ERP workflow mengefisiensikan berbagai alur kerja pada perusahaan dan meminimalkan potensi human error pada pekerjaan yang repetitif.

Alur kerja ERP membantu perusahaan menyimpan record pekerjaan yang berguna untuk proses audit sewaktu-waktu.

Faktor utama gagalnya implementasi workflow ERP yaitu bukan karena teknologi ERP kurang memadai, melainkan disebabkan pihak manajemen dan karyawan yang menolak perubahan pada sistem kerja baru.