CNBC Awards

Jenis Opini Audit yang Perlu Dipahami, Lengkap dengan Contoh

Diterbitkan:

Opini audit adalah pernyataan profesional dari auditor independen mengenai kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan. Penilaian ini membantu pembaca laporan, baik internal maupun eksternal, memahami apakah informasi keuangan telah disajikan sesuai standar yang berlaku. Karena itu, opini audit sering menjadi rujukan utama dalam menilai kredibilitas sebuah laporan keuangan.

Keberadaan opini audit membawa manfaat yang cukup luas. Bagi manajemen, opini ini bisa menjadi cermin atas kualitas pencatatan dan pengendalian keuangan. Sementara bagi investor, kreditur, atau mitra bisnis, opini audit membantu mereka mengambil keputusan dengan dasar informasi yang lebih objektif dan dapat dipercaya.

Di sisi lain, tidak semua opini audit memiliki makna yang sama. Setiap jenis opini mencerminkan kondisi dan temuan yang berbeda, sehingga pemahamannya tidak bisa disamaratakan. Agar interpretasinya tidak keliru, penting untuk mengenali jenis-jenis opini audit beserta contoh penerapannya dalam laporan keuangan.

Key Takeaways

  • Opini audit mencerminkan penilaian auditor independen atas kewajaran laporan keuangan, termasuk kepatuhan terhadap standar akuntansi dan keandalan informasi yang disajikan.
  • Setiap jenis opini memiliki makna yang berbeda dan dapat memengaruhi bagaimana investor, regulator, serta pihak berkepentingan lainnya membaca kondisi dan transparansi keuangan perusahaan.
  • Proses pemeriksaan dan penyusunan laporan keuangan akan lebih terstruktur ketika didukung oleh sistem pencatatan yang rapi, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri selama audit berlangsung.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Mengenal Opini Audit dan Perannya dalam Laporan Keuangan

      Opini audit adalah pernyataan resmi dari auditor mengenai kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan. Kewajaran di sini mencakup aspek kejujuran laporan keuangan, bebas dari salah saji material, serta sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum.

      Auditor memberikan opini ini setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari validitas transaksi hingga kepatuhan terhadap standar akuntansi.

      Ibaratnya, temuan audit adalah “stempel kepercayaan” yang menentukan apakah laporan keuangan benar-benar bisa dipercaya oleh investor, regulator, dan pihak berkepentingan lainnya.

      Tahapan Pemeriksaan Auditor sebelum Menyampaikan Penilaian

      tahapan opini auditSebelum memberikan opininya, auditor wajib melalui empat tahapan penting yang menentukan apakah pendapatnya berbasis data aktual atau tidak. Berikut adalah empat tahapan tersebut:

      1. Perencanaan

      Pertama, auditor menyusun strategi awal audit dan pemeriksaan. Di sini, mereka akan mengidentifikasi area berisiko tinggi, menentukan ruang lingkup audit, hingga menyiapkan jadwal kerja.

      Anda bisa membayangkannya seperti membuat peta jalan agar proses audit berjalan terarah dan tidak ada detail penting yang terlewat.

      2. Uji informasi 

      Setelah rencana siap, auditor masuk ke tahap pengujian informasi. Pada fase ini, dokumen keuangan, bukti transaksi, hingga catatan pendukung akan mereka periksa dengan cermat.

      Auditor akan menguji validitas dan keakuratan data, sehingga setiap angka yang tercatat benar-benar mencerminkan kondisi perusahaan.

      3. Analisa hasil

      Hasil dari pengujian kemudian auditor analisis untuk melihat pola, ketidaksesuaian, atau potensi masalah. Auditor membandingkan temuannya dengan standar akuntansi yang berlaku.

      Di sinilah auditor mulai merangkai gambaran besar, seperti apakah laporan keuangan perusahaan Anda wajar atau ada hal yang perlu mereka pertanyakan.

      4. Penyusunan hasil evaluasi

      Terakhir, auditor perlu menyusun hasil evaluasi dalam bentuk opini audit. Auditor merangkum semua temuan, analisis, serta kesimpulan ke dalam laporan resmi yang akan manajemen, investor, maupun pihak eksternal lainnya baca.

      Sehubung dengan keempat tahapan ini, tersedianya cukup data dan laporan keuangan terintegrasi menjadi kunci apakah proses audit dapat berjalan lancar atau tidak. Oleh karena itu, umum bagi auditor untuk berkolaborasi dengan software akuntansi.

      Melalui sistem ini, seluruh data akan secara gamblang tersaji beserta rekaman real-time kapan transaksi terjadi. Seperti apakah wujud implementasi sistem akuntansi tersebut dana berapa harganya? Klik banner berikut untuk mengetahuinya.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Ragam Penilaian Auditor dalam Praktik Akuntansi Bisnis

      Dalam proses audit akuntansi bisnis, opini dari auditor menjadi bagian yang banyak diperhatikan oleh stakeholder dan atau publik. Di Indonesia sendiri, opini audit memiliki empat jenis yang berbeda-beda, meliputi:

      1. Opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion)

      Ini adalah opini yang paling perusahaan harapkan karena menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disusun secara wajar dan mengikuti standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.

      Secara mudah, Anda bisa menganggapnya sebagai “lampu hijau” yang menandakan kredibilitas dan kesehatan finansial perusahaan di mata investor maupun regulator.

      2. Opini wajar dengan pengecualian (qualified opinion)

      Pada opini ini, auditor menyatakan laporan keuangan wajar kecuali pada bagian tertentu yang tidak sesuai dengan prinsip akuntansi. Kondisi ini sering terjadi karena ada catatan yang kurang lengkap atau penjelasan yang belum konsisten.

      3. Opini tidak wajar (adverse opinion)

      Jenis opini ini menjadi peringatan serius karena auditor menilai laporan keuangan perusahaan mengandung salah saji material secara menyeluruh. Artinya, informasi yang tersaji tidak bisa Anda jadikan dasar pengambilan keputusan.

      Jika Anda menemukan opini ini, reputasi perusahaan bisa langsung terguncang. Untuk itu, mencegah opini tidak wajar dengan aplikasi laporan keuangan menjadi jalan terbaik yang banyak pebisnis ambil.

      4. Pernyataan menolak memberikan opini (disclaimer opinion)

      Auditor bisa saja menolak memberikan opini ketika tidak mendapatkan cukup bukti untuk menilai laporan keuangan. Kondisi ini biasanya muncul akibat keterbatasan akses data atau hambatan lain dalam proses audit.

      Bagi pembaca laporan, ini menimbulkan tanda tanya besar tentang transparansi perusahaan.

      5. Opini dengan penekanan suatu hal (emphasis of matter)

      Pada opini ini, auditor tetap memberikan opini wajar, tetapi menambahkan catatan khusus yang perlu perusahaan perhatikan. Misalnya, adanya ketidakpastian hukum atau kondisi ekonomi yang signifikan.

      Jenis opini audit ini dapat Anda bisa lihat sebagai “highlight” atau peringatan dini tanpa menjatuhkan kredibilitas laporan sepenuhnya.

      Studi Kasus Opini Audit pada Perusahaan Distribusi FMCG di Indonesia

      Sebuah perusahaan distribusi FMCG skala menengah di Jawa Barat secara rutin menyusun laporan keuangan untuk kebutuhan perbankan dan mitra prinsipal. Pada salah satu periode audit, auditor memberikan opini wajar dengan pengecualian karena pencatatan persediaan di beberapa gudang cabang belum selaras dengan hasil stok fisik.

      Dari sisi operasional, bisnis tetap berjalan stabil. Penjualan terjaga dan arus kas tidak bermasalah. Namun, catatan pengecualian ini berdampak langsung saat perusahaan mengajukan tambahan fasilitas kredit. Pihak bank meminta penjelasan rinci terkait selisih persediaan yang dinilai material.

      Manajemen kemudian membenahi proses internal. Perusahaan menertibkan stok opname, menyamakan sistem pencatatan antar cabang, dan melengkapi dokumentasi transaksi. Pada periode audit berikutnya, auditor memberikan opini wajar tanpa pengecualian, sehingga proses pengajuan kredit berjalan lebih lancar.

      Kesimpulan

      Auditing membantu perusahaan membangun kepercayaan di mata investor, stakeholder, dan publik. Karena itu, laporan keuangan perlu disusun secara rapi, konsisten, dan sesuai standar, bukan sekadar formalitas tahunan.

      Dalam praktiknya, banyak pebisnis memilih menggunakan sistem akuntansi digital agar pencatatan dan pelaporan keuangan lebih terkontrol. Jika ingin memahami pendekatan ini lebih jauh, Anda bisa mempertimbangkannya melalui konsultasi gratis untuk melihat apakah solusi tersebut relevan dengan kebutuhan bisnis Anda.

      Accounting_Laporan

      Pertanyaan Seputar Opini Audit

      • Mengapa auditor memberikan opini?

        Auditor memberikan opini untuk menilai kewajaran laporan keuangan setelah melalui proses pemeriksaan yang sistematis. Opini ini menjadi tolok ukur kredibilitas perusahaan di mata publik dan pemangku kepentingan. Dengan adanya opini, keputusan bisnis dapat stakeholder ambil berdasarkan data terpercaya.

      • Apa saja 5C dalam audit?

        Lima C dalam audit meliputi competence, compliance, confidentiality, consistency, dan communication. Unsur ini memastikan auditor bekerja dengan keahlian, mematuhi aturan, menjaga kerahasiaan, konsisten, serta menyampaikan hasil secara jelas. Dengan 5C, kualitas audit dapat terjamin secara profesional.

      • Hal apakah yang berpengaruh dalam opini audit?

        Opini audit terpengaruh oleh kelengkapan bukti, kualitas pencatatan transaksi, dan kepatuhan pada standar akuntansi. Faktor lain seperti transparansi manajemen dan kondisi internal perusahaan juga sangat menentukan. Semakin solid bukti dan sistem yang ada, maka hasil opini akan semakin baik.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya