CNBC Awards

Split Shift: Bagaimana Metode Ini Mengubah Bisnis?

Diterbitkan:

Dalam operasional bisnis, pengaturan jam kerja menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi produktivitas dan kenyamanan karyawan. Terutama pada bisnis yang memiliki jam sibuk di waktu tertentu, pola kerja yang fleksibel sering dibutuhkan agar beban kerja tetap seimbang.

Salah satu pendekatan yang cukup umum digunakan adalah split shift. Istilah ini merujuk pada metode penjadwalan kerja di mana jam kerja harian dibagi ke dalam dua atau lebih sesi, dengan jeda istirahat yang relatif panjang di antaranya. Pola ini biasanya diterapkan untuk menyesuaikan kebutuhan operasional yang tidak merata sepanjang hari.

Untuk memahami penerapannya secara lebih menyeluruh, penting mengetahui bagaimana sistem split shift bekerja, apa saja kelebihan dan kekurangannya, serta contoh penerapannya di berbagai jenis bisnis.

Key Takeaways

  • Split shift adalah metode penjadwalan yang membagi jam kerja harian karyawan menjadi dua sesi terpisah, sehingga bisnis dapat menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja pada jam sibuk secara lebih efisien.
  • Dalam praktiknya, pola kerja dua sesi ini dijalankan dengan jeda istirahat yang relatif panjang dan tidak dibayar, sambil tetap memastikan total jam kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta kondisi karyawan.
  • Model penjadwalan seperti ini umum diterapkan di berbagai sektor, mulai dari industri FnB, layanan pelanggan, hingga logistik yang memiliki jam operasional tidak merata sepanjang hari.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Split Shift?

      Split shift adalah metode penjadwalan di mana jam kerja harian karyawan dibagi menjadi dua sesi atau lebih yang terpisah oleh jeda istirahat panjang (biasanya lebih dari satu jam) yang tidak dibayar. Jeda waktu di antara kedua sesi tersebut memberikan fleksibilitas sekaligus tantangan tersendiri bagi manajemen waktu pekerja.

      Metode ini sangat umum ditemukan dalam industri yang memiliki dua puncak kesibukan dalam satu hari. Sebagai contoh, sebuah restoran yang sangat ramai saat makan siang dan makan malam, namun sepi di sore hari. Dengan menerapkan sistem ini, perusahaan dapat mengoptimalkan biaya tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas layanan saat peak hours.

      Bagaimana Mekanisme Kerja Split Shift?

      Mekanisme ini melibatkan pembagian total jam kerja (misal 8 jam) menjadi dua blok terpisah dengan jeda istirahat 2-4 jam yang bersifat unpaid (tidak dibayar).

      Penerapan jadwal kerja terpisah tidak bisa dilakukan secara sembarangan tanpa perencanaan yang matang. Manajer harus memastikan bahwa total jam kerja tetap mematuhi kontrak dan tidak melanggar batas fisik karyawan. Berikut adalah rincian teknis bagaimana mekanisme ini berjalan di lapangan:

      1. Pembagian Jam Kerja

      Dalam praktiknya, total jam kerja karyawan tetap mengacu pada standar normal, yaitu sekitar 7 hingga 8 jam per hari. Perbedaannya hanya terletak pada alokasi waktu yang tidak berurutan atau terputus di tengah hari. Misalnya, resepsionis hotel bekerja saat check-out pagi dan kembali saat check-in tamu di sore hari.

      2. Jeda Waktu Istirahat (Unpaid Break)

      Jeda waktu antara dua sesi kerja dalam split shift biasanya berlangsung lebih lama daripada jam istirahat makan siang biasa. Periode ini dianggap sebagai waktu bebas karyawan dan umumnya tidak dihitung sebagai jam kerja berbayar. Namun, perusahaan wajib memastikan durasi jeda ini cukup panjang agar karyawan bisa beristirahat efektif.

      Pengaruh Split Shift Terhadap Kinerja Bisnis

      Split shift tentunya memiliki dampak dan pengaruh yang signifikan karena diadopsi oleh berbagai perusahaan di seluruh dunia. Kurang percaya? Berikut adalah pengaruh split shift terhadap suatu bisnis.

      1. Memaksimalkan Kapasitas Staff

      Pada shift biasa, staff cenderung kelelahan karena jam kerja non stop, apalagi saat dihadapi dengan banyaknya customer di jam operasional tertentu diatas jam kerja non stop yang panjang. Ini menyebabkan staff dan karyawan menjadi cepat lelah dan kewalahan, tetapi dengan split shift, staff akan mendapatkan jeda istirahat yang cukup signifikan sehingga dapat bekerja dan berperforma dengan lebih maksimal saat shift mereka untuk bekerja.

      2. Meningkatkan Profitabilitas

      Dengan split shift, kinerja staff dan karyawan akan lebih maksimal. Karyawan akan lebih jarang merasa kelelahan dan akan dapat fokus terhadap pekerjaan mereka. Ini berarti kesalahan yang tidak disengaja akan berkurang dan karyawan dan staff dapat memberikan usaha mereka yang terbaik. Ini tentunya membantu mendorong performa perusahaan yang berujung pada peningkatan pendapatan perusahaan dan profitabilitasnya.

      3. Customer Experience yang Lebih Baik

      Seperti yang dibahas diatas, split shift membantu meningkatkan fokus dan performa karyawan. Secara langsung dan tidak langsung, ini berarti pelanggan akan mendapatkan service yang lebih baik karena staff tidak kelelahan dan fapat lebih fokus. Ini dapat membantu membangun goodwill dengan pelanggan dan membangun customer loyalty antara pelanggan dan perusahaan.

      Aturan dan Regulasi Seputar Jam Keja Karyawan

      Meski istilah “split shift” tidak eksplisit disebut dalam UU, pelaksanaannya harus tunduk pada aturan jam kerja maksimal 40 jam/minggu dan waktu istirahat sesuai UU Cipta Kerja.

      Memahami aspek legalitas adalah fondasi utama sebelum Anda menerapkan jadwal ini di perusahaan pada tahun 2025. Di Indonesia, aturan pemerintah mengenai ketenagakerjaan dan perubahannya dalam UU Cipta Kerja menetapkan standar waktu kerja 7 jam/hari (untuk 6 hari kerja) atau 8 jam/hari (untuk 5 hari kerja). Split shift harus dirancang agar akumulasi jam kerjanya tidak melebihi batasan tersebut tanpa perhitungan lembur.

      Selain itu, regulasi mewajibkan adanya waktu istirahat antar jam kerja yang memadai untuk pemulihan tenaga. Perusahaan wajib menuangkan ketentuan split shift ini secara transparan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau kontrak kerja individu. Kegagalan dalam mengatur ini bisa berujung pada sengketa hubungan industrial atau kewajiban membayar upah lembur yang membengkak.

      Industri yang Paling Cocok Menggunakan Split Shift

      Tidak semua model bisnis cocok dan mampu mengadopsi sistem kerja terpisah ini secara efektif. Metode ini paling optimal diterapkan pada sektor yang menghadapi fluktuasi permintaan pelanggan yang ekstrem di jam-jam tertentu. Industri seperti F&B, Perhotelan, Transportasi, dan Layanan Kesehatan adalah sektor yang paling ideal menerapkan pola jam kerja terpisah ini. Berikut adalah rincian industri yang paling diuntungkan:

      1. Industri Food & Beverage (F&B)

      Restoran dan kafe adalah pengguna utama sistem ini karena pola konsumsi masyarakat yang terpusat. Mereka membutuhkan kekuatan penuh saat jam makan siang dan makan malam, namun sangat sepi di jam 3 hingga 5 sore. Split shift memastikan layanan cepat saat ramai tanpa membuang biaya gaji saat sepi.

      2. Industri Transportasi

      Sektor transportasi, khususnya penyedia layanan antar-jemput sekolah atau karyawan, memiliki pola kerja yang sangat terpisah. Pengemudi sangat sibuk di pagi hari dan sore hari, namun memiliki waktu kosong panjang di siang hari. Model ini sangat efisien untuk memaksimalkan utilitas armada dan pengemudi.

      3. Industri Kesehatan

      Usaha industri kesehatan seperti rumah sakit cenderung memiliki pengelolaan jadwal yang rumit. Hal ini karena suatu rumah sakit perlu selalu buka 24 jam karena kasus atau kejadian darurat dapat terjadi kapan aja. Akan tetapi, tidak mungkin juga untuk bisnis memberikan shift non stop kepada staff rumah sakit mereka. Oleh karena itu sistem split shift sangat efektif karena memberikan jeda istirahat yang sangat diperlukan.

      Study Case: Cara Split Shift Transformasi Bisnis Fast Food Terbesar di Dunia

      Seperti yang diketahui banyak orang, bisnis fast food terbesar di dunia adalah McDonald’s. Dengan berbagai cabang di dunia dan restoran yang sering dipenuhi antrian, bisnis McDonald’s menghasilkan keuntungan yang sangat besar setiap harinya. Akan tetapi dengan bisnis restoran yang ramai, diperlukan cara untuk McDonald’s untuk mengatasi salah satu masalah terbesar mereka yaitu stamina karyawan yang terbatas.

      Menghadapi ratusan bahkan ribuan pesanan per hari, karyawan McDonald’s berisiko mengalami kelelahan, terutama pada jam-jam sibuk ketika dapur dan area layanan bekerja dalam tekanan tinggi. Untuk mengatasi kondisi ini, McDonald’s mengubah pendekatan operasional dengan menerapkan metode split shift agar beban kerja karyawan lebih merata sepanjang hari. Strategi ini juga berjalan beriringan dengan pengaturan alur kerja dapur dan strategi mengelola inventaris restoran agar ketersediaan bahan baku tetap seimbang dengan ritme produksi.

      Hasil dari implementasi metode split shift pun dapat dilihat dimana karyawan tidak lagi merasa kelelahan dan pengunjung restoran dapat menerima layanan terbaik. Walaupun tidak banyak dibahas, namun implementasi split shift serta penerapan software HRM berkontribusi terhadap McDonald’s menjadi salah satu bisnis fast food terbesar di dunia dan sistem split shift ini diimplementasi di berbagai cabang McDonald’s di seluruh dunia.

      Strategi Mengelola Split Shift Agar Efektif dan Adil

      Mengelola jadwal yang terpecah memiliki kompleksitas administrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan shift reguler biasa. Untuk menjaga tingkat retensi karyawan dan memastikan operasional berjalan mulus, manajer perlu menerapkan pendekatan yang strategis. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda ambil:

      1. Komunikasi dan Kesepakatan Awal

      Transparansi sejak tahap rekrutmen adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam penerapan sistem ini. Calon karyawan harus memahami konsekuensi jam kerja terpisah sebelum mereka menandatangani kontrak kerja. Jelaskan secara rinci mengenai jam kerja, durasi istirahat, dan ekspektasi ketersediaan agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari.

      2. Memberikan Kompensasi atau Insentif Tambahan

      Mengingat ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan karyawan, pertimbangkan untuk memberikan split shift premium. Ini bisa berupa tunjangan transportasi tambahan atau bonus harian khusus untuk mereka yang menjalani shift terpisah. Insentif ini akan meningkatkan moral kerja dan membuat karyawan merasa dihargai atas fleksibilitas mereka.

      Kesimpulan

      Split shift membantu bisnis menyeimbangkan efisiensi biaya dan kebutuhan operasional, terutama di industri dengan fluktuasi permintaan. Dengan pengelolaan yang tepat, jadwal ini dapat meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kenyamanan karyawan.

      Keberhasilan strategi ini bergantung pada komunikasi yang jelas, kepatuhan terhadap regulasi, dan kompensasi yang adil. Teknologi juga memastikan proses penjadwalan berjalan lebih akurat dan transparan.

      Jadi apabila bisnis Anda menghadapi masalah dimana karyawan Anda kelelahan karena shift tertentu yang sibuk, coba implementasikan metode split shift ini. Apabila Anda menghadapi permasalahan HR lainnya, Anda dapat melakukan konsultasi gratis dengan kami.

      HRM

      Pertanyaan Seputar Split Shift

      • Apakah split shift dihitung lembur?

        Tidak otomatis dihitung lembur, kecuali total jam kerja melebihi 40 jam per minggu atau melebihi ketentuan jam kerja harian yang disepakati.

      • Berapa jam jeda istirahat ideal untuk split shift?

        Idealnya, jeda istirahat split shift berlangsung antara 2 hingga 4 jam, memberikan waktu yang cukup bagi karyawan untuk pulang atau beristirahat total.

      • Bagaimana cara menghitung gaji karyawan split shift?

        Gaji dihitung berdasarkan total jam kerja efektif, ditambah tunjangan shift atau insentif transportasi jika diatur dalam kebijakan perusahaan.

      • Apakah split shift legal di Indonesia?

        Ya, split shift legal selama mematuhi batasan jam kerja maksimal dan waktu istirahat yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja.

      Reno Wicaksana

      Senior Content Writer on HRIS

      Reno adalah HRM Specialist dan senior content writer dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri teknologi dan manajemen sumber daya manusia. Secara konsisten mengangkat topik artikel seputar performance management, rekrutmen dan pengembangan SDM, manajemen talenta, dan sistem HRIS untuk pengelolaan karyawan.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya