klinik kecantikan dengan banyak cabang, perhitungan anggaran sering tersendat karena stok produk dan pemakaian treatment tercatat terpisah di tiap cabang. Akibatnya, tim pusat perlu menggabungkan data manual sebelum menyusun angka kebutuhan dan biaya.
Untuk menyederhanakan proses tersebut, klinik tersebut memakai aplikasi pencatatan keuangan yang terhubung dengan manajemen persediaan agar semua transaksi tercatat dalam satu alur. Dengan data yang lebih konsisten, rekap kebutuhan stok dan biaya menjadi lebih mudah serta penyusunan anggaran berlangsung lebih cepat.
Kesimpulan
Anggaran produksi merupakan alat penting yang membantu perusahaan dalam merencanakan dan mengelola biaya produksi secara efektif. Dengan pemahaman yang baik tentang konsep dan metode penyusunannya, perusahaan dapat menghindari pemborosan, memastikan ketersediaan produk, dan meningkatkan efisiensi operasional.
Agar manfaatnya terasa optimal, pastikan komponen biaya dan sumber data tersusun rapi sejak awal. Jika Anda membutuhkan arahan, tersedia konsultasi gratis untuk membantu menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis Anda.
Pertanyaan Seputar Anggaran Produksi
-
Bagaimana peran anggaran produksi dalam perencanaan produksi?
Anggaran produksi berperan penting dalam perencanaan produksi dengan membantu perusahaan menentukan jumlah barang yang harus diproduksi, mengelola biaya, dan memastikan ketersediaan sumber daya yang tepat untuk mencapai target produksi secara efisien.
-
Mengapa anggaran produksi dapat berfungsi sebagai alat pengendalian?
Anggaran produksi berfungsi sebagai alat pengendalian karena memungkinkan perusahaan untuk memantau dan membandingkan pengeluaran aktual dengan rencana anggaran. Dengan begitu, perusahaan dapat segera mengidentifikasi penyimpangan, mengambil tindakan korektif, dan memastikan efisiensi operasional tetap terjaga sesuai target.
-
Mengapa penyusunan anggaran penjualan harus dilakukan sebelum menyusun anggaran produksi?
Anggaran penjualan harus disusun terlebih dahulu karena perkiraan penjualan menentukan jumlah produk yang perlu diproduksi. Dengan mengetahui target penjualan, perusahaan dapat menyusun anggaran produksi yang sesuai untuk memenuhi permintaan pasar secara efisien.







