CNBC Awards

Jurnal Retur Penjualan: Jenis, Cara Mencatat, dan Contohnya

Diterbitkan:

Jurnal retur penjualan adalah catatan akuntansi yang digunakan untuk merekam transaksi pengembalian barang dari pelanggan. Pencatatan ini penting untuk menjaga keakuratan laporan keuangan dan memantau perubahan dalam pendapatan bisnis.

Namun, bagaimana jika pencatatan dilakukan secara manual yang rentan kesalahan? Proses ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga meningkatkan risiko ketidaksesuaian data yang dapat berdampak pada pengambilan keputusan yang kurang tepat.

Memahami jurnal retur penjualan lebih dalam dapat membantu Anda meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan bisnis melalui solusi sistem akuntansi yang canggih.

Key Takeaways

  • Jurnal retur penjualan adalah catatan yang merekam transaksi pengembalian barang dari pelanggan kepada penjual.
  • Fungsi jurnal umum retur penjualan berperan penting untuk membantu mencatat setiap transaksi pengembalian.
  • Sistem Akuntansi dapat mengurangi beban pemilik usaha dengan mengotomatisasi pencatatan jurnal retur penjualan dan mengurangi risiko terjadinya kesalahan akibat pencatatan manual.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa itu Jurnal Retur Penjualan?

      Jurnal retur penjualan adalah catatan akuntansi yang merekam transaksi pengembalian barang dari pelanggan kepada penjual. Pencatatan ini mencakup detail seperti tanggal retur, jumlah barang, nilai transaksi, serta akun yang terlibat dalam proses pengembalian.

      Pencatatan akuntansi dilakukan yang digunakan ketika pelanggan mengembalikan barang yang telah dibeli karena alasan tertentu, seperti cacat, tidak sesuai pesanan, atau alasan lain.

      Pembuatan jurnal keuangan ini membantu mencatat setiap transaksi retur secara sistematis untuk menjaga keakuratan data keuangan. Informasi yang dicatat meliputi nama pelanggan, nomor faktur, alasan retur, serta jumlah barang yang dikembalikan.

      Fungsi Jurnal Retur dalam Akuntansi Bisnis

      Fungsi jurnal umum retur penjualan berperan penting dalam akuntansi bisnis karena membantu mencatat setiap transaksi pengembalian secara sistematis. Berikut adalah fungsi utama jurnal retur penjualan perpetual dalam akuntansi bisnis:

      • Mencatat pengembalian barang: Mendokumentasikan transaksi retur secara rinci untuk referensi di masa mendatang.
      • Menyesuaikan pendapatan: Mengurangi nilai penjualan agar sesuai dengan kondisi aktual setelah retur barang terjadi.
      • Memantau aktivitas retur: Membantu mengidentifikasi pola retur yang bisa menjadi dasar evaluasi kinerja penjualan.
      • Mendukung audit dan pelaporan: Menyediakan data akurat untuk keperluan audit internal maupun eksternal.
      • Mengontrol stok barang: Memastikan stok barang diperbarui sesuai dengan barang yang dikembalikan ke gudang.

      Jenis-jenis Jurnal Retur Penjualan

      Jenis-jenis Jurnal Retur Penjualan

      Setiap jenis jurnal khusus retur penjualan memiliki karakteristik yang berbeda, tergantung pada metode pembayaran dan jumlah barang yang dikembalikan. Untuk memahami perbedaannya, berikut adalah penjelasan lengkapnya:

      1. Jurnal retur penjualan tunai

      Jurnal retur penjualan tunai digunakan untuk mencatat pengembalian barang dari transaksi yang dibayar secara tunai. Pencatatan dilakukan dengan mengurangi pendapatan tunai dan menyesuaikan stok barang sesuai jumlah yang dikembalikan oleh pelanggan.

      2. Jurnal retur penjualan kredit  

      Jurnal retur penjualan debit atau kredit mencatat pengembalian barang dari transaksi penjualan secara kredit. Proses ini melibatkan penyesuaian akun trade receivable karena adanya pengurangan nilai tagihan kepada pelanggan atas barang yang dikembalikan.

      3. Jurnal khusus retur penjualan sebagian  

      Jurnal retur penjualan sebagian digunakan saat pelanggan hanya mengembalikan sebagian barang dari total pembelian. Pencatatan disesuaikan dengan jumlah dan nilai barang yang dikembalikan, tanpa memengaruhi sisa barang yang masih dimiliki pelanggan.

      4. Jurnal retur penjualan penuh  

      Jurnal retur penjualan penuh mencatat pengembalian seluruh barang dalam satu transaksi penjualan. Pencatatan dilakukan dengan membalikkan seluruh nilai penjualan, mengurangi pendapatan, dan menyesuaikan stok sesuai barang yang dikembalikan.

      Perbedaan Retur Penjualan dan Pembelian

      Adanya retur atau pengembalian barang perlu dicatat dengan tepat dalam pembukuan. Hal ini penting untuk menyesuaikan kembali arus kas serta persediaan yang semestinya sudah keluar namun akhirnya kembali.

      Dalam akuntansi, retur dibagi menjadi dua jenis yang harus dicatat, yaitu retur penjualan dan retur pembelian. Berikut penjelasan mengenai perbedaan dari masing-masing jenis retur:

      Definisi
      Retur penjualan adalah pengembalian barang dari pelanggan kepada perusahaan karena barang yang diterima tidak sesuai. Sedangkan retur pembelian adalah pengembalian barang dari perusahaan kepada pemasok akibat kerusakan pada barang yang diterima.

      Hubungan
      Retur penjualan terjadi antara pelanggan sebagai pembeli dengan perusahaan sebagai penjual. Sementara itu, retur pembelian melibatkan hubungan antara perusahaan sebagai pembeli dengan pemasok atau supplier sebagai penjual.

      Berdasarkan Jenis
      Retur penjualan dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk, yaitu:

      • Pengembalian barang yang diikuti dengan pengurangan nilai piutang pelanggan.
      • Pengembalian dana atas transaksi penjualan yang dibatalkan.
      • Penukaran barang rusak dengan produk baru oleh pihak penjual.

      Sedangkan retur pembelian terdiri dari dua kategori utama:

      • Retur pembelian yang diselesaikan dengan pengurangan utang (kredit).
      • Retur pembelian yang diselesaikan melalui pengembalian uang tunai.

      Cara Membuat Jurnal Retur Penjualan dengan Tepat

      Membuat jurnal retur penjualan dengan tepat penting untuk menjaga keakuratan laporan keuangan bisnis. Proses ini melibatkan pencatatan detail transaksi pengembalian barang agar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Berikut langkah-langkahnya:

      1. Identifikasi transaksi retur

      Identifikasi detail transaksi seperti tanggal retur, nomor faktur, nama pelanggan, dan alasan retur. Pastikan semua dokumen pendukung seperti nota retur dan faktur tersedia untuk validasi.

      2. Tentukan akun yang terlibat

      Tentukan akun-akun yang terlibat, seperti akun penjualan, retur penjualan, piutang dagang (untuk kredit), atau kas (untuk tunai). Ini memastikan pencatatan sesuai dengan jenis transaksi yang terjadi.

      3. Tentukan posisi debit/kredit

      Analisis posisi debit atau kredit untuk setiap akun. Retur penjualan biasanya dicatat di sisi debit untuk mengurangi pendapatan, sementara piutang atau kas dikredit untuk mencatat pengembalian dana.

      4. Hitung nilai retur

      Hitung nilai retur berdasarkan harga jual barang yang dikembalikan. Pastikan jumlah yang dicatat sesuai dengan nilai transaksi awal untuk menjaga konsistensi dalam laporan keuangan.

      5. Catat ke jurnal umum

      Masukkan data transaksi ke jurnal umum, termasuk tanggal, deskripsi transaksi, akun terkait, serta nominal pada kolom debit dan kredit. Pastikan pencatatan akurat sesuai dokumen pendukung.

      6. Review dan verifikasi

      Periksa ulang jurnal untuk memastikan tidak ada kesalahan pencatatan. Verifikasi data dengan dokumen pendukung sebelum memposting ke buku besar agar laporan keuangan tetap akurat.

      Contoh Jurnal Retur Penjualan

      Mencatat jurnal retur penjualan dengan benar penting untuk memastikan laporan keuangan tetap akurat. Berikut contoh jurnal retur penjualan untuk membantu memahami prosesnya dengan jelas.

      Kasus 1: Retur Penjualan Tunai

      PT ABC menjual barang senilai Rp10.000.000 secara tunai kepada pelanggan. Beberapa hari kemudian, pelanggan mengembalikan barang senilai Rp2.000.000 karena barang rusak. Perusahaan mengembalikan uang tunai sesuai nilai barang yang dikembalikan.

      Tanggal Akun Debit Kredit
      01/02/2024 Retur Penjualan 2.000.000
      01/02/2024 Kas 2.000.000

      Pada transaksi ini, akun Retur Penjualan didebit untuk mencatat pengurangan pendapatan akibat pengembalian barang. Akun Kas dikredit karena perusahaan mengembalikan uang tunai kepada pelanggan.

      Kasus 2: Retur Penjualan Kredit

      PT XYZ menjual barang senilai Rp15.000.000 secara kredit kepada pelanggan. Setelah beberapa waktu, pelanggan mengembalikan sebagian barang senilai Rp3.000.000 karena tidak sesuai pesanan. Nilai retur ini akan mengurangi saldo piutang dagang pelanggan.

      Tanggal Akun Debit Kredit
      05/02/2024 Retur Penjualan 3.000.000
      05/02/2024 Piutang Dagang 3.000.000

      Pada transaksi ini, akun Retur Penjualan didebit untuk mencatat pengembalian barang yang mengurangi pendapatan. Akun Piutang Dagang dikredit untuk mengurangi jumlah tagihan pelanggan, karena pengembalian barang berarti pelanggan tidak perlu membayar sebesar nilai retur tersebut.

      Poin Penting Tentang Entri Jurnal Retur Penjualan

      Mencatat retur penjualan dengan tepat sangat penting untuk menjaga keakuratan laporan keuangan milik perusahaan. Oleh karena itu, memahami cara mencatat jurnal retur penjualan secara benar menjadi bagian penting dalam proses akuntansi perusahaan.

      Berikut hal-hal penting yang harus Anda perhatikan:

      1. Tinjau Rasio

      Karena transaksi penjualan bisa dilakukan secara tunai maupun kredit, penting untuk memeriksa rasio yang digunakan perusahaan. Jika detail pelanggan tidak tersedia, maka pencatatan jurnal tetap perlu dilakukan berdasarkan informasi yang ada.

      2. Dampak pada Margin

      Ketika akun penjualan didebet, pendapatan perusahaan akan menurun. Hal ini secara langsung akan memengaruhi margin kotor yang dimiliki perusahaan. Jika retur terjadi dalam jumlah besar, hal ini bisa memengaruhi laporan laba rugi secara signifikan

      Hal ini dikarenakan selain mengurangi pendapatan, biaya tambahan seperti pengiriman balik atau pemeriksaan barang juga bisa muncul.

      3. Perhatikan Harga Pokok Penjualan (HPP)

      Retur penjualan memengaruhi persediaan karena barang yang dikembalikan akan kembali dicatat sebagai stok. HPP harus disesuaikan dan margin kotor juga harus diperhatikan, tergantung metode pencatatan dilakukan berdasarkan penjualan atau biaya.

      Jika pencatatan dilakukan berdasarkan penjualan, maka jumlah penjualan bisa langsung dikurangi. Namun jika berdasarkan biaya, maka penyesuaian harus dilakukan pada HPP atau kuantitas barang.

      Karena retur penjualan tidak menghasilkan pendapatan baru, maka baik nilai HPP maupun persediaan harus disesuaikan agar mencerminkan laba yang sebenarnya.

      Expert’s Review
      Jennifer Santoso

      Tanpa jurnal retur, terjadi diskoneksi antara stok fisik di gudang dengan catatan di buku besar. Hal ini akan mengakibatkan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) menjadi tidak akurat, yang pada akhirnya memicu kesalahan penghitungan laba kotor.

      — Jennifer Santoso, Finance & Accounting VP

      Kesimpulan

      Jurnal retur penjualan merupakan elemen penting dalam akuntansi bisnis untuk mencatat transaksi pengembalian barang secara akurat. Pencatatan yang tepat membantu menjaga keakuratan laporan keuangan dan memudahkan analisis kinerja penjualan.

      Untuk mengelola jurnal retur penjualan secara efisien, Software Akuntansi dapat menjadi solusi yang tepat. Dengan fitur-fitur otomatis, sistem ini membantu mengurangi risiko kesalahan pencatatan dan memastikan data keuangan selalu terupdate.

      Accounting_Definisi

      Pertanyaan Seputar Jurnal Retur Penjualan

      • Retur penjualan dicatat di jurnal apa?

        Retur penjualan dicatat di jurnal umum sebagai bagian dari transaksi penyesuaian. Pencatatan ini bertujuan untuk mengurangi pendapatan penjualan dan menyesuaikan akun terkait, seperti kas atau piutang dagang.

      • Bagaimana cara mencatat transaksi retur penjualan?

        Cara mencatat transaksi retur penjualan melibatkan mendebit akun retur penjualan untuk mengurangi pendapatan dan mengkredit akun kas (jika tunai) atau piutang dagang (jika kredit) sesuai nilai barang yang dikembalikan.

      • Bagaimana cara memasukkan retur penjualan?

        Memasukkan retur penjualan dilakukan dengan membuat entri di jurnal umum. Tuliskan tanggal transaksi, deskripsi retur, akun yang terlibat, dan nominal pada kolom debit (retur penjualan) serta kredit (kas atau piutang dagang).

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya