CNBC Awards

Pengertian Akuntan, Tugas, dan Tanggung Jawabnya

Diterbitkan:

Akuntan atau accountant merupakan profesi yang mempunyai peranan yang besar dalam suatu perusahaan. Hal ini karena profesi tersebut bersinggungan langsung dengan keuangan perusahaan.

Tugas dari akuntan adalam memastikan setiap transaksi tercatat rapi, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dari data itulah perusahaan bisa menilai kondisi keuangan dan mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat.

Akuntan juga menjaga kepatuhan perusahaan terhadap aturan pajak dan standar laporan keuangan. Karena itu, peran akuntan menjadi salah satu kunci agar operasional perusahaan tetap sehat dan terarah.

Key Takeaways

  • Akuntan adalah para ahli keuangan yang telah menyelesaikan pendidikan dalam bidang akuntansi di fakultas ekonomi dan lulus dari pendidikan profesi akuntansi (PPAk).
  • Seorang akuntan harus mempunyai tanggung jawab yang besar karena berkaitan dengan keuangan perusahaan.
  • Ada beberapa nama profesi akuntansi di Indonesia. Tentu saja, dasar profesi ini adalah pada jenis pekerjaan yang mereka lakukan.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Akuntan dan Perannya dalam Perusahaan 

      Akuntan adalah para ahli keuangan yang telah menyelesaikan pendidikan dalam bidang akuntansi di fakultas ekonomi dan lulus dari pendidikan profesi akuntansi (PPAk).

      Definisi ini juga ditegaskan oleh KBBI, yang menjelaskan bahwa mereka adalah para pakar yang bertugas merapikan, membimbing, mengawasi, memeriksa, dan memperbaiki catatan keuangan serta administrasi perusahaan atau bahkan instansi pemerintah.

      Peran utama akuntan adalah memantau dan mencatat alur keuangan organisasi atau perusahaan secara sah. Ketelitian dalam pencatatan dan perhitungan menjadi kunci penting untuk menghindari risiko-risiko besar yang bisa menimbulkan kerugian.

      Tanggung jawab yang diemban oleh para akuntan cukup krusial karena melibatkan perhitungan dan pencatatan data keuangan. Karenanya, kualitas pekerjaan yang mereka lakukan harus benar-benar prima untuk mencegah terjadinya kesalahan yang bisa berdampak serius pada perusahaan.

      Standar Akuntansi dan Organisasi Profesi di Indonesia

      Di Indonesia, terdapat standar-standar akuntansi yang penting bagi perusahaan dan organisasi, terutama standar IFRS (International Financial Reporting Standards) yang berlaku di seluruh dunia. Fakta bahwa Indonesia juga menjadi anggota IFAC (International Federation of Accountants) menjadikan IFRS sebagai pedoman akuntansi nasional.

      Profesi akuntan dianggap sangat penting oleh banyak perusahaan di Indonesia karena tanggung jawabnya yang begitu besar. Organisasi bernama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menjadi payung bagi para profesional akuntansi di Indonesia.

      Sejak didirikan pada tahun 1957, IAI berkomitmen untuk membimbing perkembangan akuntansi di negeri ini serta meningkatkan kualitas pekerjaan para akuntan. Jika Anda sedang menempuh pendidikan sarjana pada fakultas ekonomi jurusan akuntansi, maka setelah lulus Anda akan mendapatkan gelar sebagai (S.Ak).

      Tugas dan Tanggung Jawab Profesi Akuntan

      Seorang akuntan harus mempunyai tanggung jawab yang besar karena berkaitan dengan keuangan perusahaan. Tugas dan tanggung jawab profesi akuntan antara lain: 

      1. Membuat catatan keuangan dan evaluasi anggaran

      Pencatatan suatu keuangan perusahaan merupakan tugas utama dari seorang akuntansi. Proses pencatatan ini harus dilakukan secara baik dan teliti karena berkaitan dengan nasib perusahaan yang bergantung pada laporan keuangan tersebut.

      Selain melakukan pencatatan keuangan, terdapat tugas utama lainnya yakni evaluasi anggaran. Evaluasi anggaran ini merupakan upaya yang dilakukan oleh akuntan untuk melakukan peningkatan keuangan pada suatu perusahaan. 

      2. Mengatur pembayaran pajak dan menyelidiki kecurangan

      Profesi ini mempunyai keahlian dalam mengurus dan mengatur pajak. Tidak hanya melengkapi formulir dengan data-data saja, namun harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pajak.

      Selain itu juga harus dapat membantu perusahaan dalam melakukan perhitungan pajak secara efisien. Dalam perusahaan, terdapat beberapa oknum pegawai yang mungkin saja melakukan kecurangan.

      Maka dari itu pihak perusahaan membutuhkan seorang akuntan untuk menyelidiki kecurangan tersebut. 

      3. Mengontrol keuangan dan meningkatkan keuntungan

      Profesi seorang akuntansi mempunyai peran dalam mengatur keuangan perusahaan dan memastikan kestabilannya. Mengawasi arus keluar masuk keuangan sangatlah penting untuk menghindari uang yang telah digunakan untuk keperluan yang tidak terlalu penting.

      Dalam instansi bisa saja terjadi permasalahan keuangan yang berakibat fatal. Apabila masalah terjadi, maka sudah wajib hukumnya bagi seorang profesi akuntansi untuk mengatasi masalah rumit tersebut.

      Selain itu, profesi ini juga dituntut untuk bisa mengambil sikap untuk menentukan strategi bisnis kedepannya sehingga perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari sebelumnya.

      4. Mengatasi permasalahan keuangan perusahaan

      Seperti yang telah kita bahas sedikit sebelumnya, seorang akuntan tentunya sangat mengetahui posisi keuangan pada suatu perusahaan. Maka, akuntan harus mampu mengatasi masalah keuangan perusahaan agar tidak terjadi masalah yang fatal.

      Bahkan kesalahan sekecil apa pun dalam laporan atau perhitungan keuangan dapat berdampak negatif. Oleh karena itu, tugas utama pekerja akuntansi adalah mengelola masalah yang kompleks ini.

      5. Memberi saran dan masukan atas masalah keuangan

      Akuntan dengan pengalaman menangani keuangan berbagai perusahaan umumnya dapat memberikan saran dan pendapat tentang pengembangan bisnis dari perspektif keuangan.

      Mereka juga sering memberikan rekomendasi bagi perusahaan mengenai hal-hal seputar sumber daya, prosedur, dan masalah keuangan yang perusahaan hadapi.

      Dengan pengalaman dan keahlian tersebut, akuntan memungkinkan untuk memberikan umpan balik yang objektif dan saran yang berharga tentang perencanaan serta ide pengembangan bisnis.

      Baca Juga: Optimalkan Pembayaran Digital dengan Software Akuntansi

      Jenis Akuntan Berdasarkan Bidang dan Lingkup Pekerjaan

      Jenis Akuntan Berdasarkan Bidang dan Lingkup PekerjaanAkuntan bekerja dalam berbagai bidang, sehingga kita dapat mengelompokkan profesi ini berdasarkan fokus dan lingkungan kerjanya. Berikut ini adalah jenis akuntan yang dibedakan berdasarkan bidang dan lingkup pekerjaannya:

      1. Akuntan publik

      Terdapat profesi akuntan publik, mereka bekerja pada perusahaan khusus bernama public accounting firm atau kantor akuntan publik. Karena bersifat independen atau mandiri, akuntan publik memiliki kantor akuntannya sendiri dan menawarkan jasanya kepada masyarakat umum.

      Public accountant bertugas memberikan berbagai layanan seperti akuntansi dan audit, pajak, hingga konsultasi. Jasa yang ditawarkan pun beragam mulai dari penyusunan laporan keuangan, penyusunan sistem, verifikasi kewajaran laporan keuangan, konsultasi manajemen, hingga perpajakan.

      Selain jasa tersebut, terdapat juga jasa konsultasi seperti desain manajemen perusahaan, penerapan mekanisme pencatatan keuangan online, perencanaan gaji, hak-hak pegawai dan lain-lain.

      2. Pemerintah

      Selanjutnya, terdapat akuntan pemerintah atau government accountant. Sesuai namanya, profesi jenis ini sudah pasti berkutat pada kantor pemerintah seperti Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

      Mengutip dari Kementerian Keuangan RI, beberapa tugas mereka adalah melakukan pencatatan keuangan pemerintah, mengelompokan laporan keuangan.

      Selain itu, seorang akuntansi pemerintah juga harus menyimpulkan laporan keuangan dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. 

      3. Pendidik

      Profesi ini berfokus pada dunia pendidikan. Seorang pendidik mempunyai tugas untuk mengajar dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi. Melakukan penelitian dan pengembangan ilmu akuntansi juga menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus Anda lakukan jika mengambil jenis profesi ini.

      Secara umum, mereka tidak semata-mata untuk mengajar saja, tetapi merangkap dengan pekerjaan lain seperti membuka praktik untuk melayani kebutuhan masyarakat atau pihak yang membutuhkan keahlian tersebut. 

      4. Internal

      Profesi akuntansi selanjutnya adalah profesi yang berada dalam sebuah instansi atau perusahaan. Akuntan internal mempunyai kedudukan jabatan staf hingga kepala bagian akuntansi atau direktur keuangan.

      Mengutip dari Northeastern University, beberapa tugas seorang internal accountant adalah memastikan dokumen keuangan apakah sudah sesuai atau belum, menyiapkan laporan keuangan, serta menjaga laporan keuangan yang sudah ada. 

      5. Pajak

      Apakah Anda tertarik dengan dunia akuntansi dan pajak? Kalau iya, profesi tax accountant adalah pekerjaan yang tepat untukmu.

      Mereka adalah orang yang hanya berfokus terhadap pencatatan dan pembukuan pajak suatu perusahaan. Mengutip dari Intuit TurboTax, seorang tax accountant mempunyai tanggung jawab seperti menyiapkan perhitungan pajak, pelaporan pajak, hingga mengisi formulir lapor pajak.

      Setelah mengatur keuangan perusahaan, profesi ini wajib melaporkannya kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait pajak perusahaan. 

      6. Syariah

      Untuk perusahaan yang berpatokan pada hukum syariah Islam, umumnya mereka membutuhkan seorang akuntansi syariah yang memiliki pengetahuan lebih tentang perencanaan keuangan sesuai dengan standar akuntansi syariah.

      Karena berpegang pada prinsip syariah, standar kerjanya sesuai dengan standar akuntansi syariah dan juga berpegang pada keputusan MUI. Akuntansi syariah terbilang sangat baru dan masih jarang kita temui di Indonesia.

      Expert's Review

      “Perusahaan yang memiliki sistem akuntansi yang baik cenderung lebih siap menghadapi risiko keuangan. Di sinilah akuntan berperan besar dalam menjaga stabilitas bisnis.”

      — Jennifer Santoso CA, CFA, CPA, Head of Finance and Accounting

      Jabatan dalam Bidang Akuntansi & Keuangan

      Ada beberapa nama profesi akuntansi di Indonesia. Tentu saja, dasar profesi ini adalah pada spesifikasi pekerjaan yang mereka lakukan. Ini juga melengkapi referensi yang ada meningkatkan jenjang karir bagi para profesional.

      1. Financial controller atau pengawas keuangan

      Financial controller, atau pengawas keuangan, adalah posisi yang krusial dalam bidang akuntansi. Posisi ini memiliki tanggung jawab utama terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Meskipun teknologi software ERP berbasis cloud semakin banyak digunakan, peran pengawas keuangan tetap tak tergantikan.

      Mereka mengelola operasional keuangan, membantu dalam penyusunan anggaran, melakukan evaluasi staf keuangan, dan memastikan keuangan perusahaan tetap stabil dan akurat.

      Kualifikasi seperti ACCA atau CFA sering dianggap penting, dan penggunaan software akuntansi menjadi faktor kunci dalam mendukung tugas pengawas keuangan. Dalam rangka menjaga transparansi dan integritas, peran pengawas keuangan memiliki dampak besar pada kesuksesan perusahaan.

      2. Financial planner atau perencana keuangan

      Financial planning adalah proses krusial dalam mengelola keuangan perorangan maupun perusahaan, memungkinkan strategi pemasaran yang lancar dan mengurangi risiko likuiditas.

      Dengan bantuan seorang financial planner terampil, rencana keuangan dapat dibangun untuk mencapai tujuan finansial, didukung oleh software seperti CRM-Leads dan Marketing Automation untuk memperkuat hubungan dengan investor dan klien.

      Salah satu jalan menuju profesi financial planner adalah dengan magang di perusahaan, yang kemudian dapat diakui dengan sertifikat perencana keuangan dari instansi terkait. Dengan dukungan financial planner yang terampil dan sertifikat resmi, perencanaan keuangan menjadi landasan penting dalam mengembangkan bisnis dengan sukses dan berkelanjutan.

      3. Credit analyst

      Seorang credit analyst sangat dibutuhkan di perusahaan yang bergerak di bidang keuangan misalnya, bank, lembaga pembiayaan atau leasing. Credit analyst mempunyai tugas utama yaitu menganalisis kemampuan calon pencari kredit atau hutang.

      Hal ini guna mengetahui kemampuan calon pencari kredit dalam melakukan pembayaran pinjaman, yaitu biaya pokok pinjaman tambah bunga yang telah mereka sepakati.

      4. Financial analyst

      Financial analyst dalam melaksanakan pekerjaannya membutuhkan laporan keuangan, yang kemudian laporan tersebut mereka analisis secara kondisi dan nilai berdasarkan kemampuan dari perusahaan di masa yang akan datang.

      Inti dari analisa finansial ini menang melakukan identifikasi, memberikan prediksi dalam bisnis. Kemudian seorang analisa finansial akan memberikan jalan keluar untuk meminimalisir risiko pada bisnis.

      5. Business analyst

      Seorang business analyst memiliki tugas yaitu untuk memberikan pemahaman dalam melaksanakan suatu analisa bagi kebutuhan bisnis yang dijalankan baik itu perorangan atau perusahaan. Profesi business analyst mempunyai keahlian dalam hal mendengarkan sehingga profesi business analyst dapat memberikan jalan keluar dalam hal bisnis.

      6. Akuntan profesional

      Seorang akuntan bekerja untuk perusahaan di sektor industri tertentu seperti industri baja, kesehatan, pertambangan dan penjualan. Akuntan profesional yang bekerja pada suatu perusahaan tentunya adalah orang-orang yang memiliki banyak pengalaman.

      Akuntan profesional juga memiliki pengalaman dalam menyusun laporan keuangan tahunan untuk perusahaan tempat mereka bekerja.

      7. Auditor profesional

      Ada dua macam profesi auditor yaitu internal auditor dan eksternal auditor. Pada pemeriksaan di internal, auditor bekerja langsung di dalam perusahaan untuk melakukan pemeriksaan secara spesifik. Sementara auditor eksternal bekerja pada sebuah perusahaan yang memang menyediakan jasa audit secara independen.

      Dalam melakukan pekerjaan sebagai auditor harus memperhatikan tentang laporan keuangan sebuah perusahaan. Apakah laporan perusahaan sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan atau belum.

      8. Konsultan software akuntansi

      Tugas seorang konsultan software akuntansi adalah fokus pada proses bisnis dan implementasinya, menyelidiki kebutuhan pengguna, merancang alur proses bisnis, melakukan analisis perusahaan, hingga proses penerapan nya ke perangkat lunak akuntansi

      Konsultan perangkat lunak harus mengetahui proses bisnis suatu industri atau perusahaan, serta dapat menyesuaikan penggunaan perangkat lunak akuntansi dengan kebutuhan perusahaan semaksimal mungkin.

      Dengan adanya penjelasan dari jenis analisis perusahaan maka akan memahami lebih mendalam lagi dan menggali kebutuhan perusahaan, pada akhirnya Anda bisa mengimplementasikan dan memilihkan software akuntansi yang kiranya cocok untuk bisnis tersebut.

      Kesimpulan

      Bagi suatu perusahaan berskala besar, mempunyai seorang akuntan merupakan hal yang wajib. Tak lain, karena profesi ini berkaitan erat dengan keuangan perusahaan. Kesalahan dalam perhitungan keuangan bisa saja memberi dampak negatif untuk perusahaan.

      Akuntan memastikan laporan keuangan tersusun akurat dan dapat dipercaya. Dengan begitu, perusahaan dapat mengelola keuangan lebih aman dan menjalankan bisnis dengan lebih terarah.

      Accounting_Definisi

      Pertanyaan Seputar Akuntan

      • Apa itu akuntan?

        Akuntan adalah seseorang yang mempunyai peran untuk memonitor dan melakukan pencatatan alur keuangan pada suatu organisasi atau perusahaan.

      • Berapa biaya yang diperlukan untuk membuat Software Akuntansi?

        Biaya yang diperlukan tergantung dengan kebutuhan perusahaan, untuk lebih lengkapnya bisa cek disini.

      • Apa yang dimaksud dengan akuntan?

        Akuntan atau accountant merupakan profesi yang identik dengan pembuatan laporan keuangan.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya