Software akuntansi logistik membantu perusahaan mencatat pendapatan dan biaya sampai level pengiriman, rute, armada, dan kontrak layanan. Data operasional seperti status shipment, POD, tarif, surcharge, hingga penggunaan armada bisa ditarik otomatis untuk membentuk invoice, costing, dan laporan keuangan yang konsisten.
Perbedaan utamanya dibanding software akuntansi umum ada pada detail costing dan integrasi proses. Sistem ini biasanya punya aturan billing yang fleksibel (multi-drop, multi-leg, biaya tambahan), pelacakan biaya per perjalanan, serta pencatatan aset armada berikut depresiasinya.
Agar pemilihan tidak sekadar mengikuti nama besar software, evaluasi perlu fokus pada kebutuhan operasional dan keuangan sekaligus. Karena itu, bagian berikut merangkum fitur wajib dan perbandingan beberapa opsi.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Perbandingan Cepat Software Akuntansi Logistik Terbaik
Apa Itu Software Akuntansi Logistik dan Mengapa Sangat Penting?
Software akuntansi logistik adalah platform yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan finansial industri transportasi dan logistik. Berbeda dengan software akuntansi general yang hanya menangani pembukuan standar, solusi ini terintegrasi langsung dengan operasional logistik. Fitur-fiturnya mencakup manajemen penagihan muatan, pelacakan biaya per perjalanan, hingga pengelolaan depresiasi aset kendaraan.
Pentingnya software ini terletak pada kemampuannya memberikan visibilitas finansial yang detail dan akurat. Tanpa sistem yang tepat, perusahaan logistik rentan terhadap kebocoran biaya yang tidak terdeteksi, kesalahan penagihan ke pelanggan, dan kesulitan melacak profitabilitas per rute atau per kontrak. Menurut laporan dari ATRI tahun 2023, biaya operasional adalah tantangan terbesar, sehingga kontrol biaya yang presisi menjadi kunci utama keberhasilan bisnis.
Fitur Wajib yang Harus Ada di Software Akuntansi Logistik
Pastikan software yang dipilih punya fitur inti berikut agar pencatatan dan penagihan benar-benar mengikuti alur kerja logistik.
- Manajemen Faktur & Penagihan Otomatis: Membuat faktur otomatis dari data pengiriman yang valid, termasuk tarif layanan, jumlah drop, dan status POD, serta menambahkan biaya seperti waktu tunggu, bahan bakar, dan tol sesuai aturan kontrak.
- Pelacakan Biaya per Pengiriman (Shipment Costing): Mencatat biaya dalam satu shipment, seperti gaji pengemudi, bahan bakar, tol, dan biaya perawatan, lalu mengaitkannya ke order atau perjalanan tertentu.
- Contract, Rate, dan Surcharge Management: Menyimpan tarif per rute/zone/layanan, aturan minimum charge, serta surcharge seperti fuel surcharge, waiting time, dan toll, lalu menerapkannya otomatis saat billing.
- Integrasi dengan Sistem Operasional (TMS, WMS): Kemampuan untuk terhubung secara mulus dengan Transportation Management System (TMS) dan Warehouse Management System (WMS) untuk sinkronisasi data operasional dan keuangan.
- Manajemen Aset dan Depresiasi Kendaraan: Modul untuk melacak siklus hidup aset armada, menjadwalkan pemeliharaan, dan menghitung biaya depresiasi secara otomatis sesuai standar akuntansi.
- Rekonsiliasi Bank Otomatis: Mengimpor mutasi bank dan mencocokkannya dengan transaksi di pembukuan, termasuk invoice dan pembayaran.
15 Rekomendasi Software Akuntansi Logistik Terbaik
Setelah memahami fitur-fitur penting, mari kita bedah 15 software terbaik untuk perusahaan logistik di Indonesia.
1. HashMicro ERP Logistik
HashMicro adalah software akuntansi yang dapat menarik data dari aktivitas pengiriman, armada, dan gudang, sehingga biaya dan pendapatan bisa ditelusuri sampai level shipment atau perjalanan.
Modul aset mencakup pencatatan armada, jadwal perawatan, dan depresiasi kendaraan yang langsung masuk ke pembukuan. Untuk implementasi di Indonesia, tersedia tim lokal dan opsi kustomisasi alur kerja saat konfigurasi kebutuhan perusahaan.
Fitur Unggulan:
- Manajemen Faktur dan Penagihan Otomatis
- Pelacakan Biaya per Perjalanan dan Analisis Profitabilitas
- Manajemen Anggaran dan Arus Kas Real-time
- Integrasi Penuh dengan Modul Transportasi (TMS) dan Gudang (WMS)
- Manajemen Aset Kendaraan, Jadwal Perawatan, dan Pelacakan Depresiasi
- Laporan Keuangan Komprehensif (Laba Rugi, Neraca, Arus Kas)
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sistem terintegrasi penuh dari hulu ke hilir. | Implementasi untuk kustomisasi mendalam mungkin butuh waktu. |
| Kustomisasi tinggi sesuai kebutuhan spesifik industri logistik. | Mungkin terlalu komprehensif untuk bisnis skala sangat kecil. |
| Lisensi unlimited user, hemat biaya jangka panjang. | |
| Dukungan purna jual dan tim implementasi lokal. |
2. Oracle NetSuite
NetSuite adalah salah satu pemain utama di pasar ERP cloud global. Solusinya sangat kuat untuk perusahaan logistik skala menengah hingga besar dengan operasi internasional. Kekuatan utamanya terletak pada skalabilitas, kemampuan pelaporan multi-entitas yang canggih, dan fitur manajemen keuangan yang mendalam.
Fitur Unggulan:
- Manajemen Keuangan Global
- Advanced Revenue Management
- Manajemen Inventaris dan Rantai Pasok
- Pelaporan dan Analitik yang Kuat
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Skalabilitas sangat tinggi untuk pertumbuhan bisnis. | Biaya implementasi dan lisensi yang tergolong premium. |
| Fitur akuntansi dan pelaporan yang sangat mendalam. | Memerlukan tim internal atau konsultan ahli untuk kustomisasi. |
| Ekosistem aplikasi pihak ketiga yang luas. | Kurva belajar yang cukup curam bagi pengguna baru. |
3. SAP S/4HANA
SAP S/4HANA adalah solusi ERP premium yang dirancang untuk perusahaan enterprise. Dalam konteks logistik, SAP menawarkan integrasi yang sangat mendalam dengan seluruh proses rantai pasok, mulai dari perencanaan hingga eksekusi. Platform ini ideal bagi perusahaan besar yang menjadikan efisiensi rantai pasok sebagai keunggulan kompetitif utama.
Fitur Unggulan:
- Manajemen Keuangan Lanjutan
- Integrasi Mendalam dengan Supply Chain Management (SCM)
- Analitik Prediktif dan Real-time
- Manajemen Aset Enterprise
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Integrasi end-to-end yang tak tertandingi di level enterprise. | Biaya sangat tinggi, baik lisensi maupun implementasi. |
| Kemampuan analitik dan otomatisasi yang canggih. | Terlalu kompleks untuk perusahaan skala menengah ke bawah. |
| Standar industri yang diakui secara global. | Membutuhkan sumber daya IT yang signifikan untuk pengelolaan. |
4. Microsoft Dynamics 365
Dynamics 365 adalah jawaban Microsoft untuk pasar ERP dan CRM modern. Bagi perusahaan logistik yang sudah banyak menggunakan ekosistem Microsoft (seperti Office 365 dan Power BI), D365 menawarkan integrasi yang mulus. Fleksibilitasnya untuk memilih modul yang dibutuhkan menjadikannya pilihan menarik bagi perusahaan yang ingin tumbuh secara bertahap.
Fitur Unggulan:
- Integrasi NATIVE dengan Ekosistem Microsoft
- Modul Supply Chain Management & Finance
- Business Intelligence dengan Power BI
- Aplikasi yang Fleksibel dan Modular
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Integrasi yang kuat dengan produk Microsoft lainnya. | Struktur lisensi bisa menjadi kompleks dan mahal. |
| Antarmuka yang familiar bagi pengguna Windows. | Kustomisasi mendalam seringkali memerlukan pengembang. |
| Skalabilitas yang baik dari UKM hingga enterprise. | Beberapa fitur logistik spesifik mungkin memerlukan add-on. |
5. Odoo
Odoo adalah platform ERP open-source yang populer di kalangan UKM hingga perusahaan menengah. Keunggulan utamanya adalah model bisnis modular, di mana perusahaan hanya membayar untuk aplikasi yang mereka gunakan. Dengan komunitas yang besar, ada banyak modul pihak ketiga yang tersedia, termasuk untuk kebutuhan logistik.
Fitur Unggulan:
- Aplikasi Akuntansi, Inventaris, dan Penjualan
- Struktur Modular dan Fleksibel
- Komunitas Open-Source yang Aktif
- Biaya Awal yang Relatif Terjangkau
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Biaya lisensi lebih terjangkau dibandingkan ERP tradisional. | Dukungan profesional seringkali bergantung pada partner lokal. |
| Sistem modular, bayar sesuai kebutuhan. | Kualitas modul komunitas bisa bervariasi. |
| Fleksibilitas kustomisasi yang tinggi. | Integrasi antar modul terkadang memerlukan konfigurasi teknis. |
6. QuickBooks Enterprise
QuickBooks adalah nama besar di dunia akuntansi untuk bisnis kecil dan menengah. Versi Enterprise-nya menawarkan fitur yang lebih canggih, termasuk edisi khusus industri dengan fungsionalitas untuk manufaktur, grosir, dan distribusi. Ini adalah pilihan solid bagi perusahaan logistik yang fokus utamanya adalah akuntansi yang kuat dengan beberapa fitur operasional tambahan.
Fitur Unggulan:
- Advanced Inventory Management
- Pelaporan Keuangan yang Kuat
- Fitur Khusus untuk Industri Distribusi
- Antarmuka yang Relatif Mudah Digunakan
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat kuat pada fungsionalitas inti akuntansi. | Bukan solusi ERP logistik yang terintegrasi penuh. |
| Mudah digunakan untuk tim akuntansi. | Keterbatasan dalam manajemen operasional transportasi. |
| Biaya lebih terjangkau daripada ERP lengkap. | Skalabilitas terbatas untuk operasi yang sangat besar. |
7. Xero
Xero adalah software akuntansi berbasis cloud yang sangat populer untuk bisnis kecil. Desainnya yang simpel, antarmuka yang bersih, dan ekosistem aplikasi yang luas membuatnya menjadi favorit. Untuk freight forwarder independen atau perusahaan logistik kecil, Xero bisa menjadi solusi yang efisien jika diintegrasikan dengan aplikasi manajemen logistik pihak ketiga.
Fitur Unggulan:
- Manajemen Faktur dan Pembayaran Online
- Rekonsiliasi Bank yang Mudah
- Ekosistem Marketplace Aplikasi yang Luas
- Akses Mobile yang Andal
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Antarmuka sangat ramah pengguna dan modern. | Fitur inventaris dan manajemen aset sangat dasar. |
| Ekosistem aplikasi pihak ketiga yang sangat besar. | Tidak memiliki fitur spesifik logistik secara bawaan. |
| Harga langganan yang terjangkau untuk bisnis kecil. | Kurang cocok untuk operasi logistik yang kompleks. |
8. Zoho Books
Serupa dengan Xero, Zoho Books adalah bagian dari ekosistem aplikasi bisnis yang lebih besar. Jika perusahaan Anda sudah menggunakan Zoho CRM atau produk Zoho lainnya, Books menawarkan integrasi yang sempurna. Ini adalah pilihan yang baik untuk bisnis yang menginginkan platform terpadu untuk penjualan, pemasaran, dan keuangan.
Fitur Unggulan:
- Otomatisasi Alur Kerja Akuntansi
- Manajemen Faktur dan Proyek
- Integrasi Erat dengan Ekosistem Zoho
- Portal Klien untuk Pembayaran
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Bagian dari ekosistem aplikasi bisnis yang luas. | Fungsionalitas logistik harus didapat dari integrasi. |
| Harga yang kompetitif. | Kustomisasi laporan bisa lebih terbatas. |
| Integrasi yang mulus dengan Zoho CRM. | Bukan solusi yang dirancang khusus untuk logistik. |
9. Sage Intacct
Sage Intacct adalah software manajemen keuangan cloud yang kuat, dirancang untuk perusahaan yang membutuhkan fungsionalitas akuntansi tingkat lanjut. Keunggulannya terletak pada kemampuan menangani multi-entitas, konsolidasi keuangan yang kompleks, dan pelaporan yang fleksibel, menjadikannya cocok untuk perusahaan logistik dengan beberapa cabang atau badan hukum.
Fitur Unggulan:
- Manajemen Keuangan Multi-Entitas
- Pelaporan dan Dashboard yang Dapat Disesuaikan
- Manajemen Pendapatan dan Penagihan
- Otomatisasi Proses Akuntansi
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat kuat dalam manajemen keuangan inti. | Lebih fokus pada keuangan daripada operasi logistik. |
| Kemampuan menangani struktur perusahaan yang kompleks. | Biaya bisa menjadi mahal seiring penambahan modul. |
| Satu-satunya vendor akuntansi yang direkomendasikan AICPA. | Memerlukan integrasi untuk fungsionalitas TMS/WMS. |
10. Acumatica
Acumatica adalah penyedia ERP cloud yang dikenal dengan model lisensi uniknya yang berbasis pada sumber daya yang digunakan, bukan jumlah pengguna. Ini sangat menarik bagi perusahaan logistik dengan banyak pengguna lapangan atau staf gudang. Solusinya memiliki edisi khusus untuk distribusi yang mencakup manajemen inventaris dan pesanan yang kuat.
Fitur Unggulan:
- Model Lisensi Berbasis Sumber Daya
- Edisi Khusus untuk Distribusi
- Manajemen Inventaris Multi-Gudang
- Platform Berbasis Cloud yang Fleksibel
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Model lisensi yang tidak membatasi jumlah pengguna. | Implementasi memerlukan partner ahli. |
| Solusi berbasis cloud yang modern dan mobile-friendly. | Beberapa fitur canggih memerlukan edisi yang lebih tinggi. |
| Kuat di sektor distribusi dan grosir. | Antarmuka bisa terasa padat bagi pengguna baru. |
11. Epicor
Epicor menyediakan solusi ERP yang kuat untuk industri manufaktur dan distribusi. Fokusnya pada kontrol proses produksi dan inventaris sangat relevan bagi perusahaan logistik yang juga menangani penyimpanan atau perakitan ringan. Kemampuan pelacakan biaya yang detail membantu perusahaan memahami profitabilitas produk dan layanan secara mendalam.
Fitur Unggulan:
- Manajemen Produksi dan Inventaris
- Financial Management
- Supply Chain Management
- Business Intelligence dan Analitik
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat kuat untuk bisnis manufaktur dan distribusi. | Kurang fleksibel untuk perusahaan logistik murni (3PL). |
| Fitur pelacakan biaya yang mendalam. | Antarmuka dianggap sedikit ketinggalan zaman oleh beberapa pengguna. |
| Dapat di-deploy di cloud atau on-premise. | Biaya implementasi yang signifikan. |
12. Ramco Logistics Software
Ramco menawarkan platform perangkat lunak logistik terpadu yang dirancang khusus untuk penyedia layanan pihak ketiga (3PL), operator angkutan, dan kurir. Solusinya menggabungkan manajemen transportasi, gudang, dan armada dengan modul keuangan, memberikan satu platform untuk mengelola seluruh operasi.
Fitur Unggulan:
- Platform Logistik Terpadu
- Manajemen Transportasi dan Kargo
- Fleet Management
- Billing dan Akuntansi Terintegrasi
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Solusi end-to-end khusus untuk industri logistik. | Pasar utama lebih fokus pada perusahaan skala besar. |
| Menggabungkan operasional dan keuangan dalam satu sistem. | Antarmuka pengguna bisa lebih ditingkatkan. |
| Mendukung operasi logistik yang kompleks. | Kurang dikenal di pasar UKM Indonesia. |
13. LogiNext
LogiNext lebih dikenal sebagai platform otomatisasi logistik yang berfokus pada optimasi rute, pelacakan pengiriman real-time, dan manajemen last-mile delivery. Meskipun bukan software akuntansi inti, platform ini menyediakan API untuk integrasi dengan sistem keuangan, memungkinkan data pengiriman dan biaya dapat disinkronkan untuk penagihan dan analisis.
Fitur Unggulan:
- Optimasi Rute dan Penjadwalan
- Pelacakan Pengiriman Real-time
- Manajemen Kapasitas dan Pengiriman
- API untuk Integrasi Akuntansi
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat canggih dalam otomatisasi pengiriman. | Bukan sistem akuntansi, memerlukan integrasi. |
| Meningkatkan efisiensi operasional pengiriman secara signifikan. | Biaya langganan bisa mahal untuk armada kecil. |
| Visibilitas yang sangat baik untuk pelanggan akhir. | Fungsi keuangan sepenuhnya bergantung pada sistem lain. |
14. Shipthis
Shipthis adalah platform modern yang dirancang khusus untuk freight forwarder digital. Tujuannya adalah menyediakan satu sistem untuk mengelola semua aspek, mulai dari pembuatan kutipan, pemesanan, dokumentasi, pelacakan, hingga akuntansi. Ini adalah solusi yang sangat baik untuk perusahaan freight forwarding yang ingin mendigitalkan operasi mereka sepenuhnya.
Fitur Unggulan:
- Manajemen Operasi Freight Forwarding
- Akuntansi dan Penagihan Terintegrasi
- Portal Pelanggan Online
- Otomatisasi Dokumentasi Pengiriman
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Platform all-in-one untuk freight forwarder. | Sangat spesifik untuk niche freight forwarding. |
| Antarmuka modern dan ramah pengguna. | Mungkin kurang cocok untuk jenis logistik lain (misalnya trucking). |
| Mengotomatiskan banyak tugas manual. | Sebagai perusahaan yang lebih baru, ekosistemnya masih berkembang. |
15. Descartes 
Descartes adalah pemimpin global dalam solusi logistik dan rantai pasok berbasis cloud. Portofolio produknya sangat luas, mencakup optimasi rute, kepatuhan bea cukai, dan jaringan logistik. Solusi keuangannya dirancang untuk menangani volume transaksi yang sangat tinggi dan kompleksitas peraturan perdagangan global, menjadikannya pilihan bagi perusahaan logistik terbesar di dunia.
Fitur Unggulan:
- Global Logistics Network
- Manajemen Kepatuhan Bea Cukai dan Perdagangan
- Routing, Mobile & Telematics
- Transportation Management
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Portofolio solusi yang sangat luas dan komprehensif. | Sangat mahal dan ditujukan untuk enterprise. |
| Kuat dalam kepatuhan regulasi perdagangan global. | Terlalu kompleks dan tidak perlu untuk operasi domestik. |
| Jaringan yang menghubungkan ribuan mitra logistik. | Implementasi memerlukan waktu dan sumber daya yang besar. |
Perbandingan Software Akuntansi Logistik Terbaik
Kesimpulan
Setelah mereview 15 software ini, jelas bahwa pilihan terbaik sangat bergantung pada skala, kompleksitas, dan kebutuhan spesifik bisnis Anda. Tidak ada satu solusi yang sempurna untuk semua.
Namun, platform yang menawarkan integrasi mendalam antara keuangan dan operasional, fleksibilitas untuk beradaptasi, dan skalabilitas untuk tumbuh bersama Anda akan menjadi aset strategis jangka panjang.
Jika Anda mencari solusi yang dapat disesuaikan sepenuhnya dengan workflow tim Anda, Anda dapat menjadwalkan konsultasi gratis untuk mendiskusikan tantangan spesifik perusahaan Anda dan melihat bagaimana sistem mereka dapat membantu.
Pertanyaan Seputar Software Akuntansi Logistik
Frequently Asked Question
Perbedaan utamanya terletak pada fitur spesifik industri. Software akuntansi logistik memiliki modul untuk melacak biaya per pengiriman, manajemen faktur muatan, dan integrasi bawaan dengan sistem operasional (TMS/WMS) yang tidak akan Anda temukan di software akuntansi umum.
Biaya sangat bervariasi. Solusi untuk UKM bisa mulai dari beberapa ratus ribu per bulan dengan model langganan. Sementara itu, implementasi ERP skala enterprise bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung pada tingkat kustomisasi dan jumlah pengguna.
Ya, sebagian besar software modern, terutama yang berbasis ERP seperti HashMicro, dirancang dengan API (Application Programming Interface) terbuka. Ini memungkinkan integrasi yang mulus dengan sistem lain yang sudah Anda gunakan, seperti sistem manajemen gudang (WMS), transportasi (TMS), atau platform GPS.
Pilihan ini bergantung pada kebutuhan kontrol dan sumber daya IT Anda. Cloud menawarkan fleksibilitas akses dari mana saja dan biaya awal yang lebih rendah karena tidak perlu investasi server. Sebaliknya, on-premise memberikan Anda kontrol penuh atas data dan infrastruktur, namun memerlukan investasi awal yang lebih besar dan tim IT untuk pemeliharaan.





















