Inventaris dan aset memegang peran penting dalam akuntansi dan keuangan. Perusahaan mencatat inventaris sebagai berbagai barang, mulai dari bahan mentah sampai produk jadi, yang mendukung kegiatan operasional.
Perusahaan memakai aset untuk mendukung kebutuhan jangka panjang dan membantu menghasilkan pendapatan. Aset mencakup lebih banyak hal daripada inventaris, karena inventaris hanya salah satu bagian dari aset perusahaan.
Anda bisa mengelola inventaris dan aset dengan lebih mudah jika Anda memakai Sistem Stok Barang yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa Itu Aset dan Inventaris?
1. Inventaris
Baca juga: Daftar Software Inventory Management System di Indonesia
2. Aset
Perbedaan Inventaris dan Aset
Inventaris dan aset adalah hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Keduanya masing-masing memiliki fungsi yang saling berkaitan. Namun meskipun begitu, ada beberapa perbedaan dari segi aspek-aspek tertentu:
1. Cakupan dan Tujuan
Aset mencakup semua sumber daya yang perusahaan miliki baik berwujud maupun tidak berwujud. Contoh aset berwujud adalah seperti uang tunai, peralatan, properti (gedung, ruko, dan sebagainya), instrumen investasi. Contoh aset-aset tak berwujud adalah seperti hak paten dan merek dagang. Tujuan utama aset adalah untuk berkontribusi terhadap nilai dan keberlanjutan perusahaan secara jangka panjang.
Inventaris mencakup barang milik perusahaan yang perusahaan olah atau jual untuk menghasilkan pendapatan jangka pendek. Bentuknya bisa bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Tujuan utama inventaris adalah untuk dijual kepada pelanggan melalui suatu jalur bisnis.
2. Penilaian
Perusahaan menilai aset berdasarkan nilai pasar, biaya historis, atau nilai saat ini. Penilaian aset juga nergantung pada standar akuntansi dan sifat aset.
Perusahaan menilai inventaris dengan metode FIFO, LIFO, atau rata-rata tertimbang. Metode penilaian yang perusahaan pilih dapat berdampak besar pada laporan keuangan dan pajak.
3. Pelaporan
Perusahaan melaporkan aset dalam neraca atau laporan keuangan. Perusahaan biasanya mencatat inventaris dalam neraca dengan nilai terendah antara biaya atau harga pasar.
4. Pengelolaan
Perusahaan mengelola aset dengan memaksimalkan pemanfaatannya melalui pelacakan, pemeliharaan, dan perencanaan penggantian. Perusahaan biasanya melakukan langkah ini untuk menjaga produktivitas aset sepanjang masa pakainya.
Inventaris mengatur tingkat persediaan agar tetap optimal. Perusahaan menjaga persediaan agar dapat memenuhi permintaan pelanggan dan menekan biaya penyimpanan.
Dari penjelasan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa, dalam jangka pendek, perusahaan biasanya tidak menjual aset untuk kebutuhan operasional harian. Aset lebih perusahaan pakai untuk memberi manfaat jangka panjang. Untuk mengelola aset dengan lebih efektif, Anda dapat menggunakan sistem manajemen aset yang memberikan informasi lengkap, mulai dari kalkulasi ROI hingga perawatan aset.
Selain memahami tujuan inventaris, Anda perlu tahu cara mengelolanya. Berikut beberapa cara efektif untuk mengelola inventaris bisnis Anda:
1. Membuat skala prioritas
Buat daftar produk berdasarkan perputaran cepat hingga lambat. Ini membantu Anda menentukan produk yang perlu Anda tambah persediaannya atau hentikan pasokannya.
2. Membuat catatan secara rinci
Catat informasi rinci mengenai setiap produk, seperti Stock Keeping Unit (SKU), harga, barcode, dan supplier. Dengan sistem aplikasi inventaris barang, anda dapat memantau ketersediaan stok dalam satu sistem.
Jika Anda adalah pemilik toko yang sudah berkembang, penggunaan sistem aplikasi stok barang toko memungkinkan Anda memantau ketersediaan stok dengan mudah dalam satu sistem.
3. Memastikan stock opname secara berkala
Lakukan stock opname untuk memeriksa kecocokan catatan dengan kondisi nyata di gudang. Idealnya, lakukan setiap akhir bulan dan sesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Untuk membantu Anda dalam mengelola stok gudang bisnis Anda, Anda dapat menggunakan bantuan dari Software Inventory dari HashMicro. Software ini dapat menganalisis usia stok dan juga tentukan tingkat stok gudang pada bisnis Anda.
Contoh Inventaris dan Aset
Inventaris merujuk pada barang milik perusahaan, baik untuk dijual atau digunakan dalam produksi. Sedangkan, aset adalah segala yang bernilai bagi perusahaan.
Perusahaan biasanya mengelompokkan inventaris menjadi barang bergerak dan barang tidak bergerak. Aset terbagi menjadi operasional (untuk kegiatan bisnis) dan non-operasional (untuk menghasilkan pendapatan, seperti tanah kosong dan investasi).
Baca juga: Perpetual Inventory System Sebagai Solusi Kelola Persediaan Barang
Kesimpulan
Inventaris dan aset memegang peran penting dalam kegiatan bisnis. Inventaris membantu perusahaan menjaga kelancaran proses harian, sedangkan aset mendukung kebutuhan jangka panjang dan pertumbuhan.
Perusahaan perlu membedakan keduanya agar pencatatan, penilaian, dan pengelolaan berjalan tepat. Dengan data yang rapi dan akurat, perusahaan bisa mengambil keputusan lebih cepat dan menjaga kinerja operasional tetap stabil.
Pertanyaan Seputar Inventaris dan Aset
-
Apa perbedaan antara inventaris dan stok?
Inventaris mencakup semua barang dan aset yang dimiliki, sementara stok lebih merujuk pada barang yang tersedia untuk dijual atau digunakan dalam operasi.
-
Bagaimana cara melakukan audit inventaris yang efektif?
Audit inventaris dilakukan dengan memeriksa fisik barang, membandingkan dengan catatan, serta mengidentifikasi perbedaan atau kerusakan untuk memastikan keakuratan data.
-
Apa dampak buruk jika inventaris tidak dikelola dengan baik?
Tanpa pengelolaan yang baik, inventaris dapat menyebabkan kerugian finansial, kekurangan stok, pemborosan, serta kesalahan dalam perencanaan operasional dan pengadaan barang.










