CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Ketahui Apa Itu Fixed Cost, Jenis, Contoh, dan Cara Menghitung

Diterbitkan:

Dalam setiap bisnis, selalu ada biaya yang harus dibayar meskipun jumlah produksi naik atau turun. Biaya tersebut dikenal sebagai fixed cost atau biaya tetap.

Fixed cost adalah pengeluaran perusahaan yang nilainya konstan dalam periode tertentu, seperti sewa gedung, gaji karyawan tetap, atau premi asuransi. Menariknya, sekitar 70% dari total pengeluaran usaha pada bisnis jasa dan manufaktur bisa berasal dari biaya tetap, yang menunjukkan pentingnya perhitungan ini.

Memahami biaya tetap penting karena menjadi komponen utama dalam analisis keuangan, seperti menghitung titik impas (break-even point). Pengusaha harus mengetahui kapan pendapatan akan menutup biaya tetap dan variabel untuk mencapai laba.

Key Takeaways

  • Fixed cost atau biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah seiring dengan kenaikan atau penurunan jumlah barang atau jasa yang Anda produksi atau jual.
  • Beberapa contoh fixed cost adalah gaji karyawan dan biaya sewa tempat usaha.
  • Perbedaan fixed cost dan variable cost terletak pada kestabilannya, di mana fixed cost tetap konstan, sementara variable cost berubah sesuai volume produksi.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Fixed Cost?

      Fixed cost atau biaya tetap adalah pengeluaran perusahaan yang nilainya tidak berubah meskipun volume produksi atau penjualan naik maupun turun. Biaya ini tetap harus dibayar dalam periode tertentu, terlepas dari aktivitas bisnis yang dilakukan.

      Dalam praktiknya, biaya tetap sering muncul dalam bentuk biaya sewa gedung, gaji karyawan tetap, premi asuransi, atau pajak properti. Biaya ini biasanya bersifat jangka panjang sesuai kontrak atau perjanjian, sehingga jarang berubah dalam waktu singkat.

      Memahami ini penting karena komponen ini membentuk struktur biaya perusahaan bersama dengan biaya variabel. Analisis yang tepat atas fixed cost membantu manajemen mengatur anggaran, menjaga arus kas, dan memastikan profitabilitas tetap stabil.

      Jenis Fixed Cost

      Berikut adalah tabel ringkasan ketiga jenis fixed cost:

      Jenis Fixed Cost Ciri Utama Contoh
      Discretionary Fixed Cost Bisa dikurangi/dihentikan sementara tanpa langsung memengaruhi laba Pelatihan karyawan, kegiatan CSR, sponsorship acara, seminar tahunan
      Committed Fixed Cost Biaya wajib karena kontrak/investasi, tidak bisa dihapus Sewa gudang, gaji pegawai tetap, asuransi, pajak properti
      Separable Fixed Cost Bisa dipisahkan antar divisi/cabang untuk evaluasi efisiensi Sewa kantor cabang, biaya listrik divisi, anggaran tetap tiap departemen

      Sementara itu, ada tiga jenis fixed cost yang dapat Anda ketahui:

      1. Discretionary fixed cost

      Discretionary fixed cost adalah biaya tetap yang sifatnya fleksibel, bisa dikurangi atau dihentikan sementara tanpa langsung memengaruhi laba bisnis. Biaya ini biasanya dipangkas ketika perusahaan menghadapi masalah arus kas dalam jangka pendek.

      Contohnya termasuk program pelatihan karyawan, kegiatan CSR, seminar tahunan, atau sponsorship acara. Jika kondisi keuangan sudah membaik, pengeluaran ini biasanya dikembalikan agar daya saing bisnis tetap terjaga.

      2. Committed cixed cost

      Committed fixed cost adalah biaya tetap yang wajib dibayar perusahaan, terlepas dari kondisi keuangan. Biaya ini muncul karena adanya kontrak jangka panjang atau investasi besar yang sudah dilakukan.

      Misalnya sewa gudang, gaji pegawai tetap, penyusutan mesin produksi (termasuk sebagai biaya overhead pabrik), asuransi, atau pajak properti. Biaya ini tidak bisa begitu saja dihapus karena menyangkut keberlangsungan operasi perusahaan.

      3. Separable fixed cost

      Separable fixed cost adalah biaya tetap yang bisa dipisahkan ke dalam unit atau divisi tertentu dalam perusahaan. Masing-masing bagian memiliki porsi biaya tetap sendiri, meskipun tetap berhubungan dengan aktivitas perusahaan secara keseluruhan.

      Contohnya, biaya sewa gedung kantor cabang yang berbeda-beda, biaya listrik untuk tiap divisi produksi, atau anggaran tetap tiap departemen pemasaran. Dengan pemisahan ini, manajemen lebih mudah mengevaluasi efisiensi tiap unit kerja.

      Karakteristik Utama Fixed Cost

      Fixed cost memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari biaya variabel. Berikut penjelasannya:

      1. Tidak tergantung volume produksi

      Biaya tetap nilainya konstan dalam rentang aktivitas tertentu, artinya tidak berubah meski jumlah barang atau jasa yang diproduksi naik maupun turun. Namun, pada skala produksi yang jauh lebih besar, fixed cost bisa meningkat karena kebutuhan fasilitas baru.

      2. Dibayar secara periodik

      Biaya tetap biasanya dibayarkan secara rutin sesuai perjanjian atau aturan akuntansi, misalnya bulanan, kuartalan, atau tahunan. Contohnya sewa gedung, gaji tetap, premi asuransi, atau penyusutan aset.

      3. Penting untuk perencanaan keuangan

      Fixed cost menjadi dasar perhitungan break-even point (BEP) dan perencanaan profitabilitas. Dengan memahami fixed cost, manajemen dapat memperkirakan jumlah penjualan minimum yang harus dicapai agar bisnis tidak merugi.

      Perbedaan Fixed Cost vs Variable Cost

      Dalam akuntansi, biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan profitabilitas perusahaan.

      Fixed cost adalah biaya yang tetap tidak berubah, meskipun ada perubahan dalam jumlah produk yang dihasilkan atau dijual. Contoh biaya tetap termasuk sewa gedung, gaji karyawan tetap, dan asuransi.

      Sebaliknya, variable cost berubah seiring dengan volume produksi atau penjualan. Semakin banyak produk yang diproduksi, semakin besar biaya variabel yang dikeluarkan. Beberapa contoh biaya variabel meliputi bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan komisi penjualan.

      Aspek Fixed Cost Variable Cost
      Pengaruh terhadap Produksi Tidak terpengaruh oleh volume produksi Berkaitan langsung dengan volume produksi
      Contoh Sewa, gaji karyawan tetap, asuransi Bahan baku, tenaga kerja per unit, komisi penjualan
      Fluktuasi Biaya Tidak berubah, tetap Fluktuatif, berubah sesuai produksi
      Pengaruh pada Laba Berdampak pada keuntungan meskipun tidak ada produksi Meningkat seiring dengan peningkatan produksi
      Fleksibilitas Pengelolaan Kurang fleksibel, biaya tetap harus dibayar Lebih fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan

      Contoh Fixed Cost dalam Perusahaan

      cara menghitung fixed cost

      Berikut adalah beberapa jenis biaya tetap yang umumnya harus dikeluarkan perusahaan, terlepas dari kondisi penjualan atau volume produksi:

      1. Gaji karyawan

      Gaji pokok termasuk dalam biaya tetap karena jumlahnya tidak berubah meski pendapatan perusahaan naik atau turun. Perusahaan wajib membayarnya sesuai perjanjian kerja. Bonus atau insentif biasanya dicatat terpisah, sehingga tidak mengubah status gaji sebagai fixed cost.

      2. Biaya sewa

      Sewa gedung, ruko, ruang kantor, maupun peralatan tertentu masuk dalam pengeluaran rutin. Nominalnya telah ditetapkan dalam kontrak dan harus dibayar secara rutin sesuai jadwal, meskipun bisnis sedang mengalami penurunan.

      3. Premi asuransi

      Pembayaran premi kepada perusahaan asuransi juga dikategorikan sebagai biaya tetap. Hal ini penting untuk melindungi aset bisnis dari risiko seperti kebakaran, kerusakan, atau bencana lain.

      4. Pajak properti

      Pajak bumi dan bangunan (PBB) atau pajak properti dibayarkan secara berkala, biasanya setahun sekali. Jumlahnya relatif konstan selama tidak ada perubahan nilai atau luas aset.

      5. Biaya promosi tertentu

      Kegiatan pemasaran seperti iklan cetak, brosur, atau kampanye rutin dapat masuk dalam biaya tetap, terutama bila dilakukan dengan kontrak berkelanjutan. Namun, beberapa di antaranya bersifat diskresioner sehingga bisa dipangkas sementara ketika arus kas terganggu.

      6. Tagihan utilitas

      Pengeluaran untuk listrik, air, atau internet termasuk biaya rutin yang harus dikeluarkan. Meski nilainya bisa sedikit fluktuatif, keberadaannya konstan dan wajib dibayar demi kelancaran operasional.

      7. Amortisasi

      Amortisasi merupakan pembebanan biaya atas aset tidak berwujud, seperti hak paten atau lisensi, selama masa berlakunya. Biaya ini tercatat secara periodik hingga hak tersebut habis.

      8. Beban legal

      Perusahaan juga perlu menanggung biaya administrasi dan legalitas, seperti pembuatan izin usaha atau pengurusan dokumen hukum lain. Semua ini termasuk biaya tetap.

      9. Depresiasi (Penyusutan aset)

      Depresiasi adalah alokasi biaya penyusutan atas aset berwujud seperti mesin, kendaraan, atau bangunan. Umumnya dicatat sebagai fixed cost, meski kadang dipandang sebagai mixed cost karena berkaitan dengan tingkat pemakaian.

      10. Beban bunga

      Jika perusahaan memiliki pinjaman bank atau kredit lain, bunga yang dibayarkan secara periodik juga masuk dalam biaya wajib. Nilainya ditetapkan di awal perjanjian sehingga tidak berubah mengikuti kondisi bisnis.

      Cara Menghitung Fixed Cost

      Setelah memahami apa itu biaya tetap, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menghitungnya. Ada dua metode sederhana yang bisa digunakan:

      1. Menggunakan Rumus

      Rumus Menghitung Biaya Tetap:

      Biaya Tetap = Total Biaya Produksi – (Biaya Variabel per Unit × Jumlah Unit Produksi)

      Dengan rumus ini, pastikan:

      • Bedakan dengan jelas mana yang termasuk biaya tetap dan mana yang variabel sejak awal.
      • Hitung dulu hasil perkalian biaya variabel per unit dengan jumlah unit produksi, baru kurangi dari total biaya produksi.

      2. Menjumlahkan Seluruh Komponen Biaya Tetap

      Cara lain adalah dengan langsung menjumlahkan semua pengeluaran yang sifatnya tetap. Pendekatan ini lebih praktis jika data sudah terpisah di laporan keuangan.

      Supaya tidak bingung, ikuti langkah-langkah berikut:

      1. Buat daftar semua biaya

      Langkah awal adalah menyusun daftar lengkap seluruh pengeluaran perusahaan. Catat secara detail dalam periode yang sama (bulanan atau tahunan). Daftar ini bisa mencakup sewa, gaji, utilitas, pajak, hingga biaya pemasaran.

      2. Pisahkan biaya tetap dan variabel

      Setelah daftar dibuat, bedakan mana yang bersifat tetap dan mana yang variabel. Misalnya:

      • Tetap: gaji karyawan Rp50 juta, sewa fasilitas Rp10 juta, utilitas Rp5 juta.
      • Variabel: bahan baku Rp20 juta, ongkos kirim Rp5 juta, pengemasan Rp2 juta.

      3. Jumlahkan biaya tetap

      Tambahkan semua item yang termasuk biaya tetap. Dari contoh di atas, total fixed cost = Rp50 juta + Rp10 juta + Rp5 juta = Rp65 juta per bulan.

      Kesimpulannya, biaya tetap adalah pengeluaran yang tidak berubah meskipun volume produksi naik atau turun. Nilainya bisa berubah di masa depan, tapi dalam satu periode anggaran tetap konstan.

      Memahami Proporsi Fixed dan Variable Cost dalam Struktur Biaya

      Mengelola biaya dalam bisnis memerlukan pemahaman yang jelas tentang proporsi fixed cost dan variable cost. Setiap jenis biaya memainkan peran penting dalam perencanaan keuangan perusahaan.

      Dalam banyak bisnis, fixed cost biasanya lebih dominan, namun variable cost juga sangat memengaruhi profitabilitas.

      Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana kedua biaya ini mempengaruhi struktur biaya perusahaan, berikut adalah infografis yang menunjukkan pembagian rata-rata fixed cost dan variable cost dalam sebuah bisnis.

      fixed cost

      Studi Kasus: Pengelolaan Biaya Tetap melalui Sistem Akuntansi di PT. Telkom Indonesia

      PT. Telkom Indonesia, perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia, memiliki biaya tetap yang signifikan, seperti sewa tower, gaji karyawan tetap, dan biaya pemeliharaan infrastruktur. Pengelolaan biaya tetap yang efisien sangat penting untuk menjaga kelancaran operasional dan profitabilitas perusahaan.

      Dengan implementasi sistem akuntansi berbasis cloud yang terintegrasi, Telkom Indonesia dapat memantau biaya tetap secara lebih efisien. Sistem ini memungkinkan pembukuan otomatis, optimasi pengeluaran, dan penyediaan laporan keuangan yang transparan.

      Sebagai hasilnya, Telkom Indonesia dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan biaya tetap, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan profitabilitas perusahaan.

      Expert’s Review

      Dengan dukungan sistem akuntansi yang tepat, pengelolaan biaya tetap jadi lebih transparan. Kami bisa melihat kondisi keuangan dengan jelas dan mengambil keputusan lebih cepat.

      — Jennifer Santoso, Head of Finance and Accounting 

      Kesimpulan

      Biaya tetap adalah komponen dasar dalam menjalankan bisnis yang umumnya ditetapkan melalui kontrak atau jadwal tertentu. Untuk mengelola biaya ini dengan efektif, terutama pada perusahaan skala besar, diperlukan sistem yang dapat memantau dan mengelola pengeluaran secara lebih terstruktur.

      Pengelolaan keuangan yang terintegrasi kini menjadi solusi yang dapat membantu perusahaan memantau arus kas dan mengoptimalkan pengeluaran dengan lebih akurat dan transparan.

      Untuk memahami lebih lanjut bagaimana mengelola biaya tetap dan keuangan bisnis secara lebih efisien, jangan ragu untuk menghubungi kami untuk konsultasi gratis. Kami siap membantu Anda menemukan solusi yang tepat.

      Accounting_Definisi
      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya