Forecasting budget membantu perusahaan memproyeksikan biaya dan pendapatan untuk periode ke depan berdasarkan data historis dan kondisi terbaru. Pendekatan ini membuat perencanaan anggaran lebih adaptif saat ada perubahan prioritas bisnis.
Selain menjadi dasar perencanaan, forecasting memudahkan pemantauan realisasi terhadap rencana. Tim dapat membandingkan proyeksi dengan aktual secara berkala, lalu menyesuaikan alokasi agar penggunaan anggaran tetap terarah dan arus kas terjaga.
Agar prosesnya konsisten, forecasting perlu ditopang data yang rapi dan alur kerja yang jelas lintas departemen. Melalui konsultasi gratis, proses budgeting dapat ditinjau, kebutuhan laporan disepakati, dan metode forecasting disusun sesuai karakter industri serta skala perusahaan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Budget Forecasting: Definisi dan Perannya dalam Perencanaan Keuangan
Sebelum kami menyelami lebih dalam mengenai forecasting budget, kami akan membahas terlebih dahulu mengenai apa itu budget dalam perusahaan.
Budget (anggaran) adalah rencana keuangan perusahaan untuk mengelola pendapatan, Anggaran Penjualan, dan sumber daya pada periode tertentu.
Kami sudah membahas mengenai apa itu budget, tetapi bagaimana dengan forecasting? Apa itu forecasting? Forecasting adalah proses memperkirakan kejadian di masa depan (Sales Forecasting) menggunakan data historis, tren saat ini, dan faktor eksternal (misalnya kondisi pasar, musiman, regulasi).
Jadi, apa itu Forecasting Budget? Forecasting budget adalah proses memprediksi pendapatan, pengeluaran, dan kebutuhan keuangan perusahaan di masa depan berdasarkan data historis, analisis tren, dan asumsi yang relevan.
Proses ini melibatkan pengumpulan informasi internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi keuangan.
Budget forecasting lebih unggul dibandingkan dengan anggaran tradisional karena bersifat lebih fleksibel. Hal ini karena dalam anggaran tradisional, anggaran biasanya ditetapkan di awal periode, seperti tahun fiskal, dan tidak diubah meskipun ada perubahan signifikan dalam lingkungan bisnis.
Cara Melakukan Forecasting Budget
Melakukan forecasting budget yang tepat dapat membantu perusahaan memperkirakan kebutuhan biaya secara lebih akurat. Berikut adalah langkah – langkahnya:
1. Identifikasi faktor yang memengaruhi biaya: Menentukan variabel internal dan eksternal seperti inflasi, tren pasar, perubahan teknologi, atau ekspansi operasional.
2. Gunakan metode forecasting yang sesuai: Memilih metode seperti time series, regresi, atau pendekatan kualitatif berdasarkan kebutuhan dan kompleksitas bisnis.
3. Bandingkan skenario optimis, realistis, dan pesimis: Membuat beberapa skenario untuk melihat kemungkinan perubahan dan risiko yang mungkin muncul.
4. Gunakan software budgeting: Memanfaatkan perangkat lunak untuk mempermudah kalkulasi, visualisasi data, dan akurasi proyeksi.
5. Evaluasi dan perbarui secara berkala: Meninjau ulang forecasting sesuai perubahan kondisi bisnis agar anggaran selalu relevan dan akurat.
Manfaat Forecasting Budget bagi Perusahaan
Kami sudah membahas mengenai budget forecasting, tetapi bagaimana dengan keuntungannya? Jangan khawatir, kami akan membahas keuntungan mengenai yang bisa didapat dari penerapan budget forecasting di bawah ini!
1. Perencanaan keuangan yang lebih akurat
Forecasting budgeting membantu perusahaan membuat proyeksi keuangan berdasarkan data historis dan tren pasar yang sedang berlangsung. Dengan demikian, perusahaan dapat mengantisipasi pengeluaran dan pendapatan di masa depan dengan lebih akurat.
2. Pengambilan keputusan yang lebih baik
Dengan informasi yang diperoleh melalui forecasting budgeting, manajemen dapat membuat keputusan yang lebih tepat.
Misalnya, perusahaan dapat memutuskan kapan waktu terbaik untuk melakukan investasi, memperluas bisnis, atau mengurangi pengeluaran. Keputusan-keputusan ini menjadi lebih terarah karena berdasarkan data yang realistis, bukan asumsi.
3. Identifikasi dini terhadap masalah keuangan
Salah satu keuntungan utama dari forecasting budgeting adalah kemampuan untuk mendeteksi potensi masalah keuangan lebih awal.
Misalnya, jika proyeksi menunjukkan penurunan pendapatan, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan sebelum situasi tersebut memburuk. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih siap menghadapi tantangan dan mengurangi risiko.
4. Meningkatkan efisiensi operasional
Forecasting budgeting memungkinkan perusahaan untuk meninjau alokasi sumber daya secara berkala dan menyesuaikan anggaran sesuai kebutuhan.
Dengan adanya pandangan yang lebih jelas tentang kebutuhan keuangan di masa depan, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan efisiensi dalam operasional harian.
5. Memfasilitasi evaluasi kinerja
Dengan anggaran yang dibuat melalui forecasting, perusahaan memiliki tolok ukur yang jelas untuk mengevaluasi kinerja finansialnya.
Hasil yang tercapai dapat dibandingkan dengan proyeksi anggaran, sehingga manajemen dapat menilai apakah target tercapai atau jika ada penyimpangan, sehingga strategi dapat disesuaikan untuk memperbaiki hasil di periode berikutnya.
Contoh Forecasting Budget untuk Bisnis
Agar forecasting budget lebih mudah dipahami, contoh paling sederhana adalah membandingkan rencana anggaran dengan realisasi beberapa bulan terakhir, lalu menyesuaikannya dengan asumsi yang jelas untuk periode berikutnya.
Asumsi ini bisa berupa tren penjualan, kenaikan harga bahan, perubahan kurs, rencana rekrutmen, atau agenda promosi yang sudah dijadwalkan.
Di bagian berikut, contoh tabel forecasting budget akan menunjukkan struktur dasar yang umum dipakai: pos biaya/pendapatan, budget awal, realisasi, selisih, serta proyeksi bulan berikutnya beserta catatan asumsi.
| Periode & catatan | Anggaran Marketing | Realisasi | Forecast Terbaru |
|---|---|---|---|
|
Q1
Pengeluaran lebih besar, forecast disesuaikan naik.
|
Rp 1.450.000.000 | Rp 1.620.000.000 | Rp 1.620.000.000 |
|
Q2
Pengeluaran ditekan untuk menutup selisih Q1.
|
Rp 1.450.000.000 | Rp 1.180.000.000 | Rp 1.180.000.000 |
|
Q3 (forecast)
Forecast turun karena penjualan masih melambat.
|
Rp 1.450.000.000 | TBD | Rp 1.280.000.000 |
|
Q4 (forecast)
Dorongan ekstra jika penjualan kembali naik.
|
Rp 1.450.000.000 | TBD | Rp 1.700.000.000 |
| Total | Rp 5.800.000.000 | TBD | Rp 5.780.000.000 |
Tips Menerapkan Forecasting Budget yang Sesuai dan Tepat dengan Bisnis
Sampai bagian ini, Anda sudah bisa memahami lebih dalam mengenai budget forecasting. Namun, Anda pasti masih merasa ragu dan takut terjadi kesalahan saat menerapkan budget forecasting.
Anda tidak perlu khawatir, kami akan memberikan beberapa tips efisien yang bisa Anda contoh agar penerapan budget forecast Anda bisa tepat.
1. Analisis data historis
Langkah pertama dalam membuat forecast budgeting yang akurat adalah menganalisis data keuangan historis perusahaan. Ini meliputi pendapatan, biaya, dan pengeluaran dari beberapa periode sebelumnya.
Data ini memberikan gambaran tentang pola atau tren yang dapat menjadi dasar untuk memperkirakan anggaran di masa depan. Misalnya, perusahaan dapat mengidentifikasi pola musiman atau fluktuasi dalam penjualan.
2. Identifikasi faktor eksternal
Perubahan dalam faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, perubahan regulasi, dan tren pasar dapat memengaruhi bisnis. Identifikasi faktor-faktor ini dan pertimbangkan dampaknya dalam proses perencanaan.
Sebagai contoh, jika ekonomi sedang melambat, bisnis mungkin perlu mengantisipasi penurunan penjualan atau peningkatan biaya bahan baku.
3. Tetapkan tujuan dan target yang jelas
Sebelum menyusun forecast budgeting, pastikan perusahaan memiliki tujuan keuangan yang jelas, seperti peningkatan pendapatan, pengurangan biaya operasional, atau pertumbuhan bisnis. Tujuan-tujuan ini akan membantu dalam menetapkan prioritas anggaran dan memastikan alokasi sumber daya yang tepat.
Dengan target yang terukur, perusahaan dapat mengembangkan anggaran yang mendukung pencapaian tujuan tersebut.
4. Pantau dan sesuaikan secara berkala
Forecast budget bukanlah dokumen statis. Seiring berjalannya waktu, kondisi bisnis dapat berubah, sehingga penting untuk memantau performa aktual dibandingkan dengan proyeksi anggaran. Jika ada perbedaan signifikan, perusahaan harus fleksibel dan siap melakukan penyesuaian pada forecast budgeting. Pengawasan yang konsisten memastikan anggaran tetap relevan dan sesuai dengan dinamika bisnis.
5. Gunakan alat forecasting yang tepat
Memanfaatkan software budgeting atau forecasting tools dapat meningkatkan akurasi proyeksi anggaran. Alat-alat ini memungkinkan analisis data yang lebih mendalam dan dapat menghasilkan skenario keuangan yang berbeda berdasarkan variabel yang diatur.
Kesimpulan
Forecasting budget sangat penting bagi perusahaan karena membantu memprediksi pendapatan dan pengeluaran di masa depan, sehingga memungkinkan perencanaan keuangan yang lebih tepat dan strategis.
Dengan melakukan financial forecasting yang baik, perusahaan dapat meminimalkan risiko keuangan, mengoptimalkan alokasi sumber daya, serta merespons perubahan pasar dengan lebih cepat.
Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan akurasi dalam pengelolaan anggaran adalah dengan menggunakan sistem akuntansi yang terotomatisasi yang mampu memberikan data real-time, analisis mendalam, serta kemudahan dalam manajemen anggaran.
Pertanyaan Seputar Forecasting Budget
-
Apa tujuan dari peramalan dalam budgeting?
Tujuan peramalan dalam budgeting adalah untuk membantu organisasi memperkirakan kebutuhan anggaran di masa depan, mengidentifikasi tren keuangan, serta mempersiapkan sumber daya yang diperlukan.
-
Kenapa peramalan budgeting itu penting dalam perusahaan?
Peramalan keuangan penting karena membantu perusahaan merencanakan masa depan dengan lebih baik, mengidentifikasi tren keuangan, serta meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
-
Bagaimana cara mengevaluasi metode peramalan keuangan?
Mengevaluasi metode peramalan dapat dilakukan dengan membandingkan hasil peramalan dengan data aktual untuk melihat seberapa dekat perkiraan tersebut dengan kenyataan.






