Sebagian besar pelanggan akan berhenti atau mengurangi pembelian dari suatu brand jika mereka memiliki pengalaman buruk. Sebuah laporan dari Qualtrics menemukan bahwa satu pengalaman buruk dapat membuat 15% dari pelanggan berhenti belanja di suatu bisnis. Ini tentu saja hal yang negatif. Oleh karena itu, Anda harus menerapkan Quality Control dan Quality Assurance dalam bisnis Anda.
Walaupun mereka saling melengkapi, Quality Control dan Quality Assurance memiliki perbedaan masing-masing. Untuk memanfaatkan kedua proses ini dengan baik, Anda harus memahami perbedaannya dan cara menerapkannya dalam bisnis Anda.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa itu Quality Control dan Quality Assurance?
Sebelum kita membahas perbedaan antara Quality Control dan Quality Assurance, Anda perlu memahami terlebih dahulu arti dari masing-masing proses.
1. Quality Control (QC)
Quality Control (QC) adalah proses pengecekan hasil produksi untuk memastikan produk Anda layak dijual. Selama tahap ini, Tim QC akan melakukan berbagai macam ujian untuk mendeteksi kesalahan pada produk akhir. Mereka akan memeriksa dan memperbaiki masalah apa pun sebelum barang dikirim ke pelanggan atau distributor.
2. Quality Assurance (QA)
Quality Assurance (QA) adalah proses pengecekan sistem dan proses produksi untuk mencegah kesalahan. Berbeda dengan QC, QA dilakukan sebelum masalah muncul. Dalam proses ini, tim QA menguji dan menganalisis cara bisnis Anda membuat barang, mulai dari tahap perencanaan hingga pengemasan. Hal ini memastikan Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperbaiki produk yang bermasalah.
Perbedaan Quality Control dan Quality Assurances Apa?
Berdasarkan penjelasan di atas, Anda sudah bisa melihat perbedaan antara Quality Control dan Quality Assurance. Namun, untuk informasi lebih lanjut, saya telah merangkum dan menambahkan beberapa perbedaan lain antara QC dan QA:
| Aspek | Buku Stok Barang | Kartu Stok Barang |
|---|---|---|
| Sifat | Reaktif | Proaktif |
| Fokus | Produk | Proses |
| Waktu | Setelah proses produksi, tetapi sebelum pengiriman barang | Selama proses produksi |
| Tujuan | Mendeteksi kecacatan dalam produk akhir | Mencegah kesalahan pada produk akhir |
| Efek | Menjaga keamanan pelanggan Anda | Mengurangi biaya operasional |
| Komponen penting | Standar industri atau perusahaan Anda, dan 7 QC Tools (Checksheet, Stratification, Pareto Chart, Cause-and-Effect Diagram, Histogram, Control Chart, dan Scatter Diagram) | Standar Operasional Prosedur (SOP), dan KPIs (Key Performance Index) untuk menilai sistem dan proses produksi |
| Metode pelaksanaan | Inspeksi visual, dan menguji produk menggunakan metode seperti uji tekan dan uji jatuh (drop test) | Siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act), dan teknik FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) |
| Cocok untuk | Bisnis manufaktur barang produksi massal, seperti produk elektronik dan alat rumah tangga | Bisnis yang memproduksi barang berisiko tinggi (dangerous goods), atau perusahaan yang ingin mengurangi jumlah produk gagal |
Cara Menerapkan QC dan QA dalam Bisnis Anda
Setelah Anda memahami perbedaan antara Quality Control dan Quality Assurance, Anda dapat mengimplementasikannya dengan benar. Dalam proses produksi, Anda mulai dengan QA dan kemudian QC. Berikut cara melakukannya:
1. Tahap Penerapan QA
- Kembangkan prosedur QA: sebelum Anda melakukan Quality Assurance, tentukan standar kualitas yang menentukan apakah produk Anda layak dijual atau tidak. Buat Test Plan dan KPIs untuk mempermudah penilaian.
- Latih tim QA: latih tim QA Anda untuk memahami standar mutu dan SOP bisnis Anda. Pastikan mereka juga memahami cara melakukan FMEA.
- Cek secara berkala: lakukan audit selama proses produksi, tidak hanya pada titik tertentu. Gunakan PDCA untuk mempermudah proses.
- Analisis hasil audit: setelah Anda melakukan audit, analisis hasilnya. Apakah ada mesin yang tidak bekerja? Atau bahan baku produksi yang sering kadaluwarsa?
- Koreksi masalah: perbaiki sistem dan proses produksi perusahaan Anda berdasarkan hasil analisis. Jika Anda menemukan celah dalam standar kualitas, perbarui standar tersebut.
2. Tahap Penerapan QA
- Tetapkan prosedur QC: tentukan checkpoint dan metode pengujian yang akan Anda gunakan. Pakai standar yang sudah Anda buat di tahap QA sebagai benchmark.
- Latih tim QC: seperti pada tahap QA, latih tim QC Anda untuk mengidentifikasi produk catat dan menggunakan 7 QC Tools dengan benar.
- Tes pada titik checkpoint: uji produk Anda menggunakan prosedur yang sudah ditetapkan, dan catat hasil tes di sebuah checksheet.
- Analisis hasil tes: analisis hasil uji produk Anda. Jika tim Anda menemukan masalah, catat dan cari tahu penyebab masalahnya.
- Koreksi masalah: berdasarkan hasil analisis, perbaiki masalah yang Anda temukan. Atasi semua penyebab masalah produk akhir. Jika produk tidak bisa diperbaiki, putuskan apakah produk itu akan dijual dengan harga diskon atau dibuang.
Contoh Penerapan QC dan QA di Berbagai Industri
Saat Anda mengimplementasikan Quality Control dan Quality Assurance, Anda perlu mempertimbangkan jenis bisnis Anda. Untuk memberi Anda sebuah gambaran, berikut beberapa contoh penerapan QC dan QA di berbagai industri:
1. Konstruksi
Quality Control dan Quality Assurance dalam industri konstruksi cenderung berfokus pada kualitas material dan keamanan proyek konstruksi. Untuk menjamin keamanan, mereka akan membuat Rencana Mutu Kontrak (RMK) dan mendapatkan persetujuan blueprint dari pihak yang berwenang. Setelah konstruksi selesai, mereka akan menguji kekuatan daya dukung proyek mereka.
2. Manufaktur
Bagi bisnis manufaktur, hal yang paling penting adalah memastikan produk mereka berkualitas tinggi dan sesuai dengan peraturan. Mereka akan mengaudit supplier untuk memastikan kualitas bahan baku. Sebelum pengiriman, mereka juga akan menguji dan memeriksa produk secara visual.
3. Ritel
Bisnis ritel menggunakan Quality Control dan Quality Assurance untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience). Mereka menetapkan standar customer service dan prosedur manajemen gudang untuk memastikan pelanggan puas. Selain itu, mereka juga menggunakan mystery shopper untuk memeriksa kepatuhan karyawan terhadap SOP yang ada.
4. Kesehatan
Perusahaan-perusahaan dalam industri kesehatan melakukan Quality Control dan Quality Assurance untuk menjamin keamanan barang dan pasien. Sebagai bentuk QA, mereka akan melatih karyawan mereka dan mengkalibrasi alat medis mereka. Untuk QC, mereka akan mengecek tanggal kadaluwarsa perlengkapan medis secara rutin.
Cara Meningkatkan Quality Control dan Quality Assurance
Sebagai tambahan, berikut beberapa cara untuk meningkatkan Quality Control dan Quality Assurance bisnis Anda:
1. Gunakan Quality Management System (QMS)
Software terintegrasi dapat membantu Anda dalam jangka panjang. Jadi, anda harus pindah dari pencatatan manual ke digital. Anda dapat menggunakan sistem manajemen kualitas untuk mencatat dan menganalisis data secara real-time. Selain itu, Anda juga dapat menghubungkan sistem Anda dengan sistem lain, seperti sistem manajemen dokumen dan Manufacturing Execution System (MES).
2. Implementasi PDCA
Gunakan model manajemen PDCA (Plan, Do, Check, Act) untuk meningkatkan efisiensi QC dan QA Anda. Proses yang terstruktur akan membantu Anda mengidentifikasi masalah dan meminimalkan kesalahan. Hal ini memastikan kalau Anda dapat mempertahankan standar kualitas perusahaan Anda.
3. Tetapkan standar yang jelas
Hindari standar kualitas yang subjektif. Standar bisnis Anda harus menilai produk berdasarkan kriteria yang konkret, seperti dimensi dan berat. Jika Anda hanya menulis ‘baunya enak’ atau ‘berwarna merah’, staf Anda akan mengevaluasi produk secara subjektif.
Kesimpulan
Quality Control dan Quality Assurance adalah dua proses yang saling melengkapi dalam proses produksi. Quality Control membantu Anda memperbaiki masalah pada produk akhir, sedangkan Quality Assurance membantu Anda mencegah masalah selama proses produksi.
Untuk memanfaatkan keduanya dengan baik, Anda harus memahami perbedaanya. Setiap proses memiliki alat dan metode pelaksanaan yang berbeda. Oleh karena itu, perhatikan proses produksi Anda dan pastikan Anda mengimplementasikannya dengan seksama.
Pertanyaan Seputar Perbedaan Quality Control dan Quality Assurances
-
Bisakah Anda menggunakan AI dalam QC dan QA?
Ya, Anda dapat menggunakan AI dalam proses Quality Control dan Quality Assurance. Contohnya, computer vision dapat mendeteksi produk cacat secara otomatis. Selain itu, AI juga bisa membantu Anda dalam melakukan predictive maintenance.
-
Mana yang lebih baik, Quality Control atau Quality Assurance?
Dua-duanya sama penting dalam proses produksi. Jika Anda hanya memiliki Quality Control, Anda akan menghabiskan biaya untuk memperbaiki produk cacat. Namun, jika Anda hanya memiliki Quality Assurance, Anda berisiko menjual produk yang rusak.
-
Proses mana yang harus diprioritaskan dalam start-up atau bisnis kecil?
Untuk bisnis kecil atau start-up, Anda harus memprioritaskan Quality Assurance daripada Quality Control. QA mencegah masalah kecacatan, sedangkan QC hanya memperbaiki produk yang bermasalah.









