CNBC Awards

Apa itu Scrap Material? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Diterbitkan:

Scrap material sering muncul di hampir semua proses produksi, mulai dari pemotongan bahan hingga tahap finishing. Bentuknya bisa berupa potongan sisa, bahan cacat, atau material yang tersisa karena penyesuaian ukuran maupun spesifikasi.

Di operasional harian, scrap perlu dilihat sebagai data proses, bukan sekadar sisa bahan. Dari catatan scrap, tim bisa menilai konsistensi setelan mesin, ketepatan perencanaan material, dan stabilitas kualitas kerja antar-batch.

Ketika scrap dicatat dan dipetakan dengan rapi, perusahaan lebih mudah membaca pola yang sebelumnya tersembunyi. Fokusnya bukan hanya menghitung volume, tetapi juga menelusuri sumber scrap, titik proses yang paling sering memunculkan sisa, serta peluang perbaikan yang paling masuk akal.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Key Takeaways

      Daftar Isi:

        Daftar Isi

          Apa itu Scrap Material? 

          Scrap material adalah sisa bahan yang dihasilkan dari proses produksi yang tidak digunakan untuk produk utama. Contoh umum meliputi potongan logam dari industri manufaktur, serpihan kayu dari pembuatan furnitur, atau sisa kain dari industri tekstil.

          Limbah sisa dapat diolah kembali melalui proses daur ulang atau dijual sebagai bahan baku untuk keperluan industri lain. Misalnya, serpihan logam dapat dilebur kembali menjadi material baru, sementara sisa kain bisa digunakan untuk membuat produk turunan seperti kain lap. 

          Mengelola scrap material secara efektif juga mendukung prinsip produksi berkelanjutan dan ramah lingkungan.

          Dengan memanfaatkan sisa bahan, perusahaan dapat mengurangi biaya produksi, meminimalkan dampak lingkungan, dan berkontribusi pada ekonomi sirkular. Oleh karena itu, memahami pengelolaan scrap material menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.

          Dari Mana Scrap Material itu Berasal? 

          Setelah memahami definisi scrap material, penting untuk mengetahui dari mana bahan ini berasal. Scrap material tidak muncul begitu saja, melainkan merupakan hasil dari berbagai proses produksi di perusahaan manufaktur. 

          Lebih lanjutnya, memahami asal-usulnya akan membantu Anda mengelola scrap dengan lebih efektif, meminimalkan limbah, dan memaksimalkan peluang daur ulang atau pendapatan tambahan. Di bawah ini adalah penjelasan dari mana scrap material itu berasal: 

          1. Pemotongan dan perakitan

          Selama proses pemotongan bahan mentah seperti logam, kain, atau kayu, sering kali terdapat sisa material yang tidak terpakai. Contohnya, fungsi scrap potongan logam yang terlalu kecil dapat digunakan kembali dalam industri tekstil.

          2. Produk cacat atau gagal

          Barang yang tidak memenuhi standar kualitas atau mengalami cacat selama proses produksi menjadi scrap material. Misalnya, produk plastik yang tidak terbentuk sempurna saat dicetak atau kaca yang pecah saat pemrosesan.

          3. Perbaikan dan pembongkaran

          Dalam proses perbaikan produk atau pembongkaran mesin, bagian yang sudah tidak bisa digunakan lagi sering menjadi limbah scrap. Contohnya termasuk komponen elektronik bekas atau suku cadang yang rusak.

          4. Pembersihan dan pemrosesan

          Sisa material seperti serbuk kayu, serpihan logam, atau bahan cair yang tersisa setelah proses pemolesan, pengeboran, atau pelapisan juga menjadi sumber limbah scrap.

          5. Sisa dari pengecoran atau cetak

          Dalam industri pengecoran logam atau plastik, material berlebih seperti sisa cetakan atau bagian yang harus dipotong dari produk akhir menjadi limbah scrap. Bahan ini sering dilebur ulang untuk digunakan kembali.

          6. Produksi berlebihan

          Kadang-kadang, material yang dihasilkan melebihi kebutuhan produksi dan menjadi tidak terpakai. Contohnya termasuk bahan kimia yang tidak terpakai atau batch bahan baku yang sudah kadaluwarsa.

          Jenis-Jenis Scrap Material Berdasarkan Industri

          Setelah mengetahui definisi dan asal-usul scrap material, langkah selanjutnya adalah memahami jenis-jenisnya. Hal ini penting karena setiap jenis scrap memiliki karakteristik dan nilai yang berbeda, tergantung pada bahan dan proses produksinya. 

          Berikut penjelasan mengenai berbagai jenis scrap barang yang umum ditemukan di industri manufaktur:

          1. Logam dan baja

          Industri otomotif, konstruksi, dan mesin sering menghasilkan sisa potongan logam, baja, atau aluminium dari proses pemotongan, pengecoran, atau perakitan. Limbah crap ini umumnya dilebur ulang untuk digunakan kembali sebagai bahan baku dalam produksi baru, sehingga membantu mengurangi biaya dan limbah.

          2. Sisa kain atau tekstil

          Dalam industri garmen, potongan kain yang tersisa setelah proses pemotongan pola sering kali menjadi scrap material. Sisa-sisa ini biasanya digunakan untuk membuat produk turunan seperti patchwork, kain lap, atau bahkan diolah kembali menjadi bahan serat daur ulang.

          3. Kayu dan serpihan

          Di industri furnitur atau kayu, potongan kayu kecil, serpihan, dan sisa pemotongan menjadi scrap barang. Material ini sering dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa, papan partikel, atau produk kecil seperti aksesoris kayu.

          4. Plastik dan karet

          Di sektor manufaktur plastik dan karet, sisa bahan dari proses cetak injeksi, potongan yang cacat, atau produk gagal menjadi limbah scrap. Bahan ini dapat dihancurkan dan dilebur kembali untuk pembuatan produk baru, membantu mengurangi penggunaan bahan baku segar.

          5. Sisa kertas dan karton

          Industri percetakan, pengemasan, atau pembuatan kertas menghasilkan sisa kertas dan karton yang tidak sesuai spesifikasi. Scrap barang ini sering didaur ulang menjadi kertas baru atau digunakan untuk pembuatan produk seperti karton daur ulang.

          6. Serpihan kaca

          Di industri kaca, pecahan kaca atau serpihan dari proses produksi sering menjadi scrap material. Kaca ini dapat dilebur ulang untuk dijadikan produk baru seperti botol atau kaca lembaran.

          7. Sisa bahan kimia atau cairan

          Dalam beberapa industri, seperti farmasi atau kimia, sisa bahan cair atau bubuk sering menjadi scrap material. Jika memungkinkan, bahan ini dapat diolah kembali atau dimanfaatkan sebagai produk sekunder dalam industri lain.

          Cara Penanganan Scrap Material yang Efektif bagi Bisnis

          Sebelumnya, kami telah menjelaskan bahwa scrap material, meskipun dianggap limbah, tetap memiliki nilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan. Namun, untuk mengoptimalkan nilai tersebut, diperlukan penanganan yang tepat dan strategis. 

          Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar pengelolaan limbah scrap bisa menjadi efektif: 

          1. Identifikasi dan klasifikasi scrap material

          Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengidentifikasi jenis scrap material yang dihasilkan, seperti logam, kain, plastik, atau kertas. Setelah itu, klasifikasikan berdasarkan bahan dan nilai ekonomisnya untuk mempermudah Anda dalam pengelolaan limbah scrap.

          2. Daur ulang dan pemanfaatan ulang

          Daur ulang scrap menjadi bahan baku baru atau memanfaatkan ulang dalam proses produksi adalah cara yang efektif untuk mengurangi limbah. Contohnya, logam dapat dilebur ulang, dan kain dapat digunakan untuk membuat produk turunan.

          3. Penjualan kepada pihak ketiga

          Jika scrap material tidak dapat digunakan kembali, langkah yang bisa Anda lakukan adalah menjualnya kepada perusahaan daur ulang atau industri lain yang membutuhkan bahan tersebut. Sehingga, Anda tetap bisa mengambil keuntungan dari limbah scrap tersebut. 

          4. Penerapan sistem pengelolaan limbah

          Menggunakan sistem pengelolaan limbah yang terorganisir sangat penting untuk melacak, menyimpan, dan mendistribusikan scrap material dengan lebih efektif. Sistem ini tidak hanya memaksimalkan potensi pemanfaatan limbah, tetapi juga membantu perusahaan menjaga efisiensi operasional. 

          HashManufacturingAutomation

          5. Peningkatan efisiensi produksi

          Mengurangi limbah sisa dapat dilakukan dengan meningkatkan efisiensi proses produksi, seperti menggunakan teknologi manufaktur plastik guna meningkatkan presisi produksi. Sistem ini membantu proses pengelolaan berbasis data, sehingga dapat meminimalisir limbah dan menekan biaya produksi secara efisien.

          Contoh Pengelolaan Scrap Material untuk Berbagai Skala Bisnis

          Pengelolaan scrap material perlu disesuaikan dengan skala bisnis dan kompleksitas proses produksi yang dijalankan.

          Pada bisnis kecil, pencatatan scrap umumnya masih sederhana dan berfokus pada pemisahan sisa material agar tidak tercampur dengan bahan layak pakai, sementara bisnis menengah mulai memanfaatkannya sebagai bahan evaluasi kualitas dan perencanaan produksi.

          Di sisi lain, bisnis berskala besar biasanya memperlakukan scrap sebagai bagian dari indikator kinerja operasional. Dengan volume produksi yang tinggi dan banyaknya lini kerja, scrap perlu dicatat secara terpusat agar pola penyebabnya dapat dianalisis dan digunakan sebagai dasar perbaikan proses secara berkelanjutan.

          Industri Jenis Scrap Utama Strategi Optimal
          Manufaktur Logam Serpihan besi, aluminium Buyback program dengan smelter
          Tekstil & Garmen Sisa kain, benang Partnership UMKM, produk turunan
          Furniture & Kayu Serpihan kayu, serbuk gergaji Briket, chipboard, kompos
          Plastik Rejected parts, runner Regranulasi in-house
          Elektronik PCB, komponen Recycler berlisensi B3

          Peran Teknologi dalam Optimasi Pengelolaan Scrap

          Dalam praktiknya, teknologi membantu dengan menghubungkan pencatatan scrap langsung ke aktivitas produksi harian. Di sebuah pabrik komponen otomotif, scrap dicatat per mesin dan per shift saat work order ditutup, sehingga terlihat jelas bahwa tingkat scrap tertinggi terjadi pada mesin tertentu di shift malam.

          • Agar prosesnya lebih terarah, sistem biasanya bekerja melalui beberapa tahapan berikut:
          • Pencatatan scrap real-time berdasarkan work order, mesin, dan shift produksi
          • Pengelompokan jenis scrap (cacat dimensi, potongan sisa, rejected parts) agar penyebabnya mudah dianalisis
          • Integrasi dengan quality control dan maintenance untuk menautkan scrap dengan hasil inspeksi dan downtime mesin
          • Dashboard analitik yang menampilkan tren scrap per periode, lini, dan produk

          Dari data tersebut, pabrik dapat mengambil tindakan yang lebih tepat. Pada kasus di atas, penyesuaian setelan mesin dan jadwal maintenance menurunkan scrap secara bertahap, sekaligus menekan biaya bahan baku dan rework tanpa mengganggu target produksi.

          Kesimpulan

          Scrap material muncul sebagai sisa material dari proses produksi yang tidak terpakai lagi, tetapi belum tentu tidak bernilai. Jika pencatatan dan pemilahannya rapi, scrap bisa membantu perusahaan menekan pemborosan sekaligus menjaga efisiensi produksi.

          Agar pengelolaannya lebih konsisten, banyak perusahaan memilih sistem manufaktur terintegrasi untuk mencatat scrap secara akurat dan real-time. Dengan dukungan modul seperti perencanaan kebutuhan produksi, pengendalian kualitas, serta integrasi IoT, pemakaian material lebih mudah dipantau dari awal hingga akhir proses.

          Jika perusahaan ingin memetakan alur scrap material yang paling sering terjadi dan cara mengelolanya lebih rapi, konsultasi gratis bisa jadi langkah awal yang praktis. Lewat sesi ini, tim dapat membantu meninjau proses Anda dan memberi rekomendasi pendekatan yang sesuai kebutuhan operasional.

          HashManufacturingAutomation

          Pertanyaan Seputar Scrap Material

          • Apa yang dimaksud barang scrap?

            Barang scrap adalah sisa material dari proses produksi yang tidak dapat digunakan kembali untuk tujuan awalnya. Meski tidak terpakai, barang scrap masih memiliki nilai dan dapat dijual atau didaur ulang untuk penggunaan lain.

          • Apa itu biaya scrap?

            Biaya scrap adalah biaya yang timbul akibat material yang terbuang atau tidak terpakai dalam proses produksi. Biaya ini mencakup kerugian dari material yang tidak memenuhi standar atau rusak, serta biaya penanganan atau daur ulangnya.

          • Apa itu scrap dalam produksi?

            Scrap dalam produksi adalah sisa material yang tidak dapat digunakan lagi untuk tujuan aslinya.

          Kinan Eliana

          Content Writer

          Kinan telah berpengalaman selama 3 tahun di bidang content writing untuk industri manufaktur, konstruksi, dan retail. Ia secara konsisten mengulas topik terkait proses operasional bisnis manufaktur, manajemen omnichannel, manajemen proyek, serta implementasi teknologi digital untuk proses bisnis.

          Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



          HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


          Nadia

          Nadia
          Balasan dalam 1 menit

          Nadia
          Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

          Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
          6281222846776
          ×

          Chapter Selanjutnya