CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Perbedaan Utama Inventaris dan Aset dalam Mengelola Barang Bisnis Anda

Diterbitkan:

Inventaris dan aset memegang peran penting dalam akuntansi dan keuangan. Perusahaan mencatat inventaris sebagai berbagai barang, mulai dari bahan mentah sampai produk jadi, yang mendukung kegiatan operasional.

Perusahaan memakai aset untuk mendukung kebutuhan jangka panjang dan membantu menghasilkan pendapatan. Aset mencakup lebih banyak hal daripada inventaris, karena inventaris hanya salah satu bagian dari aset perusahaan.

Anda bisa mengelola inventaris dan aset dengan lebih mudah jika Anda memakai Sistem Stok Barang yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Key Takeaways

  • Perbedaan aset dan inventaris adalah aset merupakan barang atau peralatan yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan, sedangkan inventaris adalah barang yang dijual.
  • Cara mengelola inventaris adalah dengan membuat skala prioritas, membuat catatan yang rinci, dan melakukan stock opname secara berkala.
  • Software Inventory HashMicro merupakan solusi tepat untuk mengoptimalkan manajemen inventaris di setiap lokasi secara efektif. 

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Aset dan Inventaris?

      Pengertian-Inventaris-dan-Aset-HashMicro

      1. Inventaris

      Inventaris memuat daftar sumber daya dan aset milik perusahaan untuk menjaga operasional tetap berjalan. Perusahaan mencatatnya dari kebutuhan produksi, pemakaian sumber daya, sampai perkembangan bisnis, termasuk pengadaan bahan baku.
      Hal ini penting karena banyak proses bergantung pada catatan dan informasi di dalamnya, Karena itu, perusahaan wajib memastikan seluruh data valid dan akurat, baik dari jumlah maupun kualitas.
      Jika terjadi sebaliknya, maka banyak proses yang mengganggu dan tidak dapat berjalan dengan optimal. Kesalahan data pada pencatatan dapat berdampak besar, dan membawa kerugian pada perusahaan.

      Baca juga: Daftar Software Inventory Management System di Indonesia

      2. Aset 

      Aset adalah kekayaan yang perusahaan miliki, baik berupa uang maupun barang yang bisa dilihat dan dipakai. Wikipedia menjelaskan aset sebagai sumber daya ekonomi yang memberi manfaat di masa depan.

      Perusahaan menyimpan aset karena aset membantu bisnis tetap berjalan dan bertumbuh. Perusahaan juga mencatat aset di laporan keuangan supaya nilainya terlihat jelas dan bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

      Perusahaan memakai aset untuk menghasilkan arus kas, mengurangi biaya, dan mendukung peningkatan penjualan. Karena itu, perusahaan perlu mengelola aset dengan baik agar manfaatnya benar-benar terasa dalam jangka panjang.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Perbedaan Inventaris dan Aset

      Inventaris dan aset adalah hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Keduanya masing-masing memiliki fungsi yang saling berkaitan. Namun meskipun begitu, ada beberapa perbedaan dari segi aspek-aspek tertentu:

      1. Cakupan dan Tujuan

      Aset mencakup semua sumber daya yang perusahaan miliki baik berwujud maupun tidak berwujud. Contoh aset berwujud adalah seperti uang tunai, peralatan, properti (gedung, ruko, dan sebagainya), instrumen investasi. Contoh aset-aset tak berwujud adalah seperti hak paten dan merek dagang. Tujuan utama aset adalah untuk berkontribusi terhadap nilai dan keberlanjutan perusahaan secara jangka panjang.

      Inventaris mencakup barang milik perusahaan yang perusahaan olah atau jual untuk menghasilkan pendapatan jangka pendek. Bentuknya bisa bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Tujuan utama inventaris adalah untuk dijual kepada pelanggan melalui suatu jalur bisnis.

      2. Penilaian

      Perusahaan menilai aset berdasarkan nilai pasar, biaya historis, atau nilai saat ini. Penilaian aset juga nergantung pada standar akuntansi dan sifat aset.

      Perusahaan menilai inventaris dengan metode FIFO, LIFO, atau rata-rata tertimbang. Metode penilaian yang perusahaan pilih dapat berdampak besar pada laporan keuangan dan pajak.

      3. Pelaporan

      Perusahaan melaporkan aset dalam neraca atau laporan keuangan. Perusahaan biasanya mencatat inventaris dalam neraca dengan nilai terendah antara biaya atau harga pasar.

      4. Pengelolaan

      Perusahaan mengelola aset dengan memaksimalkan pemanfaatannya melalui pelacakan, pemeliharaan, dan perencanaan penggantian. Perusahaan biasanya melakukan langkah ini untuk menjaga produktivitas aset sepanjang masa pakainya.

      Inventaris mengatur tingkat persediaan agar tetap optimal. Perusahaan menjaga persediaan agar dapat memenuhi permintaan pelanggan dan menekan biaya penyimpanan.

      Dari penjelasan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa, dalam jangka pendek, perusahaan biasanya tidak menjual aset untuk kebutuhan operasional harian. Aset lebih perusahaan pakai untuk memberi manfaat jangka panjang. Untuk mengelola aset dengan lebih efektif, Anda dapat menggunakan sistem manajemen aset yang memberikan informasi lengkap, mulai dari kalkulasi ROI hingga perawatan aset.

      Berbeda dengan aset, Perusahaan menggunakan inventaris untuk produksi atau menjualnya kembali.

      Untuk lebih mudah memahami perbedaan antara inventaris dan aset, berikut tabel perbandingannya:

      Aspek Aset Inventaris
      Cakupan dan Tujuan Sumber daya berwujud atau tak berwujud yang memberi nilai jangka panjang bagi perusahaan. Perusahaan mengelola barang ini untuk dijual atau dipakai dalam produksi guna menghasilkan pendapatan jangka pendek.
      Penilaian Berdasarkan nilai pasar atau biaya historis. Menggunakan metode FIFO, LIFO, atau rata-rata tertimbang.
      Pelaporan Perusahaan mencantumkannya di neraca. Perusahaan melaporkannya di neraca dengan nilai terendah antara biaya atau nilai pasar.
      Pengelolaan Perusahaan mengelolanya untuk menjaga nilainya dan produktivitas jangka panjang. Perusahaan mengelola inventaris agar stok tetap optimal dan efisien.

       

      Perusahaan distribusi makanan melihat margin turun dua kuartal. Tim keuangan menelusuri penyebabnya dan menemukan dua sumber masalah.

      Tim gudang menumpuk bahan baku melebihi kebutuhan, sehingga biaya simpan naik dan risiko kedaluwarsa meningkat. Pada saat yang sama, perusahaan memakai armada distribusi secara tidak efisien, sehingga biaya kirim per unit ikut naik.

      Manajemen lalu mengatur ulang level stok berdasarkan penjualan aktual dan menyusun ulang jadwal pemakaian armada. Dalam tiga bulan, biaya simpan turun dan biaya distribusi lebih efisien tanpa menambah aset.

      Studi kasus ini menunjukkan perusahaan perlu memisahkan cara mengelola inventaris dan aset. Inventaris memengaruhi biaya dan kelancaran operasional harian, sedangkan aset memengaruhi efisiensi kerja dan hasil jangka panjang.

      Cara Mengelola Inventaris bagi Bisnis Anda

      Cara-Mengelola-Inventaris-bagi-Bisnis-Anda-HashMicro

      Selain memahami tujuan inventaris, Anda perlu tahu cara mengelolanya. Berikut beberapa cara efektif untuk mengelola inventaris bisnis Anda:

      1. Membuat skala prioritas

      Buat daftar produk berdasarkan perputaran cepat hingga lambat. Ini membantu Anda menentukan produk yang perlu Anda tambah persediaannya atau hentikan pasokannya.

      2. Membuat catatan secara rinci

      Catat informasi rinci mengenai setiap produk, seperti Stock Keeping Unit (SKU), harga, barcode, dan supplier. Dengan sistem aplikasi inventaris barang, anda dapat memantau ketersediaan stok dalam satu sistem.

      Jika Anda adalah pemilik toko yang sudah berkembang, penggunaan sistem aplikasi stok barang toko memungkinkan Anda memantau ketersediaan stok dengan mudah dalam satu sistem.

      3. Memastikan stock opname secara berkala

      Lakukan stock opname untuk memeriksa kecocokan catatan dengan kondisi nyata di gudang. Idealnya, lakukan setiap akhir bulan dan sesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

      Untuk membantu Anda dalam mengelola stok gudang bisnis Anda, Anda dapat menggunakan bantuan dari Software Inventory dari HashMicro. Software ini dapat menganalisis usia stok dan juga tentukan tingkat stok gudang pada bisnis Anda.

      Contoh Inventaris dan Aset

      Inventaris merujuk pada barang milik perusahaan, baik untuk dijual atau digunakan dalam produksi. Sedangkan, aset adalah segala yang bernilai bagi perusahaan.

      Perusahaan biasanya mengelompokkan inventaris menjadi barang bergerak dan barang tidak bergerak. Aset terbagi menjadi operasional (untuk kegiatan bisnis) dan non-operasional (untuk menghasilkan pendapatan, seperti tanah kosong dan investasi).

      Baca juga: Perpetual Inventory System Sebagai Solusi Kelola Persediaan Barang

      Kesimpulan

      Inventaris dan aset memegang peran penting dalam kegiatan bisnis. Inventaris membantu perusahaan menjaga kelancaran proses harian, sedangkan aset mendukung kebutuhan jangka panjang dan pertumbuhan.

      Perusahaan perlu membedakan keduanya agar pencatatan, penilaian, dan pengelolaan berjalan tepat. Dengan data yang rapi dan akurat, perusahaan bisa mengambil keputusan lebih cepat dan menjaga kinerja operasional tetap stabil.

      Inventory_Tips

      Pertanyaan Seputar Inventaris dan Aset

      • Apa perbedaan antara inventaris dan stok?

        Inventaris mencakup semua barang dan aset yang dimiliki, sementara stok lebih merujuk pada barang yang tersedia untuk dijual atau digunakan dalam operasi.

      • Bagaimana cara melakukan audit inventaris yang efektif?

        Audit inventaris dilakukan dengan memeriksa fisik barang, membandingkan dengan catatan, serta mengidentifikasi perbedaan atau kerusakan untuk memastikan keakuratan data.

      • Apa dampak buruk jika inventaris tidak dikelola dengan baik?

        Tanpa pengelolaan yang baik, inventaris dapat menyebabkan kerugian finansial, kekurangan stok, pemborosan, serta kesalahan dalam perencanaan operasional dan pengadaan barang.

      Jessica Wijaya

      Senior Content Writer

      Selama lebih dari 5 tahun sebagai Senior Content Writer, Jessica telah menulis topik yang mengulas tentang bidang inventory dan warehouse management. Keahliannya mencakup penulisan artikel manajemen stok dan persediaan, perencanaan kebutuhan, multi-warehouse management, dan integrasi sistem digital untuk pengelolaan barang.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya