Banyak perusahaan menghadapi tantangan ketika biaya lisensi software akuntansi global meningkat seiring pertumbuhan jumlah pengguna, sementara kebutuhan operasional semakin kompleks. Kondisi ini mendorong bisnis untuk mulai mempertimbangkan alternatif Sage Intacct yang dinilai lebih relevan dengan skala dan kebutuhan organisasi.
Selain persoalan biaya, keterbatasan dukungan terhadap regulasi lokal Indonesia sering menjadi hambatan dalam penggunaan sistem akuntansi internasional. Oleh karena itu, pembahasan mengenai opsi ERP dan software akuntansi pengganti menjadi penting untuk membantu perusahaan menemukan solusi yang lebih selaras.
Artikel ini mengulas sejumlah alternatif Sage Intacct yang umum digunakan oleh perusahaan dengan kebutuhan akuntansi dan ERP serupa. Setiap opsi dibahas dari sisi fungsi, cakupan penggunaan, dan konteks implementasinya di Indonesia.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa itu Sage Intacct?
Sage Intacct adalah software akuntansi berbasis cloud yang membantu perusahaan mengelola keuangan dengan fitur seperti pelaporan real-time dan otomatisasi proses keuangan. Solusi ini dirancang untuk perusahaan besar yang membutuhkan sistem akuntansi yang fleksibel dan efisien.
Dengan skalabilitas tinggi, Sage Intacct cocok untuk perusahaan yang tumbuh pesat dan membutuhkan kontrol penuh atas proses keuangan mereka. Namun, Sage Intacct juga memiliki keterbatasan dalam integrasi dengan sistem lokal dan biaya yang terus meningkat, menjadi tantangan bagi perusahaan yang beroperasi di pasar dengan regulasi yang kompleks.
Ideal Untuk
Solusi ERP Enterprise dengan Lokalisasi Indonesia
Ideal Untuk
Cloud ERP Global untuk Perusahaan Skala Besar
Ideal Untuk
Software Manajemen Bisnis untuk SME
Mengapa Banyak Perusahaan Beralih dari Sage Intacct ke Solusi Lain?
Meskipun Sage Intacct merupakan solusi populer, banyak perusahaan mulai mempertimbangkan alternatif karena sejumlah alasan penting yang berkaitan dengan biaya dan operasional.
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa perusahaan mencari opsi lain:
- Biaya kepemilikan (TCO) awal dan berkelanjutan yang signifikan: Banyak perusahaan merasa terbebani dengan biaya awal yang tinggi dan biaya berkelanjutan yang diperlukan untuk pemeliharaan dan pembaruan sistem. Biaya ini seringkali meningkat seiring waktu, membebani anggaran operasional perusahaan.
- Struktur harga modular dan biaya tersembunyi: Sage Intacct menerapkan harga modular, yang berarti biaya dapat berkembang seiring bertambahnya fitur atau jumlah pengguna. Banyak perusahaan merasa kesulitan dengan biaya tersembunyi ini, yang tidak selalu tercakup dalam paket awal yang dijanjikan.
- Ketergantungan pada konsultan dan biaya migrasi data: Proses implementasi dan migrasi ke Sage Intacct sering kali membutuhkan konsultan eksternal, yang dapat menambah biaya signifikan. Selain itu, migrasi data yang rumit dan memakan waktu bisa meningkatkan biaya serta mengganggu operasional selama periode transisi.
- Kenaikan biaya tahunan: Setiap tahun, biaya langganan dan pembaruan sistem dapat meningkat, yang membuat banyak perusahaan mencari solusi yang lebih terjangkau dan dapat diprediksi. Kenaikan biaya tahunan ini seringkali membebani anggaran IT perusahaan dalam jangka panjang.
- Keterbatasan integrasi dengan regulasi dan perpajakan lokal: Meskipun canggih, Sage Intacct masih memiliki masalah dalam hal integrasi dengan sistem perpajakan lokal seperti DJP Online dan standar PSAK di Indonesia. Hal ini seringkali menyebabkan ketidaksesuaian dengan regulasi Indonesia dan memaksa tim keuangan untuk melakukan pekerjaan manual yang rentan terhadap kesalahan.
- Tantangan dalam pengelolaan multi-currency dan fluktuasi kurs: Sage Intacct menghadapi tantangan dalam mengelola multi-currency dengan fluktuasi kurs yang tidak selalu dapat dioptimalkan. Hal ini memperburuk ketidakpastian keuangan dan meningkatkan kompleksitas dalam pengelolaan transaksi internasional.
15 Daftar Software Alternatif Sage Intacct Terpopuler
1. HashMicro
HashMicro merupakan sala satu solusi ERP enterprise yang dirancang khusus untuk ekosistem bisnis lokal, menawarkan adaptabilitas yang sulit dipenuhi kompetitor global seperti Sage Intacct. Hal ini memastikan sistem Anda tidak hanya canggih, tetapi juga selaras sepenuhnya dengan dinamika regulasi dan struktur keuangan di Indonesia.
Keandalan sistem kami terbukti melalui Sompo Insurance, yang menggunakan HashMicro Accounting untuk memperkuat kontrol dan efisiensi manajemen budgeting operasional mereka. Hasilnya, proses penganggaran antar-departemen menjadi jauh lebih terstruktur dan transparan, membuktikan kemampuan kami dalam menangani kompleksitas standar industri asuransi.
Kami juga menawarkan model lisensi unlimited user serta integrasi penuh dengan e-Faktur, PPh 21/23, dan bank lokal yang sering absen pada software asing. Fitur ini memberikan kebebasan kustomisasi modul sekaligus menghapus kerumitan rekonsiliasi manual yang membebani tim keuangan.
Fitur Utama:
- Advanced Financial Management: Memungkinkan konsolidasi laporan keuangan multi-company, manajemen arus kas real-time, dan kontrol anggaran yang ketat dengan fitur Budget Carry Over.
- Smart Inventory: Integrasi langsung antara akuntansi dan stok gudang, mendukung manajemen multi-gudang, stock forecasting, dan valuasi persediaan yang akurat.
- Tax & E-Faktur Integration: Otomatisasi perhitungan pajak dan pelaporan langsung ke sistem DJP, mengurangi risiko kesalahan kepatuhan pajak.
- AI-Generated Reports: Analisis data otomatis yang memberikan insight bisnis mendalam untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Model yang sangat hemat untuk perusahaan berkembang. | Implementasi membutuhkan waktu karena tingkat kustomisasi yang mendalam. |
| Sudah terintegrasi penuh dengan sistem perpajakan Indonesia (e-Faktur) dan bank lokal. | Fitur yang sangat komprehensif mungkin memerlukan waktu adaptasi bagi pengguna baru. |
| Dukungan tim ahli lokal yang responsif dan tidak terkendala zona waktu. | - |
HashMicro: Platform ERP berbasis cloud dengan solusi end-to-end yang dapat dikustomisasi penuh, cocok untuk perusahaan yang mencari efisiensi biaya dan kepatuhan regulasi lokal.
Website: https://www.hashmicro.com/id/
2. Oracle NetSuite
Oracle NetSuite adalah salah satu pionir dalam cloud ERP dan sering dianggap sebagai kompetitor langsung Sage Intacct di pasar global. Platform ini menawarkan rangkaian fitur yang sangat luas, mulai dari manajemen keuangan global, CRM, hingga e-commerce dalam satu atap. NetSuite sangat kuat dalam menangani konsolidasi keuangan untuk perusahaan multinasional dengan banyak anak perusahaan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Ekosistem fitur sangat lengkap dan terintegrasi secara global. | Biaya lisensi dan implementasi tergolong sangat tinggi. |
| Kemampuan kustomisasi yang mendalam melalui SuiteCloud. | Dukungan teknis lokal mungkin terbatas dibandingkan vendor lokal. |
| Cocok untuk perusahaan multinasional yang kompleks. | Learning curve cukup curam bagi pengguna awam. |
Oracle NetSuite: Solusi cloud ERP global yang kuat untuk perusahaan skala besar dengan kebutuhan manajemen yang kompleks dan terintegrasi.
Website: https://www.netsuite.com/
3. SAP Business One
SAP Business One dirancang khusus oleh SAP untuk memenuhi kebutuhan pasar perusahaan menengah (SME). Software ini menawarkan kontrol yang baik atas manajemen finansial, purchasing, sales, dan operasional gudang. Reputasi SAP sebagai pemimpin pasar ERP memberikan jaminan stabilitas dan keandalan sistem bagi penggunanya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Brand reputasi tinggi dengan standar keamanan data kelas dunia. | Antarmuka (UI) sering dianggap kaku dan kurang modern. |
| Proses bisnis yang terstandarisasi dengan baik (best practice). | Biaya implementasi dan maintenance relatif mahal. |
| Ekosistem partner yang luas di seluruh dunia. | Kurang fleksibel untuk perubahan proses bisnis yang cepat. |
SAP Business One: ERP andal dari SAP untuk bisnis menengah yang menginginkan standarisasi proses dan stabilitas sistem.
Website: https://www.sap.com/
4. Xero
Xero adalah software akuntansi berbasis cloud asal Selandia Baru yang sangat populer di kalangan UKM dan startup. Dikenal dengan antarmuka yang sangat user-friendly dan indah, Xero memudahkan pemilik bisnis non-akuntan untuk memahami kondisi keuangan mereka. Fitur utamanya mencakup rekonsiliasi bank otomatis, invoicing, dan manajemen inventory dasar.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| UI/UX sangat intuitif dan mudah digunakan oleh pemula. | Fitur inventory dan manufaktur sangat terbatas. |
| Ekosistem aplikasi pihak ketiga (add-on) yang sangat luas. | Tidak memiliki dukungan fitur pajak Indonesia secara native. |
| Harga berlangganan bulanan yang terjangkau. | Kurang cocok untuk perusahaan skala menengah ke atas. |
Xero: Software akuntansi cloud yang cantik dan mudah digunakan, ideal untuk bisnis kecil dan startup yang mengutamakan kemudahan.
Website: https://www.xero.com/
5. QuickBooks Online
QuickBooks Online merupakan salah satu nama terbesar dalam industri software akuntansi global, terutama untuk segmen bisnis kecil. Software ini menawarkan fitur pelacakan pengeluaran, pembuatan faktur, dan pelaporan yang solid. Keunggulan utamanya adalah kemudahan penggunaan dan banyaknya akuntan yang sudah familiar dengan sistem ini.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat populer dan banyak didukung oleh komunitas akuntan. | Fitur lokalisasi Indonesia sangat minim (pajak, bank). |
| Setup awal yang cepat dan mudah. | Performa bisa melambat seiring bertambahnya volume data. |
| Harga entry-level yang kompetitif. | Fitur inventory tidak sekuat solusi ERP penuh. |
QuickBooks Online: Pilihan standar untuk bisnis kecil global, namun perlu pertimbangan ekstra untuk kebutuhan lokal Indonesia.
Website: https://quickbooks.intuit.com/
6. Microsoft Dynamics 365 Business Central
Bagi perusahaan yang sudah tertanam kuat dalam ekosistem Microsoft, Dynamics 365 Business Central adalah pilihan logis. Solusi ERP ini terintegrasi mulus dengan Office 365, Outlook, dan Teams. Fiturnya mencakup manajemen rantai pasok, keuangan, proyek, dan layanan, menjadikannya pesaing kuat Sage Intacct di pasar menengah.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Integrasi seamless dengan produk Microsoft lainnya. | Kompleksitas setup dan konfigurasi cukup tinggi. |
| Skalabilitas tinggi dengan platform cloud Azure. | Biaya lisensi bisa menjadi mahal dengan add-on. |
| Fitur analitik yang kuat dengan Power BI. | Memerlukan partner implementasi yang berpengalaman. |
Microsoft Dynamics 365: Solusi ERP komprehensif yang sempurna bagi perusahaan yang mengandalkan ekosistem teknologi Microsoft.
Website: https://dynamics.microsoft.com/
7. Mekari Jurnal
Mekari Jurnal adalah software akuntansi lokal Indonesia yang telah diadopsi oleh banyak UKM. Keunggulan utamanya adalah kesesuaian penuh dengan standar akuntansi dan perpajakan Indonesia. Fitur-fiturnya mencakup pembuatan laporan keuangan instan, manajemen kas & bank, serta integrasi dengan aplikasi POS dan e-commerce lokal.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat lokal dan sesuai regulasi Indonesia. | Fitur ERP di luar akuntansi (seperti manufaktur) terbatas. |
| Mudah digunakan dengan dukungan bahasa Indonesia. | Kurang fleksibel untuk kustomisasi proses bisnis unik. |
| Harga terjangkau untuk skala UKM. | Skalabilitas terbatas untuk perusahaan enterprise. |
Mekari Jurnal: Solusi akuntansi lokal yang andal untuk UKM Indonesia yang membutuhkan kepatuhan pajak instan.
Website: https://www.jurnal.id/
8. Odoo
Odoo menawarkan pendekatan unik dengan sistem open-source yang sangat modular. Anda bisa mulai dengan modul akuntansi saja dan menambahkan modul inventory, CRM, atau manufaktur sesuai kebutuhan. Fleksibilitas ini membuat Odoo menarik bagi perusahaan yang memiliki tim IT internal yang kuat untuk melakukan kustomisasi mandiri.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat modular, bayar hanya yang digunakan. | Biaya kustomisasi dan maintenance bisa membengkak. |
| Komunitas developer yang besar dan aktif. | Dukungan resmi terkadang lambat jika tanpa partner. |
| Fleksibilitas tinggi untuk berbagai jenis industri. | Versi komunitas memiliki fitur yang terbatas dibanding enterprise. |
Odoo: ERP modular yang fleksibel, cocok untuk perusahaan yang menginginkan sistem yang bisa tumbuh perlahan sesuai kebutuhan.
Website: https://www.odoo.com/
9. Acumatica
Acumatica adalah Cloud ERP yang sedang naik daun, dengan fokus kuat pada industri manufaktur, distribusi, dan konstruksi. Model harganya unik karena didasarkan pada konsumsi sumber daya, bukan per user. Ini memberikan nilai lebih bagi perusahaan yang ingin memberikan akses sistem ke seluruh karyawan tanpa biaya tambahan lisensi.
Acumatica: Cloud ERP modern dengan model harga unik, sangat kuat untuk industri distribusi dan manufaktur.
Website: https://www.acumatica.com/
10. Accurate Online
Accurate Online adalah pemain lama yang sangat dikenal di industri software akuntansi Indonesia. Software ini menawarkan fitur pembukuan standar, pengelolaan stok, dan aset tetap yang solid. Accurate dikenal karena kestabilannya dan kesesuaiannya dengan kurikulum pendidikan akuntansi di Indonesia, sehingga mudah mencari staf yang bisa mengoperasikannya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Harga sangat terjangkau dan familiar bagi banyak akuntan. | Fitur dan teknologi tergolong basic untuk standar saat ini. |
| Sesuai dengan standar pajak Indonesia. | Kurang cocok untuk integrasi sistem yang kompleks. |
| Stabilitas sistem yang teruji puluhan tahun. | Tampilan antarmuka terasa agak tertinggal zaman. |
Accurate Online: Solusi legendaris yang stabil dan ekonomis untuk pembukuan standar bisnis di Indonesia.
Website: https://accurate.id/
11. Zahir Accounting
Zahir Accounting adalah kompetitor dekat Accurate yang juga fokus pada pasar lokal. Zahir menonjolkan kemudahan penggunaan bagi pemilik bisnis yang tidak memiliki latar belakang akuntansi. Fitur-fiturnya mencakup laporan keuangan visual, grafik analisis bisnis, dan manajemen persediaan yang cukup memadai untuk UKM.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Dirancang untuk mudah digunakan oleh non-akuntan. | Desain UI/UX terasa kurang modern. |
| Fitur visualisasi data yang cukup baik. | Fitur kustomisasi sangat terbatas. |
| Dukungan lokal yang mudah dijangkau. | Kurang skalabel untuk kebutuhan bisnis enterprise. |
Zahir Accounting: Software akuntansi ramah pengguna yang memprioritaskan kemudahan visualisasi data keuangan.
Website: https://zahiraccounting.com/
12. FreshBooks
FreshBooks, salah satu alternatif Sage Intacct awalnya dirancang untuk freelancer dan bisnis berbasis jasa, namun kini telah berkembang menjadi software akuntansi yang lebih lengkap. Keunggulan utamanya adalah fitur invoicing, pelacakan waktu (time tracking), dan manajemen proyek ringan. Ini adalah alternatif Sage Intacct yang baik jika bisnis Anda murni berbasis jasa.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat mudah digunakan untuk bisnis jasa. | Fitur akuntansi double-entry tidak sekuat kompetitor. |
| Fitur invoicing dan time tracking yang superior. | Tidak cocok untuk bisnis dagang atau manufaktur. |
| Aplikasi mobile yang sangat responsif. | Laporan keuangan kurang mendalam. |
FreshBooks: Pilihan tepat untuk agensi, konsultan, dan bisnis jasa yang membutuhkan manajemen invoice dan waktu yang simpel.
Website: https://www.freshbooks.com/
13. Zoho Books
Zoho Books adalah bagian dari ekosistem aplikasi bisnis Zoho yang sangat luas. Software ini menawarkan solusi akuntansi end-to-end dengan harga yang sangat kompetitif. Kelebihan utamanya adalah integrasi yang mulus dengan aplikasi Zoho lainnya seperti Zoho CRM dan Zoho Inventory, menciptakan sistem operasi bisnis yang terpadu.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Harga sangat kompetitif dengan fitur cukup lengkap. | Dukungan pelanggan terkadang lambat responsnya. |
| Integrasi sempurna dengan ekosistem Zoho. | Fitur payroll dan pajak lokal Indonesia terbatas. |
| Client portal untuk memudahkan komunikasi dengan klien. | Interface bisa terasa membingungkan karena banyaknya fitur. |
Zoho Books: Solusi hemat biaya yang ideal jika Anda sudah menggunakan atau berencana menggunakan ekosistem aplikasi Zoho.
Website: https://www.zoho.com/books/
14. MASERP
MASERP adalah software ERP lokal yang menawarkan kemampuan hybrid (bisa berjalan online maupun offline). Software ini menargetkan perusahaan distribusi dan manufaktur di Indonesia. MASERP bisa dikustomisasi dan memiliki fitur yang cukup dalam untuk menangani alur kerja produksi dan stok yang spesifik.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Bisa berjalan secara hybrid (online/offline). | Tampilan visual kurang modern dibanding software global. |
| Fitur manufaktur dan distribusi yang cukup dalam. | Dokumentasi dan komunitas pengguna tidak terlalu besar. |
| Dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan lokal. | Integrasi dengan software pihak ketiga terbatas. |
MASERP: ERP lokal tangguh untuk industri manufaktur dan distribusi yang membutuhkan fleksibilitas deployment hybrid.
Website: https://www.mas-software.com/
15. Wave Accounting
Wave Accounting adalah solusi unik karena menawarkan fitur dasar akuntansi, invoicing, dan pemindaian struk secara gratis. Ini adalah pilihan menarik bagi usaha mikro atau solopreneur yang baru memulai dan belum memiliki anggaran untuk software. Meskipun gratis, fiturnya cukup untuk pembukuan dasar.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Gratis untuk fitur dasar akuntansi dan invoicing. | Sangat terbatas, tidak cocok untuk bisnis menengah. |
| Sangat simpel dan langsung bisa digunakan. | Dukungan pelanggan sangat terbatas (self-service). |
| Cocok untuk usaha mikro tanpa inventory kompleks. | Banyak iklan dan upsell layanan berbayar di dalam aplikasi. |
Wave Accounting: Solusi gratis terbaik untuk usaha mikro yang membutuhkan pembukuan dasar tanpa biaya bulanan.
Website: https://www.waveapps.com/
Kriteria Utama dalam Menentukan Alternatif Terbaik untuk Sage Intacct
Memilih software pengganti yang tepat sangat penting untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan lancar. Dua faktor utama yang harus dipertimbangkan adalah lokalisasi dan kepatuhan regulasi, serta kemampuan sistem untuk berkembang seiring pertumbuhan bisnis.
- Lokalisasi dan Kepatuhan Regulasi: Penting untuk memilih software yang mendukung standar akuntansi Indonesia (PSAK) dan terintegrasi langsung dengan sistem perpajakan seperti e-Faktur dan e-Bupot. Tanpa integrasi ini, tim keuangan Anda akan terjebak dalam proses manual yang rentan kesalahan dan memakan waktu.
- Skalabilitas dan Kustomisasi: Software yang dipilih harus bisa tumbuh bersama perusahaan Anda tanpa membebani biaya operasional. Pilihlah sistem yang dapat disesuaikan dengan alur kerja unik perusahaan, bukan yang memaksa bisnis Anda mengikuti sistem yang terbatas.
- Integrasi dengan Sistem Lain: Pastikan software yang Anda pilih dapat terintegrasi dengan sistem lain yang sudah digunakan perusahaan, seperti sistem ERP, CRM, atau software inventory. Integrasi yang mulus akan mengurangi duplikasi data dan meningkatkan efisiensi kerja tim.
- Keamanan Data dan Kepatuhan Terhadap Standar Internasional: Pilih software yang menyediakan fitur keamanan data yang kuat, seperti enkripsi dan backup otomatis. Pastikan juga sistem tersebut mematuhi standar keamanan data internasional untuk melindungi informasi sensitif perusahaan.
- User Interface yang Intuitif: Software dengan antarmuka yang mudah dipahami dan digunakan oleh semua anggota tim akan mengurangi kurva pembelajaran dan meningkatkan adopsi. Pastikan sistem memiliki desain yang ramah pengguna untuk memudahkan proses operasional.
- Dukungan dan Layanan Purna Jual: Pastikan penyedia software menawarkan dukungan teknis yang memadai, baik itu melalui layanan pelanggan, pelatihan, atau dokumentasi lengkap. Dukungan purna jual yang baik akan membantu meminimalkan gangguan operasional jika terjadi masalah.
Kesimpulan
Sage Intacct menawarkan sistem akuntansi berbasis cloud yang andal, namun biaya tinggi dan keterbatasan lokalisasi membuatnya kurang ideal bagi sebagian perusahaan. Kondisi ini mendorong bisnis untuk meninjau kembali kesesuaian sistem dengan kebutuhan operasional mereka.
Tantangan seperti struktur harga yang kompleks, proses implementasi yang tidak sederhana, serta keterbatasan integrasi regulasi lokal menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan bisnis dan keuangan menjadi langkah yang krusial.
Jika perusahaan Anda sedang mempertimbangkan solusi yang lebih selaras dengan kebutuhan dan regulasi lokal, konsultasi dengan ahli dapat membantu menentukan pilihan yang tepat. Manfaatkan sesi konsultasi gratis untuk mendapatkan insight terbaik sebelum mengambil keputusan strategis.
Pertanyaan Seputar Sage Intacct
-
Apa Kelemahan Utama Sage Intacct Untuk Bisnis Di Indonesia?
Kelemahan utama Sage Intacct di Indonesia adalah kurangnya integrasi langsung dengan sistem perpajakan lokal (seperti e-Faktur) dan model biaya per user yang mahal. Hal ini seringkali menyulitkan perusahaan lokal dalam hal kepatuhan regulasi dan skalabilitas biaya saat tim bertambah.
-
Apakah Ada Alternatif Sage Intacct Yang Lebih Murah?
Ya, ada alternatif yang lebih efisien secara biaya. HashMicro, misalnya menawarkan biaya jauh lebih hemat untuk perusahaan berkembang dibandingkan model berlangganan per user milik Sage Intacct.
-
Apakah Data Aman Jika Beralih Dari Sage Intacct Ke Software Lain?
Ya, keamanan data sangat terjamin. Penyedia software modern seperti HashMicro menggunakan enkripsi tingkat tinggi dan server cloud yang aman (seperti AWS atau Google Cloud). Proses migrasi data juga biasanya didampingi oleh tim ahli untuk memastikan tidak ada data yang hilang atau korup selama perpindahan.
-
Software Mana Yang Paling Cocok Untuk Perusahaan Manufaktur?
Untuk perusahaan manufaktur, HashMicro dan Acumatica adalah pilihan terbaik. Keduanya memiliki modul manufaktur yang mendalam, mencakup manajemen Bill of Materials (BOM), perencanaan produksi, hingga pemantauan biaya produksi secara real-time yang seringkali tidak dimiliki software akuntansi biasa.





















